Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Ketegangan



Sedangkan Miko, masih diam di tempat karena takut.


"MIKO" teriak Rio, saat mereka merasa kewalahan untuk memegang tubuh Raka. Miko pun tersadar, ia ragu untuk mendekati mereka yang kini tengah berjuang menahan tubuh Raka. Tubuh yang sedang di kuasai roh jahat, terus berontak ingin lepas.


"B*ngsat, lu ga kasian sama Sahin? Liat mereka juga kewalahan." Dika pun kelepasan bicara karena marah


Ya.... Sahin, Maya dan Kira. Kini terlihat susah payah, mengeluarkan makhluk yang kini ada di dalam tubuh Raka.


"Sepertinya ia sudah banyak memakan tumbal" ucap Kira dengan suara berat, karena menahan rantai yang ia pegang


"Kerahkan kekuatan kalian, di sini tak ada Syahid. Kita harus bisa menanganinya." balas Maya


'AAAAAAARRRRGGGGHHHTTT.... LEPAAASSSS BR*NGSEK, B*NGSAT KALIAN SEMUA.' teriak sosok yang ada dalam tubuh Raka


Terlihat bila sosok itu, dengan susah payah untuk melepaskan rantai yang membelitnya. Tubuh Raka terangkat, namun Rio, Dika dan ayahnya Raka. Kembali menarik dan menahan tubuh tersebut, agar tetap di tempat.


Miko yang melihat hal tersebut, langsung memberanikan diri untuk membantu teman-temannya.


'HAHAHAHA... DASAR ANAK LAKI-LAKI PENAKUT, KAMU TIDAK PANTAS DI SEBUT ANAK LELAKI. KARENA DI ANTARA SAUDARAMU, KAMU YANG PALING CENGENG DAN JUGA LEMAH. HAHAHAHA' Miko menggelengkan kepalanya, matanya mulai berkaca-kaca. Pegangan tangannya, mulai melemah.


Ia kembali mengingat masa kecilnya, yang selalu di kerjai oleh keempat kakak nya. Miko kecil yang selalu di takut-takuti oleh para kakaknya dan suka di kurung di dalam gudang atau di dalam lemari oleh para kakaknya.


"MIKO, SADARLAH!!! DIA HANYA INGIN MELEMAHKAN MU, DIA AKAN TERUS MEMPENGARUHI LO MIK!!!" teriak Maya menyadarkan Miko


'HAHAHAHA.... KENAPA? KAMU MAU MENANGIS? ANAK MAMI, MAU MENANGIS? HUHUHU.... HAHAHAHA!!! BAGAIMANA RASANYA DI KURUNG DI GUDANG? MENYENANGKAN BUKAN?'


"MIKO, JANGAN DI DENGARKAN. ITU MASA LALU, KINI KAMU SUDAH BESAR. KAMU BISA MELAWAN MEREKA, KAMU JUGA BISA MELAWAN IBLIS ITU!!" teriak Sahin


Miko yang sempat melemahkan pegangan tersebut, tersadar dan kembali mengencangkan genggamannya.


"Aku tidak peduli, aku bukan aku yang dulu. Aku sudah bisa melawan mereka, dan kamu hanyalah iblis yang akan selalu merasa kesepian sampai kapan pun." ucap Miko dengan menatap tajam mata hitam tersebut.


'B*JINGAN, LEPASKAN!!!' teriak sosok itu, matanya tiba-tiba berubah menjadi biasa dan menatap sang ayah.


'AYAH, TOLONG LEPASKAN RAKA YAH!! SAKIT, INI SAKIT AYAH' ucap sosok itu, menggunakan suara Raka. Ayah Raka, terkejut. Seperti yang di lakukan Miko tadi, ayah Raka pun merenggangkan genggamannya.


"JANGAN PAMAN, DIA BUKAN RAKA!!!" teriak Kira


'Huhuuu... ayah sakit yah, lepasin tangan Raka'


"PAMAN SADARLAH, SOSOK ITU MASIH MENGUASAI RAKA. JANGAN LEMAH PAMAN, AKU KAN SUDAH BILANG JANGAN SAMPAI TERPERDAYA OLEHNYA. DIA ADALAH IBLIS YANG PANDAI MEMANIPULATIF." teriak Sahin


DEG


"Iblis s*alan, keluar kau dari tubuh putraku br*ngsek." ucap sang ayah, mata Raka kembali menjadi hitam. Dengan tatapan tajam, penuh angkara murka.


'S*ALAN, AAAAARRRGGGHHHT'


Angin berhembus dengan sangat kencang di rumah tersebut, memporak porandakan seisi rumah. Terdengar teriakan dari para wanita yang ada di rumah tersebut. Dena dan Ica saling berpelukan, begitu juga dengan ibu, tante dan juga adik Raka yang masih kecil.


Kini sosok itu menatap Dika, lalu ia menyeringai.


'BAGAIMANA KABAR TEMANMU, YANG KAMU PUKULI HINGGA KOMA SAAT KAMU MASIH SMP? APA DIA MASIH HIDUP?' ucap sosok itu, mencoba mempengaruhi Dika. Yang tadinya Dika sempat terkejut, namun tak lama ia pun tersenyum.


