
Syahid kembali ke taman belakang, menemui teman-temannya. Setelah berbicara dengan sang oma, Syahid setuju untuk memberitahukan kelebihan apa yang di miliki oleh keluarga Zandra. Walau sebenarnya, hal ini sudah bukan rahasia lagi.
Bukan tanpa alasan mereka memutuskan hal tersebut, bila ke depannya ada hal seperti ini. Sudah di pastikan Ita akan sering absen sekolah, walau sebenarnya tak ada pengaruh sama sekali pada pelajaran. Karena Ita sudah memahami semua pelajaran, tanpa terkecuali.
"Bagaimana kondisi teh Ita, Hid?" tanya Rio
"Dokter baru saja datang memeriksa, tapi semua baik-baik saja." jawab Syahid
"Tapi, tadi teh Ita jatuh pingsan setelah aku menjawab pertanyaannya. Apa tidak apa-apa?" tanya Miko takut
Syahid menghembuskan nafasnya kasar, Miko mencoba menelan salivanya melihat reaksi Syahid.
"Ada yang ingin aku katakan, sebelumnya apa kalian bisa menyimpan rahasia ini. Sebenarnya, di bilang rahasia tidak juga. Tetapi, selama orang tidak tau, maka kalian pun harus pura-pura tidak tau." mereka semua mengangguk, walau sebenarnya mereka bingung dengan maksud Syahid. Kecuali Rio, hanya di yang tau dan dia juga paham dengan apa yang akan di katakan oleh Syahid.
Kira dan yang lainnya yang tau apa yang hendak di bicarakan Syahid, langsung menatap Syahid.
"Apa kamu yakin mengatakannya?" tanya Sahin
"Oma sudah menyetujuinya, walau bagaimanapun mereka harus tau. Karena mereka yang akan ada di sekitar kita bukan." jawab Syahid, Sahin dan yang lainnya mengangguk
"Kalau begitu, biar aku saja yang memberitahukan hal ini pada mereka. Kamu sebaiknya kembali ke sana, teh Ita pasti membutuhkanmu." ucap Kira, Maya mengangguk
"Baiklah, kalau begitu aku permisi meninggalkan kalian. Saudariku yang akan menjelaskannya pada kalian" pamit Syahid
"Ah iya, ta apa. Teh Ita lebih membutuhkanmu" jawab Dika
.
.
"Apa kalian percaya dengan adanya hantu dan juga adanya orang-orang yang di beri kemampuan indra ke enam?" tanya Maya
Dika dan yang lainnya terdiam, mereka saling tatap dan tak lama mengangguk.
"Jujur, aku tidak terlalu yakin. Bukan maksudku tidak percaya, hanya saja karena aku sendiri belum pernah mengalaminya sendiri. Melihat makhluk ghaib tersebut, secara langsung." ucap Miko
"Aku percaya, karena bagaimana pun bukankah mereka termasuk jin, iya ga sih? Sedangkan jin itu sendiri, di ciptakan Allah." sambung Sasa
"Tentang indra ke enam?" tanya Kira
"PERCAYA" ucap mereka kompak
"Walau sebenarnya aku tidak terlalu percaya dengan orang-orang yang mengaku dia memiliki indra ke enam di televisi, tapi aku percaya bila orang yang memiliki kemampuan indra ke enam itu ada." jawab Miko
"Kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya Dena
"Entahlah, aku juga tidak tau kenapa" jawab Miko mengedikkan kedua bahunya
Rio tersenyum, tentu saja ia percaya. Karena ia sudah menyaksikannya sendiri, ia menghembuskan nafasnya pelan.
"Dan kami, keluarga Zandra.... memiliki kemampuan tersebut." ucap Sahin
"HAH?!"
"SERIUS"
"DAEBAK"
"Apa jangan-jangan penyebab teh Ita..." Kira mengangguk, mendengar ucapan Rio.
Semua teman sekelasnya terperangah, antara kagum dan juga takut.
"Kami, di anugerahi kemampuan berbeda-beda. Walau setiap dasar kemampuan kami sama, tapi kami mempunyai kelebihan yang berbeda. Seperti misalnya aku..." Sahin mengangkat tangannya dan menghadapkan tangan tersebut pada gelas yang ada di dekat Dika.
HUP
Gelas itu berpindah tempat, kini ada dalam genggaman tangan Sahin. Dengan menggunakan kemampuan telekinesis, Sahin mempunyai kemampuan sama dengan Za, bisa menggerakkan benda tanpa menyentuh.
"Uuuhh.. i itu, waaahhh" Rio terkejut, karena baru mengetahui hal tersebut.
"Aku...."
