The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 44. Batu Berlian



Laura yang tidak perduli dengan Evans pun berjalan lurus ke depan dengan diikuti Rika di belakangnya dengan kepala terangkat.


Evans yang tidak senang diabaikan pun berteriak di belakang Laura yang membuat Laura tersenyum sinis ke arah Evans.


"Berhenti! Apakah aku telah memberimu izin pergi dari sini?" sindir Evans dewngan kata-kata yang tajam dan kasar membuat Laura tertawa dengan sangat lepas.


"Jika aku ingin pergi lalu kenapa? Kau bahkan tidak punya hal yang bisa membuatkku menurut padamu!" ucap Laura dengan suara yang tegas.


"Jangan bersikap sombong dihadapanku. jika kau tidak ingin kehilangan semua yang kau miliki!" ucap Laura dengan senyum kecil di bibirnya.


Evans yang mendengarnya pun hanya bisa menahan amarahnya dengan mengepalkan kedua tangannya dengan mata yang terbuka lebar.


Laura yang tak ingin melihat Evans lebih lama lagi pun pergi dari tempat itu dan kembali ke kamarnya dengan segera.


Saat di dalam kamar, Laura yang masih mengingat sikap yang ditunjukkan Evans padanya membuat emosi Laura memuncak.


"Sialan! Dia hanya seorang Kesatria yang berasal dari Rakyat Biasa! Dia menjadi seperti sekarang karena aku memilihnya dan itu membuatnya menjadi sombong dan tidak tau diri!" ucap Laura dengan penekanan di setiap katanya.


"Aku akan menceraikanmu dan menghancurkan hidupmu seperti yang kau lakukan padaku dan keluargaku!" ucap Laura dengan mata yang terbuka lebar.


Rika yang tau jika Laura sedang sangat marah pun datang menunjukkan perhatiannya kepada Laura.


"Yang Mulia, saya telah menyediakan teh hangat yang menenangkan dengan beberapa kue cantik yang kita bawa dari Toko Kue Sweety di atas meja. Silahkan Yang Mulia nikmati!" ucap Rika dengan senyum yang lembut.


Laura yang mendengar perkataan Rika pun kembali sadar lalu tersenyum lembut dan duduk menikmati teh dan kue yang dipersiapkan khusus untuknya.


Rika yang melihat perasaan Laura telah kembali ceria kembali pun menjadi sangat senang dan memutuskan untuk keluar dari kamar tersebut membiarkan Laura menikmati makanannya.


Namun Laura yang tidak ingin menikmati teh dan kue itu dengan cara biasa memanggil Master Noel keluar.


Laura yang mengingat kejadian di masa lalu tentang keuntungan yang dimiliki Tatiana di kehidupannya yang lalu pun memutuskan untuk mengambil semuanya.


"Master Noel, apakah penelitiannya mengenai Batu yang ada di dalam Tambang Mineral Shoven telah ada?" tanya Laura dengan tatapan mata yang tajam.


"Sudah Yang Mulia. Ini adalah hasil Penelitian dari Penyihir yang kita rekruit dalam penelian ini!" ucap Master Noel dengan ekspresi wajah yang serius.


Laura yang membaca laporan tersebut tanpa sadar tersenyum sangat cerah dan memutuskan untuk menulis surat untuk Pangeran Kedua Illion.


"Sudah kuduga, akhirnya aku memilikinya. Batu Sihir dan Berlian yang ada di kehidupan Pertamaku sekarang telah sepenuhnya menjadi milikku." ucap Laura dalam hati dengan tatapan mata yang sangat suka hati.


"Rika! Ambilkan pena dan kertas karena aku ingin mengirimkan sebuah surat sekarang!" ucap Laura suara yang tegas.


Rika yang langsung masuk setelah mendengar namanya dipanggil pun melakukan semua yang diperintahkan Laura padanya.


"Ambil ini dan berikan ini kepada orang yang ada di Guild Bulan Merah lalu katakan bahwa surat ini untuk Ketua yang Asli!" ucap Laura dengan ekspresi wajah yang seriua sambil menyerahkan surat tersebut kepada Master Noel.


"Saya akan mengantarkan surat ini dengan sangat cepat Yang Mulia tapi saya harap Yang Mulia tidak keluar dari dalam Kediaman ini saat saya pergi!" ucap Master Noel dengan ekspresi wajah yang cemas.


"Jangan khawatir. Aku tidak berniat keluar lagi karena aku sudah sangat lelah jadi kau bisa tenang. Lakukanlah tugas yang aku berikan padamu dengan baik!" ucap Laura dengan tatapan mata yang dingin.


Master Noel yang mendapatkan janji dari Laura pun merasa lega lalu pergi dari kamar Laura dalam sekejap mata.


Sementara itu, Tatiana yang tidak bisa diam saja saat melihat wajah frustasi dan sedih di wajah Evans pun memutuskan untuk mendekati Evans lebih dulu.


#Bersambung#


Bagaimana cara Tatiana mendekati Evans? Apakah Evans akan terjerat dalam permainan Tatiana? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...