The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 118. Alat Sihir Hitam



Di saat Yetti melakukan tugas yang diberikannya, Marie bergegas pergi meninggalkan Kediaman count Vansfold dengan membawa beberapa barang berharga miliknya dan menyisahkan beberapa pakaian.


Marie yang pergi secara diam-diam pun kembali ke rumah orangtuanya dan membuat keduanya serta adik laki-lakinya pergi menuju Kediaman Laura.


"Kita harus meninggalkan tempat ini segera. Jangan bawa semua barang. Cukup bawa yang penting saja!" ucap Marie dengan suara yang tegas dan nada yang terburu-buru.


"Kita mau kemana, Kak? Kenapa kita harus pergi secepat mungkin?" tanya Saudara laki-laki Marie dengan ekspresi wajah yang penasaran.


"Tak ada waktu untuk menjelaskan! Ayah, Ibu, apakah kalian mempercayaiku?" tanya Marie dengan ekspresi wajah yanv serius lalu direspon dengan anggukan kepala sebagai tanda persetujuan.


"Jika seperti itu maka kita harus pergi sekarang dan memulai hidup yang baru yang lebih baik!" ucap Marie dengan tekad yang kuat karena Marie tak ingin lagi hidup menderita.


Marie yang bergegas pergi dengan kereta kuda yang disewanya pun berjalan tanpa henti dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya Marie dan Keluarganya sampai dan diterima dengan baik oleh Penjaga yang ternyata telah diberitau Rika sebelumnya.


"Yang Mulia, hamba telah sampai disini. Semuanya telah dilakukan seperti yang Yang Mulia katakan!" ucap Marie dengan kepala tertunduk ke bawah dengan Keluarga Marie yang menatap kebingungan dan ketakutan tapi tak mendapatkan perhatian dari Laura sama sekali.


"Bagus! Jika semuanya sesuai dengan rencana maka Kediaman Count Vansfold akan hancur tak bersisa!" ucap Laura dengan ekspresi wajah yang puas.


"Aku akan menepati janjiku padamu. Rika! Master Noel!" panggil Laura yang memanggil dua orang yang sangat dipercayainya muncul di samping kiri dan kanan Laura.


Rika yang menyembunyikan sekantong uang dan dua buah gulungan kertas pun menyerahkan semuanya kepada Marie yang sedang berdiri dengan wajah yang tegang.


"Di dalam kantong itu ada sekantong uang emas untuk memulai kehidupan barumu dan keluargamu. Lalu dua gulungan itu terdiri dari sebuah surat rekomendasi pekerjaan di salah satu Kediaman Bangsawan di Kekaisaran Glorioua dan sebuah sertifikat rumah di salah satu tempat di Kekaisaran Glorious!" ucap Laura dengan ekspresi wajah yang dingin.


Marie yang mendengar perkataan Laura menjadi sangat senang dan begitu pula dengan keluarganya yang berdiri dengan patuh di belakang Marie.


"Master Noel akan menggunakan Sihir Teleportasinya untuk membawamu pergi jauh dari sini hingga akhirnya kau bisa pegi menjauh dari wilayah ini!" ucap Laura yang dengan cepat membuat Master Noel membuka Portal Sihir di hadapan Marie dan keluarganya.


Satu per satu keempat orang itu pun masuk ke dalam Portal Sihir dan menghilang dalam bayangan.


Laura yang telah menyelesaikan bukti hidup kedua dan mengasingkannya jauh pun memberikan kode kepada Rika dan Master Noel untuk pergi meninggalkannya sendiri.


Laura yang telah sendirian pun mengeluarkan Alat Komunikasi yang hanya tersisa dua kesempatan untuk berbicara secara darurat dengan Pangeran Mahkota Richard.


"Laura! Kakak sangat senang saat melihatmu menghubungi Kakak. Bagaimana kabarmu Laura?" tanya Pangeran Mahkota Richard dengan ekspresi wajah yang bahagia.


"Aku baik-baik saja, Kak. Aku harap Kakak dan Ayah juga baik-baik saja disana." ucap Laura yang langsung mengubah suasana menjadi serius.


"Agh, maafkan Kakak. Kakak terlalu senang saat mengetahui kau menghubungi. Hmmm, baiklah. Sekarang katakan apa yang kau butuhkan? Kakak dan ayah pasti akan melakukan apapun untuk membantumu!" ucap Pangeran Mahkota Richard dengan ekspresi wajah yang serius.


Laura yang senang karena Pangeran Mahkota Richard sudah bisa diajak bicara pun memutuskan untuk segera mengatakan semuanya sebelum waktu bicara dengan alat komunikasi habis.


"Aku ingin meminta bantuan dengan Penyihir Hitam. Bisakah Kakak mengirimkan barang untuk menemukan sisa penggunaan Sihir Hitam dan barang untuk mencari keberadaan Penyihir Hitam secepatnya?" ucap Laura dengan ekspresj wajah yang penuh harap.