"APA?! GUE GA AKAN KEMAKAN OMONGAN LO, GUE UDAH NGELAKUIN HAL YANG BENER. SEPERTI SAAT INI, SEANDAINYA LU MANUSIA. UDAH GUE HABISIN LO SAAT INI JUGA" teriak Dika, mereka harus bicara dengan berteriak. Karena angin yang berhembus kuat, sehingga mengeluarkan suara gemerisik menggangu pendengaran.


Sosok itu beralih menatap Rio, belum ia mengatakan sesuatu. Rio langsung memotongnya...


"TOLONG BANTU KAMI DENGAN MEMBACA AYAT KURSI DAN THREE QULHU ATAU SURAT APA SAJA YANG KALIAN HAPAL!!!" teriak Maya


Mereka serentak membacakan surat yang di minta oleh Maya, rumah itu bergetar dan barang-barang semakin hancur karena teriakan sosok yang merasuki Raka. Lampu berkedip, seolah mengajak para mereka untuk dugem, canda fams. Bisnya Tegang banget kayane๐Ÿ˜


'AAAAAARRRGGGGHHHH... HENTIKAN HENTIKAN BR*ENGSEK, PANAAASSSS PANAAASSS'


"TOLONG BUAT POSISINYA JADI BERDIRI" teriak Sahin, jujur sebenarnya mereka bertiga sudah mulai lelah. Bukan hanya mereka, namun Rio, Dika, Miko dan ayahnya Raka pun merasakan hal yang sama.


Mereka yang memegang tubuh Raka pun, berusaha dengan sangat kepayahan. Sembari bibir mereka, yang tak berhenti melafalkan ayat suci.


'LEPAS ANJ*NG, B*BI, S*ALAN' semua umpatan sosok itu keluarkan, sang tante menutup kedua telinga adik Raka sejak tadi. Suara yang keluar dari mulut Raka, berbayang. Seolah ada 2 suara, namun 1 suara terdengar berat yang lebih dominan.


Maya, Kira dan Sahin mengambil posisi ke depan. Sahin yang ada di depan sosok itu, sedangkan Maya dan Kira ada di samping kanan dan kirinya.


"SEKARANG, TAHAN TUBUH RAKA!!!" 4 pria itu mengerahkan semua kekuatannya, untuk menahan tubuh Raka agar diam di tempat. Sahin melangkah mundur, Kira dan Maya melangkah ke samping. Sampai sosok itu pun memisahkan dirinya dari tubuh Raka


Brugh


Tubuh Raka, jatuh terduduk. Mereka berempat yang ada di dalam perisai, bisa melihat semuanya. SEMUA, dari cahaya yang berbentuk rantai yang melilit tubuh Raka. Sampai kini, mereka juga melihat sosok yang keluar dari tubuh Raka.


'DASAR MANUSIA AN*ING KALIAN SEMUA, AKU AKAN MENGHABISI KALIAN SEMUA!!!' teriak sosok itu


Sosok yang mungkin di lihat Ica dan yang lainnya tadi, sosok yang menyerupai seorang wanita dengan berambut panjang. Menggunakan baju putih yang sudah kumal, mata hitam dan bibir yang sobek hingga ke telinga. Lidahnya menjuntai panjang ke bawah, sampai membuat ngeri mereka yang melihatnya.


"Jangan pingsan dulu Mik, ini bukan saatnya." ujar Rio


Miko mengangguk patuh, walau sebenarnya kaki Miko bergetar hebat. Ada perasaan takut dan juga ingin tertawa pada Rio dan Dika, melihat Miko yang susah payah menahan agar tidak jatuh pingsan. Tetapi, mereka berdua menahannya. Bukan saatnya, ini sedang genting-gentingnya woyyy.


Raka terkulai lemas dalam pelukan sang ayah, ia tak sadarkan diri.


"TOLONG JANGAN BERHENTI MEMBACA AYAT-AYAT SUCI" teriak Sahin, mereka tersadar dan kembali melafalkan ayat-ayat tersebut.


'AAAAAAAA.... BERHENTI BERHENTI B*NGSAT, PANAAAASSSS!!!' umpatan demi umpatan, terus di keluar dari mulutnya.


DUAR


Terdengar suara ledakan dari luar, dan hal itu membuat sosok itu tersenyum menyeringai.


"Suara apa itu?" tanya Dena ketakutan


Maya dan Kira menutup mata mereka, untuk meminta bantuan. Namun tangan mereka, tak melonggarkan sedikit pun pegangan pada rantainya. Sahin menutup mata, untuk melihat ada apa di luar sana.


"Banaspati dan...." ucap Sahin terhenti


'BALA BANTUAN KU TELAH TIBA, AKU YAKIN KALIAN TIDAK AKAN BISA MELAWANNYA. HAHAHAHA'


'KALIAN AKAN MATI SAAT INI JUGA'


'KALIAN SEMUA, AKAN MENJADI SANTAPANKU!!! HAHAHAHA'


"Benarkah? Jangan bermimpi terlalu tinggi, karena yang akan musnah adalah kalian....


...****************...


...Happy Reading all๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž...