Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Hari pertama di Bandung



"Alhamdulillah sampe juga kita" ucap Ita


"Gilaaaa... adem banget Bandung, apa lagi sekarang musim hujan. Makin dingin, ga perlu nyalain AC ini mah." celetuk Agatha, namun di setujui yang lainnya


"Ya udah yuk masuk" ajak Reksa, kini masing-masing di antara mereka membawa tas miliknya.


"Assalamu'alaikum mang Ceper." salam Reksa pada seseorang yang tengah sibuk menempatkan ayunan berkursi panjang, lebih tepatnya ayunan terakhir. Karena tuan besar meminta padanya, untuk membeli beberapa ayunan untuk di pasang di taman depan. Agar teman-teman cucunya betah, terutama gadis yang di sukai cucunya.



"Wa'alaikum salam, a Reksa tos dugi ningan. Mangga a, kamar tos di beresan sadayana. Bener euy, banyakan geuningnya. Bakalan rame ieu villa teh, hayu a, teh." jawab penjaga villa, yang di panggil mang ceper oleh Reksa.


Semua orang tersenyum dan mengikuti langkah Reksa dan penjaga villa. Twin prince, Axel dan Zef, bukannya tidak mau membawakan tas para gadisnya. Hanya saja, keempat gadis itu hanya membawa tas selempang yang berisi ponsel dan dompet. Sedangkan baju salinnya, satu stel sudah ada di tas mereka.


Karena rencananya, keempat gadis itu akan membeli baju tersebut di kota kembang ini.


"Kalian bisa langsung ke lantai 2, dan kita bisa memilih di antara ketiga kamar di lantai ini." ucap Reksa


Tentu saja kesebelas gadis, langsung berlarian naik ke atas.


Kamar pertama di isi oleh twin princess dan Dena. Kenapa ga sama Ita? Yumi memintanya untuk selalu di samping Ajeng.


Kamar kedua di isi oleh Ita, Ajeng, dan Lia.


Kamar ketiga di tempati Agatha dan Ica


Kamar keempat di tempati Dania, Regatha dan Soraya.


Dibawah, tempatnya para pria. Kamar pertama di tempati twin prince dan Rio. Kamar kedua, Zef, Axel dan Reksa. Kamar tiga, Dika, Bastian dan Xelo.


"Apa membutuhkan jasa bantu a?" tanya mang Ceper pada Reksa


"Maaf, tapi saya rasa tidak usah mang. Karena kami tidak nyaman bila ada orang lain yang tidak dekat dengan kami, kalaupun ada. Harus yang usianya di atas 40 tahun dna juga sehat." bukan Reksa yang menjawab, melainkan Sahin.


Bukan hanya mereka, namun memang para pria keluarga Zandra. Memang tidak suka dengan hal tersebut, apalagi para gadisnya memang pandai urusan dapur. Masalah beres-beres, tentu bisa di lakukan secara bergantian.


Reksa mengiyakan ucapan Sahin, apalagi ia tau. Bila mang Ceper pasti akan merekomendasikan keponakannya yang kecentilan itu, ia sangat tidak menyukai gadis agresif itu. Setiap Reksa dan keluarganya berlibur di Bandung, gadis itu pasti akan mencari-cari cara untuk bisa berdekatan dengannya.


Apalagi sekarang, ia juga membawa gadis yang di cintainya. Ia saja belum bisa meyakinkan gadisnya, lalu apa kabar ke depannya bila ada perempuan itu. Bisa-bisa ambyar...


"Tidak perlu mang, para wanita di sini semuanya bisa memasak dan membereskan rumah. Dan saya juga minta pada mang, jangan biarkan keponakan mang datang ke sini." ucap Reksa


"Baik a, kalau gitu mang permisi keluar. Mau nerusin kerjaan yang tadi, mari a" mang Ceper pun keluar dari villa dan melanjutkan pekerjaannya.


Mang Ceper paham dengan perintah tuan mudanya, keponakannya memang tak tau malu. Dia juga benar-benar tak habis pikir, padahal ia sudah berkali-kali mengingatkan keponakannya jangan macam-macam sama majikannya. Karena pekerjaannya yang menjadi taruhan, emang dasar bebal anaknya. Ponakannya yang bernama Ria, masa bodoh dengan peringatan dari sang paman.


Di otaknya hanya tertanam, bila ia harus mendapatkan orang kota dan juga kaya raya.


