Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Part 105



"Ada apa ini ma?" tanya Meisa


"Aku akan menghubungi seseorang dulu, untuk mengalihkan perhatian orang itu. Agar ia tak tau kita keluar dari sini dan mengikuti kita." ucap Alice, Kay mengangguk setuju


Alice mengeluarkan ponsel dan menghubungi Yanto, Alice menceritakan intinya. Alice meminta Yanto untuk datang ke alamat yang akan ia Sherlock, untuk menegur dan meminta orang tersebut untuk pergi.


Setelah menunggu kurang dari 15 menit, Yanto dan beberapa anak buahnya datang. Namun, sebelum Yanto menegur orang yang mengintai rumah Aldo. Orang tersebut sudah pergi, saat mendengar suara sirine. Anak ketiga Salma juga sudah di rumah dan seperti Meisa, dia masih belum mengerti sampai sekarang.


"Kalian baik-baik saja?" tanya Yanto


"Alhamdulillah baik bang, dia sudah pergi. Tapi kami tidak tau dia benar-benar sudah pergi atau hanya berpindah tempat, kami takut saat kami pergi dia mengikuti kami." jawab Kay


"Kalau begitu aku akan membawa mereka terlebih dahulu ke kediaman Zandra menggunakan teleportasi, kalian pulang seperti biasa." saran Alice


"Boleh juga, kalau begitu berikan koper itu. Biar kami bawa ke dalam mobil kami, kamu Salma dan juga anak-anakmu akan pergi lebih dulu bersama Alice." ucap Sri


"Hah? Bagaimana?" tanya Salma


Tanpa banyak bicara, Alice memegang Salma dan meminta ia untuk saling berpegangan dan menggendong si bungsu.


PLOP


"Ayo, sekarang kita pulang. Biarkan saja rumah ini jadi urusan anak buah Zandra." ajak Kay


Yanto menunggu Kay dan Sri pulang lebih dulu, anak buah Yanto berjaga di sekitaran rumah Aldo. Mobil Salma, sengaja di tinggalkan di sana. Agar si pelaku mengira, bila Salma dan anak-anaknya ada di rumah.


Setelah Kay dan Sri berpamitan pada Yanto, mereka pun pulang dan di susul Yanto dengan anak buahnya.


.


.


PLOP


"Dimana kita? kepalaku...." ucap Meriam anak kedua Salma seraya memegang kepalanya yang terasa pusing, karena baru pertama kali dia di ajak melewati jarak melalui teleportasi.


"Sulu... mama sulu, ayo ladi" ucap Mario si bungsu dengan riangnya, sedangkan Salma dan kedua putrinya yang lain merasakan hal yang sama dengan Meriam.


"Kita dimana?" tanya Meisa


"Kastil" celetuk Meita, karena melihat begitu megahnya rumah ini. Sri terkikik, karena ia merasa melihat dirinya saat muda. Ternyata selain Dena, ada yang sama nyablaknya.


"Selamat datang di kediaman keluarga besar Zandra" ucap Yumi tersenyum


Salma dan ketiga putrinya menutup mulut mereka dengan kedua telapak tangannya, karena saking terkejutnya.


"Ke keluarga Zandra?" tanya Salma


"Ya, maaf kami harus membawa kalian kemari. Karena bila menurut penjelasan Kay, kalian ternyata di awasi oleh seseorang." ucap Yumi


"Ka kami, hanya merasa sedang bermimpi bisa masuk ke kediaman keluarga terhormat." ucap Salma


"Kita semua sama, tak ada yang namanya keluarga terhormat." ucap Rendra


"Ayo, kita duduk terlebih dahulu. Apa kalian tidak lelah terus berdiri?" ajak Yumi seraya menuntun Mario, anak kecil yang tiba-tiba mau dengannya.


"Siapa itu obu?" tanya Aby, ia pun bangun dari duduknya.


Begitu juga dengan sembilan saudaranya yang lain, mereka langsung mengalihkan fokus mereka. Dan tentu saja, mereka yang melihat Mario sangat lucu. Langsung ikut bangun dan berhambur mengerumuninya, bukannya takut. Mario malah berjingkrak kesenangan, selama ini ia memang hanya diam saja di rumah. Sehingga tidak memiliki teman, dan temannya hanya ketiga kakaknya saja.


"Hei, comel sekali kamu. Siapa namamu?" tanya Kirana


"Lio" jawab Mario dengan lantangnya, ia benar-benar merasa sangat senang. Di sini banyak orang dan juga banyak mainan yang bertebaran, dengan tingkahnya yang lucu. Mario menengadahkan kepalanya pada Yumi, Yumi yang paham pun menganggukkan kepalanya.


