Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
OTeWe Kediaman Maliq



"Ayo" ajak Sahin


Kini mereka berdelapan mengarah ke tempat parkir, Sahin menggunakan motornya bersama Dena. Syahid menggunakan mobil bersama Ita, Zefran membawa motor dan membonceng Maya tentunya, lanjut Axel yang menggunakan mobil bersama Kira.


"Jangan berani macam-macam bang" ucap Syahid memperingatkan


"Astaghfirullah, memang aku akan melakukan apa. Kamu dan aku sama-sama naik mobil, jangan macam-macam kamu dengan Ita" jawab Axel balik memperingatkan Syahid


"Ck"


"Sudah, ayo" tegur Sahin


Mereka pun meninggalkan kafe dan melajukan kendaraannya ke rumah kediaman keluarga Zefran.


"Jangan terlalu galak bee" ucap Ita pada Syahid


"Aku hanya memperingatinya, mereka hanya berdua di dalam mobil." balas Syahid


"Lalu kita bersama siapa di sini? Kita juga cuma berdua bee, tapi aku percaya hubby tidak akan macam-macam pada ku. Jadi, hubby juga harus percaya pada Kira. Ia tau apa yang mesti di jauhi dan apa yang mesti ia lakukan." ucap Ita lagi, Syahid menghembuskan nafasnya pelan.


"Aku hanya khawatir saja" jawab Syahid, Ita pun tersenyum


"Aku paham bee, Kira dan Maya memang masih butuh pengawasan. Kita juga demikian, tapi bukan dengan cara di kekang. Itu justru akan membuat Kira atau pun Maya, semakin penasaran dengan apa yang di larang. Kita cukup berikan kepercayaan pada mereka, seperti anggota keluarga lain yang memberikan kita kepercayaan tersebut. Oke?" Syahid menoleh dan menatap Ita yang kini sedang tersenyum.


Tatapan Ita yang teduh, selalu bisa menenangkan Syahid. Caranya berbicara yang lemah lembut, menyamankan hati Syahid. Bagaimana mungkin ia tidak terjatuh pada pesona Ita, yang mana di matanya hampir mendekati sempurna.


Tangan kiri Syahid menggenggam tangan kanan Ita, lalu ia tersenyum dan mengangguk.


"Fokus mengemudi bee, lihat ke depan" tegur Ita


"Senyuman mu mengalihkan fokusku, yang." ucap Syahid, namun wajahnya kembali melihat ke depan dan melihat jalanan.


"Ga Maya, ga kamu bee. Gembeeeelll terooosss" ucap Ita, Syahid pun tergelak mendengarnya.


"Bedalah, aku mah gombalnya cuma depan kamu yang. Mana ada depan yang lain, mereka taunya aku itu kaku." ucap Syahid


"Iya kaku, kaya kanebo kering." balas Ita


"Waahh.. udah berani ngatain aku kamu, yang."


"Canda bee, mana ada kaya kanebo kering. Pacar Ita mah, ya kaya pangeran atuh." ucap Ita, Syahid menggelengkan kepalanya.


.


"Syahid posesif banget" ucap Dena agak keras, karena ia kan di bonceng oleh motor.


"Ya, Sifat abang lebih mirip ayah Afwa di banding ayah Abi." jawab Sahin, Dena mengangguk-anggukkan kepalanya.


.


"Saudaramu benar-benar posesif" ucap Axel, Kira yang sedang melihat ke arah jendela pun menolehkan kepalanya. Ia menatap wajah Axel dari samping, lalu tersenyum.


"Bukan hanya Syahid, abang akan menemui pria-pria posesif di keluarga Zandra. Semoga abang bisa menghadapi mereka nanti, apalagi ayah." jawab Kira, ia jadi mengingat saat kakaknya Flo dan Fre akan menikah dulu. Belum lagi opa Rendra, tak mudah bagi mereka melepas anak dan cucu gadisnya untuk di miliki orang lain. Kalau bukan karena oma Yumi, obu Bianca dan bunda, mana mau para pria itu melepaskan wanita-wanita kesayangan mereka.


"Benarkah? Abang memang pernah mendengar tentang keluarga Zandra, seberapa setianya dan sebucin apa para pria Zandra pada pasangannya masing-masing. Dan sepertinya, abang juga akan menjadi salah satu pria bucin tersebut." ucap Axel tersenyum, namun tetap fokus melihat ke depan.


BLUSH


'Gombalnya baaaang, pengen banget gue masukin koper.'


.


"Kakak gak nyangka kalo kamu bisa seperti ini, May. Kakak kira, kamu akan sama dinginnya dengan kedua saudaramu." ucap Zefran, Maya yang mendengarnya langsung mencebikan bibirnya di belakang Zefran.


