
Pangeran Kedua Illion yang melihat Laura memakai Perhiasan yang dikirimkan olehnya kepada Laura menjadi sangat senang.
“Kalung itu sangat cocok sekali dipakai olehmu!” ucap Pangeran Kedua Illion dengan pujian yang tulus dan senyum yang lembut.
“A-agh! Te-Terima kasih, I-Illion!” ucap Laura dengan suara yang gagap dengan ekspresi wajah yang gugup dengan wajah yang memerah karena malu.
Di saat Laura ingin bertanya mengenai Bisnis Perhiasan yang sedang mereka jalankan tiba-tiba Ajudan Mies berlari ke arah Laura dengan terburu-buru.
“Ya-Yang Mulia! Apakah anda baik-baik saja?” tanya Ajuda Mies dengan suara yang gagap dengan nafas yang tidak beraturan.
“Aku baik-baik saja dan maafkan aku yang telah membuatmu khawatir!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang menyesal.
Ajudan Mies yang menyadari bahwa sikapnya sangatlah tidak sopan dengan cepat meminta maaf dan memperkenalkan dirinya di hadapan Pangeran Kedua Illion secara resmi
“Mohon maafkan sikap saya yang kurang sopan, Yang Mulia. Saya harap Yang Mulia bisa memakluminya. Perkenalkan, saya Mies, Ajudan dari Yang Mulia Pangeran Mahkota Richard dari Kekaisaran Glorious!” ucap Ajudan Mies dengan sangat bangga.
“Senang bertemu denganmu. Kau pasti datang ingin menjemput Laura kalau begitu aku akan izin untuk kembali.” Ucap Pangeran Kedua Illion dengan nada suara yang lembut dan senyum yang ramah.
“Terima kasih untuk arahannya Illion!” ucap Laura dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Pangeran Kedua Illion yang berpamitan kepada Laura pun mencium punggung tangan Laura lalu pergi meninggalkan Laura bersama Ajuda Mies.
Ajudan Mies yang berpura-pura tak melihat yang telah terjadi menutup mulut dan matanya lalu mengawal Laura kembali ke Kediamannya.
Sementara itu, Putra Mahkota Lyod yang tidak berhasil mengancam ataupun mempengaruhi Laura menjadi sangat kesal dan tanpa pikir panjang melemparkan vas bunga yang ada di dekatnya ke tembok.
“Sial! Dasar wanita sombong! Beraninya dia tidak menuruti perkataanku! Apakah dia pikir jika dirinya masih seorang Putri? Hah! Menyebalkan sekali.
Di saat Putra Mahkota Lyod sedang marah tiba-tiba suara wanita muncul dari arah belakang dan dengan lembut memeluk Putra Mahkota Lyod dari belakang.
“Kenapa kau marah-marah Calon Rajaku? Kau tidak perlu menghabiskan tenaga untuk marah-marah. Wanita itu memang selalu seperti itu bahkan sejak awal aku dipilih menjadi Tunangan Pangeran Mahkota Richard!” ucap Nona Martha dengan ekspresi wajah yang marah dan kesal dengan tangan terkepal erat sambil memeluk tubuh bagian belakang Putra Mahkota Lyod.
“Hah! Kau benar! Kau adalah Tunangan dari Pangeran Mahkota Lyod dan kau pasti bisa membujuknya untuk menyetujui Kerjasama itu untukku bukan, sayangku?” tanya Putra Mahkota Lyod dengan nada suara yang terdengar manis dengan senyum yang memikat.
“I-itu... Hmmm, saat ini Richard sedang sangat sensitif karena masalah Countess Vansfold dan aku kesulitan untuk menemuinya jadi...” ucap Nona Martha dengan berbagai alasan dengan ekspresi wajah yang kebingungan.
“Jadi apa? Apa kau tidak bisa melakukan yang aku katakan?” tanya Putra Mahkota Lyod dengan alis yang mengkerut.
“A-aku...” ucap Nona Martha dengan ekspresi wajah yang bingung dengan sikap yang canggung dengan tatapan mata yang tidak fokus.
Putra Mahkota Lyod yang menyadari bahwa Nona Martha adalah orang yang sangat tidak berguna untuknya saat ini melepaskan pelukannya pada tubuh Nona Martha dan mengusirnya keluar.
“Kepalaku sangat sakit dan aku ingin istirahat sebaiknya kau keluar Martha. Pengawal! Antar Nona Martha kembali ke Istananya!” ucap Putra Mahkota Lyod dengan ekspresi wajah yang cuek dengan tatapan mata yang tidak peduli.
