
"Jadi, rencananya mau berapa panti?" tanya Ica
"Mau berapa per pantinya?" tanya Rio balik
"Ya udah, masing-masing 10 juta aja. Sisanya nanti biar kakak tambah, biar pas 70 juta." ucap Zefran
"Babang Zefran baik banget bang, makin klepek-klepek dede." ucap Maya
Huwek
Teman-teman sekelasnya langsung berpura-pura muntah, secara serempak. Maya kok jadi aneh🤣
"Hiii.. May, lu bisa ke mode awal nggak? Gue malah merinding lu kaya gini. Ada tombol reset kagak sih, di punggung lu?" ucap Dena
"Ck, sirik aja lo Den. Kagak ada, adanya paku di atas kepala gue. " protes Maya
"Kunti dong" Celetuk Dena
"Kak Zefran, bawa flashdisk ga?" tanya Maya, yang tidak peduli dengan ucapan Dena
"Nggak, emang buat apa May?" jawab Zefran, sekaligus bertanya
"Aku pengen transfer data cintaku buat kakak." jawab Maya
"Anjaaayyyy... kiwww" teriak salah satu temannya
"Bales bang, bales" teriak Dika
'Makin menjadi si Maya' Kira
'Urat malunya udah putus, apa ya tu anak. Malah lebih gesrek dia, daripada gue.' Dena
"Ehem..." Zefran pun berdehem, kayanya hati Zefran udah kecantol nih sama gombalan Maya. Kiwww😆
"May, tau nggak kenapa kita cuma bisa lihat pelangi setengah lingkaran?"tanya Zefran
"Ga tau, kenapa emang kak?" tanya Maya salah tingkah, ga nyangka gombalannya bakal dapet balesan.
"Soalnya setengahnya lagi ada di mata kamu" jawab Zefran tersenyum, senyuman yang membuat Maya semakin kelepek-klepek.
BLUSH
"Merah dong wajah Maya, ngapa lo?" celetuk Dena
"Ada pelangi... di bola matamu, dan memaksa diri... tuk bilang aku cinta padamu" lanjut Zefran bernyanyi, wajah Maya semakin blushing.
Dan suasana di kelas pun semakin ramai, sorakan dan juga pukulan di meja. Tawa mereka semakin pecah, melihat reaksi Maya.
"Wanjaaayyy.... gerak cepat si babang tamvan May, terima nggak?" sorak Dena
"Gimana nih twin prince?" tanya teman yang lain
"Terima.. terima... terima..." sorak teman sekelas Maya
Karena pintu kelas yang di tutup, sehingga banyak yang penasaran di luar sana.
"Terima ga nih?" tanya Zefran dengan menaikkan kedua alisnya pada Maya
"Emang tadi serius kak?" tanya Maya tak percaya
"Seriuslah, kamu gak liat... aku udah ngeberaniin diri buat nyatain depan saudara kamu May? Mana depan temen sekelas kamu lagi." jawab Zefran menatap mata Maya dalam
"Atuh ya di terima, masa di tolak." jawab Maya malu-malu minta di tampol
"Sayangku..." panggil Dena pada Sahin
"Apa?" tanya Sahin
"Kemaren pagi aku gak bisa makan karena rindu sama kamu, siangnya juga ga makan karena mikirin kamu. Terus malemnya aku ga bisa tidur tauuu.." jawab Dena, membuat Sahin mengernyitkan dahinya.
"Gara-gara kebanyakan mikirin Sahin, Den?" tanya K
"Bukanlah, karena gue kelaperan kagak sarapan ma makan siang. Gimana sih lo?" jawab Dena
"BUAHAHAHAHA" pecahlah tawa mereka semua
"Ambyar ambyaaarrr... gue kira mau ngegembel." ucap Ica sela tertawa
"Bang, kak Zefran aja udah keterima. Maju bang, jangan mau kalah. Butuh bantuan nggak, gue dorong dari belakang. " ucap Dena mengompori, Syahid dan Sahin hanya bisa diam. Urusan percintaan bukan areanya, selama Zefran dan Axel tidak mempermainkan saudarinya. Mereka akan aman...
"Ra, tanda tangannya kok lucu sih." ucap Axel, saat ia melihat Kira sedang anteng mencorat-coret di buku keuangan hasil penjualan hari ini.
Ia merasa gugup, karena Axel di ruangan ini.
Kira menengadahkan kepalanya dan tatapannya langsung bertemu dengan mata Axel, karena malu Kira kembali menundukkan kepalanya.
"Bisa tanda tangan di buku nikah kita aja nggak?" tanya Axel, Kira semakin menurunkan kepalanya sampai dahi menempel pada meja.
Apalagi sorakan teman sekelasnya semakin keras dan semakin gencar menggodanya.
"Ra, tau nggak perbedaan Mendut sama kamu?" tanya Axel lagi, Kira pun memberanikan diri untuk menatap Axel. Ia menegakkan tubuhnya, lalu menjawabnya dengan menggelengkan kepala.
