The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 88. Menemui Raja Jonathan IV



Keesokan paginya, Laura yang telah menyetujui permintaan bertemu Raja Jonathan ternyata telah melakukan persiapan sejak dini hari karena Rika tak ingin Laura terlihat jelek di hadapan Raja dari Kerajaan lain.


"Bagaimana penampilanku, Rika? Apakah ini tidak berlebihan?" tanya Laura dengan ekspresi wajah yang bingung dengan Perhiasan Batu Berlian besar di tengahnya dan Batu Berlian kecil di sekitarnya.


"Ini tidak berlebihan, Yang Mulia. Bukankah anda bilang bahwa anda ingin memasarkan Perhiasan yang akan segera diluncurkan oleh Toko yang menjadi milik anda dan Pangeran Kedua Illion?" tanya Rika dengan ekspresi wajah yang bingung.


Laura yang hampir melupakan beberapa Kerajaan Bisnis yang dibangunnya untuk menopang kehidupannya setelah bercerai dari Evans karena rencana percerainnya pun mulai berpikir untuk fokus kembali.


"Kau benar! Aku harus memakai kalung ini dan pergi ke Istana menemui Raja Jonathan IV adalah cara pemasaran yang terbaik!" ucap Laura yang akhirnya mengakui kecerdasan Rika.


Laura yang telah bersiap untuk pergi ke Istana pun pergi menuju ke lantai satu dan secara tiba-tiba melihat Pangeran Mahkota Richard telah berdiri menunggunya di bawah.


Laura yang mengingat masih ada beberapa hal yang ingin dilakukannya setelah kembali dari Istana pun memberikan catatan kecil kepada Rika.


"Rika! Bisakah kau hubungi Adrian untuk datang menemuiku? Katakan padanya jika aku membutuhkan laporan tentang Toko Kue Sweety, Tambang Mineral Shoven dan Toko Perhiasan yang akan segera dibuka!" ucap Laura dengan suara yang rendah sambil berjalan menuruni tangga dengan bantuan Rika secara perlahan.


Laura yang telah sampai di lantai satu pun tersenyum lebar ke arah Pangeran Mahkota dan menyambut ularan tangan yang diberikan kepadanya.


"Kakak senang melihatmu tersenyum bahagia seperti ini, Laura!" ucap Pangeran Mahkota Richard dengan ekspresi wajah bahagia yang tulus.


"Kakak tak perlu khawatir karena aku akan selalu bahagia seterusnya mulai dari sekarang!" ucap Laura dengan senyum ceria.


Laura yang tak ingin membahas masa lalu dan ingin memulai semuanya dengan hal baru pun mengalihkan pembicaraan.


"Kakak! Apakah kau telah menunggu lama?" tanya Laura dengan ekspresi wajah terkejut dan bahagia di saat bersamaan dengan senyum ceria.


"Tidak! Kakak baru saja sampai. Ayo, Kakak akan mengantarmu ke Istana Kerajaan menemui Raja bodoh itu!" ucap Pangeran Mahkota Richard dengan ekspresi wajah yang kesal tapi berhasil membuat Laura tertawa bahagia mendengar umpatan Pangeran Mahkota Richard.


Laura yang telah sampai di Istana Kerajaan pun berpisah dengan Pangeran Mahkota Richard saat Seorang Pelayan Wanita muncul menjemput Laura.


Laura yang tak ingin asing dan tak tau apapun di dalam Istana Kerajaan itu pun mengaktifkan Kekuatan Anginnya dan mendengarkan perkataan orang-orang yang ada di dalam Istana.


Laura yang tak mendengar suara siapapun dalam jarak radius lima puluh meter darinya saat berpisah dengan Pangeran Mahkota Richard menyadari bahwa pertemuannya dengan Raja Jonathan IV adalah Pertemuan Pribadi yang sangat privasi.


Laura yang terus berjalan mengikuti Pelayan yang ada di depannya pun akhirnya sampai di sebuah rumah kaca yang sangat lebar dan luas.


"Salam kepada Matahari Kerajaan Hentallius. Semoga Yang Mulia panjang umur dan selalu sehat!" ucap Laura dengan ucapan salam yang hambar karena Laura tak meletakkan ekspresi apapun saat mengucapkannya.


"Duduklah, Nyonya Countess. Jangan terlalu kaku bukankah anda telah menjadi bagian dari Kerajaan ini!" ucap Raja Jonathan senyum yang lebar dan sedikit tawa kecil.


"Tentu saja Yang Mulia tapi meskipun begitu tak bisa dihindarkan bahwa darah yang mengalir dalam tubuhku ini adalah darah Keluarga Kekaisaran Glorious, Yang Mulia!" ucap Laura dengan senyum yang lembut dengan nada suara yang percaya diri.


Raja Jonathan IV yang ingin menekan Laura akhirnya menyerah karena Raja Jonathan tak ingin mengambil resiko lebih untuk masa depan Kerajaan dan Rakyatnya.


