Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Luka Ajeng



"Assalamu'alaikum" salam Reksa yang baru pulang, dengan nada lesu.


"Wa'alaikum salam" jawab sang nenek yang ada di ruang keluarga, tengah fokus menyulam. Reksa mendekati sang nenek, ia mencium punggung neneknya. Lalu duduk di samping sang nenek dan memeluk tubuh wanita yang sudah tidak muda itu, dari samping.


Liana, nenek Reksa yang menyadari bila sang cucu tengah sedih. Langsung menghentikan kegiatannya, ia menaruh yang ia pegang di atas meja.


"Ada apa dengan cucuk nenek? Sedih? Karena di tolak kah?" tanya sang nenek, Reksa langsung melepas pelukan dan menegakkan tubuhnya.


"Bagaimana nenek bisa tahu?" tanya Reksa cemberut, inilah Reksa di rumah. Bertolak belakang dengan dirinya di kampus, yang terlihat dingin. Sangat jauh bila ia sudah di rumah, ia akan menjadi pria lembut dan manja.


"Jadi benar?" tanya Liana tak percaya


Reksa yang tinggal hanya dengan nenek dan kakek tersayangnya, karena kedua orang tuanya telah tiada. Di saat Reksa berusia 15 tahun, saat ia berada di bangku 2 SMP. Sehingga warisan dari kedua orang tuanya, jatuh padanya.


Dan saat ini, perusahaan di pegang oleh orang kepercayaan sang kakek. Walau terkadang sang kakek ikut turun ke perusahaan, apabila memang membutuhkan dirinya.


"Kakek mana?" Tanya Reksa tanpa menjawab pertanyaan sang nenek


"Pengalihan isu, kakekmu sedang ada di taman belakang. Sedang bermain dengan burung dan ikannya, nenek sampe di anggurin." Jawab Liana


"Ya udah, nenek cari kakek baru aja." Celetuk Reksa, ia kembali bergelayut manja pada sang nenek.


"Bicara apa kamu, mau kakek masukin kandang Lexus?" Tiba-tiba ada suara berat yang menyambar dari arah pintu masuk ke taman, Regan sang kakek.


"Hehe... Becanda kek, mana mungkin kakek nya ganti. Kakek kan paling ganteng dan paling hebat, iya gak nek?" Liana hanya tertawa mendengar cucunya salah tingkah


"Ishh.. Nenek mah" Gerutu Reksa, Regan hanya menggelengkan kepalanya


"Kek, cucumu sudah besar. Ia sudah mulai jatuh cinta sekarang, tapi sayang di tolak sama ceweknya." Ucap sang nenek


"NENEK" wajah Reksa langsung memerah, Liana dan Regan tertawa melihatnya.


"Kejar terus boy, jangan kalah hanya karena di tolak satu kali. Seperti kakek yang terus mengejar nenekmu dulu, sampai di tolak berkali-kali." Ucap Regan


"Benarkah nek?" Liana tersenyum dan mengangguk


"Kakekmu pantang menyerah, sampai akhirnya nenek luluh dengan perjuangan dan pengorbanan yang kakekmu berikan." Jawab Liana, Reksa menghela nafas


"Bukan Reksa terlalu percaya diri, tapi... Reksa yakin, bila dia juga menaruh hati pada Reksa. Hanya saja, entah kenapa Reksa merasa ada yang ia sembunyikan di balik penolakannya. Karena ia juga mengatakan, untuk agar Reksa bisa meyakinkan dirinya." Ucap Reksa


"Sepertinya begitu, bila kamu memang merasa perempuan itu menyukaimu. Pasti ada sesuatu yang memberatkan dirinya, mungkin masalah keluarga." Jawab sang nenek


"Bisa jadi, antara ada trauma pada sebuah hubungan atau malu dengan kondisi keluarganya." Sambung Regan


"Apa kamu menyerah?" Tanya Liana


"Tidak nek, Reksa akan terus berusaha mendapatkan hatinya." Liana dan Regan mengangguk


"Oya kek, Reksa dan teman-teman berencana untuk liburan semester ke Bandung. Dan Reksa menawarkan untuk menginap di villa keluarga kita, tidak apa-apakan?" Tanya Reksa


"Temanmu yang mana? Memang kamu punya teman? Bukankah dua orang itu, sudah di bawa pindah keluar negeri karena terkena kasus dengan keluarga Zandra." Tanya Liana


"Wooww.. Kamu bisa berteman dengan mereka boy, bukankah tidak mudah bisa berteman dengan.... Double twin bukan?" Regan cukup tau cucu dari Rendra, mendekati seluruh anggota keluarga Zandra. Susah-susah gampang, karena mereka terkenal tak tersentuh.


