Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Kenapa dengan Ita?



Di malam yang sedang hujan dengan lebatnya, terlihat ada seseorang yang tengah kesakitan menahan luka tusuk di perutnya.


"Arrrrggghhht... kenapa tidak ada satu orang pun yang lewat, apa karena hujan deras?" ucapnya seraya menekan perutnya yang terluka, ia pun terus waspada melihat ke sekeliling.


"Ya Tuhan, tolong kirimkan seseorang untuk menolongku. Tapi, bila ini adalah akhir dari hidupku. Sampaikan permintaan maafku pada ayah dan ibuku, maaf karena aku sudah menjadi anak yang pembangkang. Seandainya aku tidak keluar malam ini, Lucky tidak akan ikut terluka dan aku tidak akan seperti ini." ucapnya dengan mata yang lambat laun tertutup


Sehingga ia tidak menyadari, bila ada orang yang datang menolongnya. Sedangkan di tempat lain, tepatnya sebuah rusun. Terdengar ledakan yang sangat besar di lantai 7 dan terjadi kebakaran, teriakan demi teriakan penghuni terdengar di setiap lantai dan sibuk menyelamatkan dirinya dan keluarganya masing-masing.


.


.


Waktu sudah berlalu 2 bulan dari kejadian Aisyah...


'"Gila gila... hujan semalem derrrreeessss buanget cok." ucap Rio


"Mulutmu mas Rio, ketua kelas loh anda ini." tegur Ica, Rio menghembuskan nafasnya kasar.


"Derita menjadi pejabat kelas, apa-apa selalu menjadi sorotan." ucapnya pelan


Teman sekelasnya tertawa, mendengar keluhan Rio


"Woyy" teriak salah satu temannya yang baru saja masuk, terlihat bila ia habis berlari


"Kenapa lo, habis di kejar teke-teke?" tanya Rio, semenjak mengenal bagaimana Syahid dkk. Otaknya selalu terisi dengan ha-hal horor.


"Nagco lo, gue lagi ga di Jepang. Paling yang ngejar temennya lu Ri, bang gundu." jawab murid tersebut, yang bernama Miko


"B*ngke" ucap Rio tak terima


"Apaan dah, lu mau cerita apa?" tanya Dika


"Oh iya, gara-gara ngomongin temennya si Rio, gue jadi lupa. Tadi gue dari ruang guru, di sana gue denger kalo temen sekelas kita..." Miko menghentikan ucapannya, karena tiba-tiba tenggorokannya merasa tercekat.


"Lucky... Lucky kini tengah koma, dengan kondisi tubuh yang mengkhawatirkan dan Bastian... Bastian juga terluka di area perutnya, guru bilang itu adalah luka tusuk." lanjut Miko


"Innalillahi wa innalillahi rojiun" ucap mereka semua, double twin saling tatap. Begitu juga dengan Dena, sedangkan Ita tidak masuk sekolah karena sakit.


"Lalu sekarang bagaimana?" tanya Ica


"Lucky di temukan tak jauh dari rusun yang kebakaran, sedangkan Bastian di temukan tak jauh dari sini. Kejadian itu terjadi dini hari tadi, jam 2." jelas Miko


Mereka semua memang tidak ada yang melihat berita tersebut, mungkin mereka belum ada yang pegang ponsel. Mungkin...


Kira dan Maya saling tatap, seolah sedang berpikir.


"Ada apa?" tanya Syahid


"Apa ini ada hubungannya dengan mimpi teh Ita?" tanya Kira balik, seraya menatap Maya


"Mimpi? Mimpi apa? Kenapa kalian tidak cerita?" tanya Syahid lagi, Maya dan Kira menatap Syahid


Ita sudah 3 hari ini, mengalami demam yang naik turun. Setelah di periksa oleh dokter, baik pemeriksaan lewat tes darah dan tes-tes lainnya. Dokter mengatakan bila hasilnya, semua baik-baik saja. Dan puncaknya semalam, demam Ita sampai ke 42 derajat.


Flashback


Di malam itu, memang terjadi hujan yang sangat lebat. Udara dingin yang menusuk, membuat AC di kamar Ita di matikan. Kira dan Maya seperti biasa, tidur di kamar Ita. Apalagi sekarang tengah sakit, mereka tentu saja harus menemani untuk menjaganya.


