
Harold yang menjadi Ajudan sekaligus tangan kanan Raja Jonathan dengan cekatan membantu Raja Jonathan yang jatuh sakit tanpa diketahui orang lain.
“Bagaimana keadaan Yang Mulia Raja? Apakah beliau baik-baik saja?” tanya Harold kepada Dokter Kerajaan dengan ekspresi wajah yang cemas.
“Yang Mulia baik-baik saja hanya merasa terkejut dan Yang Mulia akan segera pulih jika banyak istirahat!” ucap Dokter Kerajaan di hadapan Raja Hentallius yang telah sadar.
Raja Hentallius yang tidak bisa istirahat di saat Kerajaannya sedang menghadapi masalah diplomatik yang serius.
“Harold, apakah kau telah memanggil Putra Mahkota untuk menemuiku?” tanya Raja Hentallius dengan ekspresi wajah yang serius.
“Ya, Yang Mulia!” jawab Harold dengan ekspresi wajah dan nada suara yang datar sambil menundukkan kepalanya dengan sikap yang sopan.
“Kalau begitu kita harus kembali ke Ruang Kerjaku!” ucap Raja Hentallius yang beranjak pergi dari kamar rahasia yang ada di dalam Istananya.
“Tunggu, Yang Mulia! Anda masih butuh istirahat jika anda pergi sekarang maka anda tidak akan bisa beristirahat lagi!” ucap Harold dengan nada suara yang terdengar khawatir.
“Jangan khawatir, Harold. Aku baik-baik saja.” ucap Raja Hentallius dengan senyum yang menenangkan sambil bergerak duduk.
Harold yang tidak bisa menghentikan ataupun mengubah pendirian dari Raja Hentallius pun menyerah dan membantu Raja Hentallius untuk menutupi masalah kesehatannya.
Raja Hentallius yang telah ada di dalam ruang kerjanya pun menunggu datangan Putra Mahkota Lyod yang ternyata datang sepuluh menit setelah dirinya sampai.
“Salam kepada Raja Kerajaan Hentallius, semoga Yang Mulia selalu sehat dan berjaya!” ucap Putra Mahkota Lyod dengan sikap yang sopan dengan ekspresi wajah yang sangat natural.
Raja Jonathan yang tidak peduli dengan salam yang diucapkan oleh Putra Mahkota Lyod tetap memasang wajah marah dan dengan sengaja melemparkan Surat Terbuka dari Pangeran Mahkota Richard ke wajah Putra Mahkota Lyod.
“Apakah ini yang kau maksud dengan keberhasilan dalam Negosiasi dengan Kekaisaran Hentallius?” sindir Raja Jonathan dengan ekspresi wajah yang marah dengan suara yang meninggi.
Putra Mahkota Lyod yang sudah bisa menebak isi yang ada di dalam surat tersebut setelah melihat lambang Keluarga Kekaisaran Glorious pada Stempel Surat.
Semua yang ada dipikirkan oleh Putra Mahkota Lyod benar adanya dan sekarang Putra Mahkota Lyod menjadi frustasi.
“Yang Mulia, itu hanyalah sebuah kesalahpahaman. Mohon Yang Mulia memberiku waktu untuk menyelesaikan kesalahpahaman ini. Saya akan segera menyelesaikan masalah ini secepat mungkin!” ucap Putra Mahkota Lyod dengan kepala tertunduk dengan sikap yang sopan dengan ekspresi wajah yang datar.
Raja Jonathan yang sangat mengetahui sifat dari Keluarga Kekaisaran Glorious menjadi sangat kesal dengan sikap dan performa Putra Mahkota tapi tidak bisa melakukan apapun dengan hal itu.
“Baiklah. Aku akan memberimu waktu untuk menyelesaikan masalah ini hingga besok lusa dan jika tidak ada perubahan yang terjadi maka kau harus menerima akibat dari kegagalanmu ini!” ucap Raja Jonathan dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.
“Terima kasih banyak, Yang Mulia untuk kesempatannya. Saya pasti tidak akan mengecewakan anda, Yang Mulia!” ucap Putra Mahkota Lyod dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang lebar.
Putra Mahkota Lyod yang telah mendapatkan kesempatan terakhir untuk mengembalikan kepercayaan Raja Jonathan Carls Hentallius IV bergegas kembali ke Istananya untuk membuat rencana.
Raja Jonathan yang tidak bisa mempercayai Putra Mahkota Lyod lagi setelah semua kegagalan tiap kegagalan yang dilakukannya.
“Kirimkan surat kepada Countess Vansfold untuk datang ke Istana menemuiku secara pribadi!” ucap Raja Jonathan dengan perintah khusus.
Harold yang mendapatkan tugas dari Raja Jonathan pun mengundurkan diri keluar ruangan dan melaksanakan tugasnya.
Sementara itu, Pangeran Mahkota Richard yang telah selesai dengan urusannya di Istana Kerajaan pun kembali ke Kediaman tempat Laura berada.
“Dimana Laura? Apa yang dilakukannya?” tanya Pangeran Mahkota Richard kepada Kepala Pelayan yang dibawanya dari Istana Kekaisaran Glorious, Pyrex.
