The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 148. Percintaan Abad Ini



Raja Illion yang menyamar menjadi Bangsawan biasa dan menolong Rakyat di Kota Harushan membuatnya mengetahui kenyataan yang pasti.


"Dasar tikus berdasi! Mereka diberi kepercayaan untuk mengurusi Rakyat di Kota Harushan tapi mereka justru mengabaikan mereka dan mengambil suplai makanan dan uang untuk pengobatan! Tidak bisa dibiarkan!" ucap Raja Illion dengan wajah yang marah.


"Kau boleh marah tapi kau tidak bisa bersikap ceroboh atau mengambil tindakan yang salah, Illion!" ucap Laura yang ternyata ada di dalam tenda tempat Raka Illion tinggal.


"Kau benar! Aku harus membuat mereka masuk ke dalam perangkapku agar aku bisa menghukum mereka serta mengambil semua milik mereka!" ucap Raja Illion dengan wajah yang licik.


Jebakan yang dimaksud sungguh diambil oleh Bangsawan yang serakah akan pengakuan dan juga hadiah keberhasilan dari Raja.


Bangsawan yang serakah langsung turun seolah membantu dan membuat kekacauan di saat persentasi kesembuhan Rakyat Kota harushan hampir 90 persen.


"Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian mengacau di tempat ini?" teriak Adrian Lopez dengan suara yang lantang.


"Kau tidak tau aku! Apakah kau bodoh? Hmmm, tentu saja kau bodoh karena kau adalah anak h*ram dari Keluarga Lopez!" sindir seorang pria berambut merah bernama Dane Carlos, Keluarga Bansawan Baron Carlos.


Laura yang melihat Bangsawan bodoh yang telah masuk ke dalam perangkap dan melakukan semua seperti yang telah diprediksi pun mengambil bagiannya.


"Apakah kau tau jika kata-katamu itu sungguh tidak sopan?" tanya Laura dengan wajah yang kesal dan mata yang melotot tajam.


"Hah! Aku kira siapa ternyata Janda dari Seorang Bangsawan yang bersekongkol dengan Penyihir Hitam!" ucap Edgar Yarsha, Putra Pertama Count Yarsha dengan wajah merendahkan.


"Daripada kau disini bagaimana dengan menjadi wanitaku! Aku akan menghangatkan ranjangmu yang dingin!" ucap Dane Carlos dengan tatapan mata yang vulgar yang disambut dengan tawa yang keras dari Bangsawan lain yang ikut membuat kekacauan.


Adrian Lopez dan Daniel yang mendengar kata-kata tidak sopan itu langsung maju ke depan dengan niat memberikan pelajaran tapi Raja Illion telah melakukannya lebih awal.


"Br*ngsek! Beraninya kalian memiliki pikiran kotor seperti itu! Aku tak akan pernah memaafkan kalian!" teriak Raja Illion dengan suara yang lantang dengan pakaian Bangsawan biasa.


"Kesatria! Tampar mulut orang-orang ini dan masukkan mereka ke dalam Penjara sekarang!" teriak Raja Illion dengan wajah yang marah dan tatapan mata yang mendidih.


Dane Carlos dan lainnya yang tidak mengerti dengan semua yang telah terjadi menjadi sangat bingung dan mulai memberontak lalu mempertanyakan identitas Raja Illion yang sedang menyamar.


"Aku adalah Illion Jean Hentallius! Raja Kerajaan Hentallius! Kalian semua telah melakukan pemberontakan dengan melawan Seorang Raja maka seluruh Keluarga kalian akan ikut dihukum!" teriak Raja Illion dengan suara yang lantang.


"Kalian mendapatkan titahku untuk memberikan suplai kepada Rakyat Kota Harushan yang terkema penyakit tapi kalian mengambil suplai yang ada dan menjualnya kembali! Kaliam telah membuat Kerajaan ini mengalami kerugian karenanya aku akan memberikan perintah untuk menyita semua aset Keluarga kalian semua!" ucap Raja Illion dengan tatapan mata yang tajam.


Tepat setelah titah dari Raja Illion dikeluarkan, Ibukota yang telah tenang selama beberapa minggu akhirnya ramai kembali.