"Baiklah. Aku mengerti. Bisakah kita bicara ke pokok permasalahannya sekarang?" tanya Raja Jonathan IV dengan tatapan mata yang tajam.


"Tentu saja, Yang Mulia. Bukankah itu tujuan utama anda memanggilku kemari secara pribadi dan privasi?" tanya Laura dengan senyum yang polos dengan kata-kata yang menusuk.


"Aku mendapatkan Surat Terbuka dari Pangeran Mahkota Richard Rich Glorious, Kakakmu, tentang keadilan yang seharusnya kau dapatkan!" ucap Raja Jonathan IV dengan nada suara yang penuh penekanan dalam setiap katanya.


"Apakah keadilan yang diinginkan oleh Countess Vansfold adalah titah untuk menghukum wanita yang telah merebut perhatian Count Vansfold darinya?" sindir Raja Jonathan IV dengan tatapan mata yang sinis seolah menghina sikap kekanak-kanakan Laura yang menjadikan masalah rumah tangga sebagai masalah diplomatik antar Kerajaan-Kekaisaran.


Laura yang menyadari niat dan maksud ucapan Raja Jonathan pun tertawa dengan sangat keras hingga membuat Raja Jonathan IV kebingungan.


"Yang Mulia, apakah menurutmu aku tidak memiliki kemampuan untuk melakukan itu sendiri hingga harus meminta bantuan Kakakku mengingat latar belakangku yang Seorang Putri Kekaisaran Gloriou" tanya balik Laura dengan tatapan mata yang tajam.


"Lalu apa yang kau inginkan? Keadilan apa yang dimaksud oleh Pangeran Mahkota Richard?" tanya Raja Jonathan IV dengan ekspresi wajah yang bingung.


"Perceraian!" ucap Laura dengan nada suara yang tegas dengan penekanan pada katanya dengan ekspresi wajah yang serius.


"Perceraian? Bukankah kau sangat mencintainya hingga kau rela melakukan apapun demi dapat bersama dengannya?" ucap Raja Jonathan IV dengan sindiran yang pedas hingga membuat Laura merasa malu dengan sikapnya di masa lalu.


"Bukankah hati seseorang bisa berubah seiring berjalannya waktu bahkan perasaan Yang Mulia Raja terhadap Permaisuri dapat pudar sehingga membuat Yang Mulia memiliki beberapa Selir!" ucap Laura dengan senyum yang lebar.


Laura yang menyadari bahwa Raja Jonathan telah menganggap serius perkataannya tak ingin mundur sama sekali dan mengatakan sejujurnya keinginannya yang sebenarnya.


"Yang aku inginkan adalah sebuah Perceraian yang tak biasa. Aku ingin Perceraian itu diumumkan di hadapan banyak orang dengan beberapa tambahan!" ucap Laura dengan senyum licik.


Raja Jonathan IV yang melihat Laura memasang wajah yang licik membuat Raja Jonathan tertarik dengan rencana Laura selanjutnya.


"Hmmm, aku mendengarkan!" ucap Raja Jonathan secara singkat dengan tatapan mata yang tajam dan ekspresi wajah yang bersemangat.


Laura yang tak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas untuk bisa mengatakan apapun yang ingin dikatakannya tanpa harus membuat Raja Jonathan IV tersinggung pun mengatakan semuanya dalam satu menit.


"Aku tidak hanya ingin perceraian tapi juga kompensasi atas perbuatannya yang telah berselingkuh!"


"Aku pun ingin semua Harta yang aku bawa dari Kekaisaran Glorious dikembalikan secara utuh kepadaku!"


"Lalu yang terakhir, aku ingin Evans menikahi Pelayan itu sebagai Istri Sahnya dan Evans tak boleh menceraikannya seumur hidupnya!"


Raja Jonathan yang mendengar semua perkataan Laura itu pun terkejut dan termenung sesaat lalu dengan cepat bertepuk tangan dengan sangat keras.


"Itu bukanlah hal yang sulit. Aku akan membantumu mendapatkan keadilan yang kau inginkan asalkan kau pun bersedia meyakinkan Pangeran Mahkota Richard untuk tidak menghentikan semua kerjasama yang telah terjalin selama ini!" ucap Raja Jonathan IV dengan ekspresi wajah yang bahagia.


"Aku akan melakukannya setelah Yang Mulia mengeluarkan titah berisi beberapa hal yang telah aku katakan!" ucap Laura dengan ekspresi wajah yang bersahabat.


Laura yang akhirnya telah selesai menghadap Raja Jonathan IV pun diantar kembali oleh Pelayan yang mengatarnya menemui Raja Jonathan IV.


Namun, saat Laura ingin bergegas pergi meninggalkan Istana Kerajaan dan berniat untuk bersantai di kamarnya menjadi terkejut saat seorang Pria yang dikenalnya datang menemuinya.


#Bersambung#


Bagaimana respon Evans saat Titah Raja Jonatha IV akan diucapkan di hadapan semua oranh di Kediamannya? Tebak di kolom komentar ya..