The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 115. Anak Baron Vernon



Baron Vernon yang mengetahui bahwa Tatiana telah menjadi Countess Vansfold tidak sama sekali takut ataupun berniat mundur.


"Hah! Tidak disangka ternyata wanita itu cukup nakal juga! Dia tau mengandung anakku tapi masih berani menjebak Bangsawan lain untuk menutupi kehamilannya!" ucap Baron Vernon dengan senyum licik.


"Tapi aku tidak akan mempermasalahkan itu karena sejauh apapun kau pergi dan menyembunyikannya. Aku tak akan pernah melepaskan pewaris yang telah aku nantikan!" ucap Baron Vernon dengan ekspresi wajah yang serius.


Baron Vernon yang memiliki sifat tak mau mengalah pun menulis surat ancaman kepada Evans untuk menyerahkan Tatiana kepadanya.


"Kirimkan surat ini ke Kediaman Count Vansfold. Bagaimanapun caranya Countess Vasfold harus menjadi Baroness Vernon karena dia telah mengandung anakku!" ucap Baron Vernon dengan suara yang tegas.


Ajudan Paul yang mengambil surat yang diberikan oleh Baron Vernon pun dengan cepat pergi menyampaikan surat tersebut.


"Kau hanyalah Count biasa tanpa kekuatan, kekayaan dan dukungan! Kau tidak sebanding denganku! Sebaiknya kau menyerah sebelum dihancurkan!" ucap Baron Vernon dengan tekad yang kuat.


Sementara itu, Ajudan Gillian yang ikut mencari tau informasi tentang kemungkinan Ayah dari bayi yang ada di dalam kandung Tatiana segera melapor setelah mendapatkan petunjuk.


"Bagaimana hasil dari penyelidikanmu? Apakah kau sudah mengetahui siapa Ayah dari anak itu?" tanya Evans dengan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan muta yang tajam.


"Jika investigasi ini benar maka anak tersebut milik Baron Vernon karena kusir dari Keluarga Baron Vernon dapat meyakinkan melihat Tatiana bersama Baron Vernon tepat dua bulan yang lalu!" ucap Ajudan Giilian dengan ekspresi wajah yang percaya diri.


"B****sek! Beraninya dia menjebakku untuk menidurinya dan membuat Laura salah paham hingga tragedi ini terjadi!" ucap Evans dengan ekspresi wajah yang marah sambil memukul meja kerjanya dengan sangat keras.


Evans yang sangat marah pun pergi ke kamar Tatiana dan menampar wajahnya dengan sangat keras hingga membuat Tatiana terjatuh ke lantai.


"Dasar wanita j*lang! Beraninya kau menjebakku dan membuatku bertanggung jawab pada anak yang bukan milikku!" ucap Evans dengan suara yang lantang dengan wajah yang marah.


Tatiana yang terkejut hanya bisa terdiam dengan mata terbuka lebar dan ekspresi wajah tak percaya sambil menatap Yetti dengan tatapan mata meminta penjelasan.


Evans yang sangat marah pun memanggil Kesatria dan memberikan perintah khusus yang pada akhirnya membuat Tatiana harus tinggal sekali lagi di tempat yang sangat di benci olehnya.


"Ti-tidak! Lepaskan aku! Apa yang kau lakukan! Aku adalah Countess Vansfold!" teriak Tatiana dengan ekspresi wajah yang ketakutan sambil menolak untuk mengikuti Kesatria yang menarik paksa dirinya.


Evans yang emosi tiba-tiba mendapatkan kabar yang sangat mengejutkan dari George yang membuat Evans semakin kesal.


"Tuan, Ajudan Paul dari Kediaman Baron Vernon datang mengirimkan pesan!" ucap George dengan wajah yang datar tanpa ekspresi.


"Katakan aku tak ada di sini, kirim kembali Ajudan itu dan bakar suratnya!" ucap Evans dengan ekspresi wajah yang kesal dan suara yang tegas.


George yang mendapatkan jawaban dari Evans dengan cepat mengundurkan diri dan melaksanakan tugasnya tapi secara tiba-tiba Evans memanggilnya kembali.


"Tunggu! Jangan bakar surat itu! Bawa surat itu ke ruang kerjaku!" ucap Evans yang berubah pikiran karena penasaran dengan isi surat yang dikirimkan kepadanya.


Evans yang telah kembali ke ruangannya pun berdiri di depan jendela melihat kereta kuda dengan Lambang Keluarga Baron Vernon meninggalkan Kediamannya.


"Tuan, ini adalah surat yang dikirimkan oleh Baron Vernon!" ucap George dengan sopan dengan ekspresi wajah dan nada suara yang datar.


Evans yang memberikan tanda kepada George untuk pergi setelah mengambil surat dengan cepat membuka dan membaca surat tersebut saat pintu ruang kerjanya tertutup.


"Sial! Beraninya dia mengancamku dengan kekayaan dan kekuasaannya!" ucap Evans dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tangan terkepal erat.


Evans yang menyadari bahwa situasinya sangat sulit sekarang terutama saat dirinya mengetahui bahwa rencananya untuk memperluas bisnisnya berakhir hancur dengan kerugian yang sangat besar dan bahkan terpaksa harus membayar ganti rugi karena pembatalan perjanjian kerjasama dengan Kerajaan Croisen.


"Aaarrggghhh! Apa yang harus aku lakukan sekarang? Jika aku melepaskan wanita j*lang itu sekarang sama saja dengan mempermalukan diriku sendiri tapi jika tidak maka aku akan menjadi Bangsawan Bangkrut!" ucap Evans dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung sambil memukul dinding dengan sangat keras hingga menyebabkan tangannya berdarah.


#Bersambung#


Keputusan apa yang akan dipilih oleh Evans? Apakah Baron Vernon akan mendapatkan Tatiana dan penerusnya? Rencana tersembunyi apa yang disiapkan oleh Laura sebenarnya? Tebak jawabannya di BAB selanjutnya ya..