The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 109. Kencan yang Tak Terduga



Pangeran Kedua Illion yang tak pernah pergi bersama wanita ataupun menjalin hubungan dengan wanita menggunakan buku sebagai panduan kencannya.


Pangeran Kedua Illion yang berpikir bahwa kencannya akan berakhir sempurna karena telah merencanakan semua destinasi kencan sebelumnya meskipun ada hal tak terduga terjadi.


"Maafkan aku Laura. Aku tidak menyangka jika hari ini Taman Bunga sedang tutup karena renovasi!" ucap Pangeran Kedua Illion dengan ekspresi wajah yang sedih dan tatapan mata yang menyesal.


"Ini bukan salahmu jika kau tidak tau. Aku pun tidak tau kalau Taman ini dalam perbaikan!" ucap Laura dengan senyum yang lembut dan menenangkan.


Pangeran Kedua Illion yang tidak ingin menyerah karena hanya satu destinasi yang tidak sesuai harapannya pun akhirnya berpindah ke destinasi lainnya.


"Maafkan aku! Aku sungguh menyesal! Aku tidak tau jika Danau ini juga ternyata tutup sementara waktu karena jalannya yang hancur penuh lumpur!" ucap Pangeran Kedua Ilion dengan ekspresi wajah yang sedih.


"Jangan menyerah. Bukankah masih ada satu tempat lain yang belum didatangi." ucap Laura yang mencoba memberikan semangat kepada Pangeran Kedua Illion yang sudah menyerah.


"Yang kau katakan itu sangat benar. Aku yakin tempat terakhir tidak akan tutup lagi seperti sebelumnya!" ucap Pangeran Kedua Illion dengan tatapan yang penuh harap.


Keduanya pun pergi ke sebuah restoran yang tak jauh dari Danau karena mendapatkan rekomendasi sebagai tempat yang memiliki pemandangan yang indah untuk berkencan.


"Illion, apakah ini sungguh tempatnya?" tanya Laura dengan ekspresi wajah yang bingung saat melihat ke sekeliling tak ada seorangpun yang berkunjung.


"Seharusnya ini adalah Restoran yang benar karena nama restoran yang terlihat di papan nama dan di dalam buku itu benar." ucap Pangeran Kedua Illion secara tidak sengaja dan membuat Laura tertawa kecil.


“Hmmm, maaf. Aku tidak pernah mengajak Nona Muda untuk pergi ke luar selama ini jadi aku sedikit bingung! Maafkan aku Laura jika ini membuatmu tidak nyaman!” ucap Pangeran Kedua Illion dengan ekspresi wajah yang sedih dengan tatapan mata yang bingung.


“Tidak! Tidak! Tidak! aku tidak terganggu sama sekali. Aku justru merasa sangat senang karena ternyata masih ada orang yang memikirkanku sampai seperti itu!” ucap Laura dengan wajah yang memerah karena malu.


“Hmmm, bagaimana kalau kita masuk? Sepertinya Restoran itu masih buka.” Ucap Pangeran Kedua Illion yang mencoba mengalihkan pembicaraan.


Pangeran Kedua Illion dan Laura pun memasuki Restoran dengan perlahan lalu tiba-tiba seorang nenek-nenek muncul secara misterius.


“Maaf mengejutkan kalian Tuan dan Nona. Silahkan ikuti saya. Saya akan mengantar Nona dan Tuan ke tempat duduk anda!” ucap Nenek itu dengan sangat ramah.


Pangeran Kedua Illion dan Laura yang diam saja pun saling berpandangan seolah telah mencapai sebuah kesepakatan sehingga dengan cepat memutuskan untuk mengikuti Nenek Pemilik Restoran pergi.


Laura yang tidak menyangka akan menemukan tempat yang sangat indah di akhir perjalanan mereka pun menjadi bahagia.


“Wah! Indah sekali!” gumam Laura dengan mata yang terbuka lebar dengan ekspresi wajah yang bahagia dan senyum yang lebar.


“Benar sangat indah dan cantik!” ucap Pangeran Kedua Illion yang justru terpesona dengan kecantikan Laura yang sedang bahagia saat melihat pemandangan yang indah.


Pangeran Kedua Illion dan Laura yang akhirnya merasa bahwa hal baik telah tiba pun duduk dengan santai kursi di depan danau yang luas dengan pemandangan matahari yang akan segera tenggelam.


Nenek Pemilik Restoran yang telah membawakan buku menu pun memberikannya kepada Laura dan Pangeran Kedua Illion sehingga membuat keduanya memilih makanan penutup untuk menikmati pemandangan yang indah itu.


“Hmmm, tempat ini sangat indah dan cantik. Kenapa tidak ada seorangpun yang datang berkunjung ke Restoran ini? Aneh sekali!” gumam Laura dengan ekspresi wajah yang bingung dengan pandangan mata yang tak lepas dari pemandangan indah tenggelamnya matahari di bawah danau yang terlihat sangat cantik.


