Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Kejahatan Ijul, Asih Depresi



Tak lama, pecahlah tangisan Asih, Sarah yang tadinya kesal pun berbalik menjadi iba. Ia berjalan menghampiri Asih, lalu menariknya ke dalam pelukan. Tak ada kata yang bisa ia ucapkan, saat ini Asih hanya membutuhkan pelampiasan. Sarah membiarkan Asih menangis dalam pelukannya dan air mata Asih membasahi baju milik Sarah.


Ibu mana yang tidak sakit, melihat anaknya di celakai orang yang ia percayai. Apalagi, ini adalah unsur KESENGAJAAN.


"Tolong penjarakan dia nyonya, saya mohon. Saya tidak terima ia berkeliaran di luar, sementara putriku kini berada di rumah sakit." pinta Asih


"Pasti, pasti akan saya jebloskan ia ke balik jeruji. Tenangkan diri nyonya, kita akan sama-sama ke kantor polisi untuk melaporkannya." jawab Sarah dengan menatap tajam pada Ijul, kini Ijul tengah duduk berlutut di lantai. Dengan security yang berdiri di sampingnya


"Ampuni aku Sih, maafkan aku. Aku khilaf" mohon Ijul, mendengar itu Kira langsung menoleh dan menatap tajam pada Ijul. Entah ada angin apa, ia langsung berdiri dan menghampiri Ijul dengan tatapan yang seolah ingin menelannya.


"Anda bilang khilaf? Khilaf seperti apa yang melakukan kesalahan sampai berulang kali dan juga tega menabrak anak tirimu, hanya untuk menutupi kebususkan mu." Kira menarik kerah Ijul, namun sekelebat ia melihat bayangan yang membuatnya naik pitam. Tanpa babibu, Kira melepaskan kerah baju itu secara kasar dan langsung menampar Ijul.


PLAK


"KIRA" teriak Syahid dan yang lain, mereka terkejut. Sangat sangat terkejut, Kira tak pernah seperti ini sebelumnya. Ini adalah kali pertama Kira berbuat kasar pada orang lain, kecuali bila melawan musuh tentunya. Itu lain cerita, karena para wanita Zandra bukanlah wanita lemah. Camkan itu!!


"Sayang, apa yang kamu lakukan? Kenapa hmm?" tanya Ita lembut, namun terdengar ada getaran pada suara Ita. Sangat terlihat jelas, raut khawatir di wajah Ita. Ita menarik Kira ke dalam pelukannya, ia mengusap pelan punggung Kira.


"Istighfar sayang, istighfar." ucap Ita lagi dengan berbisik


'Astaghfirullah Astaghfirullah Astaghfirullah...' namun ternyata air matanya tak bisa Kira tahan, ia kembali mengepalkan kedua tangannya. Saat Kira kembali mengingat, sekelebat bayangan tadi.


Syahid dan Sahin yang penasaran dengan apa yang di lihat Kira, mereka hanya bisa mendengar bukan untuk melihat. Tetapi, ia bisa merasakan, bila Kira kini sangatlah marah.


"Apa yang kamu lihat Ra?" tanya Sahin, Kira melerai pelukan Ita dan menatap Sahin. Kira kembali menangis, malah kini terdengar suaranya meski lirih.


Sahin dan Syahid pun mendekati Kira dan memeluknya, di susul oleh Maya.


"KATAKAN" ucap Syahid tegas


"Dia... dia... dia juga, hiks... " Kira mencoba mengatur nafas dan juga emosinya.


"Dia juga memp*rkosa Naya, putri bu Asih." ucap Kira dengan suara bergetar


JEDEEERRRR


Hancur, dunia Asih benar-benar telah luluh lantah. Hati ibu mana, yang tidak akan remuk redam mendengar kenyataan ini. Putrinya yang ia jaga selama ini, di rusak oleh pria yang baru ia kenal selama hampir 3 tahun. Hati ibu mana, yang tidak terluka mendapatkan kabar putrinya telah mendapatkan p*lecehan. Gelap, pikirannya gelap. Ia melepaskan pelukan Sarah, Asih kembali mengambil vas bunga yang sempat Dena simpan.


Karena semua orang dalam mode terkejut, sehingga belum menyadari dengan apa yang di lakukan oleh Asih.


BUGH


PRANG


Hal yang sempat terhenti, akhirnya terjadi juga. Asih benar-benar melakukannya, ia memukulkan vas itu ke kepala Ijul. Bahkan tatapan Asih, terlihat kosong. Hanya ada air mata yang mengalir di pipinya, ia benar-benar merasa hancur sehancur-hancurnya. Jadi, ini alasan putrinya menekan ingatannya, karena ia tak mau mengingat hal menjijikan itu.


