
Pangeran Ketiga Edward yang mendapatkan surat dan amplop cokelat dari Laura dengan menggunakan Sihir Teleportasi segera memberikan arahan kepada bawahannya.
"Frans, cetak berita ini di halaman depan dengan judul yang besar! Sebarkan berita ini ke semua orang baik itu Bangsawan maupun Rakyat Biasa!" ucap Pangeran Ketiga Edward dengan suara yang lantang kepada Ajudan Pribadinya.
Laura yang duduk di kamarnya sedang meminum tehnya pun secara tiba-tiba mendapatkan kabar yang telah ditunggu-tunggu olehnya.
"Yang Mulia! Yang Mulia! Yang Mulia! Berita tentang Tuan Count yang menikahi wanita yang mengandung anak Tuan Baron Vernon telah dicetak di surat kabar!" ucap Rika dengan suara yang penuh semangat sambil membawa surat kabar yang berisikan potret pernikahan Evans dan Tatiana di judul depannya.
Laura yang melihat berita yang tersebar di surat kabar itu merasa sangat senang dan tersenyum puas dengan hasil kerja Pangeran Ketiga Edward.
"Hmmm, sekarang baik Evans maupun Baron Vernon telah memiliki ikatan yang sangat kuat dengan Tatiana yang akan sangat sulit untuk disangkal!" ucap Laura dengan senyum jahat.
"Sekarang tinggal menunggu api yang sedang dipancing oleh Yetti membesar dan menyebabkan kehebohan di seluruh Kerajaan Hentallius!" ucap Laura dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Di saat bersamaan, Yetti yang menikmati perubahan wajah Tatiana yang menjadi putih pucat karena ucapannya menjadi tinggi hati.
"Sekarang kau telah dipenjara dan kau akan mati terbakar di dalam sini karena aku dengar Tuan Count telah menyiapkan semuanya!" ucap Yetti yang menambahkan sedikit kebohongan untuk membuat Tatiana merasa lebih sedih dan terkejut.
"Setelah kau tiada dan anak itu menghilang maka aku dapat dengan mudah menggoda Tuan Count dan naik ke atas ranjangnya seperti yang kau lakukan lalu menjadi Countess selanjutnya dan melahirkan Pewaris untuk Kediaman ini." ucap Yetti dengan tawa yang sangat keras.
Tatiana yang mendengar perkataan Yetti menjadi sangat marah hingga membuat tangannya mengepal pakaiannya dengan sangat erat.
Tatiana yang mencintai Evans dengan sungguh-sungguh dengan seluruh jiwa dan raganya tidak menyangka jika Evans akan membakarnya hidup-hidup seperti yang dilakukan orang-orang kepada orang terdekatnya.
"Tuan Count adalah milikku! Posisi Countess Vansfold ini juga milikku! Tak seorangpun boleh memilikinya selain aku!" ucap Tatiana dengan kepala tertunduk tapi terlihat aneh di mata Yetti.
Yetti yang melihat perubahan sikap Tatiana di hadapannya menjadi takut lalu mundur ke belakang beberapa langkah dengan wajah yang takut.
"Jika aku tak bisa memiliki Tuan Count untuk seumur hidupku maka tak ada seorangpun yang boleh memilikinya termasuk Pelayan rendahan dan tak tau malu sepertimu!" ucap Tatiana yang berdiri dari tempatnya dengan kepala tertunduk ke bawah.
"Kau ingin naik ke ranjang Tuan Count dan menjadi Countess menggantikanku setelah aku meninggal, bukan? Benar! Kau bisa mewujudkan impianmu jila aku benar-benar meninggal dan kau masih hidup!" ucap Tatiana yang tersenyum lebar dan terlihat menakutkan dengan pakaian dan tubuh yang kotor.
"Tapi sayangnya aku tak akan meninggal dan kau yang memiliki impian terlalu tinggi ini pun harus menyerahkan nyawanya padaku!" ucap Tatiana dengan suara yang keras.
Tatiana yang tak pernah menggunakan Kekuatan Sihir Hitam yang tak perlu dipelajarinya tapi sudah dikuasinya sejak lahir itu pun mengeluarkan kekuatan yang kuat dan menyebabkan angin berhembus dengan sangat kuat.
