
Namun aa dan dede menotok beberapa titik di tubuh twin princess, sehingga mereka pun bisa menahan semuanya.
Bangunan itu tiba-tiba bergetar, dan semua barang di ruangan itu berjatuhan. Datanglah sesosok makhluk bertubuh tinggi besar, hampir mengenai langit-langit bangunan. Dengan lengan, betis dan paha yang memiliki otot yang sangat besar. Tunggu, sosok itu memiliki kaki dan juga kepala seekor kambing. Di keningnya ada sebuah gambar bintang dan sosok itu pun memiliki tanduk besar di setiap sisi kepalanya.
'S*tanic B*phomet' ucap Aa
Bohong bila Syahid, Sahin, Kira dan Maya tidak takut. Tubuhnya kini bergetar, karena melihat sosok yang baru kali pertama mereka lihat.
'Kendalikan ketakutan kalian, itu akan membuatnya senang.' bisik dede
Mereka berempat pun, mencoba mengendalikan ketakutannya. Mereka menutup mata dan mengatur nafas mereka, perlahan mereka bisa mengendalikan ketakutannya.
'KALIAN BERANI SEKALI MASUK KE DALAM ISTANAKU, WAH... WAH... APAKAH KALIAN MENGANTARKAN MAKANAN UNTUKKU?' ucap sosok itu dengan suara yang besar dan menggema
'Cih, bukan mengantarkan makanan. Namun, kami akan menghancurkan kerajaan yang kamu banggakan.' ucap Aa
'HAHAHAHA.... KEBERANIAN YANG LUAR BIASA, AKU MENGAKUI HAL ITU. TAPI, AKU PASTIKAN APA YANG KAMU UCAPKAN TIDAK AKAN PERNAH BISA TERJADI.'
"Kita lihat saja" ucap Syahid, tubuhnya pun langsung mengeluarkan sinar berwarna biru.
Dan tentunya itu cukup mengejutkan sosok tersebut, namun ia pun tersenyum menyeringai.
'RUPANYA KALIAN BUKAN MANUSIA BIASA, AKU MENYUKAINYA. MALAM INI AKU KENYANG DAN MAKAN ENAK.' sosok itu pun mengangkat kedua tangannya yang mengepal dan ia menghentakkan kepalan tangan sekaligus ke atas tanah.
BUAGH
Kembali terasa getaran hebat, keluarlah para makhluk yang ada di dalam istana. Semua makhluk halus, pocong, kuntilanak, genderuwo, hantu tanpa kepala atau sebaliknya, bahkan di sana pun ada banaspati dan masih banyak lagi jenis makhluk halus di sana.
'Kita kalah jumlah' ucap Mei-Mei
'Panggil kembar lima' titah Aa
Kira dan Maya langsung menutup mata mereka, mereka melakukan panggilan melalui telepati.
'Abang, kakak, tolong bantu kami.' ucap Kira
Al, Flo, Za, Ar dan Fre pun langsung terkesiap. Mereka yang kini tengah berkumpul di ruang keluarga, langsung saling tatap.
"Ada apa?" tanya Yumi
"Twin dalam bahaya." jawab mereka serempak
Alice langsung berdiri, ia memegang tangan Flo. Mereka mengangguk dan
SPLASH
'Lindungi cucu dan cicitku ya Allah' ucap Yumi pelan
SPLASH
Saat mereka tiba, kedua bola mata mereka pun membulat sempurna.
"Apa-apaan ini? Kenapa mereka bisa sebanyak ini?" tanya Flo
"Ini seperti saat di Bali, tapi lebih banyak." ucap Al cukup terkejut, di angguki yang lainnya.
"Abang, kakak, bunda" panggil double twin
Mereka berenam pun fokus pada satu sosok di belakang semua makhluk tersebut, karena sosok itu berperawakan lebih besar dan tinggi di banding yang lainnya.
"Kita bagi kelompok" ucap Al
"Syahid, Sahin, Aa.. kalian ikut bersama Za, ke arah pojok kanan"
"Mei, Flo, Ar dan Fre ke arah pojok kiri"
"Kira, Maya, Dede.. kalian bersamaku, kita lawan makhluk besar itu"
Mereka semua mengangguk dan mulai membuat kelompoknya masing-masing.
"Sekarang" teriak Al
Pertarungan pun di mulai, mereka semua mengeluarkan senjata dari aura mereka masing-masing. Bahkan Mei-Mei pun di aliri tenaga dalam untuk melawan semua makhluk itu.
Cukup menguras tenaga, karena makhluk yang mereka lawan, tidaklah sedikit.
Al meminta Kira dan Maya untuk menyamarkan keberadaan dirinya dan dede. Tentu semua sudah di perhitungkan oleh mereka.
Sedangkan Alice membantu menebas makhluk-makhluk yang hendak mencelakai mereka semua, dengan meluncurkan anak panah yang sudah di aliri tenaga dalam.
SYUUUT
Lagi Alice melepaskan anak panah pada sosok genderuwo, yang ada di belakang Za.
"Terimakasih bunda" teriaknya, Alice pun mengangguk
Mereka terus menyerang dan menebas siapapun yang menghadang mereka.
