Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Perlawanan Dena



'Cantik' gumamnya dalam hati


Kembali ke meja Dena dan yang lain, kini Dena tengah berdiri dan menyingsing kan baju bagian lengannya.


"Ayo bangun, mau berantem dimana?" tantang Dena


Sahin pun bangun dan berjalan mendekati Dena, dengan wajah kesalnya. Sahin pun mengapit leher Dena, di sela ketiaknya. Ia pun mengacak rambut Dena, sampai rambutnya benar-benar berantakan.


"Njirr.. ampun ampun, gua salah, gua kalah. Sahin ampun, ihhh. LEPASIN GUE!!" ucap Dena, ia berusaha memberontak.


Tawa di sana benar-benar pecah saat ini, membuat pengunjung lain ikut tersenyum.


"Sekali lagi lo bilang gue belok, awas aja lo. Gue masukin karung, terus gue lempar ke laut." ucap Sahin, ia pun melepaskan Dena


"Psikopat lo" gumam Dena pelan, seraya merapihkan rambutnya yang berantakan


"Ngomong apa lo?" tanya Sahin


"Hah? Ngomong apa gue? Gue juga lupa... nama gue siapa? gue dimana?" ucap Dena, ia mencebikkan mulutnya dan komat kamit di belakang Sahin


"Udah udah, Ya Allah... perutku sakit banget ini. Ketawa mulu, gara-gara kalian." ucap Ita, sembari memegang perutnya


"Tumben lo Sahin, biasanya kaya kutub utara. Ko bisa kaya gitu juga?" ucap Kira yang masih tertawa


"Punya sifat terpendam ternyata" sambung Maya


"Emang kampret si Dena." gerutu Sahin, ia kesal karena keluar dari sifat dia yang sebenarnya. Ia kembali duduk di tempatnya, sepertinya cuma Dena yang bisa bikin Sahin mengeluarkan sifat liarnya. 🤣🤣


"Lah, malah nyalahin gue. Emang lu aja yang aneh, salah apa coba cewek cantik kaya gue." jawab Dena, yang sama-sama kembali duduk di tempatnya.


Sahin kembali berdiri, Dena pun ikut berdiri karena takut.


"Ga ga, ga aneh ko. Lu mah ganteng pisan, ganteng se antero kacang ijo pokonya. Ga ada yang bisa ngalahin" ucap Dena, Sahin mengangguk-nganggukkan kepalanya saat di katakan ganteng. Namun, ia kembali kesal saat mengingat kata-kata Dena 'SEANTERO KACANG IJO'.


"LU!!"


"Canda bang, baperan amat. Kaya cewe lagi PMS aja." celetuk Dena


"Dah ah, pesenan udah datang. Makan dulu, biar berantemnya ada tenaga." tegur Ita


Mereka pun kembali tenang, mereka memakan makanan mereka masing-masing.


Saat sedang asyik menyantap makanan, tiba-tiba ada orang mendekati meja mereka.


"Hai... boleh gabung ga?" tanya orang tersebut


"NGGAK" jawab Maya dan Kira singkat, Dena hanya menundukkan kepalanya sembari fokus dengan makanannya. Ia hapal suara itu, entah kenapa hatinya sudah baik-baik saja sekarang.


"Ko kalian gitu, Dena temen aku loh. Temen Dena, berarti temen aku juga." ucap gadis itu, dengan wajah so imutnya.


Serentak,keempat gadis itu memutar malas bola matanya.


'Gue bakalan rebut semua yang bikin lo bahagia, gue ga suka lo lebih bahagia daripada gue.' ucap gadis itu dalam hati


Syahid dan Sahin saling tatap dan menaikkan salah satu alisnya.


"Denaaa, masa kamu tega sama aku. Aku juga kan mau duduk bareng kamu." ucap gadis itu, seraya meremas bahu Dena.


Dena yang merasa kesakitan, langsung menghempaskan tangan gadis itu dengan kasar.


"Emang kamu siapa? Sampe aku harus ijinin gabung di sini? Kita saling kenal? " tanya Dena, dengan menatap malas gadis itu.


"Dena kamu kok gitu, kita kan udah temenan lama loh." ucapnya lagi, dengan nada di buat sedih.


Dena menegakkan tubuhnya dan menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, ia pun melipat kedua tangannya di atas perut.


