
Laura yang mendengar perkataan Adrian Lopez pun terdiam dan merasa sedikit rasa kasihan tapi Laura sebuah kenyataan membuat Laura mengubur perasaan terebut.
“Aku sangat kasihan padanya tapi aku tidak bisa melakukan apapun karena jika aku tidak membantunya sekarang maka wanita itu yang akan melakukannya!” ucap Laura dalam hati dengan mata yang terbuka lebar.
Laura yang telah memiliki seseorang yang akan membantunya mengurus semua bisnis yang dimilikinya pun merasa sangat lega.
“Hmmm, aku telah mendapatkan yang aku inginkan dan butuhkan maka sekarang aku harus fokus dengan musuhku!” gumam Laura dengan tekad yang kuat.
Laura yang memiliki hal lain yang mengganjal dalam pikirannya pun memanggil Rika dan Master Noel datang.
“Silahkan katakan perintahmu Yang Mulia!” ucap Rika dan Master Noel secara bersamaan di hadapan Laura dengan suara yang tegas.
“Rika! Aku ingin kau mengawasi Pelayan yang aku pernah ceritakan padamu! Katakan semua gerak-gerik dan tingkah lakukannya padaku!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang serius dengan mata yang tajam.
“Siap laksanakan, Yang Mulia!” ucap Rika sambil menganggukkan kepalanya dengan suara yang terdengar penuh semangat dengan kepercayaan diri yang penuh.
“Master Noel, aku punya tugas penting untukmu! Cari tau latar belakang Evans! Aku penasaran apakah Evans benar anak yatim piatu yang tiba-tiba menarik perhatian Putra Mahkota Lyod dan aku itu benar adanya?” tanya Laura dengan tatapan mata yang tajam.
“Jika kau ingin mengalahkan musuhmu, kau harus mencari tau tentangnya bahkan hal sekecil apapun tak boleh terlewatkan!” ucap Laura dalam hati dengan tekad yang kuat.
Rika dan Master Noel yang memahami tugas yang diberikan oleh Laura pun dengan cepat pergi melasanakan tugasnya.
Sementara itu, George yang harus mempersiapkan kepergian Evans dan Laura ke Ibukota untuk menghadiri Pesta Penyambutan Pangeran Mahkota Richard dari Kekaisaran Glorious tidak terlalu memperhatikan hal kecil tentang Pelayan yang bekerja di bagian lain.
Rika yang tidak sengaja melihat Tatiana keluar dari Ruang Kerja Evans dengan wajah yang sangat bahagia dan senyum yang cerah pun menjadi curiga.
“Apa yang dilakukannya? Kenapa dia membawakan teh untuk Tuan Count? Bukankah itu tugas Kepala Pelayan Wanita?” tanya Rika dengan tatapan mata yang curiga dan ekspresi wajah yang serius.
“Aku tidak bisa diam saja! Aku harus mencari tau yang sebenarnya terjadi!” ucap Rika dengan suara yang tegas dan tekad yang kuat.
Tepat setelah kejadian yang tidak disengaja itu pun akhirnya Rika mendapatkan sebuah kenyataan yang sangat mengejutkan dari beberapa pernyataan Pelayan yang dekat dengan Tatiana.
Rika yang tidak bisa mendiamkan semua yang telah terjadi pun dengan cepat melaporkan semuanya kepada Laura.
“Yang Mulia! Yang Mulia! Yang Mulia!” panggil Rika dengan ekspresi wajah yang panik dan terburu-buru sesaat setelah Laura menyelesaikan makan malamnya.
“Ada apa? Kenapa kau terburu-buru sekali? Apakah telah terjadi sesuatu yang buruk?” tanya Laura dengan nada suara yang santai dengan ekspresi wajah yang datar.
“Yang Mulia, sepertinya semua yang Yang Mulia curigakan benar. Pelayan rendahan itu telah mulai menggoda Tuan Count!” ucap Rika dengan mata yang memerah karena menahan amarahnya dengan ekspresi wajah yang sangat kesal.
“Wanita itu sekarang telah menggantikan posisi Kepala Pelayan Wanita untuk membuatkan teh untuk Tuan Count dan hal ini terjadi tepat setelah kepergian Putra Mahkota Lyod ke Kediaman Count Vansfold!” ucap Rika dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang tegas.
Laura yang mendengar semua yang dikatakan Rika pun menyadari semua kejadian yang tak terduga tentang perselingkuhan Evans.
“Jika semua yang dikatakan Rika benar maka dalam periode ini lah Tatiana datang menggoda Evans dan masuk pertama sebagai Pelayan Penyaji Teh lalu merangkak menjadi Penghangat Ranjangnya!” ucap Laura dalam hati dengan tangan yang terkepal sangat erat dengan ekspresi wajah yang sangat marah dan kesal.