PLOP
"Kemana Maya?" tanya Sasa terkejut
"HAI" teriak Maya yang kini ada di samping kolam renang
"Di dia bisa teleportasi, gilaaaa" Dika langsung merasakan merinding pada sekujur tubuhnya, begitu juga yang lain.
"Kalau aku..." Kira mengangkat tangannya menghadap langit dan tak lama, langit berubah mendung. Dan seketika, turunlah hujan. Kemampuan ini, belum lama Kira kendalikan. Atmokinesis adalah kemampuan mengendalikan cuaca, seperti membuat atau menahan hujan.
Teman sekelas mereka speechless, tak ada yang bisa berkata-kata lagi. Ini terlalu di luar nurul, ingin tidak percaya tapi semua nya terlihat dengan mata kepala mereka sendiri.
(Sama Mik, aku yang nulisnya juga merinding. Tinggi sekali tingkat halu ku๐คฃ๐คฃ)
"Begitupun dengan Syahid dan teh Ita, mereka juga memiliki kemampuan yang berbeda." ucap Sahin, walau sebenarnya masih ada yang lainnya lagi kemampuan yang mereka miliki.
"Begitu juga dengan anggota keluarga lainnya, mereka mempunyai kemampuan yang berbeda-beda." lanjut Kira
"Kalian terlalu sempurna, aku tidak tau harus berkata apa lagi." ucap temannya yang lain, bernama Xelo
"Apa kalian bisa menjaga rahasia ini?" tanya Maya, yang tiba-tiba muncul di tengah mereka
"Astaghfirullah" ucap mereka dengan serempak mengelus dada
"Kami janji, kami tidak akan membocorkan rahasia ini" ucap mereka lagi
"Ngomong-ngomong, kalo di tepe-tepe. Mereka yang mempunyai indra ke enam, biasanya mempunyai teman hantu. Apa kalian punya?" tanya Sasa
Dena menunduk dan menahan senyumnya, Ica yang melihatnya langsung menyenggol lengan Dena.
"Ngapa lo?" tanyanya
"Hah? Mang gue kenapa?" tanyanya balik
Sahin, Maya dan Kira saling tatap dan mengangguk.
"Waahh... apa kita bisa melihatnya?" tanya Rio
"Sekarang kalian saling berdekatan dan membuat lingkaran, tangan kalian juga saling berpegangan." titah Kira, dengan semangat para pejuang. Mereka segera melakukan, apa yang di minta oleh Kira.
Kira, Sahin dan Maya ikut menutup mata. Kira yang kini berpegangan pada Ica, Maya pada Dena, Sahin berada di antara Miko dan Rio. Mereka saling berpegangan dengan yang lain, dalam bentuk lingkaran.
'Ada apa memanggilku? Rindu ya?' reflek teman-teman sekelasnya langsung membuka mata, saat mereka mendengar suara asing.
Mei-Mei yang kini tengah berdiri di tengah lingkaran pun tersenyum.
"Bujur buneng" celetuk Xelo
"Vampir?" Mei-Mei yang mendengarnya, langsung membulatkan kedua bola matanya pada Xelo.
GLEK
"Apa kamu hantu cina? Cantik sekali." ucap Sasa
'Wah, aku suka padamu. Panggil aku cici, karena sekarang kamu adalah mei-mei (adik perempuan) aku.' ucap Mei-Mei
"Wooooh, gue suka gaya lo ci" ucap Sasa kegirangan
Sahin, Maya, Kira dan Dena menggelengkan kepalanya.
"Aku kira, cuma kamu aja Den yang gesrek" ucap Maya terkekeh, Dena pun berdecak kesal
BRUGH
"Malah pingsan ni bocah" ucap Rio, saat melihat Miko jatuh tak sadarkan diri.
"Sudah biarkan saja" ucap Dika tertawa
Bukankah tadi dia bilang tidak yakin karena tidak melihatnya sendiri, sekarang di kasih lihat malah tidak sadarkan diri.
.
.
Kini mereka duduk santai, di gazebo dengan posisi yang masih sama.
'Ada apa kalian memanggilku? Terus, kenapa mereka semua bisa melihatku?' tanya Mei-Mei
"Ya karena itu, mereka penasaran dengan teman hantu kami." jawab Maya
'Aku adalah hantu ramah dan baik hati, CASPER' ucap Mei Mei tersenyum dan mengedipkan-ngedipkan kedua matanya.
"Baru kali ini aku bisa melihat hantu langsung, menakjubkan." ucap Miko setelah sadar dari pingsannya
"Apa semua hantu secantik cici?" tanya Sasa
'Ck, kamu ini. Pake di tanya lagi, tentu saja aku yang paling cantik.' jawab Mei-Mei, Sasa pun mengangguk percaya.
...****************...
...Happy Reading all๐๐๐...