
Ajudan Gillian yang tak ingin kehilangan nyawanya bersama George yang ada di sampingnya pun saling berpandangan dan meyakinkan Evans untuk menandatangani kertas yang diberikan Laura.
"Tuan Count, tolong tahan emosimu! Jangan sampai hal ini menjadi masalah besar nantinya!" ucap George dengan suara yang lembut mencoba menenangkan Evans yang marah.
"Benar yang dikatakan oleh Kepala Pelayan, Tuan. Anda harus tenang agar bisa memikirkan solusi dalam masalah ini!" ucap Ajudan Gillian yang pada akhirnya bisa melunakkan ekspresi wajah Evans yang tegang.
"Tuan Count, tolong ingatlah ini. Jika anda marah dan melemparkan kerta yang diberikan Nyo... Hmmm, Yang Mulia Putri lagi seperti sebelumnya maka nyawa Tuan dan semua orang akan melayang!" ucap Ajudan Gillian yang mengingatkan Evans akibat terburuk yang akan dirasakannya.
Evans yang mendengar perkataan Ajudan Gillian pun mengepalkan tangannya dengan erat sambil menggretakkan giginya karena kesal.
"Tuan Count hanya bisa membalas penghinaan ini jika Tuan masih hidup tapi jika Tuan tiada maka Nyo... Maksudku Yang Mulia Putri yang akan menang dan tertawa bahagia di akhir karena mendapatkan semuanya!" ucap Ajudan Gillian yang pada akhirnya benar-benar membuat Evans tenang.
Evans yang tak ingin hancur sendirian setelah semua yang terjadi pun duduk kembali dan menandatangani dokumen yang ada di depannya tanpa membacanya lagi.
Laura yang melihat kebodohan Evans pun tersenyum bahagia dengan kemenangannya tapi tertawa kecil untuk kebodohannya yang mencintai orang yang salah.
Daniel yang sangat cekatan pun mengambil dokumen yang telah ditandangani oleh Evans dan menyimpannya ke tempat yang sangat aman karena takut Evans aka menghancurkannya lagi.
Adrian Lopez yang tak lupa akan tugasnya pun bertepuk tangan dengan keras lalu tiba-tiba Kesatria dalam jumlah yang banyak muncul di belakang Laura dengan menggunakan teleportasi yang ternyata dibuat oleh Master Noel yang selalu ada di sisi Laura.
"Cepat ke Ruangan Harta di Kediaman ini dan ambil semua Mas Kawin yang aku bawa ke Kediaman ini! Jangan tinggalkan satu koin pun!" ucap Laura yang telah berdiri dengan suara tegas lalu menatap tajam ke arah George yang hanya diam saja.
George yang tau maksudnya itu pun mengalihkan pandangannya ke arah Evans yang hanya bisa menatap ke arah lain dengan kepala tertunduk pun menyerah.
George yang mengantar semua Kesatria Kekaisaran Glorious ke Ruangan Harta Karun di Kediaman Count Vansfold membuat Kesatria itu dapat dengan cepat memindahkan Harta tersebut satu per satu karena kerjasama yang baik antara Adrian Lopez dan Daniel dalam mengosongkan Harta milik Evans.
Sementara itu, Laura yang duduk dengan santai sambil meminum teh yang diseduh oleh Rika yang ikut datang bersamaan dengan Kesatria dari Lingkaran Sihir Teleportasi.
Tatiana yang terkurung di dalam ruangannya menjadi sangat penasaran dengan suara berisik yang ada di luar kamarnya pun mencoba membuka pintu kamarnya dengan perlahan.
Namun tak ada seorangpun penjaga yang berjaga di hadapan kamarnya seperti sebelumnya sehingga membuat Tatiana dapat keluar dengan mudah.
"Pintunya... terbuka... Pintunya tidak terkunci dan dijaga lagi!" ucap Tatiana dengan wajah yang gembira dengan nada suara yang sangat bersemangat.
Tatiana yang tak mengerti yang telah terjadi hanya menatap bingung akan keadaan yang berubah secara drastis tapi Tatiana yang tak ingin terlihat bodoh pun menarik Pelayan yang ada di dekatnya dan memaksanya untuk bicara.
"Katakan padaku! Apa yang telah terjadi sebenarnya? Kenapa wanita itu masih ada di sini? Lalu kenapa semua harta yang menjad milik Tuan Count dibawa olehnya? Dimana... Dimana Tuan Count sekarang? Kenapa Tuan Count tidak menghentikannya melakukan semua ini?" tanya Tatiana dengan tatapan mata yang penasaran dan rasa ingin tau yang tinggi.
Laura yang melihat Tatiana memaksa Pelayan bicara karena tak tau situasi yang hadapinya pun tersenyum licik lalu berdiri dan kembali ke kereta kuda miliknya setelah tak ada lagi yang bisa diambil lagi.
Pelayan yang dipaksa oleh Tatiana pun tak punya pilihan lain selain bicara karena kuku tajam milik Tatiana telah menembus pakaian dan kulitnya hingga terasa sakit.
"Nyonya... Maksudku Yang Mulia Putri kembali ke Kediaman ini karena ingin mengambil Mas Kawin yang dibawanya saat menikah dan sertifikat tanah yang telah dititahkan Yang Mulia Raja sebagai kompensasi Perceraian!" ucap Pelayan itu dengan wajah yang meringis kesakitan.
"Jadi semua harta itu adalah Mas Kawin yang dibawa olehnya kemari! Lalu bagaimana dengan harta yang tersisa? Apakah Tuan Count akan bangkrut?" tanya Tatiana dengan suara yang pelan dengan ekspresi wajah yang terkejut.
George yang melihat Tatiana terduduk di lantai dan mendengar gumaman kecil Tatiana pun menggretakka giginya keras karena kesal dengan situasi buruk yang terjadi.
George yang tak bisa membuat Evans keluar dari ruangan dan melihat Tatiana yang menjadi sumber masalahnya keluar dari kamarnya dengan cepat memberikan kode kepada Penjaga untuk membawa Tatiana kembali.
Tatiana yang dipegang tangannya menolak untuk kembali ke kamarnya yang sempit dan gelap itu memberontak tapi George yang tak bisa menahan emosinya pun menampar wajah Tatiana.
"Kau bukanlah Nyonya Kediaman ini ataupun Bangsawan! Jangan bersikap tinggi hadapanku sementara semua yang terjadi pada Tuan Count bersumber darimu!" ucap George dengan suara dan ekspresi wajah yang dingin.
"Ini semua terjadi karena kau serakah dan egois yang naik ke atas ranjang Tuan Count! Jika kau tidak pernah melakukan tindakan rendahan itu maka saat ini semua akan baik-baik saja! Kau adalah wanita pembawa sial!" ucap Geoge dengan tatapan mata yang tajam.
"Bawa wanita rendahan dan pembawa sial ini kembali ke tempatnya!" ucap George dengan suara yang tegas yang membuat Kesatria yang ada di sisi kanan dan kiri Tatiana bergerak cepat menarik tubuh Tatiana ikut dengan mereka.
Tatiana yang tak menyangka mendengar kata-kata hinaan itu lagi setelah diselamatkan oleh Evans pun menjadi terkejut dan terhanyut dalam pikirannya sendiri.
#Bersambung#
Bagaimana keadaan Evans dan Wilayahnya? Apakah Evans akan baik-baik saja setelah semua yang terjadi? Tebak jawabannya di komentar ya..