
Saat Kesatria yang ditugaskan untuk berjaga saat Pesta Pergantian Musim mendengar suara teriakan yang sangat keras dari Seorang Nona Muda bergerak dengan sangat cepat menuju ke sumber suara.
“Suara apa itu? ayo kita segera pergi melihat? Jangan-jangan telah kedatangan penyusup dalam Pesta Pergantian Musim ini!” ucap salah seorang Kesatria dengan ekspresi wajah yang cemas dengan nada suara yang provokatif.
“Yang kau katakan itu benar. Suaranya berasal dari sana! Ayo kita pergi ke sana!” ucap Kesatria lain yang ternyata ikut mendengar suara teriakan Nona Vatrissa.
Namun saat Kesatria-Kesatria itu sampai, mereka melihat sesuatu yang tak pantas untuk mereka lihat.
“No-Nona! A-apakah anda baik-baik saja?” tanya salah seorang Kesatria dengan ekspresi wajah yang khawatir lalu mengalihkan pandangannya ke arah depan.
“Ya-Yang Mulia Putra Mahkota!” ucap salah Seorang Kesatria yang tiba-tiba keceplosan lalu dengan cepat menutup mulutnya rapat-rapat karena tak ingin kehilangan jabatan dan statusnya.
Nona Vatrissa yang menyadari bahwa hasil dari tindakan impulsifnya telah menarik perhatian banyak Kesatria pun berpura-pura pingsan karena tak ingin menanggung malu yang sama seperti Laura yang memrgoki Tunangannya meniduri wanita lain.
“Aagh!” gumam Nona Vatrissa dengan suara yang lemah lalu secara tiba-tiba kehilangan kekuatan tubuhnya dengan mata yang terpejam.
“No-Nona Vatrissa!” teriak salah Seorang Kesatria dengan ekspresi wajah yang terkejut dan panik langsung menangkap tubuh Nona Vatrissa yang pingsan.
Tak lama setelah adegan pingsan itu, Pangeran Mahkota Richard yang datang bersama Raja Jonathan IV dan Permaisuri Ericka pun melihat tindakan tidak senonoh yang dilakukan oleh Putra Mahkota Lyod.
“Lyod!” teriak Raja Jonathan IV dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang marah dengan tatapan mata yang menunjukkan niat membunuh.
Putra Mahkota Lyod yang mendengar suara teriakan kemarahan dari Raja Jonathan IV menjadi sangat takut.
“Bagiamana ini? Kenapa mereka semua bisa ada di sini?” tanya Putra Mahkota Lyod dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung.
Pangeran Mahkota Richard yang tak ingin kehilangan momen yang pas untuk membatalkan Pertunangannya dengan Nona Martha dan menurunkan posisi Putra Mahkota Lyod pun berjalan maju ke depan.
Pangeran Mahkota Lyod yang berdiri di hadapan Nona Martha pun menatap Nona Martha dengan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mata yang merendahkan.
“Aku, Pangeran Mahkota Richard! Dengan ini menyatakan untuk bahwa Pertunangan kita dibatalkan!” ucap Putra Mahkota Lyod dengan ekspresi wajah dingin.
Nona Martha yang mendengarkan kata-kata yang tak ingin didengarkannya di saat seperti ini itu bagaikan Petir di siang hari.
Nona Martha yang tak ingin pertunangannya dibatalkan pun mencoba memegang tangan Pangeran Mahkota Lyod tapi tangannya ditepis dengan sangat keras.
“Wanita rendahan sepertimu tidak pantas menyentuhku! Jangan pernah muncul lagi di hadapanku!” ucap Pangeran Mahkota Richard dengan nada suara yang dingin.
Pangeran Mahkota Richard yang mengalihkan pandangannya kepada Putra Mahkota Lyod pun tersenyum kecil.
“Sepertinya hubungan kalian sangat baik hingga tidak sabar melakukan hal ini saat Pesta sedang berlangsung!” sindir Pangeran Mahkota Richard dengan tatapan mata merendahkan.
“Putra Mahkota Lyod! Sepertinya tidak ada lagi pertemuan lanjutan untuk menggubah keputusanku! Melihat sikap dan tindakanmu saat ini membuatku yakin bahwa keputusanku sangatlah benar!” ucap Pangeran Mahkota Lyod dengan ekspresi wajah yang dingin.
Pangeran Mahkota Richard yang melihat Nona Vatrissa yang sedang terbaring berpura-pura pingsan karena tidak tahan menahan malu melihat Tunangannya meniduri wanita lain pun merasa sedikit kasihan.
“Yang Mulia Raja Jonathan IV! Aku akan menunggu penjelasan atas perbuatan Putra Mahkota Lyod secepatnya sebelum masalah ini menjadi Perang antar Kerajaan!” ucap Pangean Mahkota Richard dengan ancaman yang nyata lalu meninggalkan ruangan itu bersama Ajudan Mies.
Raja Jonathan IV yang sudah merasa lega karena masalah yang ditimbulkan oleh bawahan Putra Mahkota yang tidak berguna tiba-tiba menjadi khawatir dan takut kembali setelah menyadari masalah serius yang ditimbulkan atas tindakan tidak bermoral dari Putra Mahkota Lyod.
Putra Mahkota Lyod yang menyadari bahwa nasibnya sudah tamat pun menatap Ibunya, Permaisuri Ericka, untuk meminta tolong tapi Permaisuri Ericka.
