Zandra's Family (Season 4)

Zandra's Family (Season 4)
Akhir yang Miris



Setelah Yumi mengatakan itu, kedua roh itu tersenyum dan menghilang.


Dulu sekali, saat Sarah menikah dengan Zergan. Kedua orang tua Sarah, memang tidak merestui mereka. Karena melihat Zergan yang saat itu baru merintis usahanya, tidak yakin bisa membahagiakan putrinya. Tetapi Sarah yang kekeh dengan pilihannya, memilih hidup bersama Zergan. Sehingga kedua orang tuanya


Sarah mengusir sang putri, sejak saat itu... Sarah tak pernah pulang lagi sampai saat ini, ia rindu sangat rindu. Namun rasa takutnya untuk kembali di usir, menguasai dirinya.


Sampai akhirnya, 4 bulan lalu. Ia mendapatkan kabar dari kakak iparnya, bila kedua orang tuanya telah meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya. Rasa sesal terus menghantui dirinya, apalagi saat kakaknya memberikan titipan warisan dari kedua orang tuanya untuk dirinya.


Sarah menangis meraung saat itu, ia terus menggumamkan kata maaf untuk ayah dan ibunya. Setelah beberapa bulan kemudian, barulah Sarah bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Walau terkadang masih merasa sedih dan menyesal, setiap kali mengingat kedua orang tuanya. Ia menyesal karena tak bisa melihat mereka untuk terakhir kalinya.


"Kedua orang tuamu bilang 'maaf karena dulu tak merestui kamu dan suamimu, mereka hanya ingin melihatmu bahagia. Tapi ternyata, kebahagiaan mu ada pada suamimu. Bahkan, kereka juga bahagia saat Zefran lahir. Diam-diam mereka selalu mengawasimu, namun tak berani untuk mendekat. Karena takut menerima


penolakan darimu, orang tuamu juga sudah memaafkanmu. Berhentilah menangis di malam hari, hiduplah bahagia bersama suami dan putramu. Bukalah map itu dan terimalah warisan yang mereka berikan, itu adalah hadiah untuk Zefran.' mereka sudah bahagia, maka sekarang kamu juga harus hidup bahagia." ucap Yumi menyampaikan pesan terakhirnya.


Sarah mengeratkan pelukannya pada Yumi, ia meredam suara tangisannya di sana. Zergan menengadahkan kepalanya, agar tak sampai meneteskan air mata nya dan Zefran sudah menangis karena sampai kakek dan neneknya tiada. Ia tak pernah bertemu dengan mereka, tetapi ia juga tak menyalahkan sang mama.


Zergan mengambil alih pelukan tersebut, Yumi menepuk pelan pundak Zergan.


.


"Dok, tolong periksa wanita itu." ucap Alice, seraya menunjuk Asih. Rega tersadar dan melangkahkan kakinya, untuk mendekati ranjang.


Saat Rega sampai di samping ranjang Asih, wanita itu membuka matanya. Tentu saja hal itu membuatnya terkejut dan hampir saja terjatuh ke belakang, karena hanya Rega yang ada di dekat Asih. Maka hanya Rega jugalah yang kini terlihat oleh Asih, Asih langsung bangun terduduk. Ia menatap Rega penuh dengan amarah, sepertinya Asih sudah berada dalam tahap cukup parah pada depresinya.


Asih langsung menyerang Rega, ia memukuli Rega secara membabi buta.


"TOLONG" teriak Rega, ia bisa saja menyingkirkan Asih dengan tenanganya. Hanya saja ia sadar, bila sedang menghadapi pasien yang sedang dalam tahap tak mengenali siapoa yang ada di hadapannya.


"KAMU B*JINGAN, KAMU HARUS MATI. KMAU HARUS MATI, PUTRIKU... PUTRIKU...." teriak Asih


Axel, Syahid dan Sahin langsung berlari dan menarik tubuh Asih. Yumi pun mendekati mereka, hanya menyentuhkan kedua jari telunjuk dan jari tengah pada kening Asih. Membuat Asih menatap mata Yumi dan langsung tak sadarkan diri.


"Panggil Ambulance" titah Yumi


Sedangkan Sarah yang kini ada dalam pelukan sang suami, ia juga terkejut dengan gerakan spontanitas pada Asih.


