The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 79. Protes Terbuka



Laura yang tertidur sejenak tiba-tiba terbangun karena merasa melupakan sesuatu hal yang penting.


“Rika! Rika!” panggil Laura dengan suara yang tinggi dengan ekspresi wajah yang panik dengan ekspresi wajah yang cemas.


“Apa ada yang bisa saya bantu, Yang Mulia?” tanya Rika yang telah datang menemui Laura dengan ekspresi wajah yang datar.


“Panggil Adrian dan Daniel kemari! Aku punya pekerjaan untuk keduanya!” ucap Laura dengan suara yang tegas.


“Baik, Yang Mulia!” ucap Rika dengan ekspresi wajah yang sopan sambil menundukkan kepalanya dengan patuh lalu pergi meninggalkan ruangan Laura.


Tak butuh waktu lama, Rika yang mendapatkan tugas dari Laura telah muncul kembali bersama Daniel dan Adrian Lopez.


“Yang Mulia, apakah anda memanggil kami berdua datang?” tanya Adrian dengan ekspresi wajah yang datar dengan sikap yang sopan.


“Benar! Aku ingi memberitau kalian bahwa saya telah meninggalkan Kediaman Count Vansfold dan aku tidak berniat untuk tetap menjadi Countess karena aku akan mengajukan cerai!” ucap Laura dengan suara yang tegas sambil melihat ekspresi kedua Administratornya.


“Jika kalian ingin bekerja untuk Kediaman Count Vansfold maka kalian boleh meninggalkan tempat ini tapi jika kalian ingin tetap mengikutiku maka aku akan menerima kalian dengan senang hati karena aku sendirilah yang telah memilih kalian!” ucap Laura dengan senyum yang lembut.


“Saya akan mengikuti Nyonya kemanapun Nyonya pergi. Saya telah bersumpah akan menberikan loyalitasku kepada orang yang telah menyelamatkan Ibuku jadi Nyonya tolong jangan buang aku!” ucap Daniel yang langsung berkata sebelum Adrian sempat mengatakan apapun sambil berlutut di hadapan Laura.


“Saya pun akan loyalitas kepada Yang Mulia. Tolong Yang Mulia terimalah kami!” ucap Adrian Lopez dengan ekspresi wajah yang serius.


“Aku senang mendengarnya jadi mulai sekarang kalian bekerja untukku dan tolong jangan panggil aku Nyonya karena aku akan meninggalkan status itu segera lalu kembali menjadi Putri Kekaisaran Glorious!” ucap Laura dengan senyum yang lembut.


“Baik, Yang Mulia!” ucap Daniel dan Adrian Lopez secara bersamaan dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan air mata terharu.


Laura yang telah mendapatkan loyalitas dari dua orang administrator yang berbakat menjadi sangat senang.


“Aku punya tugas penting untuk kalian dan aku ingin kalian segera ke Pengadilan Kerajaan untuk menyampaikan permintaan perceraianku kepada Count Evans Vansfold!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang serius.


“Lakukan itu secepatnya dan jangan sampai orang dari Kediaman Count Vansfold mengetahui ini!” ucap Laura dengan tatapan mata yang tajam.


“Bai, Yang Mulia!” jawab Adrian Lopez dan Daniel secara bersamaan dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.


Tak lama setelah kepergian Adrian Lopez dan Daniel, Master Noel yang telah kembali setelah melaksanakan tugas dari Laura segera melapor.


“Yang Mulia, Pangeran Ketiga Edward telah mendapatkan surat tersebut dan Kabar Eksklusif dari Surat Kabar Highlight akan segera menyebar ke seluruh tempat!” ucap Master Noel dengan ekspresi wajah yang percaya diri.


“Bagus! Sekarang kita hanya perlu istirahat dan menunggu angin ini akan menuju ke arah mana!” ucap Laura dengan senyum misterius.


“Richard! Akhirnya kau kembali juga. Aku senang bisa melihatmu!” ucap Nona Martha dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang lebar.


Pangeran Mahkota Richard yang sudah mengetahui semua kejahatan yang disembunyikan Nona Martha di belakangnya ternyata tidak bisa berpura-pura baik.