Seketika itu juga, Mario langsung berlari menuju mainan yang ada di lantai.


"Adek" teriak Meisa tak enak


"Tidak apa-apa sayang, biarkan mereka bermain." ucap Yumi


"Aby, obu titip Mario ya. Ada yang hendak obu bahas dengan yang lainnya, di ruangan lain." pinta Yumi


"Aku yang di mintai tolong, kenapa kamu yang jawab?" protes Aby


"Bilalin" ucap Anin seraya memutar malas kedua bola matanya, ia pun berlari menghampiri saudaranya yang sudah terlebih dahulu mengelilingi Mario.


"Dasar, menyebalkan" gerutu Aby


"Sayang, main bareng-bareng." tegur Yumi


"Hmm" Aby pun beranjak meninggalkan Yumi dan yang lain


"Mari, kita akan berbicara di ruangan lain. Biarkan Mario bersama dengan buyut-buyutku." ajak Yumi lagi


"Mmm... a apa aku juga harus ikut?" tanya Meita putri ketiga, ia hanya tidak ingin ikut dalam pembicaraan orang-orang dewasa.


"Apa kamu mau ikut?" tanya Kay, Meita menggelengkan kepalanya


"Baiklah, kamu boleh bergabung dengan adikmu" ucap Sri, Meita tersenyum dan mengangguk.


Dan mereka berjalan mengikuti Yumi ke gasebo belakang


.


.


"Baiklah, kita to the point saja. Kamu sudah tau ceritanya bukan dari kedua menantu dan putriku?" Salma mengangguk, namun tidak dengan kedua putrinya.


Yumi tersenyum


"Intinya, kalian semua sedang dalam bahaya. Dan kami membawa kalian kemari, untuk mengirim kalian ke sebuah tempat aman. Bila tadi berangkat dari rumah, orang yang mengawasi kalian. Takut mengikuti kalian dan akhirnya hal yang di takutkan kami terjadi." ucapnya


Walau tak paham dengan sangat, Meisa dan Meriam mengangguk. Pokonya kini mereka sedang di lindungi oleh keluarga Zandra, tapi bagaimana bisa?


'Kak, bukankah di sini ada si kembar yang tampan itu kan?' bisik Meriam pada Meisa, Meisa yang mendengarnya pun baru ngeh. Bila mereka juga sempat melihat twin prince, saat di villa dulu. Meisa menganggukkan kepalanya, setelah ia mengingat.


'Tapi sayang sekali, mereka sudah ada pawangnya.' bisik Sri yang mendengar bisikan tersebut, karena posisi duduknya ada di dekat Meisa.


DEG


"Eh, hehe... emang bener tan, si kembar ganteng udah ada pawangnya?" tanya Meriam, kepalang malu karena sudah ketahuan


"Ya, dan mereka juga akan segera bertunangan." jawab Sri, mendengar jawaban itu. Wajah sumringah Meita meredup, namun setelah ia kembali mengingat ketosnya tak kalah tampan. Meriam kembali menampilkan senyumannya, sedangkan Meisa biasa saja. Karena dia sendiri sudah memiliki kekasih


"Kalian akan kami amankan ke apartemen milik keluarga Zandra, demi keselamatan kalian. Maafkan kami, bila kami telah ambil keputusan sepihak. Kalian bertiga akan home schooling sampai keadaan benar-benar aman, dan kami mendapatkan pelakunya." ucap Rendra langsung


"Tapi paman, saya sedang ujian." ucap Meisa


"Paman sudah menghubungi sekolahmu dan semua sudah aman terkendali, nanti akan ada guru yang datang ke apartemen dan mengawasi mu ujian." jawab Rendra, Meisa terdiam


"Hanya beberapa hari, semoga dua hari semua terselesaikan." ucap Kay


Meisa menatap sang mama, Salma mengangguk dengan tatapan memohon.


"Jangan beritahukan keberadaan kalian pada siapa pun, termasuk pada kekasihmu." ucap Rendra


DEG


Glek


"I iya paman" jawab Meisa, Salma yang mendengarnya langsung menatap Meisa. Karena ia sendiri tidak tau, bila sang putri sudah memiliki kekasih.


"Sebelumnya maaf, demi keamanan kalian. Ponsel kalian semua akan kami sita, kalian hanya boleh menggunakan alat elektronik yang ada di apartemen. TAK ADA MEDSOS, KALIAN BENAR-BENAR TIDAK BOLEH MEMBUKA APAPUN." ucap Rendra lagi memperingatkan


...****************...


.........Happy Reading


all


πŸ’žπŸ’ž.........