Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Pernyataan



Reksa membawa Ajeng ke taman yang tidak jauh dari kantin, mereka kini duduk saling bersisian. Tangan Ajeng sudah basah karena berkeringat, saking gugupnya.


"Jeng" panggil Reksa, Ajeng yang menatap ke depan pun menoleh menatap Reksa


BLUSH


Wajah Ajeng langsung memerah, karena Reksa yang menatapnya dengan begitu dalam. Susah payah ia menelan ludahnya, seolah tersangkut di tenggorokan.


"A ada apa, apa yang ingin kakak bicarakan denganku?" tanya Ajeng tergagap, ia kembali menatap ke depan.


Tangan Ajeng saling bertautan, rasa grogi dan salah tingkah benar-benar mengganggunya saat ini.


"Jeng, aku menyukaimu dari pertama kali aku melihatmu. Entah kamu percaya atau tidak, tapi memang itu yang aku rasakan saat itu, saat ini dan di masa depan." ucap Reksa to the point


DEG DEG DEG


Jantung Ajeng benar-benar tidak bisa di kondisikan lagi, pernyataan ini benar-benar membuat dirinya panas dingin. Ia tak percaya, pria setampan Reksa bisa menyukai dirinya? Ajeng memang pernah mersakan yang namanya di tembak oleh lawan jenis, dulu saat ia masih SMP. Tapi ia tak pernah merasakan yang ia rasakan saat ini, 'ada apa denganku sebenarnya?'


"Jeng" panggil Reksa, karena tak mendengar Ajeng bicara sama sekali. Tanpa ia tau, bila batin dan juga pikiran Ajeng sedang berperang.


"Kak? Mata kakak baik-baik sajakan?" tanya Ajeng


"Maksudmu?" tanya Reksa bingung


"Sepertinya kakak salah mengartikan perasaan kakak padaku." ucap Ajeng, Reksa terdiam


"Apa kakak tidak sedang ngelindur atau mata kakak tengah tertutup kabut? Kakak menyukaiku? Apa tidak salah? Aku rasa banyak yang antri, karena ingin menjadi kekasih kakak. Kenapa harus aku? Aku tidak mempunyai kelebihan sama sekali, yang bisa aku banggakan. " tanya Ajeng, ia sadar dengan tingkah lakunya, ia juga sadar bagaimana ia berbicara asal jeplak.


"Tapi aku maunya kamu, kamu berbeda dengan wanita kebanyakan yang aku kenal. Wanita yang berpura-pura manis di hadapanku, hanya demi mendapatkan perhatian dariku. Aku tidak mungkin salah mengartikan perasaanku. kau tau, sudah setahun terakhir ini aku selalu berusaha menerjemahkan apa yang aku rasakan di dalam hatiku. Dan kesimpulannya tetap sama, aku mencintaimu Ajeng" jawab Reksa


DEG


Setelah beberapa saat saling tatap, Ajeng segera memutusnya terlebih dahulu. tak ada kebohongan di mata Reksa, hanya ada ketulusan dan kejujuran yang terpancar di sana.


"Aku hanya takut kakak menyesal" ucap Ajeng yang masih tidak percaya, ia menundukkan kepalanya. Padahal di hati kecilnya, ia sangat percaya dengan apa yang di ucapkan Reksa.


"HUft.... Ajeng, aku mencintaimu, aku menyayangimu, aku menyukai semua yang ada pada dirimu. Baik itu sifat, sikap, tingkah, semua yang ada pada dirimu, aku menyukainya. Kamu yang tidak pernah berpura-pura dalam bersikap, kamu yang bahkan tidak pernah menatap aku, kamu... hanya kamu yang aku inginkan Jeng." jawab Reksa, ia sudah tidak tau lagi bagaimana caranya meyakinkan Ajeng.


Selama ini, ia yang dikejar-kejar oleh para wanita. Tapi sekarang, ia malah yang mengejar seorang gadis gesrek.


Ajeng menghembuskan nafasnya pelan, ia masih tidak bisa percaya dengan yang sedang ia alami saat ini.