"Kalo Mendut itu CANDI, tapi kalo kamu itu CANDU. Ra, abang suka sama kamu. Mau nggak jadi calon istri abang?" Suasana semakin memanas pemirsaaaaa🤣
"Langsung calon istri Raaa" teriak Rio
"Terima terima terima RAAAAAAA" sorak teman-temannya
Deg Deg
Jantung Kira semakin tak bisa di kondisikan, rasanya ia ingin salto.
"Ehem... Bang, Kira nggak tau apa yang lagi Kira rasain. Kalo debaran ini yang di namakan jatuh cinta, Kira mau jadi calon istri abang." jawab Kira menunduk
Ita tertawa gemas, melihat Maya dan juga Kira. Begitu juga dengan teman-temannya, mereka semkin menggoda habis-habisan Kira dan juga Maya.
"SOLD OUT sudah, twin prince dan twin princesss." ucap Rio
"Hari ini berarti langsung dapet 2 setel ya" celetuk K
"2 setel, lu kata baju atasan ma bawahan apa" sela Dira
"Ya kan mereka emang pasangan, pakaian atasan ma bawahan setelan kan namanya." ucap K tidak mau kalah
"Iya in dah, berarti ada traktiran ini mah. PJ PJ" ucap I
"Ya udah yu, kita shalat dzuhur dulu. Lanjut ke kafe kemaren aja, gue yang traktir." jawab Maya
"ASEEEEKKKK, berangkat" Mereka semua langsung berbondong-bondong keluar kelas dan menuju mushola yang ada di sekolah.
.
.
Waktu traktir sudah selesai, teman-teman sekelas sudah pulang semua.
Kini di kafe, hanya tinggal 4 pasang kekasih.
"Masalah yang kemarin gimana kak? Keluarga korban masih minta tanggung jawab?" Tanya Sahin
"Masih, malah semakin gila. Cewek itu emang udah siuman, namun hilang ingatan. Keluarga itu malah minta kakak bertanggung jawab dengan menikahi putrinya, gila gak tuh." Jawab Zefran
"Hah? Enak aja, baru juga jadian beberapa jam kak. Masa iya, aku di tinggal nikah." Protes Maya
"Kakak udah nolak May, makanya tujuan kakak bertemu kalian itu sekalian mau menanyakan hal lain. Bagaimana Hin, apa sudah dapat rekaman CCTV di jalanan itu?" Zefran bertanya pada Sahin
Sahin mengangguk
"Sudah kak, malah aku sudah mendapatkan pemilik mobil yang menabrak korban." Jawab Sahin, membuat Zefran langsung menegakkan tubuhnya dan menatap Sahin antusias.
"Alhamdulillah, sejak kapan?" Ucap Zefran dan kembali bertanya
"Sudah lama sebenarnya, tapi karena sibuk dengan acara di sekolah. Sahin malah lupa kak, maaf." Jawab Sahin, Zefran menggelengkan kepalanya cepat.
"Tidak perlu meminta maaf, wajar kamu melupakannya karena sibuk. Kakak sudah sangat bersyukur karena semua bukti telah di dapatkan, akhirnya kakak bisa lepas juga dari cengkeraman keluarga gadis itu. Terimakasih.. " Ucap Zafran, sungguh hatinya merasa plong dan lega.
"Bisa kamu ki.. " Belum selesai Zefran berbicara, ponselnya berbunyi
'My Mommy' Zefran mengerutkan dahinya, tumben.
"Assalamu'alaikum mom, ada apa?"
'Wa'alaikumsalam sayang, maaf mommy ganggu ya.'
"Tentu saja tidak mom, Zef hanya heran saja. Mommy menghubungi kakak, bukannya daddy ada di rumah."
'Daddy mu memang ada di rumah, ini ada di sebelah mommy malah. Sayang, kamu bisa pulang sekarang?'
"Kenapa? Mommy dan daddy baik-baik saja kan?"
'Baik, hanya saja di ruang tamu ada 2 orang paruh baya yang mencari mu. Mereka bilang ingin meminta pertanggungjawaban padamu, kamu menghamili anak orang Zef?'
"Astaghfirullah mom, mommy kaya yang baru kenal kakak serebo dua rebo aja. Itu pasti kedua orang tua yang anak perempuannya, jadi korban tabrak lari mom. Yang tempo hari, kakak ceritakan sama mommy."
'Ck, siapa yang nabrak siapa yang harus tanggung jawab. Kamu cepat pulang nak, selesaikan masalah ini.' terdengar jelas, bila sang mommy kesal.
"Mommy tenang saja, kakak sudah mendapatkan buktinya kalau bukan kakak yang bersalah. Kalau gitu kakak tutup ya, kakak pulang sekarang. Assalamu'alaikum" Zefran menatap Sahin
Sahin yang paham langsung berdiri dari duduknya, di susul Syahid dan yang lainnya.
"Ayo"
...****************...
...Happy Reading all💞💞...