"Iya, double twin. Bila bukan karena insiden dengan kedua orang itu, kami pun belum tentu bisa berkenalan dan bergabung dengan mereka. Selama niat kita baik, mereka pasti menerima dengan tangan terbuka. Bukan tidak tersentuh, tapi mereka bisa tau mana yang tulus dan mana yang tidak tulus." Jawab Reksa


"Syukurlah, jaga silaturahmi mu dengan mereka. Rendra kakeknya adalah kolega kakek di perusahaan, kakek tidak tau bila kalian ternyata satu kampus. Kalian bisa menempati villa selama berlibur di Bandung, nanti biar kakek yang menghubungi penjaga villa. Agar ia membersihkan villa dan juga mengisi penuh kulkas, supaya kalian tidak kerepotan nantinya." Ucap sang kakek


"Siap kek, kalo begitu Reksa pamit masuk kamar." Liana dan Regan mengangguk.


.


.


"Apa yang kamu sembunyikan?" Tanya Kira


Kini twin princess, Ita, Dena dan Ajeng sedang berkumpul di kamar Ita. Sedangkan para gadis yang lainnya, mereka memilih untuk pulang terlebih dahulu. Selain untuk mengambil keperluan mereka, mereka juga ada sesuatu yang harus dilakukan.


"Sembunyikan? Memang apa yang aku sembunyikan?" Tanya Ajeng balik


"Kamu tidak lupa kemampuan twin prince kan?" Tanya Dena


Deg


Sepertinya Ajeng memang melupakan hal itu, ekspresi wajahnya terlihat berubah.


Saat di mobil, Syahid menceritakan apa yang tengah di alami Ajeng.


Ajeng, merupakan anak dari keluarga broken home. Kedua orang tuanya, sama-sama selingkuh. Mereka memiliki kekasih gelap, dan pertengkaran demi pertengkaran yang di dengar dan juga di saksikan Ajeng setiap harinya.


Karena itu, ia tidak bisa menerima pernyataan Reksa. Ia takut, Reksa akan malu dengan kondisi keluarganya.


"Jadi, kalian sudah mengetahuinya?" Tanya Ajeng dengan suara bergetar, dan ini adalah kali pertama Ita dan yang lainnya melihat wajah Ajeng yang frustasi.


"Aku lelah, kadang aku ingin menyerah. Aku membungkus kesedihan dan beban yan kurasakan, dengan kegesrekanku. Aku tak menyangka, kedua orang tuaku akan seperti itu. Anak mana yang mau terlahir sepertiku, memiliki keluarga berantakan. Hiks...hiks.." Ucap Ajeng, air matanya pun menetes dan lama-lama semakin deras.


"Aku tidak mau, kak Reksa berhubungan dengan anak dari kondisi keluarga yang hancur. Apa kata orang, bagaimana pendapat keluarganya. Aku tak mau hancur untuk kedua kalinya, karena mendapatkan penolakan dari keluarga kak Reksa. Cukup hancur karena kondisi orang tuaku, jangan yang lain. Bila boleh memilih, aku tidak ingin berada di rumah itu. Aku lelah... Sangat lelah, hiks. " Lanjutnya, ia pun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Ita langsung memeluk tubuh Ajeng, tangisan Ajeng pun semakin keras. Akhirnya, beban yang selama ini ia simpan. Bisa ia luapkan, selama ini ia hanya bisa menyimpannya sendiri.


Ajeng membalas pelukan Ita, Ita menepuk pelan punggung Ajeng. Twin princess dan Dena, ikut mengusap punggung Ajeng.


"Huwaaaaaa.... Kenapa mereka tega melakukan hal itu, apa mereka tidak berpikir. Bahwa di sini, aku yang menjadi korbannya." Tangisan Ajeng pecah


Mereka membiarkan Ajeng melepaskan sesak di dadanya, mereka tak menyangka Ajeng yang selama ini mereka kenal. Ternyata menyimpan luka dan ketakutan yang sangat besar.


...****************...


...Happy Reading allπŸ’žπŸ’žπŸ’ž...