
Laura yang telah melakukan semua yang ingin dilakukannya untuk membalas Tatiana pun memberikan perintah lain kepada Master Noel.
“Kita kembali ke tempat kejadian!” ucap Laura dengan suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang serius.
Master Noel yang telah membuat Teleportasi Sihir membuat Laura dan Rika berada di tempat kejadian dalam sekejap mata.
“Master Noel, bisakah kau menjadi Kusir dan membawaku kembali ke Kediaman Count Vansfold?” tanya Laura dengan tatapan mata yang berharap.
“Tentu saja, Yang Mulia. Hamba akan melakukan apapun yang anda perintahkan!” ucap Master Noel dengan ekspresi wajah yang serius.
“Hmmm, aku juga ingin kau juga memindahkan mayat-mayat Kesatria lemah ini ke Kediaman Count Vansfold!” ucap Laura dengan tatapan mata yang merendahkan.
“Baik, Yang Mulia!” ucap Master Noel dengan suara yang datar dengan ekspresi wajah yang patuh.
Laura yang senang dengan respon dari Master Noel pun memasuki kereta kuda bersama Rika dan menunggu hingga dirinya sampai di Kediaman Count Vansfold di Ibukota.
“Aku ingin Evans merasa frustasi dan menjadi bingung saat Kakakku bertanya tentang masalah ini!” ucap Laura dengan senyum yang misterius.
Di tempat lain, Viscount Ballaguisse yang telah mendapatkan permintaan dari Laura pun memberikan perintah kepada Anggota yang kompeten untuk melakukan semuanya dengan sangat cepat dan bersih.
“Carl! Lakukan ini dengan cepat dan bersih! Lalu bawa wanita itu ke alamat ini!” ucap Viscount Ballaguisse dengan ekspresi wajah yang serius.
Carl adalah orang yang sangat loyal kepada Pangeran Kedua Illion dan juga orang kepercayaan Viscount Ballaguisse.
“Kau harus menjalankan tugas ini dengan baik dan jangan sampai ada kesalahan! Ingat! Orang yang memintamu melakukan ini adalah Wanita dari Pangeran Kedua Illion!” ucap Viscount Ballaguisse dengan percaya diri.
Viscount Ballaguisse yang selalu melihat cara Pangeran Kedua Illion menatap dan memperlakukan Laura yang berbeda dengan Pelanggan lain membuat Viscount Ballaguisse sangat yakin bahwa Pangeran Kedua Illion menyukai Laura.
“Jika Pangeran bodoh itu benar-benar menyukai Nyonya Countess maka aku harus mendukung dan membantunya terlebih setelah aku mendapatkan informasi bahwa hubungan Nona Laura dan Count Vansfold tidak baik!” ucap Viscount Ballaguisse dengan ekspresi wajah yang serius.
Sementara itu, Carl yang telah pergi pun akhirnya menemukan keberadaan Tatiana yang sedang berada di keramaian Ibukota di tengah Festival.
“Hmmm, dia adalah target yang harus aku culik! Aku tidak bisa membawanya di tempat yang ramai seperti ini. Aku harus mencari cara!” ucap Carl dalam hati dengan ekspresi wajah yang serius.
Carl yang melihat ada musisi jalanan yang sedang bermain alat musik pun pergi menemui mereka dan meminta bantuan.
“Bisakah kau bermain alat musik yang lebih keras? Aku ingin kalian menarik perhatian orang-orang dengan musik dan tarian kalian yang kompak!” ucap Carl sambil mengeluar sekantong kecil.
Musisi Jalanan yang melihat uang yang sangat banyak pun dengan cepat mengambilnya dan menyanggupi permintaan Carl.
Musisi Jalanan yang telah mendapatkan bayarannya itu pun melakukan tugasnya dengan sangat baik hingga akhirnya membuat orang-orang yang berkumpul di tempat lain mengubah pandangannya dan bergerak cepat menuju Musisi Jalanan.
“Kita telah mendapatkan Pelanggan besar! Ayo kita bermain dengan lebih semangat! Kita harus membuat Pelanggan besar kita merasa puas dengan permainan kita!” teriak salah seorang Pria dengan suara yang sangat keras dengan wajah yang sangat gembira.
“Baiklah. Serahkan saja kepada kami!” teriak Anggotanya yang lain yang tidak kalah gembira saat melihat Pemimpinnya mengangkat sekantong uang.
Tatiana yang tidak tau yang terjadi menjadi terkejut dan hanya terdiam di tempatnya sambil melihat ke sekeliling mencari tau yang telah terjadi.
“A-apa yang telah terjadi? Kemana orang-orang ini pergi? Kenapa semanya pergi ke arah sana? Apa ada sesuatu di sana?” tanya Tatiana dengan suara yang rendah dengan tatapan mata yang bingung.
Carl yang telah membawa Tatiana ke atas pundaknya pun dengan cepat pergi membawa Tatiana ke tempat yang diinginkan Laura.