Dan sekitar pukul 01.30 dini hari, tidur Ita terlihat sangat gelisah. Padahal udara benar-benar sangat dingin, namun seluruh tubuh Ita mengeluarkan keringat yang sangat banyak. Karena saking banyaknya, baju yang di kenakan Ita basah.


Kira yang merasa tidurnya terganggu pun bangun, tak sengaja tangannya menyentuh punggung tangan Ita.


"Astaghfirullah" Kira terkejut, karena suhu tubuh Ita sangatlah panas.


"Teh.. teteh bangun teh" ucap Kira, seraya menepuk pelan pipi Ita. Maya juga terbangun pada akhirnya, melihat Kira yang turun dari ranjang dan sibuk mengambil kompresan serta termometer. Langsung mengalihkan tatapannya, pada Ita yang bergerak gelisah di sampingnya.


"Teh? bangun teh" Maya ikut membangunkan Ita, ia juga terkejut karena memegang tangan Ita.


"Panggil siapa ya? panggil Oma coba, May." titah Kira, Maya mengangguk dan segera turun dari ranjang. Maya langsung keluar dari kamar, dan jalan tergesa ke kamar oma Yumi. Ia mengetuk dan memanggil Yumi pelan, karena takut mengganggu istirahat yang lainnya.


tok tok


"Oma...


tok tok


"Oma Yumi,,,"


ceklek


Keluarlah Yumi yang menggunakan mukena, nampaknya ia baru selesai melaksanakan shalat malam.


"Ada apa sayang? Kenapa wajahmu panik hmm?" tanya Yumi


"Oma, demam teh Ita kembali naik. Bahkan sangat panas sekarang, dan teh Ita juga terlihat gelisah dalam tidurnya." jawab Maya, Yumi pun ikut panik. Ia segera melepas mukenanya dan bergegas keluar.


Saat Yumi masuk kamar, ia merasakan hawa berbeda. Sekilas ia melihat adanya api dan asap tebak, Yumi berhenti sebentar di depan pintu.


"OMA" panggil Kira sedikit berteriak, Yumi tersadar. Bayangan tadi pun sudah lenyap, ia langsung masuk ke dalam.


Yumi pun menggenggam tangan Ita, apa yang di katakan Maya benar. Tubuh Ita kini, lebih panas dari sebelumnya.


"Berapa derajat?" tanya Yumi


"42 derajat oma" jawab Kira


"Ya Allah, kita turunkan dulu demamnya." Yumi menutup matanya, ia menyalurkan tenaga dalamnya.


"Panas, tolong" lirih Ita


"Tolong, selamatkan aku. panaas" Yumi membuka matanya, pertanda apa ini?


Yumi kembali menutup matanya, ia merasa mendengar teriakan-teriakan orang. Yumi semakin mem fokuskan pendengarannya, ia mencoba masuk ke dalam alam bawah sadar Ita.


Hanya ada asap hitam yang tebal dan juga kobaran api jingga, teriakan semakin keras dan banyak. Seraya mendengarkan, Yumi juga sembari berusaha menurunkan demam Ita. Kira dan Maya yang melihat sang oma mengeluarkan banyak keringat, langsung mengambil tisu dan mengelap keringat tersebut.


Kira dan Maya berjingkat kaget, saat Yumi tiba-tiba membuka mata lebar dan melepaskan tangannya dari Ita secara mendadak.


"Astaghfirullah" ucap Yumi


'Pertanda apa ini? Apa Ita melihat kejadian yang sebenarnya atau hanya bunga tidur?' ucap Yumi dalam hati


"Ganti airnya dengan air es" titah Yumi, Kira bergegas berjalan mendekati kulkas yang sudah tersedia di kamar Ita.


"Masih kurang dingin, Maya tolong panggilkan ayah dan opa. Kira tolong ambilkan es, sebanyak mungkin dan masukkan ke dalam bathub" Maya dan Kira bergegas keluar dari kamar Ita, Syahid dan Sahin tidak mendengar keributan itu. Tentu saja tidak dengar, karena kini ia sedang berada di rumah kakek dan nenek dari pihak Abi.


"Ada apa sayang?"


"Ada apa bunda?"


"Tolong angkat tubuh Ita, bawa ke kamar mandi dan masukkan ke dalam bathub." titahnya saat melihat Kira yang susah payah membawa es dalam ember


Tanpa banyak bertanya, Rendra dan Afwa langsung melakukan apa yang di minta oleh Yumi.


"Astaghfirullah, panas" ucap mereka..


...****************...


...Happy Reading All 😍😍


...