Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Acara Lamaran Maya dan Kira



Hari yang di tunggu oleh Zef dan Axel pun tiba, kini 3 keluarga tengah berkumpul di kediaman Zandra. Keluarga Zandra, keluarga Maliq dan keluarga Silverlake. Dimana dua keluarga hendak meminta anggota keluarga Zandra yang baru selesai ujian, untuk menjadi istri dari putra-putranya.


Walau berat, namun Afwa tetap harus melepaskan kedua putrinya. Seperti halnya saat ia hendak melepaskan Flo, untuk menikah dengan Rio. Namun, saat ini rasanya lebih berat, karena ia belum lama mengenal calon mempelai pria. Tidak seperti ia yang sudah mengenal Rio, sejak ia masih kecil.


Kedua keluarga calon mempelai pria, sepakat untuk menggunakan 1 pembicara untuk melamar kedua putri Afwa dan Kay. Untuk mempersingkat waktu dan juga agar lebih khidmat, alias tak ada pengulangan dalam bertutur kata.


(Maaf, bukan seperti yang sedang viral itu ya ; "Demi menjaga silaturahmi, pinjem dulu 100" 🤣🤣)


"Assalamu’alaikum Wr. Wb.


Puji syukur kita haturkan kepada Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat dan nikmat kepada kita semua. Sehingga pada hari yang cerah ini kita bisa bertemu, berkumpul dan bersilaturahmi dalam keadaan sehat wal’afiat. Selamat siang Bapak dan Ibu serta segenap keluarga yang kami hormati. Terima kasih kami ucapkan telah berkenan menerima kami dua keluarga dengan baik. Izinkanlah saya untuk menyampaikan tutur kata untuk secara resmi menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami ini.


Di hari yang berbahagia ini, kami hadir di tengah-tengah keluarga Bapak dan Ibu, bermaksud untuk bersilaturahmi agar saling mengenal satu sama lain dengan lebih dekat. Selanjutnya, kami juga ingin menyampaikan maksud dari kedua putra kami yang sudah cukup lama mengenal putri Bapak dan Ibu, maka dari itu, izinkan kami mewakili ananda Zefran Maliq dan ananda Axel Craig Silverlake untuk menyampaikan niat baik yang tulus untuk melamar kedua putri Bapak/ Ibu sebagai wujud keseriusan kami.


Mudah-mudahan Bapak dan Ibu berkenan untuk meridhoi niat ananda putra kami dengan menerima lamaran ini. Sampai di sini yang bisa kami utarakan kepada Bapak dan Ibu, sambil menanti sambutan dari Bapak atau Ibu bersama jawaban lamaran dari kedua putra kami.


Tak lupa kami sekeluarga mohon maaf yang sebesar-besarnya jika terdapat tutur kata yang kurang berkenan dalam menyampaikan maksud dan tujuan yang mulia ini. Wassalamualaikum Wr. Wb." ucap sang pembicara yang mewakili lamaran Zef dan juga Axel


Dengan mata berkaca-kaca, Rendra menjawab atas lamaran yang baru saja di utarakan untuk kedua cucunya. Jujur, ia juga sangat berat melepas Maya dan Kira. Namun, kembali lagi bila sudah jodoh kita bisa apa. Jangan lupakan Bianca sudah meneteskan air matanya, ia tak menyangka Allah masih berbaik hati memberikan ia umur panjang. Sehingga saat ini, ia bisa kembali menyaksikan kedua cicitnya di lamar oleh pria yang menjadi pilihan mereka.


Demi melihat cicitnya bertunangan, ia memaksa Aarav untuk kembali ke Indonesia sementara waktu.


Begitu juga dengan Yumi dan Kay, setelah ini. Selangkah lagi, mereka tidak memiliki tanggung jawab lagi pada kedua cucu dan putrinya. Karena bila mereka telah menikah, maka tanggung jawab mereka akan di serahkan pada suaminya.


"Wa'alaikum salam, saya sebagai kakek dari calon mempelai wanita. Tidak bisa berkata banyak, meski berat melepaskan. Namun, entah hari ini, besok atau nanti. Kami tetap harus melepaskan berlian di rumah ini, karena bagaimana pun mereka akan di pertemukan dengan jodohnya. Kepada nak Zef dan nak Axel, sebelum cucu opa menjawab lamaran kalian. Opa meminta dengan sangat, jagalah kedua cucu opa. Jangan kamu sakiti hatinya , apalagi fisiknya. Karena di sini, kami semua benar-benar menjaganya. Tak pernah sekalipun opa atau ayahnya membentak ataupun membuat mereka menangis, karena kami sangat sangat menyayanginya. Itulah pesan opa, jagalah mereka sampai kalian sah menjadi pasangan halal. Karena lelaki sejati yang mencintai wanitanya, tidak akan pernah merusak." jawab Rendra dengan suara bergetar, karena menahan tangisannya.


