
Evans yang sedang dilema karena surat yang ditulis oleh Baron Vernon tiba-tiba melihat Pedang dan baju seragam Komandan Kesatria Suci yang telah dihilangkan posisi itu darinya.
"Pedang! Seragam! Kesatria!" gumam Evans dengan ekspresi wajah yang sedih sambil memegang pedang dan seragamnya.
"Aku adalah kesatria dan kesatria memiliki harga diri yang tinggi! Aku tidak bisa memberikan Tatiana kepada Baron Vernon! Lebih baik aku jadi bangkrut daripada harus kehilangan wajahku di hadapan orang-orang!" ucap Evans yang secara tak terduga telah membuat keputusan dan menghilangkan semua keraguannya.
Evans yang tak ingin goyah lagi pun langsung menulis surat balasan untuk Baron Vernon dan secara tegas menolak menyerahkan Tatiana padanya.
"George! Suruh orang untuk mengantar pesan ini kepada Baron Vernon!" ucap Evans dengan suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang serius.
Evans yang mendapatkan banyak sekali kerugian karena bisnisnya ke Kerajaan Croisen gagal terpaksa harus menjual beberapa aset lain yang dimilikinya.
"Gillian, bagaimana hasil diskusimu dengan Kerajaan Croisen? Apakah mereka memiliki sedikit toleransi?" tanya Evans dengan sedikit harapan terlihat jelas di sudut mata Evans.
"Maafkan saya, Tuan. Diskusi itu tidak berlangsung baik karena Kerajaan Croisen menolak melakukan bisnis kembali dengan kita dan Kerajaan Croisen meminta kesepakatan dilaksanakan!" ucap Ajudan Gillian dengan ekspresi wajah yang serius.
"Lalu berita perceraian Tuan Count dengan Yang Mulia Putri Laura Raynor Glorious dari Kekaisaran Glorious telah sampai di Kerajaan Croisen dan sepertinya hasil diskusi itu juga dipengaruhi oleh berita tersebut!" ucap Ajudan Gillian langsung menundukkan kepalanya tanda permintaan maafnya yang gagal.
Evans yang sudah bisa menyadari bahwa Laura adalah keberuntungannya selama ini merasa sangat menyesal dan sedih.
"Hah! Aku mengerti lalu apakah ada aset yang bernilai cukup tinggi untuk segera dilelang untuk membayar ganti rugi pembatalan kerjasama dengan Kerajaan Croisen?" tanya Ajudan Gillian dengan ekspresi wajah yang bingung.
"Saya kurang tau tentang itu Tuan tapi saya akan segera memberitau anda dan menyerahkan laporannya!" ucap Ajudan Gillian yang tak ingin melakukan kesalahan karena memberikan informasi yang salah.
"Baiklah. Kau boleh pergi sekarang!" ucap evans yang menyerah lalu membiarkan ajudannya meninggalkan ruangannya dan duduk sendirian.
"Hah! Kenapa semuanya menjadi sekacau ini? Apakah Laura masih mau kembali padaku?" tanya Evans pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang lelah.
Sementara itu, Laura yang mendapatkan merpati pesan yang dikirim oleh Marie menjadi sangat senang saat pesan tentang kehancuran Evans telah sangat dekat.
"Hmmm, Evans telah ada hampir di tepi tapi aku belum melihatnya sangat sengsara. Sebaiknya aku percepat saja rencanaku!" ucap Laura dengan senyum yang licik.
Laura yang kembali ke meja kerjanya pun meletakkan burung merpati di atas meja dengan lembut lalu dengan cepat menulis sesuatu di atas kertas dan mengikatnya di pergelangan kaki burung merpati itu dan melepaskannya kembali.
Marie yang menerima pesan dari Laura bergegas pergi menemui Yetti yang ternyata sedang berjalan di lorong membawa beberapa selimut bersih.
"Jika kau ingin mendapatkan keuntungan berlebih temui aku di belakang gudang belakang!" ucap Marie yang berpapasan dengan Yetti dengan suara yang berbisik lalu berjalan meninggalkan Yetti yang terdiam di tempatnya.
Yetti yang terdiam mendengar perkataan Marie pun melihat ke luar Kediaman yang terlihat sangat sepi menurutnya.
"Aku mendapatkan kabar bahwa Kediaman Count Vansfold akan segera bangkrut setelah perceraian Tuan Count dengan Putri Kekaisaran Glorious. Aku tidak bisa pergi begitu saja sebelum mengambil banyak keuntungan lalu mencari pekerjaan lain di Kediaman Bangsawan lain!" ucap Yetti dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Yetti yang tak banyak berpikir berlari di lorong menuju tempat dimana dirinya seharusnya meletakkan selimut yang dibawanya lalu pergi menemui Marie yang telah menunggunya.
"Dimana Marie? Kenapa aku tidak melihatnya di sini? Bukankah dia bilang untuk menemuinya di sini?" ucap Yetti dengan mata yang menyelidik ke segala arah mencari keberadaan Marie.
#Bersambung#
Dimanakah Marie? Apakah Marie akan muncul di hadapan Yetti atau tidak? Lalu apa yang akan dikatakan Marie kepada Yetti? Tebak jawabannya di BAB selanjutnya ya..