"Seperti ini, seperti apa?" tanya Maya


"Rame kamu anaknya, kakak suka." jawab Zefran, wajah Maya langsung memerah.


'B*ngke, sempet-sempetnya ngegembel di mari. Auto dag dig dug lah.' ucap Maya dalam hati, namun tak lama Maya menghembuskan nafasnya.


"Sejak dulu, sifat Maya seperti ini. Hanya saja, ada insiden yang membuat Maya untuk tak mempercayai orang lain lagi. Menjaga jarak dengan teman sekelas, berubah menjadi pendiam. Tetapi, dengan kehadiran Dena di tengah-tengah kami. Membuat aku yang dulu, lambat lau kembali. Di tambah, saat Maya bertemu kakak. Saat itu Maya berpikir 'Wah... yang pake baju ijo jangan sampe lepas, musti di pepet sebelum di tikung orang.' hahaha" Zefran pun ikut tertawa mendengar Maya


"Kalau boleh tau, apa alasan kamu suka sama kakak? Padahal kita baru ketemu saat itu" tanya Zefran, Maya menoleh dan tersenyum


"Inilah salah satu kelebihan keluarga Zandra, mereka hanya akan terfokus pada lawan jenis yang kelak akan menjadi pasangannya. Hatinya tak bisa berpaling dan hanya pada satu orang. Hal itu, Maya rasakan saat melihat kakak pertama kali." jawab Maya tersenyum


Blush


Kini gantian, wajah Zefran yang memerah.


"Dan, kakak harus siap bertemu dengan pria-pria posesif di keluarga Zandra." lanjutnya, laju motor yang tidak terlalu kencang. Membuat Zefran bisa mendengar semua ucapan Maya, Zefran mengangguk. Tentu saja, ia harus siap bertemu dengan mereka semua.


"Apa yang membuat mu sempat berubah dulu?" tanya Zefran, Maya pun menceritakan kejadian saat ia di fitnah dulu.


Karena asyik berbincang, tak terasa akhirnya mereka pun tiba di kediaman Maliq.


Mereka semua turun dari kendaraan mereka masing-masing, lalu berjalan bersama ke rumah Zefran.


"Assalamu'alaikum" salam Zefran dan yang lainnya


"Wa'alaikum salam, sampe juga kamu kak. Siapa mereka?" Mommy langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri sang putra, Zefran mencium punggung tangan mommy dan mencium keningnya. Di susul dengan Maya dan juga pasukin yang ada di belakang.


"Mereka calon ipar mom dan ini kekasih kakak." jawab Zefran , yang langsung mendapat cubitan di pinggang dari Maya. mendengar jawaban Zefran, tentu saja membuat mommy membulatkan kedua matanya. Selama ini putranya tak pernah membawa teman wanitanya, sekarang bawa. Ga tanggung-tanggung, langsung sama saudara/i nya.


"Serius kamu kak? Ya Allah, cantiknya kamu sayang. Ayo ayo duduk, kalian kembar ya?" Kira dan Maya mengangguk, Mommy nya Zefran langsung menarik pelan tangan Maya dan menyuruh yang lainnya untuk duduk.


Kedua orang paruh baya yang sejak tadi menunggu, langsung menatap Maya dan yang lain tidak suka. Lebih tepatnya, hanya sang ayah korban yang seperti itu.


'Enak saja, pria ini harus bertanggung jawab pada Naya. Apalagi pria ini juga kaya raya, di lihat dari rumahnya. Sudah pasti Naya akan hidup senang dan aku juga akan ikut tinggal di sini, untung Naya amnesia.' ucap ayah korban dalam hatinya


Syahid dan Sahin saling tatap dan tersenyum, mereka menggelengkan kepalanya kompak. Aja-aja ada memang, pengen hidup senang lewat jalur salah.


Tentu saja, mereka tidak akan membiarkan itu terjadi. Kalian pikir akan semudah itu, berurusan dengan keluarga Zandra. Zefran kini adalah kekasih Maya, itu artinya mereka pun harus melindungi Zefran dan keluarganya dari orang-orang seperti yang sedang duduk satu ruangan dengannya.


"Jadi, apa tujuan tuang dan nyonya ke rumah ini? Bukankah saya sudah bilang, bila bukan saya yang telah menabrak putri kalian. Dan saya tidak akan pernah menikahi putri kalian, maaf itu bukan kewajiban saya." ucap Zefran to the point


"Enak saja, kamu mau lepas tanggung jawab....


...****************...


eung ba eung ba eung...


...Happy Reading all๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž...