The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 107. Hancurnya Keluarga Duke Hanneton



Setelah Pengumuman Penurunan Posisi Putra Mahkota oleh Raja Jonathan IV, semua Bangsawan menjadi ribut dan mulai membuat fraksi baru untuk mendapatkan keuntungan.


Pangeran Kedua Illion yang menjadi kandidat utama menjadi Raja di Kerajaan Hentallius selanjutnya tidak menyangka jika Laura sungguh berhasil melakukan yang dikatakannya.


Pangeran Kedua Illion yang mendapatkan informasi dari Viscount Ballaguisse tentang penurunan posisi Putra Mahkota Lyod menjadi Duke dan tidak menjadi Anggota Kerajaan lagi sehingga tak akan pernah bisa bertarung dalam Suksesi Tahta.


"Apa yang kau katakan itu benar?" tanya Pangeran Kedua Illion dengan ekspresi wajah yang tidak percay dengan tatapan mata yang bingung.


"Tentu saja, Yang Mulia. Saat ini Kediaman Ballaguisse yang selalu diabaikan oleh Bangsawan secara tiba-tiba mendapatkan banyak sekali hadiah dan kedatangan Bangsawan lain yang ingin berjabat tangan dalam suksesi tahta!" ucap William


"Jika yang kau katakan ini benar maka kita benar-benar telah dibantu oleh Laura!" ucap Pangeran Kedua Illion dengan nada suara yang terdengar serius.


Di saat Pangeran Kedua Ilion dan Viscount Ballaguisse sedang bicara secara tiba-tiba Pangeran Ketiga Edwar datang ingin bertemu.


"Yang Mulia, Pangeran Ketiga datang meminta izin untuk menemui anda!" ucap Emma yang merupakan Kepala Pelayan yang ditinggalkan Ibunya Pangeran Kedua Illion sebelum meninggal.


Viscount Ballaguisse yang sadar jika dirinya masih memiliki banyak sekali pekerjaan setelah Perubahan Suksesi Tahta pun memutuskan untuk kembali.


"Yang Mulia, saya masih memiliki pekerjaan lain jadi saya pamit terlebih dahuku dan jika ada hal penting maka saya akan mengirimkan surat segera!" ucap William dengan hormat lalu menundukkan kepalanya dan berlalu pergi meninggalkan Istana yang ditempati Pangeran Kedua Illion.


Pangeran Kedua Illion yang tau jika Pangeran Ketiga Edward datang ingin menemuinya pun segera memberikan izinnya setelah kepergian Viscount Ballaguisse.


"Biarkan Edward masuk! Ada hal yang ingin aku bicarakan juga denganya!" ucap Pangeran Kedua Illion dengan ekspresi wajah dan nada suara yang datar.


Madam Emma yang mendapatkan perintah dari Pangeran Kedua Illion bergegas keluar dan membuka pintu mempersilahkan Pangeran Ketiga Edward masuk ke dalam.


"Silahkan masuk, Yang Mulia. Yang Mulia telah menunggu kedatangan anda." ucap Madam Emma dengan sangat sopan sambil menundukkan kepalanya.


Pangeran Ketiga Edward yang mendapatkan izin bergegas masuk dan menemui Pangeran Kedua Illion lalu mengatakan tujuan kedatangannya secara tiba-tiba.


“Kakak! Apa kau sudah mendengar beritanya?” tanya Pangeran Ketiga Edward dengan ekspresi wajah yang terkejut.


“Apakah itu tentang penurunan posisi Putra Mahkota? Kakak sudah mengetahuinya, William yang baru saja mengabari Kakak!” ucap Pangeran Kedua Illion dengan ekspresi wajah yang datar.


“Hah! Ternyata aku kedahuluan lagi!” ucap Pangeran Ketiga Edward dengan wajah yang murung dengan ekspresi wajah yang sedih lalu duduk di hadapan Pangeran Kedua Illion.


“Jangan sedih. Kita harus mengirimkan hadiah yang bagus untuk Yang Mulia Putri Laura sebagai imbalan untuk semuanya!” ucap Pangeran Kedua Illion dengan senyum yang lebar.


“Hmmm, apakah semua yang terjadi karena perbuatan dari Putri Laura dari Kekaisaran Glorious?” tanya Pangeran Ketiga Edward yang tidak tau apapun padahal dirinya adalah Presiden dari Surat Kabar terbesar di Kerajaan Hentallius dan itu semua terjadi karena Pangeran Ketiga Edward adalah orang yang malas.


“Benar sekali! Apakah kau membiarkan laporan yang dibuat oleh Ajudanmu dan menolak untuk membacanya?” sindir Pangeran Kedua Illion dengan tatapan mata yang sinis.


Pangeran Ketiga Edward yang ketahuan Pangeran Kedua Illion hanya bisa tertawa canggung dan meminta maaf.


“Maafkan aku, Kak!” ucap Pangeran Ketiga Edward dengan ekspresi wajah yang sedih dan tatapan mata yang menyesal.


“Kau harus berubah, Edward! Kau tidak bisa hidup cuek dan bermalas-malasan. Apakah kau lupa akibat dari sifat malasmu ini adalah kau hampir saja kehilangan nyawamu?” tanya Pangeran Kedua Illion yang mulai memarahi Pangeran Ketiga Edward.


