The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 149. Di Bawah Kembang Api



Laura yang telah siap dengan riasan dan gaun yang indah pun berjalan menuruni tangga menuju kereta kudanya.


"Yang Mulia, ini adalah kereta kuda yang dikirim khusus oleh Yang Mulia Raja untuk membawa anda ke Istana Kerajaan ke tempat Pesta Penyambutan dilaksanakan! Mohon Yang Mulia menerima hadiahnya!" ucap Carl yang diberikan tugas khusus oleh Raja Illion untuk membawa Laura ke Istana Kerajaan.


"Tentu saja. Terima kasih untuk kereta kudanya!" ucap laura dengan senyum yang lebar dan wajah yang bahagia sambil bergerak memasuki kereta kuda dengan bantuan Carl.


Pesta yang diadakan khusus untuk memberikan penghargaan untuk Laura membuat beberapa Bangsawan bertanya-tanya tentang hadiah yang akan diterima Laura.


"Agh! Lihatlah itu! Putri Laura sangatlah cantik dan anggun dengan gaun itu!".


"Kau benar sekali! Tak ada yang bisa menandingi kecantikan fisik dan juga hatinya pantas saja Yang Mulia Raja jatuh hati padanya!"


"Aku menjadi sangat iri padanya. Kira-kira hadiah apa yang akan diberikan Yang Mulia Raja padanya ya?"


Nona Azura Le Echmont dan Nona Viona Ballaguisse yang merupakan teman dari Laura setelah perceraiannya dengan Evans pun datang menemui Laura.


"Yang Mulia, kau terlihat sangat cantik dan anggun dengan Gaun itu!" ucap Viona Ballaguisse dengan senyum yang lembut.


"Terima kasih, Viona. Kau pun sangat cantik dengan gaunmu yang berwarna ungu itu!" ucap Laura dengan pujian yang sama.


"Hahaha... Tapi aku tidak secantik dirimu Putri. Malam ini kau adalah bintangnya!" ucap Viona Ballaguisse sambil mengalihkan pandangannya ke arah samping.


"Hmmm, kau benar. Aku jadi penasaran dengan hadiah yang akan diberikan oleh Yang Mulia Raja padamu Putri!" ucap Azura Le Echmont dengan tawa kecil dan wajah yang bahagia.


Di saat ketiganya sedang asik bicara tiba-tiba Pengumuman tentang kedatangan Raja Illion bersama yang lainnya pun diumumkan sehingga membuat semua tamu Pesta menutup mulutnya.


"Yang Mulia Raja Illion Jean Hantallius, memasuki ruangan!" ucap Kestaria Penjaga pintu gerbang dengan suara yang lantang sambil membukakan pintu dengan sangat lebar.


"Hidup matahari Kerajaan, Kerajaan Hentallius. Harap sinar Yang Mulia akan selalu menyinari Kerajaan! Semoga Yang Mulia panjang umur dan sehat selalu!" ucap semua bangsawan secara bersamaan dengan kepala tertunduk ke bawah.


Raja Illion yang datang bersama Grandduke Blanchet dan Marquess Ballaguisse pun berdiri di atas podium dan membiarkan Marquess Ballaguisse membuat pengumuman.


"Putri Laura Rayor Glorious atau Countess Laura Raynor Vansfold, silahkan menghadap berdiri di hadapan Yang Mulia Raja!" ucap Marquess Ballaguisse dengan suara yang lantang.


"Putri Laura adalah Wanita Bangsawan yang memiliki hati yang sangat baik sehingga Yang Mulia Raja menganugerahkannya Gelar Saintess yang telah disetujui oleh Gereja Katedral dan Keluarga Kerajaan!" ucap Marquess Ballaguisse dengan suara yang lantang.


"Putri Laura pun akan mendapatkan Tiara Kristal Merah Muda dan juga Istana Kristal di Wilayah Selatan!" ucap Marquess Ballaguisse sambil berjalan mundur.


Raja Illion yang telah menunggu ini sejak lama pun mengambil Tiara yang telah dipersiapkannya dan meletakkannya di kepala Laura.


"Yang Mulia Putri, maukah kau memberikan kehormatan padaku untuk dansa pertamamu?" tanya Raja Illion dengan senyum yang lembut sambil membungkukkan tubuhnnya dan mengulurkan tangan.


