Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Amarah Axel



DEG


"Maaf, tadi kamu bilang bila adikmu bisa melihat bila menyentuh objek atau orang tersebut. Jadi.... yang ia lakukan tadi, apa adikmu sedang berbicara dengan.." ucapan Axel terhenti karena takut bila apa yang di pikirannya adalah benar.


"Ya, Lia ada di sini. Tepatnya arwah Lia ada di sini." lanjut Syahid


JEDERRR


"A apa kamu bilang, a arwah? Jadi adikku.. dia... " Axel bicara seperti orang ling lung, begitu juga dengan kedua orang tuanya. Mereka terdiam, sang ibu mulai meneteskan kembali air matanya. Sang ayah limbung, tubuhnya langsung terduduk ke atas kursi.


'Adikku belum meninggalkan?'


'Putriku belum meninggalkan kami kan?'


"Tidak, aura kehidupan Lia masih ada. Do'a kan Lia tidak apa-apa, semoga Lia bisa kembali lagi berkumpul bersama kalian. Kini tubuhnya memang tidak sadarkan diri, maka dari itu arwah keluar dari tubuhnya. Bila orang mengatakan hal ini adalah mati suri, sehingga arwah Lia bisa berkeliaran di antara kita." ucap Syahid


Antara tenang dan tidak, walau bagaimanapun nyawa Lia masih antara hidup dan mati. Bagaimana reaksi anggota keluarga Lia, tak beda jauh dengan reaksi Dira dan juga Rio. Jadi, Syahid dan yang lain memiliki kemampuan seperti itu?


'KEREN' gumam Rio pelan


'Jadi alasan mereka sedari tadi berperilaku seperti itu, karena Lia ada di sini?' ucap Dira dalam hati, ia mengedarkan pandangan yang. Namun apalah dirinya, yang tak mempunyai kemampuan melihat hal-hal ghaib.


.


.


Sedangkan di ruangan Kira, ia baru saja sadarkan diri. Maya, Ita dan Dena langsung mendekatinya.


"Sayang, bagaimana perasaanmu?" tanya Ita khawatir, begitu juga dengan dua gadis lainnya. Kira menatap ke sekeliling, saat ia kembali mengingat apa yang ia lihat. Kira kembali meneteskan air matanya, ia memeluk tubuhnya sendiri.


Kira kembali merasakan merinding pada sekujur tubuhnya, jijik... aku jijik mas🤣🤣


Sahin dan Maya saling tatap, Ita menghapus air mata Kira dan mengusap kepala Kira dengan sayang. Dena yang melihatnya, hanya ikut merasakan sedih. Kira mencoba untuk bangun dari berbaringnya dan mendudukkan tubuhnya, Ita langsung membantu dirinya.


Maya dan Sahin memegang tangan Kira, lambat laun Kira merasakan sedikit ketenangan.


"Lia, Lia mendapatkan pelec*han." ucap Kira dengan suara tercekat, Maya, Ita dan Dena membulatkan kedua bola matanya. Begitu juga dengan Sahin, kedua tangannya langsung terkepal. Ia.. ahh bukan, keluarga Zandra paling tidak bisa mendengar atau melihat seorang wanita di perlakukan seperti itu.


"Pe pel*cehan? Mak sud mu, Lia di per..." Kira mengangguk pelan


"Namun, tidak sampai terampas kehormatannya. Karena Lia melakukan perlawanan, namun tetap saja tubuhnya terj*mah oleh pria br*ngsek itu. hiks" Kira kembali menangis, ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Rasanya sangat sakit, dadanya terasa sesak.


"Panggil abangnya" titah Sahin, Maya mengangguk. Ia lalu berlalu pergi keluar untuk memanggil Axel, Ita memeluk tubuh Kira dengan sangat erat.


Pasti sangat berat bagi Kira, karena harus melihat hal yang tidak seharusnya ia lihat.


.


"Bagaimana Kira?" tanya Syahid


"Ia sudah sadarkan diri, Sahin meminta abangnya Lia untuk ke sana." jawab Maya yang kini bergabung dengan Syahid, Syahid mengangguk paham.


"Kalian akan mendengar alasan di balik, perubahan sikap Lia dan juga alasan ia melakukan hal ini. Apa kalian siap?" ucap Syahid pada Axel dan kedua orang tuanya.


"Biar ayah dan abang yang ke sana, bunda tolong tunggu di sini." ucap Chris, bunda mengangguk. Walau ia penasaran, namun putrinya juga membutuhkan dirinya.