“Kenapa kau kemari? Apakah kau tidak tau jika aku sangat sibuk?” tanya Pangeran Mahkota Richard dengan nada suara yang datar dengan ekspresi wajah yang cuek.


“Ri-Richard... Kenapa kau seperti ini kepadaku? Apakah aku pernah melakukan kesalahan? Kenapa kau bersikap dingin padaku padahal aku sudah jauh-jauh ikut kemari untuk menemanimu?” tanya Nona Martha yang memulai bermain peran sebagai korban dengan air mata yang dengan sangat cepat turun membasahi wajahnya.


Pangeran Mahkota Richard sebenarnya sangat ingin mengusir Nona Martha keluar dari ruangannya dan membatalkan Pertunangan mereka lalu membuka hubungan gelap antara Nona Martha dan Putra Mahkota Lyod tapi karena permintaan Laura, Pangeran Mahkota Richard terpaksa harus bertahan.


“Apakah aku memintamu ikut? Bukankah kau sendiri yang memaksa sambil menagis seperti ini untuk ikut denganku?” sindir Pangeran Mahkota Richard dengan ekspresi wajah yang cuek.


Nona Martha yang tak pernah mengalami pengabaian selama ini menjadi sangat terkejut dan juga malu.


“Richard! Apa yang kau katakan? Apakah kau tidak tau jika itu sangat tidak sopan kau katakan kepada Seorang Nona Bangsawan?” teriak Nona Martha dengan suara yang meninggi dengan ekspresi wajah yang kesal.


“Tidak sopan? Siapa yang tidak sopan sebenarnya? Aku ataukah dirimu, Martha? Kau masuk ke Ruangan ini tanpa izin dariku, apakah itu sopan yang kau maksud, Martha?” sindir Pangeran Mahkota Richard dengan ekspresi wajah yang dingin dengan aura mengancam.


Nona Martha yang tidak bisa berkata lagi setelah mendengar semua kata-kata kasar yang diucapkan oleh Pangeran Mahkota Richard dengan mudanya menjadi terkejut.


Lalu saat Nona Martha tersadar dari lamunan dan ketidakperyan pada kenyataan semua telah terlambat karena Pangeran Mahkota Richard telah memberi perintah untuk mengusirnya keluar.


“Hah! Sungguh wanita yang tidak tau malu! Dia masih berani memanggil namaku dan bersikap sangat manis seperti setelah malam-malam panas yang dilakukannya dengan Pangeran dari Kerajaan musuh!” sindir Pangeran Mahkota Richard yang merasa lebih lelah dari masalah yang ada.


“Hmmm, aku ingin istirahat dan aku ingin kembali ke Kekaisaran Glorious tapi sebelum kembali aku harus membantu Laura menyingkirkan parasit tidak berguna di sekitarnya!” ucap Pangeran Mahkota Richard dengan tekad yang kuat.


Pangeran Mahkota Richard yang ternyata telah memberikan tugas khusus kepada Ajudannya terkait masalah Laura pun menjadi penasaran dengan hasilnya.


“Apakah kau sudah mengirim Protes Terbuka yang mengatasnamakan Kekaisaran Glorious tentang sikap tidak sopan Count Vansfold, Mies?” tanya Pangeran Mahkota Richard dengan nada suara yang serius dengan ekspresi wajah yang dingin.


“Jangan khawatir, Yang Mulia. Saya telah melakukan seperti yang anda katakan! Saat ini pasti Surat Protes tersebut telah ada di tangan Raja Jonathan Carl Hentallius IV!” ucap Ajudan Mies dengan ekspresi wajah yang percaya diri.


“Bagus! Sekarang kita tinggal menunggu dan melihat apa yang akan dilakukan oleh orang-orang bodoh dari Kerajaan ini untuk menenangkan hati Seorang Kakak yang terhianati ini!” ucap Pangeran Mahkota Richard dengan senyum misterius.


#Bersambung#


Apa yang akan terjadi selanjutnya? Hal apa saja yang akan terjadi pada Kerajaan Hentallius? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..