The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 29. Tambang Mineral Shoven



Laura yang telah memenangkan pertandingan dengan cepat menemui Marchioness Shovetti agar Marchioness Shovetti tidak melarikan diri.


"Kuda nomor dua yang memenangkan Pertandingan dan itu artinya aku telah menang dalam taruhan ini. Kira-kira bagaimana tanggapan Marchioness untuk masalah ini?" sindir Laura dengan senyum yang lembut berdiri di samping Marchioness Shovetti.


Marchioness Shovetti yang tidak pernah berpikir bahwa Laura akan memenangkan Taruhan ini pun menjadi sangat kesal tapi tidak bisa menunjukkannya secara terang-terangan.


"Selamat kepada Countess yang telah memenangkan Taruhan itu. Aku pun ikut senang karenanya!" ucap Marchioness Shovetti dengan senyum yang sedikit kaku.


"Agh, aku pun ikut senang jika Nyonya bahagia tapi Nyonya tidak melupakan tentang Taruhan kita berdua bukan?" tanya Laura dengan senyum yang lebar sambil menunjukkan kertas perjanjian yang telah ditandatangani Marchioness Sovetti.


Marchioness Sovetti yang memiliki harga diri yang tinggi tidak bisa menarik kembali ucapannya meskipun harus mengalami kerugian yang besar.


"Jangan khawatir, Nyonya. Saya tidak akan melupakannya!" ucap Marchioness dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang percaya diri.


"Bagus sekali kalau begitu! Bagaimana dengan memberikan Tambang Mineral yang baru saja Nyonya dapatkan padaku?" tanya Laura dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum lebar.


Laura yang mengingat jika di masa lalu Marchioness Shovetti baru saja mendapatkan Tambang Mineral yang sangat berharga karena terkandung Kristal Sihir yang sangat murni pun memutuskan untuk mendapatkannya


"Orang-orang yang ada di Kerajaan ini tidak memiliki Ahli yang banyak sehingga membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyadari ada sebuah harta berharga yang tersembunyi di dalam Tambang Mineral Tua tersebut.


Marchioness yang berpikir jika Laura akan meminta sesuatu yang sangat berharga tidak menyangka jika Laura akan meminta hal yang bisa dikatakan tidak berharga pun menjadi sangat senang.


"Jika itu yang Nyonya inginkan maka jangan khawatir. Aku akan memberikannya kepada Nyonya dengan senang hati!" ucap Marchionss Sovetti dengan ekspresi wajah yang bahagia.


Laura yang tidak percaya dengan ucapa Marchioness Sovetti yang memiliki niat yang buruk tentangnya pun meminta sebuah kertas lain kepada Rika.


Rika yang mengerti maksud dari Laura pun menyerahkan selembar kertas yang dititipkan Laura kepada Rika saat mereka pergi dari ke Acara tersebut sejak awal.


"Ini adalah surat pernyataan yang menyatakan bahwanya Nyonya akan menyerahkan Tambang Mineral Shoven kepadaku!" ucap Laura dengan senyum yang lembut ke arah Marchioness Sovetti.


Marchioness Sovetti yang sulit percaya dengan yang dilihatnya pun membuka matanya dengan sangat lebar dan akhirnya menandatangi kembali kertas yang diberikan Laura.


"Apakah ini cukup Nyonya Countess?" tanya Marchioness dengan nada suara yang tinggi dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tatapan mata yang tajam.


"Tentu saja. Terima kasih banyak Nyonya. Saya akan menunggu surat kepemilikan Tambang Mineral Shoven dengan tenang!" ucap Laura dengan senyum yang lembut sambil mengambil surat tersebut lalu menyerahkannya pada Rika dan pergi meninggalkan tempat itu.


Laura yang ingin segera mendapatkan hadiah dari Taruhan yang telah dibuatnya pun pergi menemui Viscount Ballanguisse yang menjadi Ketua Guild Bulan Merah dalam bayangan.


Viscount Ballanguisse yang melihat Laura datang menemuinya pun langsung tersenyum cerah dan mengantarkan Laura pergi menemui Pangeran Kedua Illion.


"Silahkan ikuti saya, Nyonya." ucap Viscount Ballanguisse dengan nada suara yang ramah dan senyum yang lebar dan lembut serta tatapan mata yang sangat teduh.


Laura yang tak punya pilihan lain pun pergi mengikuti bersama Rika yang mengikutinya dari belakang dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia.


"Sekarang, aku telah mengubah satu takdir yang terjadi di masa lalu dan aku akan mengubah semua takdir lainnya dengan tanganku ini!" ucap Laura dalam hati dengan senyum yang ramah.


"Salam sejahtera kepada kedua Pangeran...." ucap Laura yang langsung mengucapkan salam Etika saat bertemu Keluarga Kerajaan yang langsung dihentikan Pangeran Kedua Illion.


Laura yang diminta untuk duduk pun segera menempati kurso kosong yang ada di dalam tenda tersebut dan William yang telah melepaskan jabatannya sebagai Ketua Guild Bulan Merah dalam bayang-bayang pun menyeduhkan teh untuk Laura.