Maya dan Kira pun, tak kuasa menahan air matanya. Kedua gadis tersebut, terus menundukkan kepalanya dan terisak. Ita, Dena, Lia dan Dira juga ikut meneteskan air matanya.


"Dan untuk jawaban atas lamaran kalian, opa serahkan pada kedua cucu opa. Maya, Kira... bagaimana nak? Apakah kalian menerima lamaran kedua pria yang kini ada di hadapan kalian?" tanya Rendra


Maya dan Kira menerima tisu, yang di berikan ayah dan ibunya. Mereka berdua menghapus air mata, yang sudah membasahi pipinya. Lalu mereka pun menegakkan kepalanya, kini jelas sekali wajah cantik kedua gadis itu. Meski dengan mata yang cukup sembab, namun tak melunturkan kecantikan tersebut.


Maya dan Kira saling bergandengan, memegang erat satu sama lain. Seolah menyalurkan kekuatan, untuk mereka memberikan jawaban.


"BISMILLAH, SAYA MENERIMA LAMARAN TERSEBUT" jawab mereka berdua serentak


"ALHAMDULILLAH" ucap semua orang yang kini menyaksikan lamaran tersebut


Tangisan haru mewarnai malam ini, baik itu keluarga yang dilamar ataupun keluarga pelamar. Kedua ibu dari calon mempelai pria, maju mendekati calon menantu mereka. Mereka pun memasang cincin di jari manis masing-masing calon menantu mereka, tepuk tangan meramaikan suasana. Hembusan nafas lega, keluar dari mulut Zef dan Axel.


"Pertemuan ini, hanya untuk mengikat sampai keduanya siap menikah. Dan bila saatnya nanti tiba, kita akan melakukan pertemuan keluarga kembali. Bagaimana besan?" tanya kepala keluarga Maliq


Rendra mengangguk setuju, begitu juga dengan Afwa. Acara ini memang hanya untuk mengikat, alias pertunangan. Setelah berbasa-basi, kedua keluarga mempelai pria pun berpamitan. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, keluarga Zandra mengantarkan mereka sampai mereka naik ke kendaraan mereka masing-masing.


Maya dan Kira, kini tengah memeluk kedua orang tuanya di ruang keluarga.


"Dih, mimi mah bisanya ngejek mulu." ucap Maya mendelik


"Hilih... mimi punya pantun buat kamu May, soalnya yang ngebet duluan itu kan kamu." ucap Sri


"Apaan, mana ada Maya kaya gitu" elak Maya


"Alaaaahhh... ga usah ngelak kamu, semua juga pada tau." ucap Flo


"Apa sih kak, obu liat itu mimi sama kakaknya" adu Maya pada Bianca, namun di balas dengan senyuman mengejek


"Tapikan iya, obu juga tau loh" ucap Bianca, Maya langsung mencebikan bibirnya kesal karena tak ada yang mendukung.


"Apa mi pantunnya?" tanya Ita, Dena juga sudah ikut pulang. Karena ujian sudah selesai, sehingga sang ayah memintanya untuk pulang ke rumah.


"Dengerin nih.. ehem, Datang ke pasar bawa kuali"


"CAKEEEPPP"


"Dibeli tujuh sama Pak bupati"


"Aseeekkk, bapake bupati mau nyeblak nih ye." ucap Za, yang lainnya tertawa


"Saat berjumpa pertama kali"


"KIIWWWW"


"Hasrat kawin mekar di hati."


"EAAAAAA.... " sorakan meramaikan ruangan tersebut, Aarav dan Bianca tak kuasa menahan tawa


"Ayahku ibuku dengarkan keluh kesahku


Lihatlah anakmu sudah dewasa


Ayahku ibuku cepatlah cepatlah kawinkan aku


Ku ingin segera tidur dengannya...." Za pun langsung menyanyikan lagu Endang Soekamti


Suasana semakin ramai, karena melihat wajah Maya yang sudah semakin memerah. Tawa seluruh anggota keluarga, semakin pecah.


...****************...


...Happy Reading all💞💞💞...