
"AAARRGGHHHT... sakit dok, sakit" teriak Ijul, saat Rega menekan lukanya. Kesal sekali dia, Rega benar-benar tak habis pikir bila ada orang yang benar-benar jahat sepertinya.
"Siapa korban yang sudah ia perk*sa?" tanya Rega, security itu menghembuskan nafasnya kasar.
"Huft.. anak tirinya" jawab Diman, Rega membulatkan kedua matanya dan..
BUAGH
Refleks, Rega langsung memukul Ijul hingga tak sadarkan diri. Diman pun terkejut di buatnya, yang ia tahu Rega adalah pria yang sangat sangat penyabar. Tak pernah melakukan kekerasan sama sekali, tapi saat ini...
"Dia hanya pingsan, bila perlu akan ku buat koma sekalian." ucap Rega tanpa rasa bersalah sama sekali.
"A ahh.. i iya tuan tidak apa-apa. Saya juga sudah gemas sejak tadi, tapi sudah dokter wakili." jawab Diman, saat ia tersadar dari keterkejutannya.
"Apa yang akan di lakukan oleh Sarah? Tidak mungkin ia melepaskan pria ini begitu saja bukan?" tanya Rega
"Saya tidak tau apa yang akan di lakukan nyonya, yang pastinya pria ini tidak akan pernah masuk penjara dengan aman." jawab Diman
"Kamu benar, aku yakin ia sudah mempersiapkan hukuman untuknya di penjara nanti. Yang pastinya, pria ini akan mendapatkan hukuman berlapis bukan?" Diman mengangguk
"Ga, kamu udah selesai sama b*jingan itu?" tanya Sarah yang baru keluar dari kamar Asih
"Sudah kak" jawab Rega terkejut, karena kemunculan Sarah yang tiba-tiba.
'Udak cocok kalo jadi artis yang memerankan hantu, langkahnya tidak terdengar.' gumam Rega dalam hati
"Jangan mengataiku dalam hati, bila kamu tidak ingin aku kirim ke bersama dengannya." ucap Sarah lagi, yang membuat Rega dan Diman saling tatap.
"Terus ngapain malah diem di situ? Periksa pasien yang di dalem, laki-laki kok malah gosip." titah Sarah, Diman terdiam. Sarah kembali ke kamar Asih, menemani suami dan putranya.
"Iya bawel" Rega pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar yang ada Kiranya terlebih dahulu.
Di saat Rega masuk, bersamaan dengan Yumi dan Alice yang tiba-tiba muncul di hadapannya.
PLOP
"Allahu Akbar" teriak Rega terkejut
"HANTUUUU" teriaknya lagi, ia tak peduli pada siapa ia kini sedang menyembunyikan dirinya.
"Pfffttt" orang-orang yang ada di kamar itu menahan tawanya
"Apa yang sedang om lakukan? Kenapa memeluk kekasihku?" teriak Zefran tak terima, ia pun menarik Rega dari Maya. Zefran yang baru saja masuk, terkejut melihat Rega yang sedang memeluk Maya dari samping.
Sedangkan Yumi dan Alice membulatkan kedua matanya, apa? kekasih?
Mereka berdua langsung menatap Maya dengan tatapan yang....
Maya langsung menundukkan kepalanya, maluuuu. Tunggu interogasi kami, saat ini bukan waktunya.
"haishh... kamu ini. Mana om tau soal ia kekasihmu, tadi om terkejut karena tiba-tiba ada hantu di depan om." ucap Rega tak terima, ia memalingakan wajahnya menatap Yumi dan Alice.
"Hah? Kalian masih di sini? Apa aku sekarang menajdi indorasa? Kenapa aku bisa melihat kalian, kenapa kalian tidak menghilang?" tanya Rega
"Karena mereka manusia, bukan hantu." jawab Maya pelan
"APA?! tapi, tadi.. mereka ... bagaimana bisa?" Rega terdiam seperti orang b*doh
Yumi segera mendekati Kira yang masih tak sadarkan diri, ia memeriksa Kira.
"Bagaimana adikmu bisa seperti ini Ta?" tanya Yumi
"Kira kembali melihat hal yang menekannya oma." jawab Syahid
"Apa maksudmu?" tanya Alice
"Tadi...." Syahid menceritakan apa yang sudah di lihat oleh Kira, Yumi dan Alice membulatkan kedua boal matanya. Begitu juga dengan Rega dan Zefran, mereka tidak tau kelebihan yang di miliki oleh Kira. Axel? Tentu saja sudah tau, karena kasus adiknya.
Zefran menatap Maya, Maya menaikkan salah satu alisnya.
"What?" tanya Maya tanpa suara, Zefran menggelengkan kepalanya.
Axel justru sedang terkejut dengan kemunculan Yumi dan Alice, karena ia hanya tau kelebihan yang di miliki oleh twin prince dan twin princess.
