The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 85. Kembali untuk Membuat Keonaran



Laura yang menunggu kedatangan Evans pun duduk santai di Taman yang ada di Kediaman baru tersebut sambil meminum segelas teh dengan ditemani Rika dan Daniel.


Evans yang diantar Pelayan menuju tempat Laura berada melihat Laura yang sedang duduk dengan sangat anggun layaknya Seorang Putri mengingat saat pertama kalinta dirinya bertemu dengan Laura di Taman di Kekaisaran Glorious.


"Hmmm, kau terlihat cantik dan anggun saat pertama kali aku melihatmu tapi keegoisanmu membuatku muak denganmu, Laura!" gumam Evans dengan suara yang rendah saat dirinya tiba-tiba menghentikan langkahnya.


Laura yang telah mengaktifkan Kekuatan Anginnya dapat mendengar dengan sangat jelas kata tiap kata yang diucapkan Evans di belakangnya.


"Hmmm, kau muak denganku tapi sekarang kau mengemis untukku! Sungguh ironi!" balas Laura dengan senyum kecil sambil menggelengkan sedikit kepalanya.


Daniel dan Rika yang tak mengerti arti dan maksud dari perkataan Laura hanya diam dan saling berpandangan.


Evans yang telah sampai tanpa basa-basi langsung duduk di kursi yang kosong dan melupakan etika kebangsawanan.


Laura yang sudah mengetahui latar belakang Evans yang sebenarnya tidak heran ataupun kaget dengan yang dilakukan Evans.


"Kau sudah duduk di sini jadi lebih baik kita lupakan saja etika itu dan katakan tujuan kedatanganmu kemari?" tanya Laura dengan kata-kata yang terdengar kasar dengan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mata yang tajam.


Evans yang sudah bisa menebak sikap yang akan ditunjukkan Laura di hadapannya untuk membuatnya berpaling padanya itu pun tersenyum percaya diri.


"Aku ingin membawamu kembali ke Kediaman Count Vansfold. Aku ingin meminta maaf untuk semua yang terjadi. Semua yang terjadi pagi ini adalah kesalahan!" ucap Evans dengan ekspresi wajah yang pura-pura menyesal.


"Membawaku kembali? Meminta maaf? Kesalahan?" ucap Laura yang mengulang perkataan Evans dengan alis yang mengkerut karena bingung.


"Tentu saja. Kau adalah Countess Vansfold tentu saja aku harus membawamu kembali dan di sini bukanlah tempatmu!" ucap Evans dengan percaya diri.


"Aku sungguh minta maaf karena telah menyakitimu, mengabaikanmu dan tidak menyadari perasaanmu yang tulus padaku! Aku sungguh minta maaf! Aku berjanji akan mencoba mencintaimu kali ini!" ucap Evans dengan ekspresi wajah yang awalnya sedih lalu tersenyum lembut sambil menggenggam tangan Laura.


Laura yang tak sudi tangannya disentuh oleh Evans dengan cepat menariknya lalu mengelapnya dengan sapu tangan tanpa sepengetahuan Evans lalu melemparkannya ke arah Rika.


Evans yang melihat Laura hanya diam dan tak merespon apapun perkataannya berpikir bahwa Laura sedang memikirkan semua perkataannya tanpa disadarinya bahwa Laura sudah sangat ingin pergi dari tempat itu.


"Aku ingin mengatakan padamu bahwa yang kau lihat pagi ini sungguh sebuah kesalahan. Aku tidak tau jika semalam aku menghabiskan waktu bersamanya. Aku pikir jika malam itu aku sedang menghabiskan malam yang indah bersamamu, Laura!" ucap Evans dengan ekspresi wajah yang sedih.


"Malam yang indah? Jangan membuatku muntah mendengarnya! Jika malam itu aku maka saat ini aku pasti sudah gemetar ketakutan dengan perlakuan kasarmu di malam pertamaku!" ucap Laura dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.


"Wanita itu yang menggodaku! Dia yang beralasan membawakan selimut ke dalam kamarku dan menggodaku hingga aku yang mabuk salah mengenalimu!" ucap Evans yang perlahan menaikkan nada suaranya.


"Wanita itu yang salah. Dia yang telah naik ke atas tempat tidurku dan menggodaku! Aku sungguh tidak bersalah, Laura. Kumohon maafkan aku dan kembalilah!" ucap Evans dengan nada suara yang memohon sambil berlutut dengan satu kaki di lantai sambil memegang tangan Laura lagi.


Laura yang melihat sikap romantis Evans tidak merasa terharu ataupun tersentu sama sekali justru perasaan jijik dan ingin muntah yang muncul.


"Aku akan kembali ke Kediaman itu tapi untuk menyelesaikan beberapa hal dan mengambil beberapa benda!" jawab Laura dengan ekspresi wajah yang cuek.


Evans yang tau jika Laura pasti kembali pun ingin mengatakan sesuatu tapi Laura telah menghilang dari hadapannya bersama Rika dan Daniel.