“Yang Mulia Tuan Putri sedang duduk bersantai di Taman. Yang Mulia Tuan Putri tidak melakukan banyak hal hanya istirahat di kamarnya dan bersantai di Taman, Yang Mulia!” jawab Pyrex dengan sikap yang sopan dengan suara yang tegas.
Namun setelah Pangeran Mahkota Richard melihat Laura sedang duduk bersantai di tengah-tengah Taman Bunga yang indah sambil tertawa bahagia bersama Rika pun merasa sedikit lega.
Pangeran Mahkota Richard yang punya sesuatu yang ingin dibicarakan pun menemui Laura yang sedang bersantai.
Rika yang menyadari kedatangan Pangeran Mahkota Richard dengan cepat menutup mulutnya dan menuangkan teh lainnya untuk Pangeran Mahkota Richard.
Pangeran Mahkota Richard yang melihat Rika sangat kompeten dan telaten dalam melaksanakan tugasnya pun menjadi sangat senang.
“Siapa namamu?” tanya Pangeran Mahkota Richard dengan ekspresi wajah yang penasaran sambil menatap Rika dengan tajam.
“Nama saya Rika, Yang Mulia!” ucap Rika dengan suara yang jelas dan tegas sambil menundukkan kepalanya dengan sikap yang sopan.
“Hmmm, ambillah ini! Aku ingin kau terus melayani dan terus bersama dengan Laura selamanya!” ucap Pangeran Mahkota Richard dengan ekspresi wajah yang serius sambil melepaskan dua buah bros yang ada di kedua pergelangan tangannya lalu memberikannya kepada Rika.
Rika yang merasa ragu menoleh ke arah Laura dan dengan berani menyimpan hadiah dari Pangeran Mahkota Richard setelah melihat persetujuan dari Laura.
“Terima kasih banyak, Yang Mulia!” ucap Rika dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil memeluk dua buas bros itu dengan sangat erat.
Laura yang menyadari bahwa Pangeran Mahkota Richard datang menemuinya memiliki sesuatu yang ingin dibicarakannya pun memberi kode kepada Rika untuk pergi.
“Rika! Bisakah kau meminta Koki untuk menyiapkan Bebek Panggang sebagai menu makan malam ini?” tanya Laura dengan senyum yang lembut.
“Tentu saja, Yang Mulia. Saya akan segera menyampaikannya kepada Kepala Koki!” ucap Rika sambil menundukkan kepalanya lalu meninggalkan tempat itu dengan sangat cepat.
Saat Rika tak terlihat dari pandangan, Laura pun mengubah ekspresi wajahnya menjadi serius dan begitu pula dengan Pangeran Mahkota Richard.
“Kak, apa kau sudah melakukan yang aku katakan?” tanya Laura dengan ekspresi wajah yang serius sambil meletakkan teh yang ada di tangannya di atas meja.
“Jangan khawatir. Kakak yakin Raja bodoh itu pasti sudah mendapatkan Surat Terbuka yang Kakak tulis atas nama Kekaisaran Glorious.” Ucap Pangeran Mahkota Richard dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
“Hmmm, kalau begitu pasti saat ini Raja Jonathan IV pasti telah memanggil Putra Mahkota Lyod dan memarahinya.” Ucap Laura dengan senyum licik.
“Andai aku ada di sana. Aku sangat ingin melihat wajah Putra Mahkota dengan otak s*x itu dimarahi!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang dengan cepat berubah sedih.
Pangeran Mahkota Richard yang mendengar perkataan Laura pun merasa lebih baik setelah bertemu dengan Nona Martha yang mengingatkan dirinya tentang malam panas dua pasangan yang suka berselingkuh itu.
“Apa rencanamu selanjutnya? Kapan kita membongkar kejahatan Putra Mahkota Lyod dan Martha? Aku sudah tidak tahan dengan senyum dan sikap maja palsu yang ditunjukkan Martha padaku!” ucap Pangeran Mahkota Richard dengan ekspresi wajah yang sangat lelah.
“Tak lama lagi Kak dan Kakak harus bersabar hingga saat itu tiba!” ucap Laura dengan senyum lebar yang menenangkan.
Laura yang ternyata telah memiliki rencana untuk membalas Nona Martha dan Keluarganya yang telah berhianat lalu bersekutu dengan Kerajaan musuh pun membisikkan sesuatu kepada Pangeran Mahkota Richard yang tentu saja berhasil membuat Pangeran Mahkota Richard sangat puas dan bahagia.
“Baiklah. Kita jalankan rencanamu. Jangan khawatirkan masalah itu. Kakak akan menyelesaikan semuanya dengan sangat cepat!” ucap Pangeran Mahkota Richard dengan suara yang tegas dan berdiri dengan senyum percaya diri.
Laura yang melihat Pangeran Mahkota Richard sangat bersemangat setelah mengetahui rencananya pun tersenyum lebar.
“Tak lama lagi dua pasang pasangan selingkuh itu akan hancur bersamaan! Aku sungguh tidak sabar menunggu hari itu tiba!” ucap Laura dalam hati dengan ekspresi wajah yang sangat senang.
#Bersambung#
Apa rencana Laura untuk menjatuhkan Nona Martha dan Putra Mahkota Lyod? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...