The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 138. Eksekusi Bakar



Beberapa hari berlalu setelah Laura pergi mengunjungi Evans dan Tatiana di dalam Penjara hingga akhirnya hari eksekusi yang ditunggu-tunggu pun tiba.


Evans dan Baron Baron Vernon yang ditahan di dalam Penjara selama berminggu-minggu pun akhirnya dibawa keluar menuju tempat ekseskusi.


Tak hanya keduanya bahkan semua orang yang bekerja di Kediaman Count Vansfold dan Baron Vernon pun ikut dibawa ke tempat eksekusi.


Tatiana yang menjadi Tersangka Utama dan dinyatakan sebagai Penyihir Hitam pun ikut dibawa dengan menggunakan kereta dari kayu khusus yang dikelilingi dan ditarik dengan Sihir di depan orang-orang.


Rakyat Kerajaan Hentallius yang sudah masuk ke dalam perangkap yang dibuat oleh Laura bersama Pangeran Kedua Illion dan Pangeran Ketiga Edward pun telah membenci keberadaan Tatiana dan yang lainnya hingga ke darah, daging dan tulang mereka.


“Dasar manusia r*ndahan! Beraninya kau bersekutu dengan Penyihir Hitam!” ucap Rakyat Kerajaan Hentallius yang marah kepada Evans dan Baron Vernon.


“Singkirkan kompolotan Penyihir Hitam! Bakar semua orang! Bakar! Bakar! Bakar!” ucap semua Rakyat secara bersamaan dan bergantian menginginkan hukuman untuk semuanya.


“Matilah kau dasar Penyihir Hitam menjijikkan! Bakar Penyihir Hitam ini hingga tak bersisa!” teriak beberapa orang yang marah sambil melemparkan Tatiana dengan tomat dan telur busuk.


Evans yang tidak pernah menyangka jika dirinya akan dibawa keliling Ibukota Kerajaan sebagai Penjahat menjadi sangat malu dan sedih.


Evans yang berharap memiliki kesempata kedua tapi sadar bahwa hal itu tak akan pernah terjadi pun hanya bisa menerima caci maki dan perlakuan kasar Rakyat Kerajaan Hentallius.


“Kenapa semua ini terjadi padaku? Aku seharusnya menjadi Pahlawan yang disebut-sebut namanya dan bukan sebagai Penjahat yang dihina dan dikutuk semua orang!” ucap Evans dalam hati dengan wajah yang sedih.


Laura yang datang bersama Rika dan Master Noel untuk menyaksikan detik-detik terakhir kematian Evans dan Tatiana yang menjadi penyebab kehancurannya di masa lalu pun menjadi sangat senang.


“Ini adalah akhir dari segalanya! Mulai saat ini hubungan kita bertiga di dalam Lingkaran Iblis ini telah hilang! Setelah Eksekusi ini dilakukan maka aku akan memulai hidupku yang baru!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang serius dengan pandangan mata lurus ke depan.


Pangeran Kedua Illion yang berdiri di atas Podium mewakili Raja Jonathan IV yang sedang sakit karena terkena Racun pun memberikan perintah.


“Eksekusi Kedua Penjahat yang menyembunyikan keberadaan Penyihir Hitam di Kerajaan Hentallius!” ucap Pangeran Kedua Illion dengan suara yang lantang.


Tepat setelah perintah dikeluarkan Evans dan Baron Vernon pun diikat di atas sebuah tiang dengan sangat erat lalu dibakar hidup-hidup.


“Aaarrgghhh! Panasss! Tidak! Lepakan! Aaarrgghhh!” teriak Evans dan Baron Vernon secara bergantian dengan suara kesakitan.


Teriakan kesakitan yang dikeluarkan oleh Evans dan Baron Vernon pun terdengar ke seluruh tempat hingga membuat bawahannya yang akan merasakan hukuman yang sama ketakutan.


“Tidak! kami tidak bersalah Yang Mulia!”


“Mohon ampuni kami, Yang Mulia!”


“Kami semua adalah korban! Kami tidak tau apapun tentang Penyihir Hitam!”