“Yang Mulia! Kita tidak boleh diam saja seperti ini! Kita harus mengusir Pelayan rendahan itu dari sini sekarang! Kita tidak bisa membiarkannya mendapatkan yang diinginkannya!” teriak Rika dengan ekspresi wajah yang percaya diri dengan semangat yang membara.
Namun, Laura yang memiliki rencana yang berbeda dengan Rika pun menghentikan Rika merealisasikan ucapannya.
“Tidak! Kau tidak boleh melakukan itu!” ucap Laura dengan nada suara yang sedikit tinggi dengan penekanan di setiap katanya dengan ekspresi wajah yang dingin.
“Kau harus menutup rapat masalah ini dan jangan sampai biarkan siapapun tau tentang niat busuk Pelayan tersebut!” ucap Laura dengan tatapan mata yang lurus ke depan menatap keluar jendela.
Rika yang tidak ingin Tatiana bebas dari hukuman karena telah mencoba mendambakan posisi yang tidak pantas dimilikinya pun mencoba untuk protes.
“Tapi Yang Mulia.... Anda tidak boleh melakukan itu! Anda harus memberinya pelajaran!” ucap Rika dengan ekspresi wajah yang bingung dengan alis yang mengkerut dan tatapan mata yang menunjukkan kemarahan dan kekesalan yang tertahan.
“Aku akan memberinya pelajaran tapi tidak sendirian! Dia akan mendapatkan pelajaran itu dengan Evans! Mereka berdua harus menerima hukumannya bersama!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang marah dan kesal dengan tangan yang terkepal sangat erat hingga tanpa sadar kuku tangannya melukai telapak tangannya sendiri.
“Aku bahkan ingin membiarkan mereka bersatu. Bukankah Seorang Penghianat sangat cocok disandingkan dengan Wanita Murahan, Rika?” tanya Laura dengan senyum kecil di sudut bibirnya.
Rika yang mendengar perkataan Laura pun menyadari bahwa Laura tidak akan diam saja pada orang-orang yang melakukan kesalahan padanya pun terdiam.
“Yang Mulia Putri sepertinya telah memiliki rencaa untuk masalah ini maka saya sebagai Pelayan yang setia akan siap membantu Yang Mulia untuk mewujudkan rencana tersebut!” ucap Rika dengan ekspresi wajah yang percaya diri dan tekad yang kuat.
Laura yang sangat senang setelah mengetahui Rika ada di sisinya pun tersenyum bahagia lalu membiarkan Rika melanjutkan tugasnya untuk mengawasi Tatiana.
“Kau bisa pergi sekarang! Aku ingin sendiri!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tidak pergi dari pemandangan di luar jendela kamarnya.
“Lanjutkan tugasmu dan laporkan jika kau menyadari ada gerak-gerik yang mencurigakan dari Pelayan tersebut!” ucap Laura dengan suara yang tegas.
“Saya mengerti Yang Mulia. Saya tidak akan pernah melemahkan pengawasan saya! Saya akan terus mengawasinya dengan ketat!” ucap Rika dengan semangat yang membara.
Laura yang ditinggal sendirian di dalam kamarnya pun memikirkan rencana untuk menghancurkan Tatiana dan Evans secara bersamaan.
“Aku akan memanfaatkan hal ini untuk meminta cerai dari Evans dan membuat reputasinya menjadi buruk!” ucap Laura dalam hati dengan ekspresi wajah yang dingin.
“Kak Richard akan segera sampai di Kerajaan Hentallius dan aku akan meminjam Kekuasaan Kakak sebagai Perwakilan Kekaisaran Glorious untuk mendapatkan keuntungan yang besar dalam masalah itu!” ucap Laura dengan mata yang tajam.
“Saat semua itu terjadi maka aku tak hanya akan mendapatkan kebebasanku kembali. Aku pun dapat mengambil semua yang telah aku berikan pada Evans.” Ucap Laura dengan senyum tipis di ujung sudut bibirnya.
“Gelar Kebangsawanan, Wilayah Kekuasaan Vansfold dan Posisi sebagai salah satu Pemimpin Kesatria Suci Kerajaan Hentallius. Semua yang telah didapatkan Evans akan aku hancurkan!” ucap Laura dengan mata yang melotot tajam.
“Aku akan membuat kalian berdua menikah dan hancur bersama-sama!” ucap Laura dengan tekad yang sangat kuat.
#Bersambung#
Hmmmm, Laura sudah membuat rencana untuk pembalasannya. Apakah rencananya akan berjalan dengan lancar dan mulus tanpa ada hambatan? Tebak di kolom komentar ya....