The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 110. Rencana Kebangkrutan



Laura yang tetap pindah ke Kediaman barunya keesokan harinya pun pergi bersama Rika, Master Noel dan beberapa orang yang ditinggalkan Pangeran Mahkota Richard untuk tetap bersama Laura.


"Apakah semuanya sudah siap, Rika?" tanya Laura dengan ekspresi wajah yang penasaran setelah melihat dirinya yang terlihat cantik di depan cermin besar.


"Tentu saja, Yang Mulia. Semua barang telah dipindahkan dan semua orang telah menunggu kedatangan Yang Mulia." ucap Rika dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang gembira.


"Jika seperti itu maka kita harus segera turun." ucap Laura dengan senyum yang lembut sambil berdiri dan bersiap turun ke luar.


Namun saat Laura keluar, Laura melihat Pangeran Kedua Illion dan Viscount Ballaguisse di sana menyamar sebagai Kesatria yang pergi bersama Laura.


"I-illion! Vis-Vicount! Apa yang kalian lakukan di sini?" Agh, kami datang karena ingin mengantarmu hingga selamat kembali ke wilayahmu!" ucap Pangeran Kedua Illion dengan santai.


"Apa? Bagaimana mungkin? Illion, kau adalah Pangeran dan kau seharusnya ada di Istana Kerajaan." ucap Laura yang mencoba mengusir Pangeran Kedua Illion secara halus.


"Aku tidak bisa berada di Istana karena saat ini nyawaku dalam bahaya di sana. Permaisuri menganggupku sebagai duri dalam hidupnya jadi untuk menyelamatkan nyawaku maka aku harus pergi jauh untuk sementara waktu!" ucap Illion dengan senyum yang ramah.


Laura yang menyadari maksud Pangeran Kedua Illion karena situasi yang dihadapinya karema Duke Balmon yang dulunya adalah bagian dari Keluarga Kerajaan dan statusnya adalah Putra Mahkota serta Putra kandung Permaisuri.


"Baiklah. Lakukanlah apapun sesukamu tapi aku tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu selama perjalanan!" ucap Laura dengan sikap yang dingin.


Laura yang menyadari perasaannya semalam bahwa dirinya mulai menyukai Pangeran Kedua Illion menjadi sangat takut sehingga memutuskan untuk menjaga jarak.


Laura yang sengaja mempercepat kepergiannya yang di sore hari menjadi pagi-pagi sekali tidak menyangka jika situasinya menjadi seperti ini.


"Rika, apakah kau yang memberitau Pangeran Kedua Illion jika kita akan meninggalkan Ibukota keesokan paginya?" tanya Laura yang curiga kepada Rika karena Laura tau meskipun Pangeran Kedua tau jika dirinya ingin meninggalkan Ibukota tapi perubahan jadwal kepergian tak akan diketahui orang lain karena Laura memberitau semuanya saat tengah malam.


"Maafkan hamba, Yang Mulia. Hamba hanya ingin Yang Mulia bahagia saat Yang Mulia sedih karena perselingkuhan yang dilakukan Tuan Count!" ucap Rika yang langsung berlutut di hadapan Laura di dalam kereta kuda.


"Aku memaafkanmu tapi jangan lakukan ini lagi!" ucap Laura dengan ekspresi wajah yang sangat lelah sambil menarik nafas yang panjang.


Laura yang akhirnya sampai di Kediamannya yang baru setelah bergerak selama enam jam tanpa berhenti pun turun dengan bantuan Pangeran Kedua Illion.


"Terima kasih, Illion!" ucap Laura dengan senyum yang lembut karena atas bantuan Pangeran kedua Illion dirinya bisa menggunakan Portal Sihir sehingga bisa mempersingkat waktu perjalanan.


Laura yang tak bisa bisa membiarkan Pangeran kedua Illion kembali dengan perut yang kosong pun meminta Pangeran kedua Illion untuk makan siang bersamanya.


"Terima kasih untuk makan siangnya. Ini sangat lezat!" ucap Pangeran Kedua Illion dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang lebar.


Laura yang berjalan menuju ruangan lain yang telah dibersihkan dan dirapikan pun memberikan kepada Pelayan untuk menyeduh teh hangat.


"Silahkan diminum tehnya!" ucap Laura dengan nada suara yang ramah dan senyum yang lebar serta sikap yang sopan.


Laura yang melihat Pangeran Kedua Illion tekag menjadi nyaman pun mengatakan tujuannya mengundang Pangeran kedua Illion untuk minum teh bersamanya.


"Yang Mulia, apakah anda ingat dengan permintaan saya saat di Kediaman Viscount Ballaguisse?" tanya Laura dengan ekspresi wajah yang tenang.


"Tentu saja saya ingat. Aku sudah melakukan seperti yang kau inginkan lalu apa selanjutnya?" tanya Pangeran Kedua Illion dengan ekspresi wajah yang penasaran.


"Tahan semua bahan makanan itu dan jadikan bahan makanan itu menjadi langka agar harganya naik dua hingga tiga kali lipat!" ucap Laura dengan senyum yang lebar.


"Jangan khawatir. Aku pasti akan melakukan seperti yang kau inginkan Laura." ucap Pangeran Kedua Illion dengan percaya diri sambil tersenyum lembut ke arah Laura.


Laura yang senang pun tersenyum bahagia lalu dengan cepat memberikan perintah khusus kepada Master Noel setelah Pangeran Kedua Illion pergi meninggalkan Kediaman Laura.


"Master Noel, aku punya tugas penting untukmu. Aku ingin kau menghalangi kereta kuda milik Evans menuju Kerajaan Croisen!" ucap Laura dengan ekspresi wajah yang serius.


"Aku yakin jika rombongan itu pasti akan melewati Hutan karenanya aku ingin kau menyewa perampok untuk merampok mereka lalu pastikan jika Perampok itu tidak mengatakan apapun saat tertangkap!" ucap Laura dengan suara yang tegas.


"Lalu aku ingin kau membawaku dengan Sihir Teleportasi ke bagian Hutan yang menjadi jalan mereka menuju Kerajaan Croisen karena aku akan menghancurkan jalanan dengan Kekuatan Alamku jadi tidak akan ada yang curiga!" ucap Laura dengan tatapan mata yang tajam.


"Kita harus membuat semua barang yang dibawa oleh rombongan itu hancur sehingga Evans mengalami kerugian yang sangat besar!" ucap Laura dengan senyum yang licik.


"Baik, Yang Mulia. Saya akan melakukan semuanya sesuai perintah anda!" ucap Master Noel sambil menundukkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang datar dan sikap yang patuh.


Master Noel yang tau berapa pentingnya rencana ini pun pergi menaklukan salah seorang perampok terkenal di daerah itu lalu memberikan mereka tugas yang penting.


"Besok siang akan ada rombongan Keluarga Bangsawan yang datang melewati Hutan ini! Aku ingin kalian menghancurkan barang bawaan Bangsawan itu!" ucap Master Noel dengan Aura membunuh yang kuat.


Kelompok Perampok yang tak ingin kehilangan nyawanya itu pun kompak menganggukkan kepala sebagai tanda persetujuan lalu Master Noel pergi memberikan laporan kepada Laura.


#Bersambung#


Apakah rencana laura akan berhasil untuk menghancurkan bisis Evans? Apa yang akan terjadi pada Evans selanjutnya? Tebak jawabannya di BAB selanjutnya ya..