"Aku... tidak bisa menjawabnya kak. Jujur, aku masih tidak percaya dengan semuanya. Aku sadar aku siapa, aku bagaimana dan sampai saat ini juga aku belum ada pikiran untuk menjalin hubungan denggan seseoang. Aku minta, yakinkan diri kakak sekali lagi dan yakinkan juga aku untuk menerima kakak. Aku hanya takut kakak menyesal, aku takut bila ternyata aku tidak sesuai dengan apa yang kakak harapkan. Aku terlalu cuek kak, aku hanya takut kakak merasa lelah dengan hubungan kita bila benar kita bersama nanti." jawab Ajeng


Reksa terdiam, apakah ia sedang di tolak?


"Aku ingin bertanya, apa yang kamu rasakan saat ini?" tanya Reksa


"Jantungku berdebar, mungkin karena terkejut dan juga takut dengan apa yang akan kakak lakukan. Tapi sekarang, entahlah..." jawab Ajeng jujur


"Aku akan meyakinkanmu, jangan menghindar. Jangan menolak, apapun yang akan aku lakukan nanti." ucap Reksa, Ajeng mengangguk setuju


"Apa kita sudah bisa kembali?" tanya Ajeng, Reksa mengangguk.


Jujur, dadanya terasa sesak. Jadi, seperti ini rasanya di tolak seseorang. Tapi, ia tidak akan menyerah. Karena hatinya, benar-benar sudah jatuh pada pesona Ajeng. Mereka pun berjaln bersisian, mereka berbincang seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya.


"Wiiidddiiihhh... pasangan baru nih" celetuk Dika


"Pasangan dari hengkeng, ga ada ya." ucap Ajeng, seraya mendudukkan dirinya pada kursi tempatnya duduk sebelumnya.


"Makananku sudah kalian pesankan ternyata, terima kasih." ucap Ajeng dengan wajah biasa saja


Tapi, untuk Ita dan yang lain. Yang sudah mengenal Ajeng, mereka bisa merasakan nada suara Ajeng yang berbeda. Seperti, ada sesuatu yang tertahan dan menenkan dadanya. Ita, Maya dan Kira mengalihkan tatapannya pada Syahid dan Sahin. Twin prince mengangguk, seolah mengatakan semua baik-baik saja.


Mereka pun akhirnya memilih makan pesanan mereka, tanpa ada pembicaraan. Ita dan para gadis akan bertanya nanti, ini tidak baik-baik saja.


"Besok jadikan?" tanya Ajeng


"Jadi dong, kamu nginep di rumah ku aja Jeng." jawab Maya, Ajeng tersenyum dan mengangguk.


"Kenapa? kalian mau nginep juga?" tanya Kira pada teman perempuan yang lainnya.


"Bolehkah?" tanya mereka


"Bolehlah, kenapa nggak?" jawab Maya dan Kira


"Siiippp" ucap mereka lagi


"Apa kami juga boleh?" tanya Dania, seraya menatap pada Soraya dan Regatha


"Boleh, kalo kakak mau. Ayo!!" jawab Ita tersenyum, dan di angguki Maya juga Kira


"Terima kasih" jawab mereka bertiga


.


.


Ajeng yang memang tidak suka membawa mobil, ia pulang pergi di antar jemput supir.


"Mang, Ajeng ga kan pulang. Ajeng mau menginap di rumah teman." ucap Ajeng pada supirnya melalui ponsel


"Tapi non..."


"Katakan aku tidur di kediaman keluarga Zandra" potong Ajeng


"Baik non" Ajeng menghela nafas, setelah panggilan selesai. Tanpa terasa air matanya menetes, namun ia segera menghapusnya, sebelum teman-temannya menyadari hal tersebut. Ajeng langsung merubah mimik wajahnya, menjadi seperti biasa dan melangkahkan kakinya mendekati mobil Agatha.


"Yuk" ajak Ajeng, lihat... ia benar-benar sangat pandai menyembunyikan kesedihannya.


"Sudah?" tanya Lia, Ajeng mengangguk dan tersenyum. Menyembunyikan luka, ya... inilah caranya menutupi kesedihan dirinya.


Sedangkan Ita, Maya, Kira sudah lebih dulu bersama Syahid. Sedangkan Dena, seperti biasa bersama Sahin naik motor.


Tanpa di sadari Ajeng, Reksa melihatnya saat ia menghapus air matanya.


"Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Apa penyebab air matamu, salah satu alasan menolakku?" tanya Reksa pada dirinya sendiri, ia pun segera naik kuda besi miliknya dan menjalankan kendaraan tersebut untuk pulang ke rumah.


.


.


...****************...


...Happy Reading allπŸ’žπŸ’žπŸ’ž...