“Aku pun tidak tau tapi bukankah ini bagus karena kita bisa menikmati pemandangan indah ini tanpa ada yang mengganggu1” ucap Pangeran Kedua Illion dengann senyum yang lembut.


Tak butuh waktu lama, kue penutup yang dipesan keduanay pun sampai dengan bentuk yang sangat cantik dan terlihat lezat tapi saat sesendok kue itu masuk ke dalam mulut sesuatu yang tak terduga terjadi.


“Uhuk! Uhuk! Uhuk! Kue apa ini? Kenapa rasanya aneh sekali?” tanya Laura dengan ekspresi wajah yang merasa tidak nyaman sambil membuang sisa kue yang tak bisa di makannya ke sapu tangannya.


Pangeran Kedua Illion yang merasa cemas akan keadaan Laura pun memberikan minuman yang ada kepada Laura dan berharap bisa membuat Laura merasa lebih baik.


Namun ternyata Laura yang meminum air itu tiba-tiba memuntahkannya kembali dengan sangat cepat sehingga membuat Pangeran Kedua Illion bingung lalu menyerahkan sapu tangannya kepada Laura.


Laura yang tidak ingin menderita sendirian karena memakan dan meminum minuman yang tidak enak pun menatap Pangeran Kedua Illion dengan tajam.


“Agh, Illion! Kau pun harus mencoba makanan dan minumannya juga!” ucap Laura dengan dengan ekspresi wajah yang lembut dan nada suara yang ramah.


Pangeran Kedua Illion yang tau jika makanan dan minuman yang ada di depannya pasti tidak akan enak tapi perasaan tidak ingin membuat Laura lebih besar sehingga membuat Pangeran Kedua Illion mencoba makanan dan minuman itu.


“Bagaimana? Apakah rasanya enak?” tanya Laura dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan rasa ingin tau yang tinggi.


“Hmmm. Uwek!” ucap Pangeran Kedua Illion yang ternyata tidak tahan dengan rasa yang tidak enak pada makanan dan minuman yang ditelannya sambil memuntahkan makanan dan minuman tersebut.


“Hmmm, sepertinya aku tau alasan kenapa Restoran yang memiliki pemandangan yang indah ini kehilangan pelanggannya!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang tidak bahagia.


“Ya, aku pun sepertinya sudah mengetahui alasannya!” ucap Pangeran Kedua Illion dengan sambil tertawa bersama Laura.


Laura yang menyadari bahwa tempat yang dikunjunginya bisa menjadi tempat yang bagus untuk bisnis secara tiba-tiba menemukan ide yang bagus.


“Illion, apakah kau mau membantuku? Sepertinya aku punya ide yang bagus tentang tempat ini!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang bahagia dan senyum yang licik.


Pangeran Kedua Illion yang tidak tau apapun yang dimaksud Laura tapi tetap menganggukkan kepalanya secara sukarela pada permintaan Laura.


Laura dan Pangeran Kedua Illion yang telah menghabiskan waktu yang sangat terlupakan itu pun kembali ke Kediaman Laura dengan diantar oleh Pangeran Kedua Illion.


“Hmmm, laura! Maafkan aku. Hari ini sangat kacau. Tidak ada satupun yang bisa dinikmati hari ini!” ucap Pangeran Kedua Illion dengan ekspresi wajah yang kesal pada dirinya sendiri dengan tatapan mata yang sedih.


“Tidak! Illion, kau salah. Ini adalah hari yang sangat menyenangkan meskipun ada beberapa kejadian yang tak terduga terjadi tapi itu tidak mengurangi rasa senangku. Terima kasih. Karenamu aku bisa merasa lebih santai saat melihat Pemandangan yang sangat indah yang tak pernah aku lihat seumur hidupku!” ucap Laura dengan senyum yang ramah.


“Agh, aku senang mendengarnya dan jangan khawatir. Aku akan mengurusi Restoran itu dan meyakinkan Nenek Pemilik Restoran untuk menjual Restoran itu dengan harga yang sangat bagus!” ucap Pangeran Kedua Illion dengan ekspresi wajah yang percaya diri.


“Terima kasih. Aku percaya padamu, Illion!” ucap Laura yang bahagia saat menyadari bahwa di masa depan dirinya akan bisa memiliki tempat yang indah sebagai sumber keuangannya yang baru.


Pangeran Kedua Illion yang sadar jika malam telah semakin larut dan udara malam tidak bagus untuk Seorang Nona Muda pun memutuskan untuk segera kembali ke Istana Kerajaan setelah mencium punggung tangan Laura.


Rika yang ternyata melihat wajah Laura yang berubah sangat merah karena dicium punggung tangannya oleh Pangeran Kedua Illion pun akhirnya memiliki ide yang sangat bagus.


#Bersambung#


Ide apa yang ada di dalam otak Rika? Apakah kapal Laura dan Illion akan berlabu? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..