Grandduke Blanchet yang telah mendapatkan kabar sebelumnya pun melakukan tugasnya dengan baik.


Tak hanya itu, Grandduke Blanchet yang ingin membantu kisah cinta antara Raja Illion dan Putri Laura pun membuat cerita tentang benih cinta yang timbul saat Raja Illion yang menyamar untuk membantu Rakyatnya kepada Putri Laura yang menjadi malaikat penolong.


Bahkan kisah Raja Illion yang menghukum Bangsawan yang lalai dan melakukan korupsi karena telah menghina Laura menjadikan kisah cinta yang sangat populer.


"Wah! Isi berita ini sungguh menakjubkan! Kau sungguh berhasil membuat semua Rakyat Kerajaan dan Bangsawan merubah pola pikirnya dan pandangan mereka tentang Putri Laura!" gumam Marquess Ballaguisse dengan senyum yang lebar.


"Tentu saja! Aku harus bisa melakukan itu jika ingin menjadikan Laura sebagai Permaisuriku!" ucap Raja Illion dengan wajah yang percaya diri.


"Apakah kau sudah melakukan seperti yang aku katakan kepada Bangsawan-bangsawan br*ngsek itu?" tanya Raja Illion dengan tatapan mata yang tajam dan aura membunuh yang kuat dengan ingatan tentang kejadian di saat Laura dipermalukan.


Marquess Ballaguisse yang melihat Raja Illion sedang dalam suasana hati yang buruk pun menarik nafas panjang lalu mengatakan semua yang akan menyenangkannya.


"Jangan khawatir! Sebelum mereka semua dihukum di hadapan seluruh Rakyat Kerajaan Hentallius. Semuanya telah mendapatkan siksaan yang menyakitkan di dalam Penjara!" ucap Marquess Ballaguisse dengan wajah yang takut.


"Aku pun telah membawa semua keluarga, kerabat dan pelayan dari setiap kediaman Bangsawan ke dalam penjara bawah tanah Istana!" ucap Marquess Ballaguisse dengan tatapan mata yang tajam.


"Kekayaan dari semua Bangsawan itupun telah disita dan memenuhi Harta Karun kerajaan!" ucap Marquess Ballaguisse dengan senyum yang licik.


"Bagus! Aku senang sekali! Laksanakan eksekusi mereka dalam dua hari! Aku tak ingin melihat orang-orang tidak berguna itu hidup!" ucap Raja Illion dengan wajah yang dingin.


"Jangan lupa siapkan Pesta Perayaan untuk keberhasilan Laura di Istana Kerajaan! Aku akan melamarnya di hadapan semua orang! Aku ingin Pesta itu sangat mewah, megah dan juga indah!" ucap Raja Illion dengan tekad yang kuat.


Waktu pun berlalu, eksekusi pun dilakukan dengan sangat cepat dan singkat. Rakyat yang marah pada Bangsawan yang telah bersikap seenaknya pun melemparkan buah dan sayuran busuk serta kata-kata yang kasar.


Laura yang mengetahui itu pun menjadi sangat puas dan mulai mempersiapkan diri untuk hari besarnya nanti.


"Rika! Aku percayakan diriku padamu!" ucap Laura dengan senyum yang lembut dengan wajah yang memerah.


"Jangan khawatir, Yang Mulia. Malam ini anda akan menjadi wanita tercantik di Kerajaan Hentallius! Anda akan menjadi wanita yang paling beruntung dan akan menjadi tempat iri para Nyonya dan Nona Bangsawan yang hadir di Pesta tersebut!" ucap Rika dengan percaya diri.


Laura yang telah tau jika malam ini adalah hari yang penting karena pandangan orang-orang tentangnya akan berubah drastis pun menjadi sangat bersemangat.


Namun tanpa diketahui Laura bahwa Raja Illion dan yang lainnya telah mempersiapkan hal yang sangat menakjubkan di Pesta Perjamuan itu.


#Bersambung#


Jika kalian mengikuti ceritanya pasti bisa menebaknya dengan mudah, apa hal yang sedang menunggu Laura di Pesta? Tulis jawabannya di dalam komentar ya..