The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 147. Laura Kembali



Kerajaan Hentallius yang sedang dalam kekacauan dimana Rakyat mulai gelisah karena penyakit yang menyebar dengan sangat cepat tapi juga Bangsawan yang terus mendesak Raja Illion membuat keputusan.


"Hah! Mereka semua sungguh membuatku ingin muntah!" ucap Raja Illion sambil membuka satu kancing atas pakaiannya dengan wajah yang kesal dengan langkah kaki yang cepat dan stabil.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang, Yang Mulia? Haruskah kita melakukan seperti yang diinginkan oleh Bangsawan-Bangsawan itu?" tanya Marquess Ballaguisse dengan senyum yang licik.


"Kau dan aku sudah bersama sejak kecil dan aku rasa kau sudah tau jawabannya tanpa harus aku mengatakannya, bukan William?" tanya Raja Illion yang berhenti berjalan dan menatap lurus ke arah Marquess Ballaguisse.


"Hmmm, tentu saja aku tau! Jangan khawatir karena aku telah membereskan masalah itu dengan Carl!" ucap Marquess Ballaguisse dengan senyum yang jahat.


"Kita tidak perlu memberikan tikus berdasi itu lebih banyak uang dan menimbun kekayaannya! Aku akan meminta Laura untuk melakukan perannya segera!" ucap Raja Illion yang kembali berjalan lurus ke depan dan meninggalkan Marquess Ballaguisse sendirian hingga membuatnya harus berlari mengejar Raja Illion.


Sementara itu, Laura yang telah mendapatkan sinyal dari Raja Illion pun kembali ke Kerajaan Hentallius dengan menggunakan Sihir Teleportasi.


Laura yang langsung menggunakan Sihir Teleportasi sebanyak dua kali dalam satu hari membuat dirinya dapat sampai di Wilayahnya dengan sangat cepat.


"Hmmm, meskipun aku adalah Putri Kekaisaran Glorious tapi aku juga terikat dengan Wilayah Vansfold dan menjadi Countessnya lagi setelah Evans meninggal!" gumam Laura dengan wajah yang malas.


"Argh, sudah saatnya memanen Bunga Azelea!" ucap Laura dengan senyum yang lebar sambil memikirkan hamparan Bunga Azelea yang bermerkaran di seluruh area Kota Rothem yang merupakan wilayah pertama yang didapatkannya setelah perceraian.


Laura yang telah meminjam dokter yang hebat dari Kaisar Frederick pun membuatkan penawar dari Penyakit yang menyebar dengan cepat di Kerajaan Hentallius.


Laura yang tak ingin orangnya ikut terjangkit penyakit saat dikirim ke tempat yang bermasalah pun menelan obat penawar terlebih dulu.


"Daniel! Adrian! Terima kasih karena telah berusaha dengan sangat keras untuk membantuku mengatasi lembar demi lembar dokumen Bisnis dan juga Wilayah ini!" ucap Laura dengan wajah yang bahagia.


"Oleh karena itu, aku akan memberikan kalian hadiah ini sebagai balasannya!" ucap Laura sambil memberikan sebuah permata yang cukup besar kepada keduanya.


Daniel dan Adrian Perez yang tidak mengharapkan hadiah yang mahal dari Laura pun menjadi sangat terkejut dan bingung dengan aksi selanjutnya namun Laura yang bisa membaca itu semua pun membuka mulutnya.


"Jangan menolaknya karena aku akan memberikan ini kepada orang lain jika kalian merasa tidak pantas!" ucap Laura dengan tatapan mata yang tajam.


"Ini adalah apresiasiku terhadap kerja keras kalian berdua selama ini padaku dan aku ingin membuat kalian ikut merasa bahagia bersamaku! Jadi terimalah hadiahku!" ucap Laura sambil memberikan kode kepada Pelayan untuk meletakkan dua kotak Berlian kepada keduanya masing-masing.


Laura yang puas melihat wajah bahagia dari Daniel pun menatap Adrian Perez yang hanya menatap tajam ke hadiah miliknya.


"Aku tau jika bukanlah uang yang kau inginkan dengan sangat saat ini Adrian dan aku sangat senang hati memberikan yang kau inginkan asalkan kau benar-benar menjadi anjing setiaku!" ucap Laura dalam hati dengan tekad yang kuat yang tertutup dengan senyum lembut yang Laura tunjukkan kepada semua orang.


Laura yang telah memutuskan untuk menjadi Permaisuri Kerajaan Hentallius dengan kepala terangkat dan kepercayaan diri pun mengatakan hal selanjutnya yang ingin diucapkannya kepada Adrian Lopez dan Daniel.


"Aku telah memutuskan untuk menikah kembali dalam waktu dekat dengan Raja Illion!" ucap Laura dengan santai sambil menyeruput teh yang ada di tangannya.


"Apa? Yang Mulia, apa kau serius dengan kata-katamu?" tanya Adrian Lopez dan Daniel secara bergantian dengan wajah yang terkejut dan nada suara yang tinggi.


"Yang Mulia, saya mohon tolong pikirkan kembali keputusan anda! Anda adalah Seorang Putri! Anda pasti bisa menikah dengan orang yang lebih baik!" ucap Daniel dengan wajah yang cemas.


"Menikah dengan siapa? Ini semua karena aku adalah Seorang Putri jadi aku harus menikah dengan Seorang Raja dan dari semua Raja di Kerajaan tetangga, hanya Raja Illion yang masih lajang dan tanpa memiliki tunangan ataupun wanita lain di hatinya!" ucap Laura dengan percaya diri.


