
Pangeran Kedua Illion yang melihat ada sebuah darah segar di dedaunan pun bergegas mengikuti jejak hingga akhirnya mengarah pada sebuah pohon besar dengan seorang wanita yang tidak sadarkan diri bersandar di pohon.
"Master Noel, aku tau kau masih ada disini! Keluarlah dan jawab pertanyaanku!" ucap Pangeran kedua Illion dengan ekspresi wajah yang serius sambil mengecek nadi Tatiana.
"Saya di sini Yang Mulia Pangeran!" ucap Master Noel yang langsung berdiri di belakang Pangeran Kedua Illion dengan suara yang datar dan sikap yang sopan.
"Apakah wanita ini yang bernama Tatiana dan juga seorang Penyihir Hitam?" tanya Pangeran Kedua Illion dengan ekspresi wajah yang serius.
"Benar! Wanita itu adalah countess Vansfold yang baru dan dia juga adalah wanita yang tidur bersama Tuan Count saat masih berstatus suami Yang Mulia Putri Laura!" ucap master Noel dengan tegas
Pangeran Kedua Illion yang mendengar itu pun menjadi kesal dan ingin sekali membunuh Tatiana saat itu juga tapi permintaan Laura menghentikan niatnya.
"Jika aku tidak ingat rencana yang telah disusun oleh Laura untuk membalas dendamnya. Aku pasti sudah membunuhmu dan menjadikanmu makanan hewan buas!" ucap Pangeran Kedua Illion dengan ekspresi wajah yang kesal.
"Aku akan menyerahkanmu kepada Laura dan membiarkan Laura memberikan hukuman yang terbaik untukmu!" ucap Pangeran Kedua Illion dengan tatapan mata yang tajam.
Pangeran Kedua Illion yang mengankat Tatiana yang kehilangan kesadarannya itu ke kuda dan kembali ke kelompoknya dengan menggunakan Sihir Teleportasi yang dibuat oleh Master Noel.
"Master! Mohon bantuannya!" ucap Pangeran Kedua Illion dengan nada suara dan kata-kata yang sopan sambil membawa Tatiana pergi bersamanya menggunakan kereta kuda.
Tak butuh waktu lama, Pangeran Kedua Illion yang telah berada di Hutan Kabut kembali pun berpisah dengan Master Noel.
"Laporkanlah kepada Tuanmu bahwa wanita ini telah ada di tanganku dan tunggulah kabar baik akan penangkapan Penyihir Hitam!" ucap Pangeran Kedua Illion dengan nada suara yang tegas.
Sementara itu, Viscount Ballaguisse yang bersatu dengan kelompok Bangsawan Fraksi Bangsawan yang mendukung Pangeran Kedua Illion menjadi Raja bergegas menuju arah tempat Duke Balmon terbunuh.
"Ada apa ini? Kenapa banyak sekali Hewan Buas yang terbunuh dan juga Kesatria yang meninggal?" tanya Zichardt Shalmen, Putra Pertama Count Shalmen.
"Aku tidak tau. Sepertinya telah terjadi sesuatu di depan! Ayo kita bergerak! Jangan sampai terlambat!" teriak Viscount Ballaguisse dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang tegas sambil menaiki kudanya berjalan ke depan.
Viscount Ballaguisse yang ada di depan pun berpura-pura terkejut dengan yang dilihatnya dan tak lama kemudian rombongan yang ada di belakang pun datang lalu melihat kejadian berdarah.
"Apakah telah terjadi serangan Hewan Buas? Lihatlah! Ada banyak sekali hewan buas yang mati di dekat Kesatria!" ucap Marquess Shovetti dengan ekspresi wajah yang bingung.
"A-Apa maksud semua ini? Tu-tunggu siapa itu? Apakah itu Yang Mulia Putra Mahkota terdahulu?" tanya Zichardt Shalmen dengan suara yang lantang yang lalu menarik perhatian semua orang.
Semua orang yang mendengar pernyataan Putra dari Count Shalmen langsung berlari dan menjadi sangat terkejut saat melihat Duke Balmon terbaring di tanah dengan mata terpejam.
Viscount Ballaguisse yang tak ingin dianggap sebagai pelaku pun bergerak ke sisi Duke Balmon dan menganalisis yang terjadi.
"Duke Balmon! Mantan Putra Mahkota telah meninggal! Sepertinya dia serang oleh seseorang di bagian jantungnya!" ucap Viscount Ballaguisse dengan ekspresu wajah yang serius.
Viscount Ballaguisse yang telah menyiapkan skenario untuk menghilangkan jejak sebagai Pelaku pun memberikan Carl tugas penting sehingga membuat Kesatria yang dijadikan saksi hidup muncul.
"Siapa kau? Kenapa kau bersembunyi di sini sendirian?" tanya Carl dengan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mata yang tajam.
"A-aku..." ucap Kesatria itu yang kesulitan mengatakan sesuatu dari mulutnya dengan tubuh yang bergetar hebat.
Viscount Ballaguisse yang telah memberikan kesempatan bahwa dirinya akan memberikan kesempatan hidup bagi keluarga kesatria yang selamat dan memberikan kompensasi yang pantas asalkan dirinya bisa mengikuti arahan.
Viscount Ballaguisse yang tau jika Kesatria yang dijadikannya saksi ketakutan pun mengambil inisiatif dan maju ke depan untuk memberikan pertanyaan.
"Kau memakai pakaian yang sama dengan Kesatria yang telah gugur ini! Katakan padaku, apa yang sebenarnya telah terjadi, jika tidak maka aku akan menjadikanmu sama seperti kesatria ini!" ucap Viscount Ballaguisse dengan tatapan mata yang tajam dengan ekspresi wajah yang dingin.
Kesatria yang takut akan kehilangan nyawanya sama seperti rekannya yang lain pun mengatakan seperti yang diperintahkan padanya untuk diucapkan.
Marquess Shovetti yang tak diam saja dengan kejadian yang terjadi pun bergegas menyampaikan berita yang mengejutkan itu ke Istana Kerajaan dengan menggunakan Alat Sihir.
Permaisuri Ericka yang mendengar kabar kematian Putranya yang disebabkan oleh serangan hewan buas dan perampok di Hutan Kabut pun kehilangan kesadaran.
"Yang Mulia! Yang Mulia Permaisuri! Yang Mulia! Sadarlah Yang Mulia... Cepat panggil Dokter Istana sekarang!" teriak Pelayan-pelayan yang selalu berada di samping Permaisuri Ericka dengan suara yang sangat keras.
#Bersambung#
Bagaimana nasib Tatiana selanjutnya? Bagaimana tanggapan Evans dan Baron Vernon setelah berita Tatiana tertangkap tersebar? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..