“Kalian sungguh manusia yang tidak tau malu! Sungguh pantas jika semuanya mendapatkan hukuman yang sama karena tindakan Majikan dan Bawahan sama saja!” ucap Laura dengan suara yang rendah tapi dapat didengar dengan jelas oleh Pangeran Kedua Illion.


Pangeran Kedua Illion yang bisa merasakan kesakitan dan kesedihan yang dirasakan Laura di setiap kata dan sorot matanya pun memberikan perintah kedua.


“Bakar Keluarga, Pekerja, Pengikut dari Kedua Penghianat ini sekarang!” teriak Pangeran Kedua Illion dengan wajah yang marah.


Prajurit yang mendapatkan perintah dari Pangeran Kedua Illion pun melaksanakan tugasnya dengan sangat baik dengan menggantung setiap orang ke atas kayu yang tinggi lalu membakar semua orang secara bersamaan.


Laura yang melihat Selir-selir dari Baron Vernon yang dibakar bersama dengan Mantan Ibu Mertuanya, Madam Rollesh pun tersenyum kecil.


“Di kehidupanku yang lalu, kau sangat tidak menyukaiku dan terus memperlakukanku dengan tidak baik karena kau lebih menyukai Tatiana. Lalu bagaimana dengan sekarang saat dirimu harus kehilangan nyawa disebabkan oleh Tatiana, Madam Rollesh!” ucap Laura dalam hati dengan ekspresi wajah yang dingin.


Teriakan kesakitan dan ketakutan pun terdengar sangat jelas di tempat eksekusi hingga akhirnya sampailah pada eksekusi terakhir.


“Tatiana Vansfold, Countess Vansfold! Kau dinyatakan bersalah karena telah menyembunyikan identitasmu sebagai Penyihir Hitam dan membuat seluruh Rakyat Kerajaan Hentallius hidup dalam ketakutan!” ucap Pangeran Kedua Illion dengan nada suara yang lantang.


“Kau akan dihukum sebagaimana seorang Penyihir Hitam di masa lalu! Kau akan dibakar hidup-hidup di dalam Api Biru yang tidak akan membakar ragamu tapi juga jiwamu!” ucap Pangeran Kedua Illion dengan ekspresi wajah yang serius.


Penyihir yang mendapatkan tugas untuk membakar Tatiana hidup-hidup pun memulai membuat Pola Sihir dan hanya dalam hitungan detik sebuah Api berwarna biru muncul dan membakar tubuh Tatiana.


Tatiana yang merasa sangat sakit hingga ke tulang-tulangnya pun tak bisa menahan diri untuk berteriak dan mengutuk Laura.


“Aaaarrgghhh! Aku tidak akan pernah memaafkanmu Laura Raynor Glorious! Aku akan mengutukmu agar hidupmu tak akan pernah bahagia! Aaaarrgghhh!” teriak Tatiana dengan suara yang keras dengan jeritan kesakitan.


Laura yang tidak takut dengan kata-kata ataupun kutukan yang diucapkan oleh Tatiana pun hanya tersenyum kecil di sudut bibirnya.


“Semua kata-kata kasar dan kutukan yang kau ucapkan tak akan pernah berpengaruh padaku karena Kakek Naga dan Leluhur Kekaisaran Glorious akan selalu melindungiku!” ucap Laura dengan percaya diri.


Laura yang melihat semua orang yang menjadi musuh utama di kehidupannya di masa lalu telah meninggal terbakar pun berbalik arah dan kembali ke Kediamannya.


“Saatnya menyelesaikan satu orang terakhir yang menjadi musuh tersembunyi!” ucap Laura dengan nada suara yang tegas dan pandangan mata lurus ke depan.


#Bersambung#


Apa yang akan dilakukan Laura pada Duke Balmon nantinya? Tulis jawabannya di kolom komentar ya..


*Note*


Maaf Author tidak update selama beberapa hari terakhir disebabkan Laptop Author rusak jadi baru selesai diperbaiki. Diusakan kedepannya akan lancar update dengan durasi minimal 1 BAB per hari. Terima kasih.