Yetti yang terdampak angin yang dikeluarkan Tatiana pun menutup matanya dan mencoba mempertahankan pakaiannya yang tertiup angin.
Tatiana yang menghembuskan angin yang sangat kencang ternyata mengeluarkan Api berwarna Hitam yang hanya dapat dikendalikan oleh Penyihir Hitam.
"Aarrgghhh!" ucap Yetti yang berteriak dengan sangat keras tapi dihentikan oleh Tatiana yang dengan cepat mencengkram mulut Yetti dengan sangat keras.
"Kau hanyalah manusia rendahan yang tak sebanding denganku!" ucap Tatiana dengan wajah yang marah dan telah sepenuhnya dikuasi oleh Sihir Hitam.
Tatiana yang sangat marah karena perkataan Yetti dan kecewa karena perbuatan Evans yang ingin membakar dirinya dan bayinya pun menjadi murka.
Tatiana yang dikuasai oleh sihir hitam yang telah lama disegel olehnya di dalam tubuhnya pun menghancurkan Kediaman Count Vansfold dan membakar siapapun yang berpapasan dengannya dengan api hitam.
Teriakan ketakutan pun terdengar di segala tempat di Kediaman Count vansfold yang perlahan hangus dimakan Api Hitam.
"Apa yang telah aku lakukan? Kenapa aku melakukan ini?" ucap Tatiana dengan ekspresi wajah yang ketakutan dan cemas di saat bersamaan dengan tatapan mata yang menunjukkan ketidakpercayaan akan yang terjadi ada di hadapannya.
"Tidak! Aku telah membakar dan menghancurkan Kediaman ini. Aku juga telah membunuh Kesatria dan pelayan di kediaman ini saat tubuhku di kuasai oleh sihir hitam. Aku tidak bisa ada di sini!" ucap Tatiana dengan ekspresi wajah yang ketakutan sambil memegang kepalanya dengan tubuh yang bergetar ketakutan.
"Aku harus pergi dari sini. Aku harus pergi yang jauh dan menyembunyikan diriku. Jika tidak maka nasibku akan sama seperti Keturunan Penyihir Hitam yang lain!" ucap Tatiana dengan mata yang terbuka lebar dengan ingatan saat kerabat dan orang terdekatnya di tarik paksa lalu dibakar hidup-hidup saat dirinya masih kecil.
Tatiana yang tak tau arah tujuan hanya berlari dan terus berlari menyembunyikan diri dan identitasnya di antara orang-orang yang sibuk membantu memadamkan api hitamnya.
Laura yang mendapatkan kabar terbaru yang sangat kilat dari Master Noel yang baru saja kembali dari pengantaran Marie menjadi sangat bahagia.
"Yang Mulia, saya membawakan dua kabar gembira!" ucap Master Noel dengan kepala terangkat ke atas dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
"Katakanlah!" ucap Laura dengan nada suara dan ekspresi wajah yang datar sambil mengalihkan pandangannya ke taman bunga yang mekar di dekatnya.
"Yang Mulia, rencana anda untuk membuat wanita j*lang itu dikuasi emosi berhasil. Wanita itu bahkan menghancurkan Kediaman Count Vansfold dan membunuh Kesatria serta Pelayan yang bekerja di Kediaman itu dengan Api Hitamnya yang merupakan bukti bahwa dirinya adalah Penyihir Hitam!" ucap Master Noel dengan suara yang tegas.
"Kabar baik yang kedua apa?" tanya Laura yang masih bersikap dingin tapi dalam hati sangat bahagia karena satu per satu rencananya berjalan dengan lancar tanpa ada yang meleset.
"Kabar baik yang kedua adalah alat pendeteksi sihir hitam dan alat pencari penyihir hitam telah sampai dalam jumlah seratus buah!" ucap Master Noel dengan senyum yang lebar.
"Hmmmm, benarkah? Jika seperti itu paket dan orang yang memesannya pasti akan datang menemuiku cepat atau lambat!" ucap Laura dengan senyum yang licik.
#Bersambung#
Apa yang akan dilakukan Laura dengan semua alat yang diberikan oleh Pangeran Mahkota Richard kelada Laura? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..