Adrian Lopez dan Daniel yang mengetahui kenyataan itu pun terdiam meskipun dengan perasaan yang tidak tenang.


"Jangan khawatir! Aku sudah memikirkan semuanya termasuk solusi agar diterima di seluruh elemen di Kerajaan ini!" ucap Laura dengan senyum yang licik.


"Aku akan berhasil dengan rencanaku jika kalian bisa melaksanakan tugas utama dariku!" ucap Laura dengan tatapan mata yang lurus ke depan ke arah Daniel dan Adrian Lopez.


Laura yang membagi tugas kepada Adrian Lopez dan Daniel secara adil pun memberikan izin kepada keduannya untuk segera berangkat.


Di tempat yang berbeda, Laura yang telah meminjam dokter dan perawat dari Kekaisaran Glorious pun ikut memerintahkan mereka menuju Kota Harushan.


Adrian Lopez dan Daniel yang datang bersama Laura dan juga orang yang dikirim oleh Kekaisaran Glorioua menjadi angin sejuk bagi Kota Harushan.


"Dengarkan perintahku! Perawat dan Kesatria segera siapkan tempat untuk mengobati pasien yang sakit!" ucap Laura yang membagi anggotanya menjadi empat kelompok sesaat setelah dirinya sampai.


"Daniel! Buatlah data orang yang ada di Kota ini lalu pindahkan orang-orang yang sakit ke tempat pengobatan dan orang yang sehat ke tempat yang jauh dari area sakit!" ucap Laura dengan suara yang lantang dan tegas.


"Adrian! Kau mengurusi sumplai makanan dan minuman orang yang sakit dan sehat! Aku tak ingin makanan mereka dicampur! Serta keperluan lainnya yang berhubungan dengan pengobatan!" ucap Laura dengan wajah yang serius.


"Dokter segera persiapkan langkah pengobatan pasien dan juga obatnya! Aku ingin semuanya sembuh dalam waktu singkat!" ucap Laura dengan tatapan mata yang tajam.


Sementara itu, Raja Illion yang mengetahui keberadaan Laura di Kota Harushan pun memutuskan untuk ke Kota Harushan dengan menyamar sebagai Bangsawan Ibukota dan meninggalkan urusan Istana kepada Marquess Ballaguisse.


"Yang Mulia! Kau tidak bisa melakukan ini padaku! Apakah kau ingin membuatku menjadi kurus kering dengan menghisap darah dan energiku!" ucap marquess Ballaguisse dengan wajah yang ingin protes.


"Tak ada orang lain yang bisa aku percaya di Istana ini! Kau adalah temanku dan juga sepupu dari Keluarga Ibuku jadi kau adalah orang yang tepat yang bisa aku andalkan!" ucap Raja Illion dengan senyum yang licik lalu menghilang di dalam Lingkaran Sihir Teleportasi.


"Yang Mulia! Yang Mulia! Yang Mulia!" teriak Marquess Ballaguisse dengan wajah yang terkejut dan sedih di saat bersamaan.


Rakyat yang menderita sakit langsung ditangani dan diobati hingga sembuh menyebabkan penyebaran penyakit berkurang drastis.


Rakyat yang bahagia dan merasa sangat bersyukur untuk semua bantuan yang tak bisa mereka harapkan pun mulai berterima kasih satu per satu.


"Terima kasih banyak, Dokter! Karena bantuan Dokter dan semuanya kami bisa selamat dari penyakiyt ini!"


"Benar sekali! Jika Dokter tidak datang mungkin saat ini kami sudah mati seperti teman atau saudara kami yang lain!"


"Kalian salah! Jika ingin berterima kasih maka ucapkan itu kepada Yang Mulia Putri Laura dari Kekaisaran Glorious atau Countess Vansfold!" ucap Seorang Dokter dengan senyum yang licik.


"Dia adalah wanita Bangsawan yang memiliki hati yang sangat baik dan seperti malaikat yang tidak bisa melihat penderitaan di depan matanya!" ucap Dokter lain yang juga ada di sana.


Adrian Lopez dan Daniel yang melihat dan mendengar semuanya pun merasa semakin kagum pada Laura.


"Nona yang kita layani sungguh hebat! Aku yakin sebentar lagi pasti akan ada berita besar nantinya!" ucap Daniel yang langsung dibalas dengan anggukan kepala oleh Adrian Lopez.


Bangsawan Kota Harushan dan Bangsawan yang dikirim oleh Raja Illion pun mulai khawatir akan keberadaan Laura dan orangnya tapi tak ada yang bisa mereka bisa lakukan karena memiliki harapan untuk segera kembali ke Ibukota atau Wilayah mereka.


"Sial! Apakah kita akan diam saja sekarang? Kita tidak bisa memberikan semua kredit kepada mereka karena kita yang telah diperintahkan oleh Yang mulia Raja untuk membantu!" ucap salah satu Bangsawan dengan suara yang kesal.


"Jangan mengucapkan kata-kata yang ceroboh! Apakah kau ingin turun dan mengobati Rakyat yang tidak penting itu!" ucap Bangsawan lain dengan wajah yang cuek.


Namun tanpa disadarinya, rencana lain dari Raja Illion dan Laura telah membuat Ibukota terkejut hingga menjadi topik yang hangat.


#Bersambung#


Rencana apakah itu? Bagaimana nasib Bangsawan yang diberi Perintah oleh Raja Illion untuk membantu? Tebak jawabannya di kolom komentar ya ..