
Laura yang kembali ke Kediamannya pun memasuki ruang bawah tanah yang sangat rahasia yang dipasang Sihir tingkat Satu itupun melihat wajah orang yang sangat dikenalinya.
“Putra Mahkota Lyod Breio Hentallius! Ups! Mantan Putra Mahkota!” ucap Laura dengan ekspresi wajah pura-pura polos.
“Agh, semua orang tidak lagi mengingatmu sebagai Putra Mahkota ataupun Mantan Putra Mahkota tapi sebagai Duke Balmon! Hmmm, bahkan semua orang menyanjungmu karena telah gugur dalam Ekspedisi Pencarian Penyihir Hitam!” sindir Laura yang berjalan ke arah Duke Balmon yang tangan dan kakinya terikat di dinding.
“Semua itu tidak masalah bagiku karena yang terpenting adalah kau sekarang ada di tanganku dan orang-orang tak akan ada yang curiga sama sekali!” ucap Laura dengan senyum yang jahat.
Laura yang mengambil cambuk yang diberikan oleh Rika kepadanya pun mencambuk tubuh Duke Balmon belasan kali hingga terdengar teriakan kesakitan yang sangat keras.
“Aaaarrgghhh! Aaarrgghh! Aaarrgghh!” teriak Duke Balmon yang bertelajang dada dengan banyaknya luka di bagian dadanya.
Laura yang telah puas menyiksa Duke Balmon pun memberikan cambuk tersebut kepada Rika lalu pergi meninggalkan ruang bawah tanah setelah memberikan perintah kepada Master Perez yang datang ke Kerajaan Hentallius bersama Alat Sihir yang diminta Laura.
“Selamatkan tahanan ini! Jangan sembuhkan dia sepenuhnya. Cukup buat dia tetap hidup!” ucap Laura dengan nada suara yang dingin.
“Baik, Yang Mulia! Perintahmu adalah tugas utama bagiku!” ucap Master Perez dengan sangat sopan sambil mencium punggung tajam Laura.
Master Perez yang merupakan Penyihir tingkat Satu yang dikirim oleh Pangeran Mahkota richard dan diperintahkan oleh Kaisar Frederic Alexander Glorious memiliki kemampuan penyembuhan yang kuat dan ahli dalam racun.
“Aku telah melakukan hal yang sangat rumit ini selama beberapa hari dengan rencana yang sangat matang tapi ini sungguh hasil yang aku inginkan!” ucap Laura dalam hati.
“Aku yang sudah membuat Illion berpikir jika pedangnya berhasil membunuh Duke Balmon dengan Sihir Ilusi tingkat tinggi dan menggunakannya untuk memuluskan rencanaku!” ucap Laura dengan tangan terlipat di dada.
Laura yang ternyata membuat kesatria yang bersembunyi sebagai Saksi Pangeran Kedua Illion pingsan pun dengan cepat mengganti pakaian Duke Balmon dengan orang lain dengan sihir lalu membawanya pergi.
Master Perez yang menyembuhkan dan menyelamatkan Duke Balmon pun melakukan seperti yang dikatakan oleh Laura.
“Di mata orang-orang kau telah mati tapi aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah! Aku akan menyiksamu hingga akhirnya membuatmu berpikir jika mati lebih baik daripada hidup!” ucap Laura dengan tatapan mata yang tajam.
*note: Laura memalsukan kematian Duke Balmon membuat P2 Illion percaya bahwa dia yang telah membunuh Duke Balmon dan begitu pula dengan yang lainnya dengan Sihir Illusi. Lalu saat P2 Illion pergi mencari Tatiana dan Viscount Ballaguisse bersandiwara, Maser Perez mengambil tubuh Duke Balmon dan mengganti tubuh serta pakaian saat Kesatria yang selamat dipukul hingga pingsan hingga akhirnya Duke Balmon berada di ruang bawah tanah Laura.
Sementara itu, Raja Jonathan IV yang mendengar Pangeran Kedua Illion telah kembali dengan Penyihir Hitam pun mengeluarkan dekrit barunya.
“Count Vansfold, Baron Vernon dan Penyihir Hitam akan dibakar hidup-hidup. Pelayan dari dua Kediaman akan ditangkap dan dibunuh sama sepert Tuannya!” Laura dengan senyum yanng licik.
“Kekayaan dan Wilayah dari dua Bangsawan akan disita dan dikembalikan ke Kerajaan!” ucap Raja Jonathan IV dengan suara yang tegas.
#Bersambung#
Apakah hukuman untuk Evans dan yang lain sudah sangat pantas diterima? Bagaimana dengan penyiksaan untuk Duke Balmon? Apakah semuanya setuju? Tulis jawabannya di kolom komentar ya..