The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 93. Dekrit Kerajaan



Semua orang yang melihat Raja Jonathan IV berdiri dengan tegap pun segera menghentikan aktifitasnya dan mendengarkan yang akan diumumkan.


Duke Dregs yang menjadi Menteri dan orang kepercayaan Raja Jonathan IV pun memanggil Evans dan Laura ke depan.


“Count Evans Vansfold dan Countess Laura Raynor Vansfold! Silahkan berdiri ke depan!” ucap Duke Dregs dengan suara yang lantang sambil berdiri di samping Raja Jonathan IV.


Laura dan Evans yang dipanggil namanya pun bergegas berdiri di hadapan Raja Jonathan IV dengan kepala tertunduk ke bawah.


“Aku Raja Jonathan Carls Hentallius IV memberikan pengumuman bahwa Perceraian antara Count Evans Vansfold dan Countes Laura Raynor Vansfold dikabulkan!” ucap Raja Jonathan IV dengan suara yang lantang.


Evans yang tidak terima dengan keputusan yang diumumkan oleh Raja Jonathan IV berniat untuk protes tapi langsung ditegur oleh Duke Dregs.


“Tuan Count! Jaga sikapmu!” teriak Duke Dregs dengan suara yang lantang dengan tatapan mata yang tajam yang membuat Evans terdiam dan menundukkan kepalanya dengan patuh.


“Setelah perceraian ini diumumkan maka Count Vansfold harus mengembalikan semua Mas Kawin yang dibawa oleh Countess Vansfold saat menikah secara penuh!” ucap Raja Jonathan IV dengan suara yang lantang dengan tatapan mata yang tajam.


Evans yang tidak rela harus mengembalikan semua harta yang dibawa Laura karena jumlahnya yang sangat besar menjadi sangat kesal.


“A-apa? Tidak! Aku tidak bisa mengembalikan semuanya!” ucap Evans dalam hati dengan tangan terkepal sangat erat lalu saat Evans ingin mengatakan sesuatu Raja Jonathan melanjutkan kata-katanya kembali.


“Tak hanya itu Count Vansfold harus melakukan ganti rugi untuk semua yang dialami oleh Countess Vansfold dengan menyerahkan setengah Wilayah Kekuasaan Count Vansfold kepada Countess Vansfold!” ucap Raja Jonathan IV lagi dengan wajah yang datar.


Evans yang terus menahan kekesalannya pun mengangkat kepalanya karena tak terima jika Kekuasaannya harus terbagi dengan Laura tapi saat dirinya melakukan itu secara tidak sengaja Evans merasakan aura membunuh yang sangat kuat keluar dari Raja Jonathan IV dan Duke Dregs secara bersamaan.


Evans yang tidak bisa menerima itu semua pun menundukkan kepalanya secara paksa dan mengubah ekspresi wajahnya menjadi pucat.


Laura yang melihat Evans yang menderita menjadi sangat senang dan tersenyum dengan sangat lebar dan begitu pula dengan Pangeran Mahkota Richard serta yang lainnya dari Kekaisaran Glorious.


“Aku akan memberikan pengumuman terakhir bahwa Pernikahan Count Vansfold dan Nona Tatiana akan dilaksanakan satu bulan dari sekarang!” ucap Raja Jonathan dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang bahagia.


Evans yang tidak bisa terima atas keputusan terakhir yang disampaikan oleh Raja Jonathan IV secara tak sadar berdiri dengan tegap dan menolak keputusan itu.


“Yang Mulia! Mohon tarik kembali keputusan anda!” ucap Evans dengan suara yang lantang lalu berlutut kembali dengan kepala tertunduk ke bawah.


“Keputusan ini tidak bisa ditarik kembali dan ini adalah dekrit yang harus kau jalankan Count Vansfold! Jika kau menolaknya maka Kerajaan bisa menganggap bahwa Count Vansfold merencanakan Kudeta kepada Keluarga Kerajaan!” ucap Raja Jonathan dengan ekspresi wajah yang dingin.


Evans yang mendengar ancaman yang tidak main-main yang dikatakan Raja Jonathan kepadanya merasa seluruh dunianya runtuh.


Evans yang tak ingin kehilangan nyawanya atas tuduhan Kudeta pun menyerah dan menerima semua keputusan yang telah dibuat.


“Saya menerima semua dekrit yang telah diberikan, Yang Mulia!” ucap Count Vansfold sambil mengangkat tangannya seolah siap menerima dekrit yang diberikan.


Laura yang sangat bahagia karena semua keinginannya telah dikabulkan oleh Raja Jonathan IV tanpa ada satu yang kurang pun mengucapkan rasa syukurnya.


“Terima kasih untuk keputusannya, Yang Mulia!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang lebar.