Nona Martha yang ternyata telah jatuh cinta kepada Putra Mahkota Lyod dan bahkan telah rela memberikan semua miliknya termasuk tubuhnya kepada Putra Mahkota Lyod menjadi sangat sedih saat dirinya diusir keluar begitu saja.
Putra Mahkota Lyod yang senang karena rencananya untuk menggunakan Nona Martha untuk keuntungannya berhasil pun memberikan kode kepada kedua Pengawal itu untuk keluar.
Putra Mahkota Lyod yang sangat tau cara membuat seorang wanita tunduk kepadanya pun kembali memeluk Nona Martha dan mengatakan kata-kata manis.
“Maafkan aku! Aku tidak bermaksud mengusirmu! Kau sangat mengerti dengan kondisiku yang sedang tidak menguntungkan saat ini, bukan?" tanya Putra Mahkota Lyod sambil memeluk Nona Martha ke dadanya dengan belaian lembut.
“Kau sangat tau bahwa hatiku ini hanya untukmu, bukan?" tanya Putra Mahkota Lyod sambil membisikkan kata cinta di telinga Nona Martha.
"Aku sangat mengerti Lyod. Aku berjanji akan bicara dengan Richard untuk mengubah keputusannya!" ucap Nona Martha dengan tekad yang kuat.
Putra Mahkota Lyod yang senang dapat memanfaatkan Nona Martha untuk mencapai tujuannya pun memeluk Nona Martha dan mengambil keuntungan dari tubuh Nona Martha untuk memuaskan nafsunya.
Di tempat lain, Laura yang akhirnya sampai di Kediaman barunya melihat Adrian Lopez telah menunggu kepulangannya dengan sabar.
“Maafkan aku yang telah membuatmu qmenunggu lama!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang bersalah.
“Tidak, Yang Mulia. Saya yang ingin meminta maaf karena datang terlalu awal. Saya sangat tidak sabar untuk bisa bertemu dan melaporkan semuanya kepada Yang Mulia!” ucap Adrian Lopez dengan sikap gagah dengan kata-kata yang terdengar sangat bijaksana.
Laura yang tak bisa bicara dengan Adrian Lopez segera setelah kepulangannya pun meminta Adrian Lopez menunggu beberapa saat hingga akhirnya Laura selesai mengganti pakaian dan makeup-nya.
“Yang Mulia, ini adalah Laporan keuntungan yang didapatkan sebagai Investor Tunggal pada Toko Kue Sweety dan Laporan Mineral yang ditemukan di dalam Tambang Mineral Shoven!” ucap Adrian Lopez sambil memberikan sebuah dokumen kepada Laura.
“Yang Mulia, ini adalah rencana yang akan dilakukan saat Peresmian Toko Perhiasan diluncurkan dan juga beberapa Perhiasan yang akan di pajang nantinya!” ucap Adrian Lopez yang menunjukkan beberapa lukisan perhiasan kepada Laura.
Laura yang melihat jumlah uang yang didapatkannya dari Toko Kue Sweety menjadi sangat senang dan Laura yang menyadari bahwa Batu yang tak sengaja ditemukan oleh Tatiana di Kehidupannya yang lalu akhirnya ditemukan olehnya lebih awal menjadi sangat bersemangat.
“Dengan Batu ini maka aku akan menjadi orang terkaya di Kerajaan ini dan keuntungan yang didapatkan pun menambah pundi-pundi keuanganku!” ucap Laura dengan senyum yang lebar.
Laura yang melanjutkan pandangan matanya pada gambar perhiasan yang akan dipajang menjadi sangat terpukau.
“Apakah ini semua adalah Perhiasan yang akan dipajang saat Pembukaan Toko?” tanya Laura dengan ekspresi wajah yang tidak percaya.
“Tentu saja, Yang Mulia.” Jawab Adrian Lopez dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
“Wow! Semua Perhiasan yang ada di dalam gambar ini terlihat sangat mewah dan elegan. Aku pun menjadi sangat tidak sabar untuk melihatnya!” ucap Laura dengan penuh semangat.
“Jika Yang Mulia penasaran maka saya dapat membawa Yang Mulia melihatnya lebih awal!” ucap Adrian Lopez dengan percaya diri.
“Hmmm, aku sangat menantikannya tapi aku tak bisa melakukannya saat ini karena masih ada urusan lain yang harus aku pikirkan dan selesaikan!” jawab Laura dengan ekspresi wajah yang sedih dan kecewa di saat bersamaan.
#Bersambung#
Batu apa yang ditemukan Laura di dalam Tambang Mineral Shoven miliknya? Lalu apa yang akan dilakukan Nona Martha untuk meyakinkan Pangeran Mahkota Richard untuk mengubah keputusannya? Tebak di kolom komentar ya..