The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 70. Tatiana Melarikan Diri



Laura yang membaca catatan kecil yang ditinggalkan oleh Viscount Ballaguisse pun tersenyum puas.


“Tatiana telah masuk ke dalam perangkap dan sepertinya malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang baginya!” ucap Laura dalam hati dengan ekspresi wajah yang bahagia.


“Master Noel! Pergilah ke tempat Baron Venon dan Tatiana berada! Bantu Tatiana saat dia tersadar dan mencoba melarikan diri. Biarkan dia kembali ke Kediaman ini dengan selamat!” ucap Laura dengan suara yang tegas.


“Baik, Yang Mulia!” jawab Master Noel tanpa bertanya dan bergegas pergi dengan Sihir Teleportasi setelah menundukkan kepala memberi hormat.


Setelah kepergian Master Noel, Rika yang telah berada di dalam kamar Laura pun segera membantu Laura melepaskan burung pembawa pesan tersebut.


“Yang Mulia, maafkan atas ketidaksopananku tapi boleh aku bertanya satu hal?” tanya Rika dengan ekspresi wajah yang penasaran.


“Katakanlah, Rika. Ada apa? Apakah ada yang mempersulitmu lagi di tempat ini?” tanya Laura dengan ekspresi wajah yang penasaran.


“Hal itu tidak pernah terjadi lagi Yang Mulia semenjak kejadian di hari itu lagipula yang ingin saya tidak ada kaitannya dengan yang ada di dalam pikiran anda, Yang Mulia!” jawab Rika dengan suara yang tegas.


“Jika tidak lalu kenapa apa yang ingin kau katakan Rika?” tanya Laura dengan ekspresi wajah yang penasaran.


“Yang Mulia, saya mendengar pernyataan yang dikatakan oleh Penjahat terakhir yang selamat dan Yang Mulia sudah bisa menebak orang yang melakukan ini semua. Bukankah lebih baik membongkar semuanya dan wanita itu harus mati dengan menyenangkan.


“Tidak! Itu tidak akan menyenangkan sama sekali, Rika. Bukankah pertunjukan akan menjadi sangat menarik saat dua orang jahat jatuh bersamaan hingga membuatnya memilih lebih baik mati daripada hidup!” ucap Laura dengan tatapan mata yang tajam sambil mengingat detik terakhir pada Kehidupannya di masa lalu.


Di tempat yang berbeda, Tatiana yang telah sadar merasa seluruh tubuhnya terasa sangat sakit bahkan bagian tubuh bawahnya menjadi mati rasa.


“A-aku harus pergi dari sini. Aku tidak bisa berada di sini lebih lama lagi. Aku tidak ingin ada yang tau jika aku pergi dari Kediaman Count Vansfold!” ucap Tatiana dalam hati sambil secara paksa menggerakkan tubuhnya.


Tatiana yang melihat Baron Venon tertidur di sampingnya dengan tubuh yang gemuk dan suara dengkuran yang sangat keras keluar dari dalam mulutnya pun ingin sekali membunuh Baron Venon.


“Aku ingin sekali melepaskan kepalanya dari tubuhnya sekaranng tapi aku tidak bisa melakukan itu karena akan membuat masalah baru nantinya!” ucap Tatiana dalam hati dengan tangan terkepal erat dengan ekspresi wajah yang marah.


Tatiana yang telah kehilangan pakainnya karena pakaiannya telah dirobek hinga tak bersisa membuat Tatiana mengambil pakaian yang ada dan memakainya.


Sementara itu, Laura yang duduk dengan santai sambil menatap bulan yang sangat cerah tiba-tiba melihat Master Noel muncul di hadapannya.


“Yang Mulia, wanita itu telah kembali ke Kediaman Count Vansfold dengan selamat dan saat ini telah ada di dalam kamarnya!” jawab Master Noel dengan suara yang tegas.


Laura yang mendengarnya pun menjadi sangat senang lalu memberikan surat yang telah ditulisnya kepada Master Noel.


“Master Noel, bisakah kau berikan surat ini kepada Kakakku. Aku ingin dia mendapatkannya sebelum besok pagi rapat selanjutnya dimulai!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang serius.


“Saya mengerti, Yang Mulia. Saya akan melakukan seperti anda katakan!” ucap Master Noel lalu dengan cepat pergi meninggalkan tempat tersebut.


Laura yang tau jika malam telah cukup larut pun membunyikan lonceng dan tak lama kemudian Rika datang.


“Rika, apakah sudah mendapatkan yang aku inginkan dari dokter terdekat?” tanya Laura dengan ekspresi wajah yang serius.


“Tentu saja, Yang Mulia. Ini adalah obat yang telah saya dapatkan dan siapapun yang meminum obat ini tiga kali dalam sehari setelah berhubungan badan maka orang tersebut pasti akan segera hamil!” ucap Rika dengan suara yang tegas sambil menunjukkan sebuah botol kecil dengan warna hijau ke hadapan Laura.


“Bagus! Berikan itu kepada Tatiana besok pagi tepat setelah dirinya bangun tidur! Kita harus membuat rencana ini berjalan dengan sangat lancar!” ucap Laura dengan senyum yang lebar.


“Tentu saja, Yang Mulia.” Ucap Rika sambil menganggukkan kepalanya lalu menundukkan kepala dengan sangat sopan.


“Baiklah. Kau boleh pergi sekarang dan beristirahatlah!” ucap Laura dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang bahagia.


Laura yang ditinggal sendirian pun berdiri di atas balkon kamarnya sambil memakai mantel yang tebal melihat bulan yang bersinar terang.


“Evans! Kau pasti tidak akan mempercayai yang telah terjadi nantinya tapi satu hal yang pasti bahwa rencana balas dendam ini akan berjalan dengan sukses!” ucap Laura dengan senyum penuh misteris.


#Bersambung#


Laura memberikan Tatiana obat penyubur agar Tatiana bisa segera hamil dengan anak Baron Venon tapi apa yang akan dilakukan Laura selanjutnya dengan membawa nama Evans dalam rencananya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...