
Raja Illion yang mengetahui bahwa Laura telah meninggalkan Kerajaan Hentallius pun melakukan rencananya dengan sangat cepat dengan bantuan Grandduke Blanchet dan Marquess Ballaguisse semuanya berjalan dengan lancar.
"Yang Mulia, saat ini Bangsawan yang telah diberikan perintah untuk pergi ke Kota Harushan dan kemungkinan akan sampai keesokan paginya!" ucap Marquess Ballaguisse dengan wajah yang percaya diri.
"Bagus! Jika seperti ini maka semua akan berjalan lancar! Biarkan mereka pergi dan menyelesaikan semuanya!" ucap Raja Illion dengan senyum yang licik.
"Lalu bagaimana dengan berita penyebaran penyakit ini? Apakah aku harus menyebarkannya sekarang?" tanya Grandduke Blanchet dengan wajah yang penasaran.
"Sebarkan berita itu ke seluruh wilayah di Kerajaan ini besok pagi! Biarkan semuanya mengetahui situasi ini besok!" ucap Raja Illion dengan tatapan mata yang tajam.
"Tapi Kak jika kita lakukan itu, bukankah akan membuat Kakak sebagai Raja dipertanyakan oleh Rakyat?" tanya Grandduke Blanchet dengan wajah yang polos.
"Itu adalah hal yang aku inginkan dan semakin banyak perdebatan maka akan semakin bagus bagi Laura datang menolong!" ucap Raja Illion yang tidak peduli pada dirinya sendiri.
"Hah! Baiklah. Jika seperti itu maka aku akan melakukan seperti yang Kakak inginkan! Aku akan menjamin jika dalam waktu satu minggu maka semuanya akan menjadi kacau!" ucap Grandduke Blanchet dengan percaya diri.
Setelah mengatakan semuanya, Grandduke Blanchet dan Marquess Ballaguisse meninggalkan ruangan.
"Hah! Apa yang Kakak pikirkan? Kenapa dia sampai melakukan ini semua?" ucap Grandduke Blanchet sambil menarik nafas panjang.
"Bukankah Yang Mulia Raja memang ingin membuat Kerajaan ini hancur sementara waktu karena dia ingin membuat pelajaran kepada Bangsawan sombong dan Rakyat yang tidak tau diri itu!" ucap Marquess Ballaguisse dengan wajah yang cuek.
Seketika semua kenangan dan pengalaman buruk di masa lalu membayangi Grandduke Blanchet yang membuatnya merasa ingin muntah.
"Jangankan Kakak yang telah menjadi Raja setelah mengeluarkan semua yang dimilikinya! Aku pun tak akan bisa melupakan pandangan dan tatapan orang padaku!" ucap Grandduke Blanchet dengan wajah yang marah.
Waktu pun berlalu, Laura yang berada di Kekaisaran Glorious tidak pernah berhenti mendapatkan kabar dari Raja Illion tentang situasi yang terjadi pada Kerajaan Hentallius.
"Hmmm, tampaknya semuanya menjadi sangat kacau di Kerajaan Hentallius!" gumam Laura dengan wajah yang puas.
"Yang Mulia, apakah semua ini tidak akan membahayakanmu nantinya?" tanya Rika dengan wajah yang cemas karena mengetahui rencana serta hubungan antara Laura dan Illion.
"Jangan cemas, Rika! Semuanya masih terkendali! Jika aku ingin bersama Illion dan menjadi Ratu Kerajaan Hentallius maka aku harus berdiri dengan penuh keberanian dan percaya diri!" ucap Laura dengan tekad yang bulat.
"Aku tidak mau orang-orang memandang rendah diriku yang merupakan Seorang Janda dari Count Vansfold yang telah dihukum karena berkolusi dengan Penyihir Hitam!" ucap Laura dengan senyum pahit.
"Lagipula ini adalah hal yang bagus untuk mengetes kesungguhan cinta Illion padaku!" ucap Laura dengan senyum yang lebar.
"Dan untuk memberikan pelajaran kepada mereka yang menatap rendah diriku di masa lalu!" ucap Laura dalam hatinya dengan tatapan mata yang tajam.
Di saat Laura sedang memikirkan yang akan terjadi di Kerajaan Hentallius beberapa hari lagi tiba-tiba Ajudan Luke datang menemui Laura.
"Maafkan atas kelancangan hamba Yang Mulia Tuan Putri tapi Yang Mulia Kaisar meminta anda untuk datang ke Ruangannya!" ucap Ajudan Luke yang dengan sangat sopan sambil menundukkan kepalanya pada Laura.