Carl yang meletakkan Tatiana di atas sebuah tempat tidur yang bersih dan besar segera pergi saat mendengar ada seseorang yang memasuki ruangan.
Carl yang tidak memiliki rasa ingin tau yang besar atas apa yang akan terjadi selanjutnya pada semua tugas yang diberikan kepadanya dengan cepat kembali ke Guild Bulan Merah.
Sementara itu, Tatiana yang telah mendapatkan kesadarannya kembali pun mersa pundaknya terasa sangat sakit dan kepalanya terasa pusing.
“Argh! Apa yang terjadi padaku? Kenapa kepalaku pusing sekali?” tanya Tatiana dengan suara yang rendah dengan rintihan kesakitan dengan mata yang masih terpejam dalam posisi terbaring.
Tatiana yang telah merasakan hal yang aneh pun membuka matanya dan melihat dirinya ada di sebuah ruangan yang aneh dan dengan cepat duduk dan menyadari bahwa dirinya ada di atas sebuah tempat tidur.
“Ke-kenapa aku bisa ada di sini? Bu-bukankah aku sedang ada di Jalanan Bottenheim melihat Festival?” tanya Tatiana dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang penasaran yang melihat ke sekeliling ruangan.
Tatiana yang melihat wajah seseorang yang dikenalnya berada di depannya dengan tatapan mata yang sangat vulgar membuat Tatiana merasa sangat tidak nyaman dan dengan refleks yang bagus menutupi dadanya dengan kedua tangannya.
Baron Venon yang baru saja selesai mandi dan merasa sedikit kesal karena dirinya tidak bisa menyentuh Laura yang menurutnya cantik itu pun menjadi sangat terkejut dengan wanita cantik lain yang ada di depannya.
Baron Venon yang masih memakai pakaian saat selesai mandi menjadi sangat senang dan menjadi sangat tergoda saat melihat Tatiana yang baru saja tersadar dengan suara rintihan yang menurutnya sangat menggoda.
Baron Venon yang juga menatap ujung kepala hingga ujung tubuh Tatiana pun menyadari bahwa Tatiana memiliki wajah cantik yang unik dengan dada yang besar.
“Hmmm, kenapa kau tutupi sayangku? Tapi itu tidak masalah karena cepat atau lambat aku pun akan melihatnya dengan sempurna tanpa ada sehelai pakaian pun yang menghalangi!” ucap Baron Venon dengan senyum yang lebar dengan tatapan mata yang vulgar.
Tatiana yang mengerti nasib yang akan diterimanya jika dirinya tetap berada di dalam ruangan itu pun mencoba melarikan diri tapi Tatiana yang merasakan rasa sakit yang sangat pada pundak dan kepalanya tepat setelah dirinya memutuskan untuk berdiri pun akhirnya terjatuh kembali ke atas tempat tidur.
Baron Venon yang melihat Tatiana berniat kabur tapi tidak bisa karena kondisi tubuhnya yang tidak memungkinpun tersenyum lebar.
“Kau tidak akan bisa pergi dari dan melarikan diri karena kau telah ditakdirkan untuk melayaniku hari ini dengan tubuhmu yang indah itu!” ucap Baron Venon dengan senyum misterius.
Baron Venon yang tidak memiliki kesabaran yang banyak dengan cepat menangkap tangan Tatiana dan menarik pakaiannya dengan paksa hingga lengannya sobek.
“Arrgghhhh! Tidak! Jangan mendekat!” teriak Tatiana dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang bingung.
Tatiana yang merasa ada hal yang janggal terjadi padanya pun menjadi sangat bingung tapi tidak memiliki waktu untuk berpikir karena Baron Venon telah sangat ganas membuat pakaian yang dipakainya hilang sedikit demi sedikit.
“S*al! Jika kekuatanku tidak habis digunakan untuk memanipulasi orang-orang dari Guild itu dan Kusir dari Baron s**lan ini mungkin aku bisa melarikan dari sini dengan mudah!” ucap Tatiana dalam hati dengan ekspresi wajah yang kesal.
Baron Venon yang tidak menyukai wanita yang tidak patuh pun menampar wajah Tatiana dengan sangat keras di kiri dan kanan hingga akhirnya Tatiana yang menangis menolak disentuh Baron Venon terdiam.
Baron Venon yang melihat ada kesempatan pun dengan cepat melakukan semua yang diinginkannya pada tubuh indah Tatiana hingga akhirnya malam itu menjadi malam yang sangat panjang dan pengalaman yang tak terlupakan bagi Tatiana.
“Aaarrgghhh! Hentikan! Kumohon hentikan! Aarrghhh!” teriak Tatiana beberapa kali dengan suara yang memohon dengan air mata kesedihan dan penyelasan yang terus mengalir tanpa henti ke pipinya.
#Bersambung#
Hmmm, Tataiana ternyata akhirnya tidur bersama Baron Venon lalu apakah Tatiana akan tetap bersama dengan Evans? Tebak di kolom komentar ya...