Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Acara Sekolah



Waktu berlalu dengan cepat, kini adalah acara yang sudah di tunggu oleh semua murid. Setiap kelas menyuguhkan ide kelas mereka masing-masing, beraneka ragam yang mereka konsep kan.


Lia memang sudah sadarkan diri, atas bantuan Yumi tentunya. Namun, ia masih belum mau bertemu dengan orang-orang di luar. Terutama lelaki, kecuali ayah dan abangnya. Maka dari itu, bila teman sekolah main ke rumah Lia. Hanya para murid perempuannya saja, tentu saja yang tau masalah Lia hanya Dira, Ita, Dena, Maya dan Kira. Teman perempuan sekelas Lia, hanya tau bila Lia sakit.


Rio juga tak menyebarkan yang ia tahu, maaf saya bukan lambe turah jawabannya apabila di beri peringatan oleh Dira. Dan setiap kali teman sekelasnya yang laki-laki bertanya 'kenapa hanya anak perempuan saja yang ke rumah Lia?'


Rio hanya menjawab, 'karena aku butuh kalian di sini. Biarkan para gadis merepotkan itu bergosip di rumah Lia.'


Konsep kafe di kelas Ita, membuat banyak pengunjung yang datang. Selain karena makanannya yang enak dan terjangkau, selain mereka juga bisa membeli barang-barang bagus dengan harga murah. Yang paling utama adalah, karena para waiters yang bening-bening. Sebening cintaku pada mu, bersih bangeeettt. Anjaaayyy🤣


Apalagi pakaian yang mereka kenakan, sangat mendukung ketampanan dan kecantikan mereka. Tema mereka adalah kerajaan, twin prince menggunakan baju pangeran, twin princess, Ita dan Dena menggunakan baju putri dalam dongeng. Lebih tepatnya baju sebelum para pemeran utama belum menjadi seorang princess.







Bisa kalian bayangkan riwehnya kaya apa, kalo mereka ke sana-kemari harus menggunakan baju princess yang mengembang bukan? Bukan hanya mempersempit area kafe, bisa-bisa meja dan kuris untuk pengunjung akan tersangkut dengan gaun tersebut. Maka dari itu, para gadis memilih menggunakan baju yang sederhana.


Terlihat raut kesal pada wajah Syahid dan Sahin, namun wajahnya yang seperti itu. Justru menjadi daya tarik bagi para pengunjung lainnya, dingin-dingin gimana gitu. Kiwww😍


Selain berniat makan dan juga membeli barang untuk galang dana, tentunya mereka tak menyia-nyiakan kesempatan untuk berfoto dengan idola mereka masing-masing. Dan ternyata bukan hanya warga sekolah, acara ini pun di buka untuk umum. Baik murid sekolah lain, ataupun para mahasiswa dan mahasiswi yang kampusnya tak jauh dari sekolah pun datang.


Dan seperti yang sudah di tebak, kafe kelas mereka yang paling awal tutup. Di karenakan semua barang yang di jual, habis hanya dalam hitungan 2 jam. Acara yang di mulai pukul 09.00, selesai di pukul 11.00. Rencana mereka untuk di adakan 2 shift pun gagal total, karena di saat bersamaan. Mereka semua langsung sibuk, melayani para pelanggan. Bahkan para pengunjung rela, makan lesehan di lorong ataupun makan di taman.


"Alhamdulillah, selesai juga." ucap Dena seraya memegang lehernya yang terasa pegal.


Syahid dan Sahin memilih langsung mengganti pakaiannya, dengan alasan gerah dan juga risih. Berbeda dengan para ciwi, tentunya mereka menyukai pakaian tersebut. Maya yang tadinya hendak ganti, karena tidak biasa menggunakan pakaian seperti itu. ia urungkan saat melihat pria yang di sukainya datang untuk mengunjungi kafe. Untung Ita memang sengaja menyimpan 2 potong kue, saat Sahin memberitahukan bila Zefran akan mampir. Dan Ita juga dapat pesan chat dari Lia, bila abangnya akan datang mampir ke sekolah.


"Ternyata menyenangkan ya" ucap Kira tersenyum


"Iya menyenangkan, karena kamu hanya menjadi waiters selama 2 jam. Coba kalo waiters yang sebenarnya, 10-12 jam sehari." ucap Zefran, kini mereka duduk berkumpul di dalam kelas.