AAAGGGGGHHHTT


Mendengar teriakan itu, akhirnya mereka pun tersadar.


"BU ASIH" teriak Zefran dan yang lainnya


Maya langsung mendekati Asih dan menggenggam tangannya, lambat laun tubuh Asih merosot dan ...


BRUGH


"Aduh, tolong... berat ini." ucap Maya, ia menahan tubuh Asih yang tak sadarkan diri.


Di saat bersamaan, Kira juga ikut tak sadarkan diri.


"KIRA"


"SAYANG"


"ADEK"


Security membantu Maya, mengangkat Asih. Syahid langsung mengangkat Kira.


Syahid dan security pun langsung membawa Kira dan Asih ke kamar yang saling bersebelahan, Zergan sudah menghubugi dokter sejak Asih memukul kepala Ijul.


Ijul yang berteriak kesakitan, tidak di pedulikan oleh mereka. Yang ada, mereka justru ingin melayangkan bogeman mereka.


BI*DAB, B*JINGAN, BIN*TANG


Umpatan demi umpatan, rasanya ingin di ucapkan.


"Kira baik-baik saja teh" ucap Maya


"Tapi, akhir-akhir ini Kira sering seperti ini May. Teteh ga tenang, hubungi oma Yumi." jawab Ita, kini ia duduk di samping Kira.


Syahid mengangguk, ia pun keluar dari ruangan tersebut dan menghubungi oma nya.


"Maaf tante, apa tante punya minyak angin?" tanya Ita dengan mata berkaca-kaca


"Ada nak, sebentar tante ambil dulu." jawab Sarah, ia melangkahkan kakinya ke arah meja kecil yang ada di kamar tersebut. Ia membuka laci dan mendapatkan barang tersebut.


"Ini nak"


"Terimakasih tan" ucap Ita tersenyum, Sarah juga ikut tersenyum dan mengangguk.


Ita mulai sibuk dengan membalurkan minyak kayu putih itu, ke beberapa area anggota tubuhnya.


"Kalau begitu, tante pamit ke kamar sebelah ya." ucap Sarah


"Iya tante, maaf merepotkan" jawab Maya


Axel hanya diam berdiri di samping ranjang, ia belum seberani itu untuk duduk di samping Kira. Sahin dan Dena ada di kamar Asih, di sana mereka di temani Zefran dan Zergan. Sedangkan security di minta untuk menutup luka di kepala Ijul, meski enggan. Security itu tetap mematuhi perintah tuannya, ia ikut kesal saat mendengar alasan Kira tadi menampar Ijul.


'Benar-benar pria jahat, otaknya hanya terisi sel*ngkangan. Anaknya aja masih di sikat, walaupun itu anak tiri. Tetap saja tidak pantas, seandainya boleh. Sudah aku hajar ini orang.' ucap security itu dalam hati, ia menekan kepala Ijul dengan keras. Sampai terdengar jeritan kembali, dari mulut Ijul.


Namun security itu, terlihat tak peduli sama sekali. Tak lama, datanglah dokter keluarga Maliq.


"Ada apa ini Man?" tanya nya, Rega namanya


"Panjang ceritanya tuan, sebaiknya lilit saja dulu luka b*jingan ini menggunakan kain kafan." jawab Diman kesal


"Tuan, masih ada dua pasien lagi di dua kamar tersebut." lanjut Diman


Dokter itu pun berjalan mendekati Diman dan Ijul, ia mengeluarkan alat-alat yang di butuhkan. Seperti gergaji, mesin bor, kunci inggris... hehe, canda perkakas.πŸ˜†


Karena posisi Ijul yang kini tengah duduk di lantai, dengan kondisi tangan terikat ke belakang. Membuat dokter Rega juga ikut duduk di lantai, untuk membersihkan dan mengobati luka Ijul.


"Ceritakan dengan versi singkatnya." ucap Rega sembari sibuk


"Apa boleh?" tanya mang Diman


"Kenapa tidak boleh?" tanya balik Rega


"Nanti di kira saya sedang gosip dok, takut terdengar tuan Zergan. " jawab mang Diman berbisik, membuat regan tertawa.


"Boleh, aku yang minta kok." ucap Rega


"Intinya, pria ini adalah pelaku tabrak lari, perzinahan dan juga pemerk*saan." ucap mang Diman


"APA?!" teriak Rega, seandainya ia bukan dokter. Sudah ia suntik mati lelaki ini


"AAARRGGHHHT... sakit dok, sakit" teriak Ijul, saat Rega menekan lukanya. Kesal sekali dia


...****************...


...Happy Reading allπŸ’žπŸ’ž


...