“Keputusan yang sangat bijak, Yang Mulia. Saya, Pangeran Mahkota Kekaisaran Glorious, mewakili Ayahanda mengucapkan terima kasih!” ucap Pangeran Mahkota Richard dengan ekspresi wajah yang bahagia.


“Agh, mengenai Perjanjian Kerjasama yang terjalin selama ini. Saya berjanji sebagai Pangeran Mahkota dari Kekaisaran Glorious dan juga Kaisar Masa Depan Kekaisaran Glorious akan menjamin bahwa tidak akan ada yang bisa menghancurkan kerjasama ini selama hubungan baik yang terjalin ini baik-baik saja.” ucap Pangeran Mahkota Richard dengan suara yang lantang.


Setelah pengumuman itu diucapkan tak ada seorangpun yang akan memandang rendah ataupun menghina Laura secara terbuka jika tidak akan mendapatkan akibat dan nasib yang buruk seperti Count Vansfold.


Putra Mahkota Lyod yang melihat Evans sebagai orang yang tidak berguna lagi baginya pun memberikan perintah khusus kepada Ajudannya.


“Keluarkan Count Vansfold dari Kesatuan Kesatria Suci dan aku tak ingin melihat wajahnya lagi di hadapanku!” ucap Putra Mahkota Lyod dengan ekspresi wajah yang marah.


Putra Mahkota Lyod yang sebenarnya dalam suasana hati yang buruk tak memiliki pilihan lain saat tanggung jawabnya sebagai Putra Mahkota harus dilaksanakan.


Putra Mahkota yang harus melakukan dansa pertama sebagai Perwakilann Keluarga Kerajaan untuk memulai Pesta Pergantian Musim pun mengajak Tunangannya, Nona Vatrissa Blarish Dregs untuk melakukan dansa pertama.


“Nona Vatrissa Blarish Dregs bolehkah aku mendapatkan kesempatan langka ini untuk mendapatkan dansa pertamamu?” tanya Putra Mahkota Richard dengan senyum yang lebar dengan ekspresi wajah yang bahagia.


“Dengan senang hati Yang Mulia!” jawab Nona Vatrissa dengan senyum yang lebar dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil menyambut uluran tangan Putra Mahkota Lyod.


Laura yang melihat Putra Mahkota Lyod tetap berdansa setelah semua yang terjadi pun tersenyum kecil dengan tatapan mata yang tajam.


“Hmmm, kau masih bisa tersenyum saat salah satu pion terbaikmu disingkirkan. Ayo kita lihat, apakah kau masih bisa tersenyum saat perselingkuhanmu dengan Nona Martha diketahui oleh Tunanganmu yang cantik itu?” tanya Laura pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang bahagia.


Laura yang sedang memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada Putra Mahkota Lyod saat rencana selanjutnya tercapai menjadi sangat terkejut saat Pangeran Mahkota Richard secara tiba-tiba membungkukkan tubuhya dan mengajaknya untuk berdansa.


“Nonaku yang cantik, maukah kau berdansa denganku?” tanya Pangeran Mahkota Richard dengan senyum yang lebar dengan tatapan mata yang lembut.


“Tentu saja!” jawab Laura dengan jawaban yang singkat dengan senyum lebar dan ekspresi wajah yang bahagia.


Laura yang berdansa dengan sangat bebas pun tersenyum bahagia dan melupakan semua masalah yang dihadapinya.


Namun saat dansa itu berakhir tiba-tiba Laura mendapatkan ajakan dansa dari dua orang yang tak terduga hingga membuat semua orang yang ada di Pesta terkejut.


“Laura, maafkan atas semua kesalahanku. Bisakah aku mendapatkan dansa keduamu sebagai pertanda bahwa kau telah memaafkanku?” tanya Evans dengan ekspresi wajah yang lembut dengan senyum yang lebar sambil mengulurkan tangannya ke arah Laura.


“Yang Mulia Putri, suatu kehormatan bagiku jika anda bersedia memberikan dansa keduamu kepadaku!” ucap Pangeran Kedua Illion yang dengan sengaja menyalip Evans karena tak ingin kalah lagi untuk kedua kalinya.


Evans dan Pangeran Kedua Illion yang tak ingin mengalah satu sama lain pun saling berpandangan dengan aura bersaing yang tinggi.


Raja Jonathan IV yang melihat Putra keduanya yang mengambil inisiatif untuk mendekati Laura pun tersenyum puas yang membuat Putra Mahkota Lyod menjadi kesal.


#Bersambung#


Waw, Evans tidak tau malu sekali mengajak Laura untuk berdansa setelah permohonan perceraian dikabulkan oleh Raja Jonathan IV. Lalu siapa yang akan dipiliha Laura nantinya Evans atau Pangeran Kedua Illion? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..