“I-Ibu...” panggil Putra Mahkota Lyod dengan nada suara yang lemah dengan ekspresi wajah yang memelas meminta pertolongan.
Raja Jonathan IV yang tak bisa memarahi Putra Mahkota Lyod di hadapan semua Kesatria yang datang pun mencoba menahan amarahnya sementara waktu.
“Scott! Bawa Putra Mahkota Lyod kembali ke Istananya dan jangan biarkan Putra Mahkota Lyod keluar dari Istananya sampai ada perintah dariku!” ucap Raja Jonathan IV dengan ekspresi wajah yang marah dengan suara yang lantang.
Scott yang merupakan Ajudan dari Raja Jonathan IV bergerak dengan cepat membantu Putra Mahkota Lyod memakai pakaiannya lalu membawanya pergi meninggalkan tempat itu segera.
Tak lama setelah kepergian Putra Mahkota Lyod, Duke Dregs yang mendengar kabar bahwa Putrinya jatuh pingsan bergegas datang dan melihat Putra Mahkota Lyod berjalan meninggalkan tempat kejadian.
Duke Dregs yang tak memiliki banyak waktu bertanya mengenai yang telah terjadi bergegas menemui Nona Vatrissa.
“Vatrissa! Vatrissa, putriku!” panggil Duke Dregs dengan ekspresi wajah yang sangat cemas dan khawatir di saat bersamaan.
Duke Dregs yang melihat Vatrissa terbaring tidak sadarkan diri dengan cepat mengambil tubuhnya dan tiba-tiba mendengar Nona Vatrissa membisikkan sesuatu ke telinga Duke Dregs.
“Ayah! Putra Mahkota meniduri Tunangan Pangeran Mahkota Richard! Bantu aku untuk mengambil keuntungan dari masalah ini dan batalkan pertunanganku dengannya!” ucap Nona Vatrissa dengan suara yang berbisik yang hanya dapat didengar oleh Duke Dregs.
Duke Dregs yang mengingat kejadian aneh saat dirinya menuju ke tempat Nona Vatrissa berada akhirnya menyadari inti permasalahan yang sebenarnya.
“Yang Mulia Raja! Apa maksud semua ini? Kenapa Putriku bisa jatuh pingsan seperti ini? Lalu kenapa Putra Mahkota keluar dengan pakaian yang berantakan? Dan kenapa Nona Martha, Tunangan dari Pangeran Mahkota Richard terduduk di atas tempat tidur dengan pakaian yang tidak seharusnya?” tanya Duke Dregs dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.
“Yang Mulia, tolong batalkan Pertunangan Putra Mahkota Lyod dan Putriku! Keluarga Duke Dregs tidak ingin terikat Pernikahan dengan Keluarga Kerajaan!” ucap Duke Dregs dengan suara yang tegas.
Permaisuri Ericka yang mendengar permintaan yang sangat mengejutkan dari Duke Dregs mencoba menenangkan Duke Dregs tapi Duke Dregs yang tak ingin mendengarkan apapun pergi meninggalkan Istana Kerajaan bersama Nona Vatrissa yang terbaring tidak sadarkan diri di pelukannya.
“Tu-tunggu! Du-Duke Dregs! Anda tidak bisa membatalkan Pertunangan ini secara sepihak begitu saja! Du-Duke! Tuan Duke!” teriak Permaisuri Ericka dengan ekspresi wajah yang cemas dengan tatapan mata yang ketakutan.
Sementara itu Raja Jonathan IV yang hanya diam saja sejak awal menjadi sangat kesal dan secara sengaja melemparkan vas bunga yang ada di dekatnya ke dinding dengan sangat keras.
“Dasar b*jingan! Beraninya dia melakukan hal yang sangat tidak bermoral itu di sini! apakah dia tidak tau akibat yang ditimbulkan dari tindakan bodohnya itu?” tanya Raja Jonathan IV dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang kesal.
Permaisuri Ericka yang melihat Raja Jonathan IV yang marah berniat untuk menenangkannya tapi secara tak terduga sebuah tamparan keras mendarat di pipi Permaisuri Ericka.
“Kau dan Putramu itu adalah sumber masalahku! Jika perbuatan Putramu ini menyebabkan Perang dengan Kekaisaran Glorious maka aku akan pastikan mengirim Putramu kesayanganmu itu ke Medan Perang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya!” ancam Raja Jonathan IV dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang serius.
Permaisuri Ericka yang mengetahui bahwa Raja Jonathan sangat serius dengan ucapannya pun kehilangan kekuatan tubuhnya.
“Yang Mulia Permaisuri!” teriak beberapa Pelayan yang ada di sekitar Permaisuri Ericka dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang cemas.
“Tidak! Aku tidak bisa membiarkan Putraku pergi ke Medan Perang! Aku tidak bisa jika harus kehilangan dirinya!” ucap Permaisuri Ericka dengan ekspresi wajah yang kebingungan dengan kesadaran yang telah kehilangan setengah.
#Bersambung#
Bagaimana nasib Putra Mahkota Lyod selanjutnya? Apakah yang akan terjadi kepada Nona Martha? Tebak jawabannya di BAB selanjutnya ya...
*Note
Author sedang sibuk di dunia nyata karena akan ada Event di tempat kerja jadi Novel ini tidak akan update selama dua hari dan akan update kembali tanggal 3 Februari 2023.. Mohon pengertiannya ya 🙇