“Aku tau, Kak. Aku minta maaf. Aku akan berubah sekarang. Aku akan menjadi pendukung dan pilar utama bagi Kakak! Aku akan berusaha menjadi orang yang bisa membantu Kakak saat menjadi Raja nantinya!” ucap Pangeran Ketiga Edward dengan ekspresi wajah yang sedih lalu berubah ceria kembali.


Di tempat yang lain, Nona Martha yang dibawa kembali oleh Master Samuel ke Kekaisaran Glorious ternyata langsung diantar ke Kediaman Duke Hanneton.


Duke Hanneton mengetahui semua yang terjadi dan yang dilakukan Nona Martha saat ke Kerajaan Hentallius segera menampar wajah Nona Martha dengan sangat keras.


“Dasar tidak berguna! Lihatlah apa yang kau lakukan sekarang! Semua dukungan yang aku dapatkan dan semua usahaku untuk menjadikan Permaisuri sia-sia!” Duke Hanneton dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang marah.


“Ma-Maafkan aku, Ayah! A-aku bersalah!” ucap Nona Martha yang memohon ampunan Duke Hanneton di bawah kakinya sambil menangis.


“Aku bukan Ayahmu jadi hentikan panggilan itu! Aku membawamu dari tempat terpencil itu karena aku ingin kau membantuku mewujudkan impianku tapi sekarang kau sudak tidak berguna! Kau tidak memiliki manfaat lagi bagiku dan orang yang tidak memiliki manfaat lagi harus disingkirkan!” ucap Duke Hanneton dengan ekspresi wajah yang marah.


“Tarik wanita ini keluar! Kurung dia di dalam kamarnya! Aku akan mencari cara lain untuk membuatnya berguna bagiku hingga titik terakhir!” ucap Duke Hanneton dengan tatapan mata yang dingin.


Kesatria yang mendengar Duke Hanneton memberikan perintah pun tanpa pikir panjang menarik Nona Martha secara paksa dan membawanya kembali ke kamarnya.


Duke Hanneton yang tak ingin menderita kerugian yang banyak pun memutuskan untuk mencari partner baru untuk Nona Martha.


“Aku harus menemukan Suami baru untuk Martha. Hmmm, aku rasa Viscount Lambridge adalah orang yang cocok!” ucap Duke Hanneton yang mengingat tentang obsesi yang ditunjukkan oleh Viscount Lambridge kepada Nona Martha.


“Meskipun umurnya sudah enam puluh tahun dan telah tiga kali menikah tapi Viscount Lambridge tidak pernah mendapatkan anak laki-laki dari ketiga istrinya dan jika Martha bisa melahirkan anak laki-laki maka kekayaan Viscount Lambridge akan menjadi milikku!” ucap Duke Hanneton dengan ekspresi wajah yang kembali bahagia.


Namun sebelum rencana Duke Hanneton terwujud, dua puluh empat jam berlalu semenjak Nona Martha kembali ke Kediaman Duke Hanneon. Pasukan Kekaisaran datang dan mengepung Kediaman Duke Hanneton.


Duke Hanneton dituduh melakukan Bisnis Illegal dengan melakukan transaksi jual beli buda dan organ tubuh manusia. Tak hanya itu, Duke Hanneton juga dituduuh telah melakukan transaksi pengiriman senjata yang diproduksi oleh Kekaisaran Glorious ke Kerajaan tetangga sehingga membuat Kekaisaran mengalami kerugian besar.


“Tidak! Itu semua tidak benar! Itu semua adalah fitnah!” teriak Duke Hanneton dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang marah.


“Silahkan katakan itu di hadapan Yang Mulia Kaisar dan sekarang anda harus ikut kami ke Penjara!” ucap Komandan Kesatria yang ikut dalam penangkapan Duke Hanneton.


Duke Hanneton yang tau jika ini semua adalah hal yang telah dipersiapkan cukup lama oleh Keluarga Kekaisaran untuk menghancurkannya pun menjadi sangat kesal terutama saat melihat Nona Martha muncul di hadapannya.


“Ini semua adalah kesalahanmu! Jika saja kau bisa melakukan tugasmu dengan baik maka hal ini tak perlu terjadi!” ucap Duke Hanneton dengan sangat marah dan menampar wajah Nona Martha sekali lagi lalu pergi mengikuti Komandan Kesatria menuju Pejara.


Duke Hanneton yang merupakan Keluarga Bangsawan terkuat setelah Keluarga Kekaisaran pun hancur dan runtuh dalam semalam.


Semua Pelayan yang bekerja di Kediaman Duke Hanneton pun dibawa ke Penjara dan bersiap menerima hukumannya karena menutup mata, mulut dan telinganya untuk kejahatan Duke Hanneton dan Putrinya.


Semua Aset dan Bisnis yang dimiliki dan dijalankan oleh Duke Hanneton diambil alih oleh Keluarga Kekaisaran sehingga tak satupun yang tersisa.


Nona Martha yang tidak menyangka jika hidupnya akan sangat berubah seratus delapan puluh derajat sesaat dirinya sampai di Kekaisaran Glorious menjadi sangat depresi.


“Apa yang telah terjadi sebenarnya? Bagaimana ini semua terjadi? Dimana letak kesalahannya?” tanya Nona Martha dengan ekpsresi wajah yang sedih dengan tatapan mata yang menunjukkan tidak adanya semangat hidup lagi.


#Bersambung#


Hukuman apa yang akan diterima oleh Duke Hanneton dan Nona Martha di kehidupan ini? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...