"Temen? Temen kaya gimana dulu nih? Mana ada temen yang di depan dukung, tapi di belakang nusuk? Ck ck.., gue ga nyangka, ternyata ucapan temen-temen waktu SMP itu bener. Kalo lu itu, cuma manfaatin gue doang. Dan lu itu, sebenernya ga suka kalo liat gue bahagia. Bukan cuma dia loh, yang lu rebut dari gue. Ga rebut sih kalo ini mah, toh.. gue juga bukan siapa-siapa dia. Cuma sebatas suka dan kagum, tapi pacar gue waktu SMP gimana?" tanya Dena, gadis itu terdiam


"Aku ingat, kamu dulu bilang kaya gini. 'Dena maaf ya, padahal aku udah tolak dia. Tapi dia yang terus ngejar-ngejar aku, lama-lama aku juga suka sama dia. Kamu ga papa kan di putusin sama Rangga?' ... gue yang dulu terlalu tolol pun percaya dan mengiyakan ucapanmu dan mengalah untukmu. Sampai dimana, temen sekelas bilang. Kalo ia pernah denger kamu, ngejelek-jelekin aku sama Rangga. Bilang aku egoislah, serakah, kasar, dan sifat jelek lainnya. Tapi, gue lebih memilih percaya sama lo. Dan sekarang, gue udah liat sendiri. Gimana sifat lo yang sebenernya, lo tuh ternyata pick me ya. Nyesel gue, pernah temenan ma orang kaya lu." lanjutnya, Dena terkekeh.


"Ng nggak ko Den, aku ga pernah kaya gitu." ucap gadis itu


Miftah yang mendengar perdebatan itu, hanya diam. Ia kembali mengingat perkataan Salma, saat sebelum mereka jadian. Salma mengatakan bila Dena menyukainya, namun sifatnya itu sangat buruk. Miftah yang selalu mendapatkan perlakuan manis dan juga melihat sikap lembut Salma, akhirnya luluh dan mau menerima Salma sebagai kekasihnya.


"Mumpung tuh cowo ada di sebelah lo, gue tanya deh. Kak, lu tau kalo gue suka sama lu?" tanya Dena, Miftah yang di tanya pun gugup dan mengangguk. Dena yang tadinya suka, langsung hilang respect saat ini. Melihat Miftah jalan sama Salma, itu artinya ia percaya dengan ucapan gadis ular itu.


"Terus, apa yang lu denger dari dia tentang gue? Gue sembrono, jorok, kasar, serakah?" tanya Dena lagi, Miftah kembali mengangguk, Salma terlihat memucat wajahnya. Ia tak percaya bila Dena akan berani melakukan ini dan berani bertanya langsung pada Miftah.


"See?" Dena berucap seraya mengangkat kedua tangan dan bahunya


Sahin yang tadinya kesal dengan Dena, sedikit mulai merasa kagum padanya. Sikap nya yang tenang dan juga bisa membalikkan kata-kata orang yang di anggap sahabat, dengan lugas.


"Mulai sekarang, jangan pernah datang ke rumah gue. Bila ketemu sama gue di jalan, jangan pernah nyapa gue. Anggap saja, kita ga saling kenal. Karena gue juga bakal lakuin hal yang sama, gue ga mau berteman sama lo lagi 'SALMA si PICK ME'" ucap Dena, dengan menekan jata terakhirnya


Salma mengepalkan kedua tangannya karena kesal dan juga marah mendengar ucapan Dena padanya.


'Gue ga terima, padahal gue lebih pantas temenan sama mereka. Di bandingkan lu yang kayanya ga seberapa?' ucap Salma ddalam hati


"Maaf, tapi menurut kami. Dena lebih pantas berteman dengan kami, daripada kamu yang munafik. Kami tidak suka berteman dengan orang-orang jahat sepertimu, mulut dan hati mengatakan hal yang berbeda." ucap Sahin


DEG


"Aku baru tau, bila ada yang tidak suka melihat orang lain lebih bahagia darinya. Dan sekarang, bahkan kami melihatnya langsung." lanjut Syahid tersenyum smirk


"Kamu bukan level kami, wanita JAHAT" lanjut Mira, ia paham dengan apa yang di ucapkan twin prince.


"Kami tidak menerima teman yang lain di depan, lain juga di belakang." lanjut Kira


Ita hanya diam memperhatikan adik-adiknya, sedangkan Dena merasa sangat terharu karena mendapatkan pembelaan dari teman-teman barunya.


"Jadi, gue minta. Hush.. hush... jauh-jauh lo dari kita, kita takut ketularan penyakit hati kamu." ucap Kira seraya mengibas-ngibaskan kedua tangannya pada Salma.


Antara malu, kesal, marah. Ia pun pergi menjauh meninggalkan meja Dena dan yang lain, Miftah pun menyusul Salma. Ia ingin memutuskan hubungannya dengan Salma, ia tak menyangka bila gadis yang terlihat lembut di depannya memiliki hati sejahat itu.


"Terimakasih" ucap Dena tersenyum haru, mereka berlima mengangguk tersenyum


...****************...


...Happy Reading all🥰🥰🥰...