Zefran pun melakukan panggilan pada Rumah Sakit, tak lupa kantor polisi.


.


.


Sudah di pastikan Ijul akan mendapatkan pasal berlapis, Perzinahan, pemerk*saan dan juga pembunuhan berencana. Masalah Ijul udah lewatkan saja, yang pasti keluarga Zandra tidak akan tinggal diam. Eits, bukan hanya dari keluarga Zandra. Namun ternyata, Sarah sudah menyiapkan neraka untuk Ijul di dalam sel.


Naya? Karena apa yang di lakukan Ijul padanya, membuat dirinya mengunci ingatan tersebut. Kecelakaan itu membuat kepalanya terbentur, sehingga adanya gumpalan darah yang membuat syaraf pada otaknya tertekan. Dan hasil operasi bisa menyelamatkan nyawanya, namun ingatan mengenai Ijul hilang. Dan dokter tidak menyarankan untuk memaksa Naya, untuk mengingat kembali masa lalunya. Walau ada kemungkinan, Naya akan merasakan sakit yang luar biasa pada kepalanya. Apabila kelak, ia melihat atau menemukan kasus yang sama dengan apa yang ia alami.


Asih? Kini ia juga mendapatkan perawatan psikiater, karena rasa bersalah pada sang putrinya yang begitu besar. Terkadang ia akan mengamuk dan juga menangis di waktu bersamaan, ia akan terus mengucapkan kata maaf dan juga memukuli dirinya sendiri. Ia merasa gagal menjadi seorang ibu, miris memang. Namun, kasus seperti ini banyak kita temui bukan?


Naya bingung, kenapa sang ibu bisa sampai seperi ini. Namun, paman Naya memberikan penjelasan yang masuk akal untuknya.


.


.


"Punya nyali ternyata kalian, untuk menjalin hubungan dengan twin princess milik kami." ucap Rendra, ia melipat kedua tangannya di atas perutnya.


"Dapat keberanian darimana kalian mendekati kedua putriku?" tanya Afwa


"JAWAB" ucap Rendra dengan nada sedikit tinggi


"jawab eh jawab" latah Sri, ia langsung mengusap dadanya yang berdebar.


"Sayang" ucap Yumi dengan penuh penekanan dan memlototkan kedua matanya pada Rendra, begitu juga dengan Kay yang menatap tajam pada Afwa.


GLEK


"Sudah berapa lama kalian menjalin hubungan?" tanya Kay lembut


"Baru seminggu tante" jawab Axel dan Zefran serentak, mereka pun mengangkat kepala mereka dan memberanikan diri untuk menatap keluarga Maya dan Kira tersebut. Kay mengangguk lalu mengalihkan tatapannya, pada kedua putrinya yang sejak tadi menunduk.


"Apa kalian serius dengan cucu oma?" tanya Yumi


"InsyaAllah serius nyonya" lagi-lagi mereka menjawab serentak, dengan tatapan serius.


Berat rasanya, melepaskan Maya juga Kira. Namun, Afwa dan Rendra tidak bisa menolak ataupun melarang. Selain sudah mengetahui latar belakang kedua pria di hadapan mereka, mereka sudah bisa meyakini bila kedua pria itu adalah jodoh twin princess. Karena mereka tak bisa mendengar isi hati Axel dan Zefran, walau tak menutup kemungkinan hak itu bisa saja tidak benar. Karena masalah jodoh, tentunya sudah Allah tentukan.


"Maya dan Kira baru kelas 2 SMA, bila kalian serius. Bisakah kalian bersabar sampai mereka lulus kuliah?" tanya Yumi tersenyum ramah


"Saya akan menunggunya nyonya, tak peduli berapa lama saya harus menunggu Maya." jawab Zefran


"Saya juga akan menjaganya selama kami menjalin hubungan, saya berjanji tidak akan merusak Kira." lanjut Axel


"Hahhh..." para pria menghela nafas


"Baiklah, kami merestui kalian menjalin hubungan. Pegang omongan kalian, jangan sampai kalian keluar batas." ucap Afwa


"Baik om, saya janji." ucap Zafran dan Axel, terlihat bila mereka menghembuskan nafas lega. Begitu juga dengan Maya dan Kira, anggota keluarga yang lainnya tersenyum.


Ternyata twin princess sudah besar...


...****************...


......Happy Reading


allπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


......