The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 123. Kehancuran Dua Bangsawan



Ajudan Harold yang mendapatkan perintah langsung dari Raja Jonathan IV segera menyegel Kediaman Count Vansfold yang terbakar dan melarang siapapun pergi meninggalkan Kediaman tersebut.


"Jaga area sekitar Kediaman Count Vansfold! Jangan biarkan seorangpun pergi meninggalkan tempat ini termasuk Count Vansfold itu sendiri dan ini adalah perintah langsung dari Yang Mulia Raja!" ucap Ajudan Harold dengan suara yang lantang.


Evans yang sangat ingin menolak kehadiran Ajudan Harold tak bisa melakukan apapun setelah nama Raja Kerajaan Hentallius disebutkan.


"Sial! Apa yang telah terjadi? Kenapa berita ini menyebar dengan sangat cepat hingga ke Istana Raja?" tanya Evans pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tangan terkepal erat.


Evans yang melihat puluhan pelayan dan ratusan kesatria yang tersisa dengan luka pada tubuhnya terpaksa berada di luar Kediaman menjadi sangat kesal.


Ajudan Harold yang tak peduli dengan reaksi ataupun perasaan Evans memilih terus melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya.


Ajudan Harold yang memiliki Alat Pendeteksi Sihir Hitam pun meletakkan Alat tersebut dalam jarak seratus meter dari Kediaman Count Vansfold.


Tepat setelah alat itu diaktifkan sebuah cahayv yang sangat terang menyilaukan mata semua orang dan hanya dalam hitungan detik seluruh Kediaman Count Vansfold telah berada di dalam sebuah gubah transparan.


Ajudan Harolf yang melihat Kediaman Count Vansfold yang awalnya hancur terbakar api berubah menjadi seperti bentuknya semula.


"Ada apa ini? Kenapa Kediaman Count yang hancur kembali baik lagi?"


"Aku tidak tau. Bukankah ini mukjizat?"


"Tidak! Jika ini mukjizat, kenapa kita terkurung di dalam sini?"


Suara dari Pelayan dan Kesatria yang terus berkomentar tentang semua yang dilihatnya tak membuat Ajudan Hanrold berkedip melihat Kediaman Count Vansfold yang telah kembali ke bentuknya semula.


"Yang Mulia Putri Laura berkata bahwa di dalam Alat ini terdapat Sihir terkuat yang bisa memproyeksikan kejadian sebelumnya! Aku harus mengetahui yang terjadi dan melaporkannya kepada Yang Mulia Raja!" ucap Ajudan Harold di dalam pikirannya dengan pandangan mata lurus ke depan.


Kediaman Count vansfold yang telah kembali seperti semula perlahan tapi pasti berubah menjadi hancur dan Api Hitam yang menunjukkan bahwa itu adalah perbuatan Pernyihir Hitam pun muncul.


Tak hanya itu, bahkan sesosok wanita dengan pakaian biasa berlari keluar dan meninggalkan Kediaman Count Vansfold lalu masuk ke dalam hutan yang dapat diyakini oleh Ajudan Harold bahwa itu adalah Tatiana yang melarikan diri.


"Sialan! Beraninya kalian menyembunyikan Penyihir Hitam di sini!" Kesatria Suci! Tangkap semua orang dan bawa semuanya ke Penjara Istana!" teriak Ajudan Harold dengan suara yang lantang dengan wajah yang marah.


Kesatria dan Pelayan yang ingin melarikan diri langsung tertangkap karena tak bisa melarikan diri kemanapun disebabkan gubah transparan yang mengurung mereka.


Ajudan Harold yang sudah mempersiapkan semua hal jika hal buruk segera memasukkan semua orang termaksud Evans dan orang-orangnya ke dalam kereta kuda tambahan yang disembunyikannya.