"Sebuah kehormatan bagiku, Yang Mulia!" jawab Laura dengan senyum yang lebar dan suara yang sangat ceria sambil menerima uluran tangan dari Raja Illion.


Keduanya pun berjalan ke tengah Aula Pesta dan memulai dansa pertamanya di bawah lampu kristal yang indah membuat keduanya menjadi pusat perhatian orang-orang.


"Bukankah Yang Mulia Raja dan Putri Laura terlihat sangat serasi sekarang?"


Raja Illion yang telah menyiapkan upacara lamaran yang sangat mewah, indah dan romantis pun mengalihkan pandangannya kepada Grandduke Blanchet.


Hanya dalam hitungan detik, kembang api yang telah dipersiapkan pun mengihiasi langit malam di luar Istana kerajaan.


Aula Perjamuan Pesta yang berada di sebuah Istana yang sepenuhnya terbuat dari kaca membuat orang-orang yang hadir di Perjamuan Pesta dapat melihat keindahan itu.


Laura yang juga terkejut dan terkesima dengan indahnya kembang api yang menghiasi langit malam tanpa bintang pun tak bisa melepaskan pandangan matanya.


Raja Illion yang tak ingin kehilangan momen indah itu pun berlutut dengan satu kaki di hadapan Laura sambil menggenggam satu tangan Laura.


Raja Illion yang mengeluarkan sebuah kotak perhiasan kecil dengan sebuah cincin dengan Batu Berlian besar dengan Batu Permata kecil di sekitarnya dengan dengan ukiran lambang Naga dan Phoenix di dalamnya membuat semua orang terkesima.


Laura yang tau jika hari dimana Raja Illion akan melamarnya akan segera tiba menjadi sangat terkejut saat menyadari bahwa dirinya akan dilamar di hadapan semua orang dan dibawa kembang api yang indah.


"Aku tak tau sejak kapan rasa ini muncul di hatiku dan aku mulai merasa bahagia dengan keberadaanmu!" ucap Raja Illion dengan suara yang dapat didengar semua orang karena menggunakan alat sihir yang bisa didengar semua orang di dalam Aula Pesta.


"Perasaan bahagia ini semakin dalam sehingga membuatku selalu ingin bertemu dan bersama denganmu!" ucap Raja Illion lagi dengan tatapan mata yang penuh cinta.


"Aku tak akan menjadi Pria yang sama dengannya. Aku akan menjadikanmu satu-satunya wanitaku." ucap Raja Illion dengan wajah yang memerah karena mengungkapkan perasaannya yang terpendam selama ini.


"Oleh karena itu, menikahlah denganku! Jadilah Ibu dari Anak-anakku! Jadilah Permaisuriki!" ucap Raja Illion sambil mengangkat cincin yang ada di tangannya.


Laura yang mendengar perkataan Raja Illion pun merasa tersentuh tapi tidak kehilangan kesadarannya sehingga membuat Laura dengan cepat memberikan jawabannya.


"Aku bersedia! Aku bersedia menikah denganmu dan menjadi Ibu dari anakmu, Yang Mulia!" ucap Laura dengan senyum yang lembut.


Raja Illion yang sangat bahagia karena lamarannya diterima pun memasangkan cincin yang telah dipersiapkannya ke jari Laura dan memeluknya dengan sangat erat.


"Jangan panggil aku Yang Mulia Raja! Panggil aku Illion mulai sekarang!" ucap Raja Illion di hadapan semua orang degan wajah yang bahagia.


"Baiklah, Illion!" ucap Laura yang dengan cepat memanggil nama Raja Illion dengan wajah yang sama bahagianya dan senyum yang lebar.


"Aku mencintaimu, Laura. Aku sangat mencintaimu!" ucap Raja Illion dengan suara yang keras sambil memeluk Luara dengan sangat erat.


"Aku juga mencintaimu, Illion!" jawab Laura singkat dengan senyum yang lebar dan wajah yang ceria.


Bangsawan yang datang ke Pesta Perjamuan itu pun ikut bahagia dan memberikan ucapan selamat kepada Raja Illion dan Laura.


"Selamat kepada Yang Mulia Raja Illion!"


"Selamat kepada Yang Mulia Permaisuri Laura!"


Aula Pesta Perjamuan yang sudah hidup sejak awal menjadi sangat hidup dan dipenuhi dengan Aura Cinta antara Raja Illion dan Laura yang lanjut dengan Dansa Kedua.


#TAMAT#