Laura yang tak ingin kembali ke Kediaman Vansfold tanpa persiapan yang matang pun menulis surat kepada Pangeran Mahkota Richard dengan menggunakan Sihir Teleportasi yang dibuat oleh Master Noel.


"Master Noel! Bisakah kau mengirim ini agar segera sampai?" tanya Laura dengan ekspresi wajah yang penuh harap.


"Ya, Yang Mulia. Jangan cemas. Surat ini akan sampai dalam hitungan detik ke tangan Yang Mulia Pangeran Mahkota?" ucap Maste Noel dengan ekspresi wajah yang serius.


"Jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja dan bisakah kau jual semua hadiah-hadiah ini? Aku tidak menginginkan bendanya tapi aku menginginkan uangnya?" jawab Laura dengan senyum yang lebar.


"Tentu saja, Yang Mulia. Saya akan menjualnya dengan harga yang tinggi!" jawab Pyrex dengan suara yang tegas dengan tubuh yang tegap.


"Terima kasih!" jawab Laura dengan singkat lalu pergi menaiki kereta kuda yang berlainan dengan Evans.


Evans yang ingin protes dengan tindakan Laura ditahan oleh Gillian yang datang bersama Evans.


"Tuan, anda harus bersabar. Anda tidak boleh marah karena hal kecil seperti ini jika tidak rencana anda untuk membuat Nyonya kembali akan sia-sia!" ucap Gillian dengan tatapan mata yang tajam sambil memperbaiki kaca matanya yang tidak berantakan.


Tak butuh waktu lama, Laura yang telah berada di kereta kuda selama setengah jam akhirnya sampai di Kediaman Count Vansfold.


Laura yang akan turun dari kereta kuda melihat Evans telah merentangkan tangannya untuk membantu Laura turun tapi Laura yang tak sudi untuk menerima uluran tangan Evans turun dengan sendirinya.


Evans yang menyadari bahwa Laura masih marah padanya pun menerima semua tindakan Laura berdasarkan saran dari Ajudannya, Ajudan Gillian.


Laura yang melihat semua Pelayan telah berdiri di depan menyambutnya bersama Seorang Wanita yang sangat dikenalnya itu pun tersenyum kecil.


"Madam Rollesh! Ibu Mertuaku tersayang! Kita bertemu kembali di Kehidupan ini! Tidak disangka pertemuan kita lebih awal dari Kehidupanku yang dulu dan kau masih sama seperti dulu, Ibu Mertuaku tersayang!" ucap Laura dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.


"Di kehidupanku yang lalu, kau mendukung semua perbuatan Evans bahkan kau tidak menyalahkannya yang berselingkuh dengan Tatiana karena kau pun melakukan hal yang sama dengan Tatiana untuk menaikkan statusmu!" ucap Laura dalam hati dengan ekspresi wajah yang dingin.


"Senang bertemu kembali dengan anda, Madam Rollesh!" ucap Laura dengan ekspresi wajah yang bersahabat dengan senyum yang lembut.


Madam Rollesh yang mendengar perkataan Laura pun menjadi sangat kesal tapi tak bisa melakukan apapun karena Evans menatap tajam ke arah dirinya.


"Benar. Aku pun senang sekali bisa melihatmu kembali lagi ke Kediaman ini!" ucap Madam Rollesh dengan nada suara yang ramah.


Laura yang tidak ingin melayani Madam Rollesh bicara pun mengabaikannya dan masuk ke dalam bersama Rika dan Daniel menuju kamarnya.


Madam Rollesh yang melihat Laura berjalan dengan angkuh dan mengabaikannya menjadi sangat kesal tapi tetap bersabar.


"Rika! Kemasi semua pakaian dan perhiasanku yang ada di ruangan ini dan periksa apakah ada yang hilang!" ucap Laura dengan nada suara yang tegas.


"Daniel! Ambil berkas yang ada di dalam lemariku dan periksa semua Harta yang aku bawa ke Kerajaan Hentallius lalu periksa semua Harta tersebut! Aku ingin semuanya kembali saat perceraianku dikabulkan Yang Mulia Raja Jonathan IV!" ucap Laura dengan tatapan mata yang tajam.


Keduanya bergerak dengan sangat cepat dan efisien hingga pada akhirnya keduanya menemukan sesuatu hal yang salah.


"Yang Mulia, ada beberapa pakaian dan perhiasanmu menghilang dari tempat penyimpananmu!" ucap Rika dengan ekspresi wajah yang serius.


"Yang Mulia, saya menemukan bahwa semua emas yang anda bawa saat menikah telah digunakan oleh Tuan Count untuk memulai bisnis dan juga perbaikan Kediaman Count Vansfold di Wilayahnya!" ucap Daniel yang dengan cepat memberikan jawaban atas perintah Laura.


"Hmmm, sungguh menarik! Apakah kita harus segera memulai pertunjukan menariknya?" tanya Laura kepada Rika dan Daniel dengan senyum yang lebar.


#Bersambung#


Pertunjukan apa yang akan dilakukan Laura di Kediaman Count Vansfold? Siapa yang mengambil barang milik Laura? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..