"Kereta kuda ini bukanlah kereta kuda biasa. Dengan kereta ini kalian semua akan dibawa ke Penjara Istana Kerajaan dan ditahan di sana untuk diintrogasi!" ucap Ajudan harold dengan ekspresi wajah yang dingin.


Ajudan Harold yang juga telah membagi Kesatria Suci menjadi dua bagian langsung menyerbu Kediaman Baron Vernon dan menangkap semua orang atas mama Raja Jonathan IV di bawah kepemimpinan Komandan Kesatria Suci III, Viscount Ballaguisse, William Shapoor Ballaguisse.


"Tangkap semua orang yang ada di dalam Kediaman ini! Jangan tinggalkan siapapun di dalam termasuk Baron Vernon dan orang-orangnya!" ucap Viscount Ballaguisse dengan suara yang lantang dengan penuh wibawa.


"Semuanya di tahan di Istana Kerajaan karena telah bersekongkol dengan Kediaman Count Vansfold dalam penyembunyian Identitas Penyihir Hitam!" teriak Viscount Ballaguisse dengan suara yang sangat keras memberikan perintah kepada Kesatria yang ada di bawah perintahnya.


Hanya dalam waktu singkat, ratusan Kesatria Suci yang telah siap menjalankan tugasnya menangkap semua orang dan memasukkannya ke dalam kereta kuda khusus.


"Tolong! Saya tidak bersalah! Kami dijebak! Tolong, lepaskan kami!" teriak semua Pelayan dan Kesatria secara bergantian menolak ditahan secara paksa.


Viscount Ballaguisse yang tak diam saja membiarkan Kesatrianya bekerja pun turun dari Kereta Kuda dan menangkap Baron Vernon dan Ajudanya Paul bersamaan lalu memasukkannya ke dalam kereta kuda khusus bersama Pelayan dan Kesatria yang lainnya.


"Baron Vernon! Mau kemana kau pergi? Kau harus ditahan karena telah melindungi dan menyembunyikan Penyihir Hitam!" ucap Viscount Ballaguisse.


"Tidak! Kau melakukan kesalahan besar. Aku tidak bersalah. Aku tidak ada hubungannya dengan Penyihir Hitam yang disembunyikan oleh Count Vansfold!" jawab Baron Vernon suara yang keras menolak ditahan dengan paksa.


"Apapun yang kau katakan tak akan mengubah semua bukti yang ada. Bayi yang kau klaim sebagai Pewarismu adalah Bayi yang memiliki Darah Penyihir Hitam di dalamnya! Countess Vansfold adalah Penyihir Hitam yang telah membakar Kediaman Count Vansfold!" ucap Viscount Ballaguisse dengan tatapan mata yang tajam dan mengintimidasi.


Baron Vernon yang tak menyangka dengan informasi yang telah didengarnya pun kehilangan keseimbangan kakinya hingga terjatuh ke lantai dalam posisi berlutut dengan wajah yang sangat terkejut.


"Tangkap Baron Vernon! Bawa dia ke dalam kereta kuda! Jangan tinggalkan satu orangpun di dalam Kediaman ini! Semuanya harus dibawa ke Istana Kerajaan!" ucap Viscount Ballaguisse dengan suara yang lantang dan tegas.


"Tidak! Aku tidak tau apapun! Aku tidak bersalah! Tolong lepaskan aku! Tuan Baron! Tuan Baron lakukan sesuatu!" teriak Ajudan Paul yang panik dibawa paksa dengan pandangan mata yang tak lepas dari Baron Vernon yang sedang dalam berada di alam bawah sadarnya.


Hanya karena sebuah Alat Komunikasi yang diberikan oleh Laura, dua buah Keluarga Bangsawan di Kerajaan Hentallius pun hancur dan terancam mendapatkan hukuman mati.


#Bersambung#


Apa yang akan dilakukan Raja Jonathan IV kepada Evans dan Baron Vernon serta orang-orangnya? Apakah pembalasan dendam Laura hanya akan berhenti disana? Siapa korban selanjutny? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...