"Agh, aku mengerti! Aku akan pergi menemuinya sekarang! Tunjukkan jalannya padaku!" ucap Laura dengan suara yang lembut dan wajah yang ceria.
"Hah! Aku tak tau bagaimana tanggapan Ayah tentang rencanaki ini tapi sepertinya aku tidak bisa menunda untuk mengatakannya karena cepat atau lambat semuanya harus terjadi!" ucap Laura dalam hati dengan tatapan mata lurus ke depan.
Laura yang akhirnya sampai di depan pintu pun bergegas masuk setelah pintu dibuka dan melakukan seperti yang biasa dilakukannya di masa lalu.
"Ayah! Aku sangat senang bisa melihatmu di jam sibukmu ini!" ucap Laura dengan wajah yang gembira dan nada suara yang ceria.
"Ayah pun ikut senang, Putriku. Duduklah! Ayah ingin bicara denganmu!" ucap Kaisar Frederick dengan senyum yang ramah dan wajah yang bahagia.
Kaisar Frederick yang mendapatkan laporan dari Kesatria Bayangan bahwa Laura selalu bertukar informasi dengan menggunakan Alat Sihir Telepati.
"Apa benar kau masih bertukar pesan dengan Raja baru dari Kerajaan Hentallius?" tanya Kaisar Frederick dengan ekspresi wajah yang serius.
"Benar, Ayah! Aku memang selalu bertukar pesan selama disini dan yang aku bicarakan semuanya tentang kondisi kritis yang dialami oleh Kerajaan Hentallius!" ucap Laura dengan wajah yang datar.
"Hmmm, tapi dibalik itu semua, aku telah membuat keputusan untuk mengubah Kerajaan Hentallius menjadi milikku dan menjadi dukungan kedua untuk Kekaisaran Glorious!" ucap Laura dengan senyum yang lebar.
Kaisar Frederick yang bingung dan tak mengerti maksud dari ucapan Laura pun menatap tajam seolah sedang menunggu jawaban.
"Aku sekarang telah mengerti tugasku sebagai Seorang Putri. Aku sudah tau bahwa aku tidak bisa hidup seperti Putri di cerita dongeng yang jatuh cinta pada Kesatria lalu hidup bahagia!" ucap Laura dengan senyum pahitnya.
"Aku telah mengganti kepemilikan dari Kerajaan Hentallius dengan orangku tapi aku tidak bisa mempercayainya begitu saja!" ucap Laura dengan wajah yang serius.
Kaisar Frederick yang bisa menebak maksud dari ucapan dari Laura pada akhirnya pun membuka suaranya atas keputusan Laura.
"Jika kau tak percaya, kenapa tidak kita hancurkan saja?" ucap Kaisar Frederick dengan tatapan mata yang tajam.
"Kerajaan itu tidak memiliki sejarah atau reputasi yang baik dan Kerajaan itu memiliki hutang yang besar padamu jadi kenapa tidak hancurkan saja maka tak akan ada yang akan mengancam Kekaisaran Glorious!" ucap Kaisar Frederick dengan wajah yang dingin.
"Oleh karena itu, aku ingin melakukan tes pada Raja Illion Jean Hentallius dan jika dia gagal maka tak akan ada lagi Kerajaan Hentallius di masa depan!" ucap Laura dengan ekspresi wajah yang serius.
Kaisar Frederick yang menyadari bahwa Putrinya telah tumbuh menjadi dewasa dan tak tinggal lagi di dalam buku dongeng fantasi miliknya di masa kecil pun tersenyum lega.
"Baiklah. Ayah akan memilih untuk mempercayaimu dan jika ada hal yang terjadi lalu kau membutuhkan bantuanku maka katakan saja! Ayah dan Kakakmu akan selalu ada untuk membantumu!" ucap Kaisar Frederick dengan percaya diri.
"Terima kasih, Ayah!" ucap Laura dengan senyum yang lebar dan wajah yang bahagia.
"Hmmm. Sebenarnya ada beberapa hal yang bisa Ayah lakukan untuk membantuku!" ucap Laura dengan senyum yang licik yang membuat Kaisar Frederick termenung di tempatnya.
#Bersambung#
Apa yang sebenarnya diminta oleh Laura kepada Ayahnya? Akankah Kaisar Frederick sungguh akan mengabulkan keinginan Laura? Tunggu jawabannya di kolom komentar ya..