
Putra Mahkota Illion yang mendengar persetujuan Laura meski dengan syarat membuatnya menjadi sangat senang.
"Katakan saja! Apa yang kau inginkan maka aku akan melakukan apapun asalkan kau bersedia menikah denganku?" tanya Putra Mahkota Illion dengan tegas dan percaya diri
"Aku tak ingin Bangsawan dan Rakyat Kerajaan ini membicarakan hal buruk di belalangku" ucap Laura dengan wajah yang sedih.
Putra Mahkota Illion yang mendengar perkataan Laura pun ikut terdiam dan menatap Laura yang sedang duduk di sampingnya.
"Semua yang dikatakan Laura benar. Jika aku mendeklarasikan bahwa aku akan menjadikan Laura sebagai Permaisuriku maka seluruh elemen di Kerajaan ini akan mulai membicarakan hal ini!" ucap Putra Mahkota Illion dalam hatinya.
"Melihat semua yang telah terjadi sampai saat ini. Laura akan mendapatkan penolakan dari semua orang! Kalau begitu aku harus membuat rencana untuk semua ini!" ucap Putra Mahkota dengan percaya diri.
Putra Mahkota Illion yang telah membuat keputusan dan memikirkan rencana untuk menyelesaikan masalah dari Laura pun mengatakannya dengan tegas.
"Jika itu adalah yang kau khawatirkan maka kau tak perlu khawatir karena aku telah menemukan solusinya!" ucap Putra Mahkota Illion dengan senyum yang licik.
Laura yang mendengar perkataan Putra Mahkota Illion pun menjadi sangat senang lalu menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuannya.
Beberapa hari berlalu setelah lamaran secara pribadi diucapkan, Kerajaan Hentallius mengalami perubahan yang drastis.
Putra Mahkota Illion langsung dinobatkan menjadi Raja baru di Kerajaan Hentallius hanya dalam waktu satu minggu dan Viscount Ballaguisse pun naik menjadi Marquess Ballaguisse.
"Hidup Yang Mulia Raja! Hidup Yang Mulia Raja! Hidup Yang Mulia Raja!" ucap semua Rakyat Kerajaan Hentallius secara bersamaan saat melihat Raja Illion Berdiri di atas pintu masuk Istana Kerajaan.
Raja Illion yang telah mendapatkan kekuasaan dan kekuatan yang diinginkannya tak pernah melupakan rencana utamanya setelah kembali ke Ruangannya.
"Apakah kau telah memulai rencana yang telah aku perintahkan?" tanya Raja Illion dengan suara yang datar dengan tatapan mata yang tajam menatap ke arah Istana Rose.
"Jangan khawatir Yang Mulia! Aku telah mengganti Pelayan Mantan Raja Jonathan IV dengan orang kita sehingga dalam waktu satu bulan kita akan mendengar kabar baiknya!" ucap Marquess Ballaguisse dengan percaya diri.
Di saat Raja Illion telah memutuskan untuk menyingkirkan Mantan Raja Jonathan IV selamanya secara tak terduga Pangeran Ketiga Edward yang telah diberi Gelar Granduke Blanchet.
"Selamat atas Penobatanmu Yang Mulia. Aku ikut senang dengan semua ini!" ucap Grabduke Blanchet dengan suara yang ceria dan wajah yang gembira.
"Apa yang kau katakan Edward? Kau adalah adikku. Berhenti memanggilku dengan kata-kata sopan seperti itu saat hanya ada kita di ruangan ini!" ucap Raja Illion yang tidak senang dengan sikap Grandduke Blanchet.
"Hahaha.... Baiklah. Baiklah. Jika itu yang kakak inginkan maka aku akan melakukannya!" ucap Grandduke Blanchet dengan tawa yang keras.
"Hmmm, aku telah menginvestigasi masalah penyebaran penyakit di Kota Harushan dan aku menemukan bahwa penyakit itu telah menyebar dengan sangat cepat sebelum Mantan Permaisuri dihukum Mati!" ucap Grandduke Blanchet dengan wajah yang cuek.
