
Putra Mahkota Lyod yang dikurung di dalam Istananya itu pun menjadi sangat cemas dan khawatir tapi tak ada yang bisa dilakukannya.
“Sial! Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bahkan Yang Mulia Ibunda tak bisa menenangkan Ayahanda yang sedang marah!” ucap Putra Mahkota Lyod dengan ekspresi wajah yang kesal.
“Bagaimana bisa Vatrissa ada di sana? Bagaimana bisa Ayahanda dan Ibunda serta Pangeran Mahkota Richard juga datang di waktu yang sama?” tanya Putra Mahkota Lyod dengan ekspresi wajah yang khawatir.
“Yang Mulia, sepertinya ini adalah jebakan yang sengaja telah dibuat oleh seseorang untuk menghancurkan anda dan orang tersebut pastinya telah mengetahui hubungan antara Yang Mulia dan Nona Martha!” ucap Ajudan Xion yang merupakan salah satu orang kepercayaan Putra Mahkota Lyod.
“Yang kau katakan itu ada benarnya. Tidak mungkin Vatrissa dan semuanya bisa muncul di saat aku dan Martha sedang melakukan hubungan i*tim! Aku harus mencari tau siapa orangnya dan membuatnya menyesal karena telah bermain-main denganku!” ucap Putra Mahkota Lyod dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam menyimpan amarah yang mendalam.
Putra Mahkota Lyod yang tak bisa keluar dari Istananya karena perintah dari Raja Jonathan IV pun mengutus Ajudannya untuk keluar mencaritau namun sesuatu terjadi.
“Kenapa kau kembali lagi? Apakah masih ada informasi yang belum kau beritaukan padaku?” tanya Putra Mahkota Lyod dengan ekspresi wajah yang penasaran.
“Tidak ada, Yang Mulia. Hanya saja saya ingin memberitau bahwa seluruh orang dari Istana ini tidak diizinkan keluar ataupun masuk sehingga saya tak bisa melakukan tugas yang Yang Mulia perintahkan!” ucap Ajudan Xion dengan ekspresi wajah yang menyesal.
Putra Mahkota Lyod yang mengetahui itu pun menjadi sangat kesal dan marah sehingga tanpa pikir panjang menghancurkan semua barang-barang yang ada di dalam kamarnya.
“Aaaarrggghhhh!” teriak Putra Mahkota Lyod dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang kesal dan marah.
Sementara itu, Nona Martha yang telah memakai pakaiannya kembali pun bergegas menemui Pangeran Mahkota Richard untuk menjelaskan semuanya tapi Ajudan Mies mengambil langkah cepat dengan menghentikan Nona Martha.
“Maaf, Nona. Anda tidak masuk ke dalam. Yang Mulia memberikan perintah untuk tidak memperbolehkan siapapun masuk ke dalam!” ucap Ajudan Mies dengan ekspresi wajah yang dingin dengan tatapan mata yang tajam dan tubuh yang tegap.
Nona Martha yang tidak ingin menyerah begitu saja pun menggunakan statusnya sebagai Putri Bangsawan untuk menekan Ajudan Mies.
“Jangan menghalangiku! Beraninya kau menghalangiku! Aku adalah Martha Stern Hanneton. Aku adalah Putri Duke Hanneton dan Tunangan Yang Mulia Pangeran Mahkota. Apakah kau tidak takut aku akan membuatmu kehilangan pekerjaanmu ini?” tanya Nona Martha dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
Ajuda Mies yang mendengar Nona Martha mengatakan statusnya dengan percaya diri membuat Ajudan Mies tak bisa menghentikan tawanya yang membuat Nona Martha yang tak pernah mendapatkan balasan seperti itu menjadi terkejut.
“Anda memang Putri Bangsawan tapi anda bukan Putri kandung dari Duke Hanneton. Anda hanyalah Putri yang diangkat untuk dijadikan alat oleh Duke Hanneton dalam mendapatkan kekuasaan!” ucap Ajudan Mies dengan sangat berani sambil berjalan maju ke arah Nona Martha dengan ekspresi wajah yang dingin.
“Satu hal lagi, anda bukan lagi Tunangan Yang Mulia Pangeran Mahkota Richard Rich Glorious karena Pangeran telah membatalkan Pertunangan tersebut karena perselingkuhan yang anda lakukan dengan Putra Mahkota Kerajaan lain!” ucap Ajudan Mies dengan kepala terangkat ke atas dengan sikap yang angkuh.