"Dira, tolong temani tante." pinta Chris, Dira mengangguk. Rio, tentu saja ia juga lebih memilih menunggu di depan IGD. Ia penasaran sebenarnya, namun ini masalah keluarga orang lain. Rasanya ia tak pantas untuk mengetahui lebih dalam, mengenai hal ini.


ceklek


"Bagaimana perasaanmu?" tanya Syahid dengan berjalan tergesa mendekati Kira, Ita melepaskan pelukannya. Di gantikan oleh Syahid, Kira pun membalas pelukan Syahid. Syahid mencium puncak kepala Kira, ia juga mengusap sayang punggung Kira.


"Kamu sudah siap menceritakan apa yang kamu lihat?" tanya Syahid melerai pelukannya, ia memegang kedua pundak Kira dan menatapnya dalam. Tak lama Kira pun menganggukkan kepalanya, ia harus mengatakan ini. Pria itu harus segera di tangkap dan di beri hukuman yang setimpal.


"Masuklah" ucap Syahid pada Chris dan Axel, yang sedari tadi hanya berdiri di pintu.


Kini mereka semua sudah duduk melingkar di lantai, Kira duduk di antara Ita dan Maya. Dena di dekat Sahin, Syahid di dekat Ita tentunya.


Tanpa Chris dan Axel tau, di ruangan itu juga ada Lia yang ikut duduk di belakang mereka berdua.


Kira menarik nafasnya, seolah tengah mengisi rongga dadanya yang terasa sesak. Ia juga menatap Lia, Axel dan Chris yang sudah tau apa yang di lihat Kira, menahan tangisannya.


"Lia mengalami pelec*han" ucap Kira membuka pembicaraan.


DEG


Tentu saja Chris dan Axel terkejut bukan main mendengar hal tersebut, Chris memegang dadanya.


"Ayah, ayah tidak apa-apa?" tanya Axel cemas, Chris menggelengkan kepalanya pelan. Chris mencoba tenang, ia menarik dan menghembuskan nafasnya pelan.


"Lanjutkan nak." ucap Chris dengan suara bergetar


"Saat itu, sepulang sekolah. Lia yang tengah berjalan sendiri, tiba-tiba di seret oleh seorang pria. Ia di bawa masuk ke sebuah rumah, di sana..." Kira menceritakan semua yang ia lihat, walau tubuhnya berguncang karena menahan isakan tangis. Ia tetap melanjutkan ceritanya, sesekali ia menarik nafasnya. Lia yang ikut mendengarkan cerita Kira, kembali menangis karena mengingat apa yang sudah terjadi padanya. Begitu juga dengan Maya, Ita dan Dena.


Ekspresi wajah di sana sudah beraneka ragam, ada yang menangis, memerah menahan amarah dan juga... takut.


"Kamu pasti melihat dimana hal itu terjadi bukan?" tanya Axel dengan suara berat, rahangnya terlihat mengeras. Kedua tangannya terkepal, sampai terlihat urat-urat tersebut. Matanya juga sudah memerah, antara marah, hancur dan juga sedih. Adiknya, adik satu-satunya telah menjadi korban nafsu binatang seorang lelaki.


Walau kehormatannya tidak sampai terenggut, namun apa yang di alami Lia. Benar-benar sudah membuat Lia trauma, dan ia berkali-kali mencoba untuk meng*khiri hidupnya.


"Pria itu tinggal di rumah bercat peach, rumah yang tidak jauh dari rumah Lia." jawab Kira


"B*NGSAT RUDI, AKU AKAN MEMB*NUHNYA!!" ucap Axel geram, ia langsung berdiri dan berjalan keluar. Sedangkan Chris, pada akhirnya tumbang tak sadarkan diri. Lia semakin histeris, ia terus memanggil-manggil sang ayah.


"AYAH BANGUN, YAH!!! HUWAAAA... AYAH" Lia sangat takut, karena sang ayah memiliki riwayat penyakit jantung dan darah tinggi.


"Kejar bang Axel, Hin. Aku takut ia benar-benar kehilangan kendali." titah Syahid, Sahin langsung bangun dan berlari mengejar Axel


"Panggil dokter, May" pinta Syahid, ia mengecek nafas Chris dan juga denyut nadinya.


Ita dan Dena, hanya bisa diam dan juga menahan tangisannya. Mereka benar-benar tak menyangka, bila Lia mengalami hal seperti ini.


.


.


"BANG, BANG AXEL" teriak Sahin memanggil, namun Axel yang sudah di kuasai amarah. Ia tak mendengarkan panggilan tersebut, Axel terus berjalan ke arah mobil. Setelah masuk, ia langsung menyalakan mobil tersebut. Dan menjalankannya seperti orang kesetanan, ia tak peduli saat ia hampir saja menabrak roda sampah yang ada di dekat sana.


"SI*L" umpat Sahin


...****************...


...Happy Reading all💞💞...