"Kalau begitu aku ingin William mengirim orang untuk menangani penyebaran penyakit itu. Kirim Bangsawan yang merupakan pendukung Lyod! Kita harus membuat mereka mendapatkan hukumannya juga!" ucap Raja Illion yang tak ingin melupakan Bangsawan yang selalu memandang rendah dirinya di masa lalu.
"Hmmm, jangan lupa untuk menyebarkannya saat Bangsawan bodoh itu telah meninggalkan Wilayahnya menuju Kota Harushan!" ucap Raja Illion dengan tatapan mata yang tajam.
"Jangan khawatir Kak. Aku akan melakukanya dengan baik!" ucap Grandduke Blachet dengan percaya diri lalu meninggalkan ruangan bersama Marquess Ballaguisse.
"Aku telah memulai rencanaku dan tunggulah hingga aku bisa membawamu ke Istana ini dengan kepala terangkat!" ucap Raja Illion dengan suara yang tegas lalu memakai jubah hitam.
Sementara itu, Laura yang telah memutuskan untuk kembali ke Kekaisaran Glorious pun bergegas mengemasi barang-barangnya bersama Rika di Kediamannya.
"Butler! Aku serahkan Wilayah ini padamu sementara aku kembali ke Kakaisara Glorious!" ucap Laura dengan wajah yang bahagia.
"Saya akan melakukan tugas yang diberikan dengan baik, Yang Mulia!" ucap Kepala Pelayan dengan kepala tertunduk ke bawah.
Di saat Laura sedang menunggu persiapan kepergiannya yang telah disiapkan oleh Master Noel dan Master Samuel dengan Lingkaran Sihir Teleportasi secara tak terduga pria berjubah hitam muncul.
"Apakah kau tidak bisa muncul dengan cara tidak mengagetkan orang Illion?" tanya Laura dengan wajah yang kesal dengan nada menyindir.
"Maafkan aku. Aku sudah terbiasa seperti ini jadi sangat sulit untuk melepaskan kebiasaan ini." ucap Raja Illion dengan wajah yang pasrah sambil mengangkat kedua tangannya seolah tak ada lagi yang bisa dilakukannya.
"Hmmm, apakah kau sungguh-sungguh ingin meninggalkan Kerajaan ini? Bisakah kau menunda kepergianmu?" tanya Raja Illion dengan wajah yang sedih seperti anak anjing.
"Aku harus kembali sekarang jika tidak maka akan sulit bagiku kembali lagi nanti setelah rencanamu itu dimulai!" ucap Laura sambil memegang pipi Raja Illion dengan senyum yang lembut.
"Lagipula aku harus mengatakan tentang rencana ini kepada Ayah dan kakakku secara langsung. Aku tak ingin mereka kecewa lagi!" ucap Laura dengan wajah yang gembira.
"Hah! Jika itu tujuanmu maka aku tak akan menghalangimu tapi jauh darimu sungguh menyakitkan!" ucap Raja Illion sambil memegang dan mencium punggung tangan Laura dengan tatapan mata yang penuh cinta.
Di saat Laura dan Raja Illion sedang bicara, Rika yang telah menyelesaikan semuanya sambil membawa Laporan sari Master Noel dan Master Samuel pun datang mengetuk pintu.
"Yang Mulia, semua persiapan telah selesai. Semua barang telah dimasukkan ke dalam koper dan lingkaran sihir teleportasi pun telah selesai dibuat!" ucap Rika dengan suara yang datar.
"Aku mengerti. Aku akan segera kesana!" ucap Laura dengan suara yang sedikit tinggi dan tegas sambil menatap Raja Illion yang berdiri di sampingnya.
"Aku harus pergi sekarang. Jaga dirimu dan jaga hatimu dengan baik karena aku adalah wanita pencemburu setelah memutuskan memberikan hatinya!" ucap Laura dengan tatapan mata yang tajam.
"Kau tak perlu khawatir karena yang terjadi padamu di masa lalu tak akan terjadi lagi nantinya!" ucap Raja Illion dengan percaya diri.
"Hmmm, kau boleh mengatakan itu setelah kau melakukan serangkaian tes yang diberikan olehku!" ucap Laura dengan senyum yang licik lalu pergi meninggalkan Raja Illion sendirian.
#Bersambung#