“Sebaiknya anda kembali dan memikirkan nasib anda ke depannya karena Yang Mulia Pangeran Mahkota tak ingin bertemu dengan wanita rendahan sepertimu atau anda ingin menerima hukuman karena mengabaikan perintah dari Keluarga Kekaisaran Glorious?” tanya Ajudan Mies dengan senyum kecil.
Nona Martha yang tak bisa menerima hukuman ataupun bertahan dengan semua penghinaan yang diucapkan Ajudan Mies kepadanya kemudian berbalik arah dan pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Nona Martha yang tak bisa bertemu dengan Pangeran Mahkota Richard pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya tapi sebelum dirinya sampai Nona Martha bertemu dengan Nona Vatrissa.
Nona Martha yang berhenti berjalan melihat Nona Vatrissa berjalan ke arahnya dengan kepala terangkat dengan mata yang penuh dengan amarah dan dendam yang membara.
“Aku tidak akan pernah tinggal diam. Aku akan membalas semua penghinaan ini berkali-kali lipat!” ucap Nona Vatrissa dengan suara yang penuh penekanan dengan tatapan mata yang tajam lalu berbalik arah dan pergi meninggalkan Nona Martha yang masih terkejut.
Nona Martha yang kembali ke kamarnya menjadi sangat marah dan melemparkan barang-barang yang ada ke lantai.
“Aaaarrggghhh! Siapa dia? Beraninya dia menamparku! Aku akan membuatnya menyesal karena telah menyentuhku!” ucap Nona Martha dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang kesal.
Di saat Nona Martha sedang marah tiba-tiba seorang pelayan datang dan menyampaikan berita buruk yang membuat Nona Martha semakin kesal.
“Ma-maafkan saya, Nona. Saya tidak bisa menyampaikan pesan ini kepada Yang Mulia Putra Mahkota Lyod. Jangankan menyampaikan untuk mendekatpun saya tak bisa!” ucap Pelayan tersebut dengan ekspresi wajah yang menyesal sambil menundukkan kepalanya dengan tubuh yang bergetar ketakutan.
Nona Martha yang perasaannya telah berubah menjadi sangat buruk sehingga tak bisa mengendalikan dirinya lagi sehingga menendang dan menghajar Pelayan tersebut hingga Pelayan tersebut berlumuran darah.
Nona Martha yang akhirnya bisa merasa lebih lega setelah melihat Pelayan yang dipukulinya terbaring tak berdaya pun duduk dengan tenang.
“Singkirkan manusia tidak berguna ini! Aku tidak ingin melihatnya lagi! Selesaikan dia dengan rapi!” ucap Nona Martha dengan ekspresi wajah yang serius.
Di saat yang sama, Laura yang sedang duduk bersantai membaca laporan bisnis yang dijalaninya mendapatkan kabar gembira yang sangat ditunggunya.
“Yang Mulia! Nona Martha ketahuan sedang berhubungan i*tim dengan Putra Mahkota Lyod yang disaksikan langsung oleh Nona Vatrissa, Yang Mulia Raja dan Permaisuri Kerajaan Hentallius!” ucap Rika dengan ekspresi wajah yang bersemangat.
“Benarkah? Hmmm, ternyata rencanaku telah berjalan dengan sangat lancar!” ucap Laura yang kemudian berdiri dan berjalan menuju balkon kamarnya.
“Lalu bagaimana dengan perkembangan perintahku yang lain di Kekaisaran Glorious?” tanya Laura dengan ekspresi wajah yang penasaran dan tatapan mata yang tajam.
“Berdasarkan pesan yang ingin disampaikan oleh Ajudan Mies, semuanya telah berjalan lancar dan malam ini Keluarga Duke Hanneton akan segera ditangkap lalu dimasukkan ke dalam Penjara Kekaisaran!” ucap Rika dengan ekspresi wajah yang percaya diri lalu bergegas pergi setelah tugasnya berakhir.
Laura yang sangat senang saat menyadari bahwa semua rencananya berhasil tanpa ada penghalang yang berarti pun membuat surat untuk Pangeran Ketiga Edward.
“Kirimkan suratku secepat mungkin padanya!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang serius dengan taapan mata yang tajam.
Master Noel yang mendapatkan tugas khusus itu pun bergegas menghilang dalam kegelapan malam hingga meninggalkan Laura sendiri di ruangan tersebut.
“Besok pagi semua jalanan dan juga tempat-tempat mewah akan sangat ramai karena berita perselingkuhan, berita pembatalan Pertunangan dan hancurnya Duke Hanneton!” ucap Laura dalam hati dengan senyum yang lebar.
#Bersambung#
Apakah semuanya yang direncanakan Laura akan berhasil? Apakah Pangeran Ketiga Edward akan menyetujui permintaan Laura? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...