The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 124. Tatiana Diusir



Kabar tentang kebenaran Tatiana adalah Penyihir Hitam menyebar ke seluruh tempat di Kerajaan Hentallius tanpa terkecuali.


Poster dan gambar wajah Tatiana tersebar ke seluruh tempat untuk bisa menemukan keberadaan Tatiana dan menangkapnya lalu memberikannya hukuman layaknya Penyihir Hitam.


Tatiana yang berada di dalam Hutan terdalam setelah terjatuh tidak menyangka akan ditolong oleh Keluarga kecil yang hanya terdiri seorang nenek tua dan cucu laki-laki yang masih kecil.


Tatiana yang mengalami luka di bagian kepalanya dan beberapa bagian lainnya di kaki dan tangan juga mendapatkan pertolongan dengan bantuan seadanya.


Tatiana yang telah pingsan tak sadarkan diri selama seharian penuh pun akhirnya membuk matanya kembali dan menjadi bingung dengan tempat keberadaannya saat ini.


Tatiana yang berada dalam situasi yang buruk tak bisa protes ataupun menolak bantuan yang diberikan kepadanya mengingat kondisinya yang sedang hamil.


"Agh! Bayiku! Anakku! Apakah kau baik-baik saja di dalam? Jangan khawatir! Ibu aka melindungimu terlepas siapapun Ayahmu!" ucap Tatiana dengan wajah yang sedih dengan tatapan mata yang pilu.


Di saat Tatiana sedang mengelus bayi yang ada di dalam kandungannya, seorang nenek tua datang membawakan Tatiana sup jamur yang didapatkannya dari Hutan.


"Makanlah Sup Jamur ini! Kau pasti sangat lapar karena telah tidur selama seharian!" ucap Nenek Tua itu dengan nada suara yang lembut dan pelan.


"Terima kasih banyak untuk bantuannya. Nek!" ucap Tatiana dengan senyum yang lembut sambil memegang mangkok makanan dan sendok yang terpahat dari kayu ke dalam pangkuannya.


Namun di saat Tatiana ingin memasukkan Sup Jamur itu ke dalam mulutnya, anak kecil berjenis kelamin laki-laki muncul dan memukul tangan Tatiana hingga menyebabkan sendok dan mangkok yang ada di tangannya jatuh ke tanah dengan makanan yang berserakan di lantai.


"Pergi kau dari sini! Dasar Penyihir Hitam pembawa sial!" teriak Anak Kecil itu dengan suara yang lantang dengan wajah yang marah sambil menghadang pandangan Tatiana dari Neneknya dengan dua tangan terbentang lebar.


Tatiana yang terkejut melihat anak kecil yang baru pertama kali dilihatnya mengetahui identitasnya yang sebenarnya pun melihat selembar kertas yang dijatuhkan anak kecil itu.


Tatiana yang melihat wajahnya tergambar dengan sangat jelas di atas kertas menjadi sangat terkejut dan melihat dua orang penelongnya yang berdiri dengan ketakutan pun menarik nafas panjang.


Tatiana yang berjalan dengan membawa selebaran yang berisikan gambar wajahnya pun menatap tajam ke depan dan memikirkan semua nasib buruk yang terjadi padanya selama ini.


Sementara itu, Laura yang mendapatkan kabar bahwa Raja Jonathan IV telah percaya dan setuju dengan permintaannya serta telah ditunjukkan bukti dengan Penangkapan Evans dan Baron Vernon menjadi sangat senang.


" Yang Mulia! Berita tentang Count Vansfold dan Baron Vernon ditahan karena keterlibatannya dalam menyembumbunyikan Penyihir Hitam telah tersebar luas!" ucap Rika dengan suara yang terburu-buru dan nafas yang tidak beraturan.


"Saat ini seluruh Rakyat dan Bangsawan Kerajaan Hentallius menjadi sangat sibuk dan mendesak Yang Mulia Raja untuk segera menangkap Penyihir Hitam yang melarikan diri!" ucap Rika yang melanjutkan penjelasnnya.


"Hmmm, bagus sekali! Aku yakin Pangeran Ketiga Edward tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mendapatkan uang yang lebih!" ucap Laura dengan senyum yang lebar yang mengacu pada berita yang akan disebarkan Pangeran Ketiga Edward semakin panas.


Laura yang sangat senang dengan berita yang diterimanya dan juga hasil dari usahanya untuk menjebak keduanya secara bersamaan berhasil secara tiba-tiba mendapatkan berita yang ditunggunya.


"Yang Mulia, surat dari Istana Kerajaan sampai dengan sangat cepat!" ucap Kepala Pelayan Pyrex dengan suara dan ekpsresi wajah yang tenang.


"Hmmm, sepertinya kita harus membantu Raja Kerajaan Hentallius meyelesaikan masalah internalnya!" gumam Laura yang telah membaca isi surat tersebut dengan senyum yang licik.


"Siapkan kereta kudaku! Kita akan pergi ke Ibukota dan berada di sana untuk waktu yang cukup lama untuk bermain-main!" ucap Laura dengan wajah yang gembira.


Rika yang menyadari bahwa Nona Mudanya itu ingin membuat Ibukota dan Istana Kerajaan jungkir balik dengan senang hati mengemasi gaun dan semua kebutuhan Laura.


#Bersambung#


Apa yang akan dilakukan Laura di Ibukota? Kejadian apa lagi yang akan terjadi di Istana Kerajaan? Bagaimana nasib Tatiana selanjutnya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..