"Jika kau hanya membutuhkan satu buah benda maka kakak bisa mengirimkannya sekarang padamu dengan sihir." ucap Pangeran Mahkota Richard dengan percaya diri.


Laura yang tak bisa melakukan apapun setelah alat komunikasi sihir itu mati pun memutuskan menunggu hingga akhirnya alat yang diinginkannya datang.


"Aku harap alat itu akan segera datang agar aku bisa dan Yetti benar-benar melakukan seperti yang diinstruksikan oleh Marie padanya.


Di saat bersaman, Evans yang mendapatkan masalah keuangan setelah bercerai dari Laura terpaksa harus menjual beberapa aset miliknya kepada Guild Bulan Merah untuk membayar semua biaya kerugian dan ganti rugi untuk Bisnisnya yang gagal.


"Apa maksudmu jika kedua wilayahku hanya berharga seratus juta koin emas?" teriak Evans dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang marah sambil berdiri dari kursinya.


"Aku hanya menjual sesuai dengan harga dari kedua wilayah itu di pasaran!" ucap Viscount Ballaguisse sambil bersandar di sofa dengan senyum yang ramah.


"Harga sesuai dengan harga pasar? Jangan bercanda! Harga itu bahkan kurang dari pengeluaran setahun Seorang Count!" ucap Evans dengan ekspresi wajah yang tidak senang.


"Tentu saja kurang apalagi itu jika dibandingkan dengan pengeluaran Tuan Count sebelum perceraian terjadi tapi sayangnya saat ini harga pasar untuk semua wilayah yang dimiliki oleh Tuan Count turun!" ucap Viscount Ballaguisse dengan ekspresi wajah yang serius.


Evans yang sangat tidak senang dengan sikap Viscount Ballaguisse yang sombong di hadapannya menjadi sangat kesal.


"Viscount Ballaguisse! Jaga ucapanmu! Apa kau bersikap seperti ini padaku karena mendapatkan dukungan dari Pangeran kedua?" ucap Evans dengan ekspresi wajah yang marah.


Viscount Ballaguisse yang tidak senang dibentak oleh Evans pun berdiri dan ikut meninggikan suaranya lalu membuat Evans terdiam.


"Lalu kenapa dengan itu? Bukankah Tuan Count pun melakukan hal yang sama saat Duke Balmon masih menjadi Putra Mahkota. Tuan Count bersikap sangat sombong karena mendapatkan dukungan dari Putra Mahkota terdahulu dan kekaisaran Glorious!" sindir Viscount Ballaguisse dengan ekspresi wajah yang dingin.


"Tuan Count! Jaga sikapmu karena saat ini anda sedang dalam situasi yang tidak menguntungkan!" ucap Viscount Ballaguisse dengan tatapan mata yang sinis.


Evans yang ingat jika dirinya tak punya pilihan lain pun duduk kembali di tempatnya dengan tangan tersilang di dada sehingga membuat Ajudan Gillian maju ke depan melakukan transaksi menggantikan Evans.


Di tempat yang berbeda, Baron Vernon yang mendapatkan surat balasan dari Evans menjadi sangat marah dan murka sehingga tanpa pikir panjang menyatakan perang dengan Kediaman Count Vansfold.


"Tutup semua akses bisnis maupun perjalanan menuju wilayah Count Vansfold! Larang semua kerjasama dengan Kediaman Count Vansfold! Aku ingin orang itu merasakan akibat dari menolak permintaanku!" ucap Baron Vernon dengan suara yang lantang dengan wajah yang marah.


"Baik, Tuan!" ucap Ajudan Paul dengan kepala tertunduk ke bawah dengan wajah yang sangat patuh lalu begerak dengan perlahan meninggalkan ruang kerja Baron Vernon.


Baron Vernon yang tak ingin kehilangan kesempata mendapatkan Pewaris yang telah lama diimpikannya pun membuat pengumuman tentang kehamilan Tatiana yang ternyata membuat Laura tersenyum bahagia di balik layar.


"Hmmmm, aku akan membantu pertengkaran kalian menjadi lebih luas!" ucap Laura dengan senyum yang lebar dan wajah yang bahagia.


"Berikan surat ini dan juga amplop ini lalu serahkan juga salinan hasil pemeriksaan kehamilan Tatiana kepada Pangeran Ketiga Edward dengan Sihir karena aku ingin berita ini menjadi berita utama saat ini dan bisa sampai terdengar di telinga Raja Jonathan IV!" ucap Laura dengan ekspresi wajah yang bahagia.


#Bersambung#


Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah ada yang bisa menebak rencana selanjutnya dari Laura? Tulis jawabannya di kolom komentar ya..