
Laura yang tak ingin bertemu dengan Evans memberikan perintah kepada Rika untuk tidak memberikan izin kepada Evans.
"Jangan khawatir Yang Mulia. Saya pasti akan menjalankan tugas yang diberikan dengan sangat baik!" ucap Rika dengan suara yang tegas dan tekad yang kuat.
Namun, Evans yang tidak bisa diam saja atau pun menutup mata dengan yang terjadi pada Laura setelah semuanya diketahui oleh Putra Mahkota Lyod pun melakukan sesuatu.
"George hubungi Gereja Yoseph bahwa aku Countess Vansfold sedang sakit dan membutuhkan Pendeta untuk mengobatinya." ucap Evans dengan nada suara yang datar dan tatapan mata yang tajam.
"Baik, Tuan!" jawab George dengan ekspresi wajah yang datar dengan kepala tertunduk ke bawah dengan sangat patuh.
"Hmmm, aku juga ingin kau mengirimkan hadiah untuk Laura sebagai permintaan maaf untukku!" ucap Evans dengan ekspresi wajah yang sangat berat sambil menarik nafas panjang.
"Saya akan mendapatkan Perhiasan yang Tuan inginkan segera!" jawab George dengan kepala tertunduk ke bawah.
Sementara itu, Laura yang sedang bersantai di atas tempat tidurnya dengan membaca buku tentang Kekuatan Alam tiba-tiba mendapatkan surat dari seseorang yang dilupakannya.
"Yang Mulia, anda mendapatkan surat dari Nona Tiffany pemilik Toko Kue Sweety yang pernah anda investasikan dulu!" ucap Rika dengan nada suara yang rendah.
"Toko Kue Sweety? Nona Tiffany? Agh! Hmmm, aku ingat!" gumam Laura dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan nada suara yang terdengar bahagia.
Laura yang penasaran dengan isi surat dari Nona Tiffany pun dengan cepat membuka surat tersebut dan membacanya dengan seksama.
Rika yang juga penasaran dengan isinya hanya bisa diam dan menunggu Laura menjelaskannya padanya.
Setelah selesai membaca isi surat tersebut, ekspresi wajah Laura yang bahagia berubah menjadi sangat ceria sehingga membuat Rika semakin penasaran.
"Rika! Ambilkan aku kertas dan pena! Aku ingin membalas pesan dari Tiffany segera!" ucap Laura dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang tegas.
Laura yang telah melupakan Toko Kue Sweety yang telah diinvestasikannya sebelumnya ternyata telah membuka cabang kedua dan memberikan keuntungan yang sangat banyak untuknya pun membalas surat tersebut dengan segera.
"Rika, kirimkan surat ini kepada Nona Tiffanily dengan segera dan katakan bahwa aku akan mengunjungi Toko Kuenya segera!" ucap Laura dengan ekspresi wajah yang serius.
"Saya mengerti, Yang Mulia!" jawab Rika dengan singkat sambil menganggukkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
Lalu saat Rika pergi, Laura yang mengingat hal kedua yang terjadi di Kehidupannya yang dahulu pun memanggil Master Noel.
"Master Noel, aku ingin tau tentang hasil penemuanmu dan Para Penyihir dari Menara Sihir tentang Batu yang ada di dalam Tambang Mineral Shoven?" tanya Laura dengan nada suara yang tegas.
"Berdasarkan informasi terbaru yang saya dapatkan saat ini, Penyihir yang telah kita sewa dari Menara Sihir saat ini sedang membuat penelitian tentang dua batu baru yang ditemukan di dalam Tambang Mineral Shoven." jawab Master Noel dengan ekspresi wajah yang serius.
"Kenapa ada dua batu? Bukankah hanya ada satu batu?" tanya Laura dalam hati dengan alis yang mengkerut.
"Benar, Yang Mulia. Saat saya dan beberapa Penyihir tersebut datang dan memeriksa di dalam Tambang. Salah satu Penyihir dan saya menemukan dua Batu Baru yang sangat aneh karena itulah saat ini kedua batu sedang diteliti!" ucap Master Noel dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
"Lalu, kapan hasil Laporannya akan aku terima?" tanya Laura dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.
"Jangan khawatir Yang Mulia. Saat Hasil Laporannya keluar saya akan langsung memberitau anda masalah ini!" ucap Master Noel dengan mada suara yang tegas.
"Baiklah. Aku mengerti. Aku percayakan masalah ini padamu Master Noel!" ucap Laura dengan senyum yang lembut dan ekspresi wajah yang bersahabat.
Master Noel yang mendapatkan tugas yang sangat penting pun menganggukkan kepalanya lalu menghilang dari hadapan Laura.
"Meskipun aku tidak bisa kemanapun karena luka ini dan hukuman tidak jelas dari Evans tapi aku masih tetap bisa melakukan sesuatu untuk menghancurkan Evans!" ucap Laura dalam hati dengan ekspresi wajah yang kesal.
Laura yang berencana melanjutkan kegiatannya dengan membaca buku tidak menyangka jika George mengetuk pintu dan meminta izin masuk.
"Nyonya, apakah saya boleh masuk?" tanya George dengan ekspresi wajah yang datar dengan nada suara yang dingin.
Laura yang tak ingin diketahui oleh George apapun yang dilakukannya pun dengan cepat menyembunyikan buku yang dibacanya lalu menggantinya dengan Novel yang disediakan oleh Rika untuknya.
"Masuklah!" ucap Laura dengan nada suara yang tegas dan ekspresi wajah yang dingin dengan sikap yang tidak senang karena diganggu membaca Novel.
"Maafkan kelancangan saya, Nyonya. Saya datang untuk menyampaikan bahwa Gereja Yoseph telah setuju untuk membantu menyembuhkan kaki Nyonya dan Nona akan pergi menemui Pendeta Emanuell besok pagi!" ucap George dengan ekspresi wajah yang datar sambil menundukkan kepalanya.
Laura yang mengetahui bahwa Evans pasti akan melakukan seperti saran yang diberikan oleh Putra Mahkota tidak menyangka jika Evans dapat melakukannya dengan sangat cepat.
"Dia telah membuat Gereja membantuku. Itu pasti Evans telah mengeluarkan banyak sekali uang kepada Gereja Yoseph dalam bentuk Donasi karena sangat jarang Gereja akan membantu tanpa ada balasan keuntungan untuk mereka!" ucap Laura dalam hati dengan ekspresi wajah yang dingin.
"Namun... Jangan harap aku akan menuruti perkataan Evans dengan mudah! Aku akan membuatnya semakin banyak mengeluarkan uang!" ucap Laura dalam hati dengan senyum lembut.
"Aku tidak mau! Kakiku sangat sakit dan bahkan aku kesulitan memindahkan kakiku. Bawa Pendeta Emanuell kemari dan mengobati kakiku disini!" ucap Laura dengan nada suara yang tegas dan ekspresi wajah yang serius.
George yang tidak menyangka jika Laura akan membuat permintaan yang sulit tersebut hanya bisa diam dan menganggukkan kepalanya.
#Bersambung#
Apa sebenarnya Batu yang ditemukan oleh Master Noel? Apakah Evans akan menyetujui permintaan Laura? Tunggu jawabannya di Bab selanjutnya ya...