Waktu menunjukkan pukul 10 pagi, semua gadis berkumpul di kamar pertama. Yaitu kamar yang di tempati twin princess dan Dena, karena kamar tersebut memang lebih luas.


"Ke bawah yuk, bentar lagi makan siang. Kita masak." ajak Dena


"Kiti misik, gayamu Den. Tetep aja yang masak nantinya teh Ita ma kita." sanggah Maya


"Ya kan gue mah bagian icip mengicip, sekalian belajar bumbu dapur. Ya teh ya.." jawab Dena, seraya menggoyangkan kedua bahunya dan bergerak maju mundur. Maya dan Kira yang melihatnya sangat kesal, mereka pun melempar bantal pada Dena


"Haishhh... kalian.."


"Kuy... teh dingin-dingin gini bikin sop Iga pasti enak." ucap Dena yang mood nya langsung berubah bahagia, saat melihat Ita bangun dari duduknya. Ia pun mengekori Ita, begitu juga yang lainnya.


"Sama Iga bakar juga dong, jangan lupa sambelnya teh." sambung Kira


"Oke... minumannya mau di buatin apa nih?" tanya Ita


"Kalo minuman, biar gue aja yang buat Ta. Di rumah pada suka sama wedang uwuh buatan gue, semoga kalian juga pada suka ya." jawab Soraya


"Wedang uwuh? Apaan tuh kak?" tanya Ica


"Wedang itu minuman, sedang uwuh itu sendiri adalah sampah. Namun arti sampah di sini itu menggambarkan banyaknya rempah yang di pakai saat kita seduh. Kenapa di bilang sampah? Karena di dalamnya memang berisi beraneka ragam rempah, ada jahe, cengkeh, kayu manis, kapulaga, serai, secang, gula batu dan pokonya masih banyak lagi. Sesuai selera sih sebenarnya, dan wedang uwuh ini juga selain menghangatkan dapat menurunkan kolestrol, mengatasi masalah perut, hingga melancarkan sirkulasi darah." jawab Soraya



"Kakak ko tua, eh tau." celetuk Agatha


"Mbah Putri ku itu asli Yogyakarta, jadi beliau yang dulu mengajarkan kakak membuat minuman ini. Dan sampai sekarang, sampai beliau tiada. Minuman ini hanya bisa aku yang buat, karena rasanya memang sama dengan buatan beliau." jawab Soraya lagi


Mereka tanya jawab, seraya berjalan turun ke bawah.


"Enak tuh pasti, minuman herbal kan masuknya. Cuaca lagi kaya gini, pasti anget ke perut." ucap Lia, Ita mengangguk setuju


"Mau pada kemana kalian?" tanya Reksa


"Ke dapur, mau berenang." jawab Ajeng asal, Reksa hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum


"Udah biarin aja, kita lanjut mabar kak." ucap Dika


"Kak Reksa, di kulkas ada Iga ga ya?" tanya Ita


"Kayanya ada, coba cek di kulkas khusu daging." jawab Reksa, ia pun bangun dan berjalan ke dapur. Di sana memang ada 2 kulkas besar, salah satunya memang khusus untuk menyimpan per dagingan dan juga ikan. Reksa membukanya dan mencari, sampai di paling atas baru ia menemukan yang di inginkan Ita.


"Ini, memang kalian mau masak apa?" tanya Reksa


"Bikin Iga bakar sama sop Iga kak." jawab Dena yang sudah duduk manis di meja makan, yang memang menyambung dengan dapur.


"Oohh... kayanya makan kita lesehan di depan aja ya, kursinya ga cukup. Ya udah biar kita cowok yang bebenah di depan, makasih ya udah mau masakin." ucap Reksa, Ita dan yang lain hanya mengangguk


"Ya udah gue bantu lu ya Ta" ucap Dania


"Gue bantu lu aja ya Ya." ucap Regatha


"Aku bikin dessert aja kalo gitu, bantuin May" ucap Kira


"KIta ngapain?" tanya Ajeng


"Kalian duduk di meja makan, bantuin kupasin wortel sama kentang. Terus di irisin, yang ini wortel dan kentang buat sop. Dan yang ini, kentang buat bikin perkedel." jawab Ita, seraya menyodorkan sayuran yang baru ia ambil dari kulkas lain.


"OKE, kupas mengupas biar jadi urusan gue ma yang lain." ucap Ajeng


Hari pertama di Bandung, menyenangkan bagi mereka semua. Bagaiman di hari-hari selanjutnya?


...****************...


...Happy Reading allπŸ’žπŸ’žπŸ’ž...