Axel, kamu juga belum tau semua kemampuan kekasih dan saudaranya yang lain. Mereka lebih dari yang kamu kira, ck ck.
"Siapa laki-laki itu? Dimana di sekarang?" tanya Alice, ia kesini hanya menemani sang bunda.
"Ada di luar, ia tadi di pukul pakai vas bunga oleh ibu dari korban." jawab Maya
"Ah, kurang itu mah. Kamu dokter kan?" tanya Alice pada Rega, Rega yang sejak tadi menatap Alice karena terpesona pun tersadar.
"I iya" jawabnya tergagap, karena telah terciduk.
"Ck, maaf saya sudah menikah. Mereka kedua putraku" ucap Alice, seraya menunjuk Syahid dan Sahin yang berdiri dekat pintu. Rega yang baru saja merasakan jatuh cinta, langsung patah hati.
'Hahh... anda kurang beruntung, Ga. ck ck ck' ucapnya dalam hati
"Ehhh.." Rega baru sadar, bagaimana wanita di depannya bisa tau.
"Lupakan, pria di luar sana sudah melakukan hal menj*jikan. Apa kamu bisa mengebirinya langsung?" tanya ALice
"Hah?" Rega terkejut dengan pertanyaan tersebut.
"Hah heh hoh, lupakan pertanyaan ku. Aku akan membuat pria itu mendapatkan hukuman di kebiri nanti di sel. " Alice langsung berjalan mendekati Axel dan menepuk bahunya
DEG
"Kamu kekasih Kira?" tanya Alice to the point
"A i itu a anu..." Axel tergagap karena langsung di todong
"JAWAB" bentak Alice
"IYA, SAYA KEKASIH KIRA" jawab Axel ikut berteriak, Alice mengangguk.
"Bagaimana ini bun? Double twin sudah sold out." ucap Alice tersenyum
, saat Yumi selesai dengan kegiatannya. Yumi menatap Axel, lalu beralih pada Zefran.
GLEK
"Ajak mereka ke rumah , May." ucapnya singkat, lalu ia pun keluar dan berjalan menuju kamar Asih. Maya menghembuskan nafasnya lega, saat samg oma dan aunty nya melewati tubuhnya.
Bagaimana ia bisa tau? Seorang Yumi tidak tau, aneh rasanya.
"Biarkan ia istirahat, dokter sebaiknya langsung ke ruangan sebelah saja." ucap Alice
Mereka pun meninggalkan kamar, kecuali Maya, Ita dan Dena.
"Nyonya Yumi, bagaimana bisa? Suatu kehormatan buat kami, bisa di datangi oleh nyonya besar Zandra." ucap Zergan, ia terheran-heran.Sarah membulatkan kedua matanya terkejut, wanita cantik ini istri tuan Rendra?
'Hah? Benarkah? Dia... Ya Allah, kenapa masih terlihat sangat cantik?' pertanyaan demi pertanyaan muncul di kepalanya, namun ia tetap menyalami Yumi.
Yumi tersenyum
"Jangan terlalu berlebihan, saya kemari karena panggilan cucu saya." jawab Yumi, ia mengusap pundak Sarah pelan.
Entah kenapa, Sarah tiba-tiba meneteskan air matanya.
"Ah.. maaf" ucap Sarah yang langsung menghapus air matanya yang mengalir di pipinya.
"Semua akan baik-baik saja, kedua orang tuamu bahagia melihat mu bisa menjalani hidupmu saat ini. Mereka sudah memaafkanmu" ucap Yumi, Sarah langsung menoleh dan menatap Yumi. Yumi tersenyum dan mengusap kepala Sarah, seperti usapan seorang ibu pada putrinya. Sarah menarik nafas dalam, ia menahan tangisannya.
'Kenapa? Bagaimana bisa nyonya Yumi tau, apa yang aku rasakan?' ucap Sarah dalam hati
"Kedua orangtuamu ada di sini, mereka selalu mengawasimu. Dan ini adalah hari terakhir mereka bisa mendampingimu, hiduplah dengan baik. Mereka sangat mencintaimu." ucap Yumi berbisik, pecahlah tangisan Sarah. Yumi menariknya ke dalam pelukan, ia mengusap pelan punggung Sarah.
Sedangkan Zergan, Zefran dan Rega hanya terdiam mematung. Sepertinya hari ini, banyak sekali kejutan yang mereka temui.
Momennya memang tidak pas, tapi Yumi harus menyampaikan semuanya. Ya... Yumi dapat melihat keberadaan kedua orang tua Sarah, lebih tepatnya arwah kedua orang tua Sarah. Keberadaan mereka tidak bisa di rasakan dan di lihat oleh si kembar, karena mereka hanya ingin di lihat oleh Yumi. Kedua roh itu tau, Yumi adalah keturunan dari seorang MIKO.
Setelah Yumi mengatakan itu, kedua roh itu tersenyum dan menghilang.
...****************...
...Happy Reading all๐๐
...