"Nona, aku dengan sengaja meminta kepada Kakak untuk bertemu dengan anda karena aku ingin berterima kasih padamu yang telah memberitau kakak jika aku dalam bahaya!" ucap Pangeran Edward dengan nada suara yang terdengar sangat tulus.


"Jika Nyonya tidak megatakannya, saya pasti tidak akan ada lagi di tempat ini dan duduk dengan santai disini. Oleh karena itu, aku mengucapkan banyak terima kasih kepada Nona!" ucap Edward dengan kepala yang tertunduk ke bawah sebagai pembuktian ketulusannya.


"To-tolong jangan seperti Yang Mulia Pangeran. Anda tidak perlu menundukkan kepala anda kepada saya seperti itu. Anda adalah Seorang Pangeran dan anda harus menjaga kepala anda agar terus tegap!" ucap Laura dengan nada suara yang gugup dengan ekspresi wajah yang canggung.


Pangeran Kedua Illion yang menyadari adanya kecanggungan dalam suasana pun dengan cepat mengubah keadaan dan situasi tersenut menjadi lebih nyaman.


"Aku akan memberikan Hadiah Nona. Seperti yang dikatakan dalam Taruhan Pacuan Kuda bahwa Pemenangnya akan mendapatkan uang tiga kali lipat dari jumlah uang yang ditaruhkan!" ucap Pangeran Kedua Illion sambil memberikan sebuah kunci emas milik Laura kembali.


"Saya sudah memasukkan uang hadiah Nona ke dalam Bank Magical atas nama Nona dan Nona bisa melihat dan mengecek langsung!" ucap Pangeran Illion dengan ekspresi wajah bersahabat dengan senyum lebar.


Pangeran Kedua Illion yang memiliki sedikit perdebatan tentang kemenangan Laura pun tak bisa menekan rasa penasarannya dan memutuskan untuk bertanya.


"Nona meminta saya untuk tidak memberikan kesempatan kepada Rakyat Biasa mengikuti Pertandingan ini, apakah Nona sudah tau jika kuda yang Nona pilih akan menang jadi Nona tidak ingin ada orang lain yang akan menang juga selain Nona?" tanya Pangeran Kedua Illion dengan senyum yang lembut dengan tatapan mata yang tajam seperti ular berbisa yang siap mencengkram mangsanya.


"Apa maksud ucapan Yang Mulia. Saya hanya tidak ingin ada Rakyat Jelata yang tidak punya Etika itu memiliki kesempatan untuk mendahului Keluarga Bangsawan!" ucap Laura yang mencoba membuat alasan dengan senyum yang dibuat menjadi senatural mungkin.


"Agh, benarkan itu? Kalau seperti itu aku sangat senang mendengarnya karena saat saya memberikan pengumuman tersebut ada seorang wanita muda mencoba protes!" ucap Pangeran Kedua Illion dengan ekspresi wajah yang lega.


"Ternyata kuda yang dipilih oleh wanita itu sama dengan Nyonya dan jika wanita itu juga diperbolehkan ikut maka dia pasti akan menang bersama Nyonya!" ucap Pangeran Kedua Illion dengan tatapan mata yang tajam mengawasi Laura.


"Hmmm, coba aku ingat! Wanita itu memiliki rambut berwarn perak yang sangat lannjang dan mata yang berwarna merah muda yang siapapun yang melihat kecantikan itu pasti akan jatuh cinta!" ucap Pangeran Illion dengan nada suara yang santai.


"Lalu, apakah Yang Mulia akan menjadikannya Istri anda jika seperti itu?" tanya Laura yang langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi sangat tajam yang membuat tiga pria yang ada di dalam ruangan itu saling pandang karena aura permusuhan yang sangat pekat yang dikeluarkan Laura.


"Ehem! Tentu saja tidak. Saya tidak akan semudah itu mengambil wanita menjadi Istriku apalagi jika wanita itu berasal dari Kalangan Rakyat Biasa!" ucap Pangeran Kedua Illion yang langsung menepis anggapan salah dari Laura.


Laura yang merasakan dan memahami maksud ucapan Pangeran Kedua Illion pun tersenyum lembut kembali yang membuat ketiga pria yang ada di depannya memasang ekspresi wajah curiga kepada hubungan Laura dan Tatiana.


"Kau tidak akan pernah membiarkanmu bersama Pria lain karena baik dikehidupan lalu maupun sekarang. Kau hanya boleh bersama dengan Evans!" ucap Laura dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.


"Seorang Penghianat sangat cocok dengan seorang Pembohong! Kau adalah pasangan yang serasi dengan Evans karenanya aku akan membantu kalian bersama di kehidupan ini!" ucap Laura dalam hati dengan senyum yang jahat.


#Bersambung#


Laura berhasil dalam rencana pertamanya lalu apakah Laura akan berhasil dengan rencana keduanya menyatukan Evans dan Tatiana? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...