"Lama banget" keluh Kira, padahal ia belum turun menjadi waiters di resto. Tapi membayangkan bila harus melayani, ke sana kemari membawakan pesanan, tubuhnya sudah merasa cape terlebih dahulu.


"Namanya juga kerja Ra, pengen ga kerasa mah. Lu tidur pas kerja, bangun-bangun pan udah bubar tuh resto." celetuk Dena


"Bukan bubar lagi Den, alamat langsung dapet surat pemecatan." ucap Maya, yang di sertai tawa mereka


"Assalamu'alaikum" salam seseorang dari luar


Ternyata itu adalah suara Axel


DEG


Ada yang deg-degan niiihh... Syahid dan Sahin langsung melihat Kira, Kira pun langsung memalingkan wajahnya. Karena yang merasakan debaran tersebut adalah dirinya, malu saat twin prince menatap dirinya.


"Wa'alaikum salam, masuk bang" jawab Ita, ia langsung berdiri dan mengambil potongan kue lainnya dan tak lupa minumannya.


"Kebetulan kuisnya cepet selesai, makanya bisa datang ke sini. Tapi, kayanya udah selesai ya?" jawab Axel seraya melihat ke sekitar


"Cuma 2 jam bang, ludess dess dess" ucap Dira, gadis yang patah hati. Karena ternyata, pria yang di sukainya menyukai sahabatnya dan malah sampai melakukan pelecehan. Sampai sahabatnya trauma dan tidak mau masuk sekolah sampai sekarang, yups... dulu Dira menyukai Rudi. Tapi semuanya sirna begitu saja, apalagi saat Syahid dan Sahin mengetahuinya. Dira merasa malu, ia juga memutuskan untuk berhenti menyukainya.


"Hebat, padahal abang lihat kelas lain. Mereka masih sibuk, terimakasih" ucap Axel, seraya menerima piring yang sudah ada cake tersebut dari Ita.


"Gimana ga ludes Sel, waiters nya pada ganteng sama cantik begini." ucap Zefran, di setujui Axel. Axel melirik ke arah Kiara, senyum-senyum sendiri.


Syahid dan Sahin mencebikkan bibir mereka, Axel pun menyadarinya.


"Twin boy, Ita cantik ya." goda Axel senagaja, yang langsung mendapat pelototan dari Syahid.


"HAHAHAHA" tawa Axel pecah, sedangkan Ita yang tau Axel hanya menggoda Syahid menggelengkan kepalanya.


"Gue maunya sama sodara lo, gimana? ACC ga?" tanya Axel berbisik, karena Syahid duduk di sampingnya.


"ACC bang, dari pada teh Ita yang di jadiin target. Ya Ra ya, lu mah mau aja he eh." celetuk Dena yang mendengar bisikan ghaib tersebut. Bukan tanpa alasan Dena berkata seperti itu, sejak tadi ia melihat Kira dan Axel yang saling curi pandang. Cih..


"Hah? Gimana?" tanya Kira bingung,


"Itu si bang... AW, shhh. Sakit anjir!!" ucap Dena seraya mengangkat kaki dan mengusapnya karena di injak Axel


"Sorry sorry" ucap Axel merasa bersalah, Dena langsung melengos kesal. Begitu juga dengan Sahin, ia menatap tajam pada Axel.


"Oya, uang nya mau kapan kita serahkan sama pihak panti?" tanya Rio


"Besok deh, kebetulan masih bebas juga kan. Kita kumpul di sekolah aja, jam 9 pagi. Gimana?" Saran Dika


"Boleh boleh, lebih cepat lebih baik. Emang total berapa Dik?" Jawab Ita, seraya kembali bertanya


Dika membuka buku besar penjualan, di sana ia sudah menghitung dari modal yang di keluarkan Ita dan juga Ica.


Saat Dika mengatakan bila sudah di kurangi dengan uang modal Ita dan Ica, mereka serempak menolak.


"Ga usah di balikin Dik" Tolak Ita


"Iya, gabungan aja sama uang buat ke panti. Jadi totalan semua berapa?" Ica juga menolaknya


"Totalnya Alhamdulillah, nyampe ke 68.225.000" Jawab Dika, membuat mereka terkejut berjamaah.


"Gilaaaa... Gede banget woy" Celetuk salah satu temannya.


"Gimana nggak gede lah, lu ga sadar tadi udah kaya lelang aja pas jual barang-barang twin prince." Jawab Dika


"Iya juga ya" Ucap mereka serempak


...****************...


...Happy Reading all💞💞...