Al yang menggunakan Kodachi, ia melompat dan menggunakan Dede sebagai pijakan. Mereka yang keberadaannya di samarkan oleh Kira dan Maya, sehingga membuat sosok tinggi besar itu tidak menyadari Al yang menyerangnya.
SREEEETT
'AAAAARGGGGHHHT' teriak sosok itu menggema
Salah satu lengan kiri sosok itu ternyata terputus oleh Al, keluar darah hitam pekat dari potongan lengan tersebut.
'KALIAN AKAN AKU HABISI' kembali makhluk itu berteriak
Dede merubah sosoknya menjadi manusia, ia pun ikut menyerang sosok itu. Dan kini mengenai salah satu tanduk sebelah kirinya..
Terdengar auman yang sangat keras menggema di ruangan tersebut, dan terasa getaran hebat di sana. Secara bersamaan, Al dan dede maju dan menyerang sosok itu. Kini mereka berdua menusuk tepat di dada sosok tersebut.
'EUGH... AAAAAARRRHHHH' sosok itu kini jatuh berlutut dan tergeletak di lantai dengan suara yang berdebum keras
Jatuhnya sosok itu, itu mengartikan bahwa makhluk lainnya harus mundur dan menyerah.
Semua makhluk mundur teratur, menjauhi anggota keluarga Zandra dan menghilang begitu saja.
Terlihat bila anggota keluarga Zandra, sangat lelah. Dadanya naik turun, karena banyaknya energi yang terkuras.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Al
Belum mereka menjawab, terdengar suara nyaring tangisan bayi di salah satu ruangan.
"Cepat, bawa mereka keluar" ucap Syahid, bukan bermaksud tidak sopan. Namun, ini sangatlah genting.
Al, Ar dan Za pun tak banyak tanya, mereka pun masuk ke ruangan dimana istri dan putranya di sembunyikan.
GREK GREK GREK
Bangunan istana tersebut pun terlihat akan roboh.
"CEPAT KELUAR DARI SINI" teriak Alice
Maya dan Kira menaiki tubuh dede, sedangkan Flo dan Fre menaiki tubuh Aa. Al dan Ar memapah istri Taufik, Za mengais putra Taufik.
Mereka berdiri melingkar, termasuk dengan Mei-Mei dan
Splash
Semua orang selamat sampai keluar, bersamaan dengan bangunan itu roboh
BRUAGH
"TIDAAAAKKK, ISTRI DAN PUTRAKU MASIH DI DALAM." teriak Taufik, ia hendak berlari ke dalam sana. Namun dengan sekuat tenaga Ita dan Dena menahannya, namun... walau bagaimana pun, kekuatan kedua gadis itu. Tetaplah kalah oleh tenaga Taufik, Taufik menghentakkan tangannya dengan sangat keras. Sehingga membuat pegangan Ita dan Dena terlepas dan mereka terhempas ke belakang.
"AAA" teriak mereka, namun mereka tak sampai jatuh ke tanah. Karena di belakang ada Syahid dan Sahin menahan mereka.
"Syahid" ucap Ita
"Sahin" ucap Dena
Alice mengeluarkan rantai dari auranya dan ia arahkan pada Taufik, sehingga selendang itu pun melilit tubuhnya. Alice pun langsung menariknya ke belakang, menuju dia dan yang lain.
"LEP.... pas" saat Taufik hendak memberontak, ia urungkan saat ia melihat sang istri dan putranya ada di hadapannya.
"Sayang" Taufik pun mulai tenang, ia langsung melangkah mendekati Tita dan putranya. Alice pun melepaskan lilitan yang ada pada tubuh Taufik.
"Sayang" kembali Taufik memanggil sang istri, ia pun langsung memeluk tubuh lemah Tita.
Tubuh Taufik bergetar hebat, ia menangis di hadapan semua orang. Tangisan bahagia, kini istri dan putranya sudah kembali berkumpul bersamanya.
"Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah... Kalian selamat, kalian kembali." ucap Taufik di sela tangisannya
Anggota keluarga Zandra yang tidak usah di sebutkan satu per satu, hanya menatap penuh haru pada Taufik dan keluarganya. Mereka semua menghembuskan nafasnya lega
"Syukurlah, semua selamat" ucap Ita
"Ya, teteh benar" balas Maya
Flo dan Fre maju mendekati Tita dan putranya yang masih dalam aisan Za.
Mereka berdua menyalurkan sedikit kekuatannya, perlahan tapi pasti. Kini kondisi mereka berdua pun berangsur pulih, Taufik kembali menangis.
"Terimaksih terimakasih" ucap Taufik pada mereka semua
"Sebaiknya kita segera pergi dari sini" ucap Al
Mereka mengantarkan Taufik beserta anak dan istrinya kembali pulang, setelah itu mereka pun kembali ke kediaman Zandra.
Dan seperti biasa, bagi siapapun yang melihat kemampuan anggota keluarga Zandra akan terkesima. Itulah yang terjadi pada Dena, ingin sekali ia berteriak dan berjingkrak. Tetapi, ia menahan semua itu.
...****************...
...Happy Reading all๐๐...