
Master Noel yang telah menyampaikan pesan kepada Master Samuel pun terpaksa harus menunggu hingga respon selanjutnya.
Laura yang ingat jika dirinya masih menyimpan Air Suci dari Gereja pun meminta Rika untuk mengambilnya.
“Rika! Apakah kau masih menyimpan botol yang berisi Air Suci yang diberikan oleh Pendeta Agung saat kita memberikan donasi beberapa bulan lalu?” tanya Laura dengan ekspresi wajah yang kesakitan.
“Tentu saja Yang Mulia. Saya akan mengambilkannya segera.” Ucap Laura dengan ekspresi wajah yang terburu-buru dan dengan kecepatan tinggi pergi mencari Botol Air Suci tersebut.
Rika yang dapat menemukannya dalam waktu singkat pun memberikannya kepada Laura dan Laura yang tidak bisa menahan rasa sakitnya pun meminta Rika untuk melepaskan perban itu kembali lalu menuangkan seperempat botol Air Suci ke luka tersebut.
Seperti keajaiban luka yang mengalirkan darah segar itu pun menghilang dan rasa sakit yang diderita Laura pun tak terasa lagi bahkan tak terlihat bekas luka sama sekali.
“Ini sungguh Air Suci yang sangat ajaib! Rika! Kau harus menyimpan ini dengan sangat baik!” ucap Laura dengan senyum yang lebar sambil berdiri dengan lompatan-lompatan kecil dengan wajah yang bahagia.
Di sisi lain, Master Samuel yang merasa jika nyawanya masih bisa diselamatkan pun memberitau semua yang dikatakan oleh Master Noel padanya.
“Master Noel menghubungi saya dan beliau mengatakan bahwa Yang Mulia Putri Laura meminta bicara dengan Yang Mulia sekarang juga karena ada hal yang sangat mendesak terjadi!” ucap Master Samuel yang melebihkan kata-kata agar bisa terdengar sangat darurat pun langsung berlutut meminta ampunan Pangeran Mahkota Richard.
Pangeran Mahkota Richard yang mendengar perkataan Penyihirnya itu menjadi sangat cemas dan khawatir tentang keadaan Laura saat ini.
“Apa yang terjadi? Kenapa Laura menghubungiku di jam seperti ini? Apakah telah terjadi sesuatu padanya?” tanya Pangeran Mahkota Richard dalam hati dengan ekspresi wajah yang cemas.
“Aku tidak akan membunuhmu ataupun mengambil nyawamu tapi kau harus menghubungkanku dengan Laura sekarang!” ucap Pangeran Mahkota Richard yang memberikan perintah tegas.
Master Samuel yang telah menunggu perintah itu pun dengan cepat membuat lingkaran sihir dan memungkinkan Pangeran Mahkota Richard bisa melihat dan berbicara dengan Laura.
Sementara itu, Master Noel yang mendapatkan kabar pun dengan cepat menghubungkan kedua lingkaran sihir tersebut.
Laura yang akhirnya bisa bicara dengan Pangeran Mahkota Richard pun mengatakn semua yang ingin dikatakannya dalam waktu lima menit.
“Kakak! Maafkan aku yang menghubungimu di saat seperti ini tapi kita tiba bisa bicara lama karena aku hanya punya waktu lima menit!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang serius.
“Kakak! Bisakah persiapanmu ke Kerajaan Hentallius dipercepat?” tanya Laura dengan ekspresi wajah dan nada suara yang sedih.
“Ada apa? Apakah telah terjadi hal buruk padamu?” tanya Pangeran Mahkota Richard dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir di saat bersamaan.
“Aku baik-baik saja, Kakak! Aku hanya ingin mempercepat rencanaku! Aku ingin segera meninggalkan kediaman ini lebih awal!” ucap Laura dengan senyum yang ceria dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Baiklah! Kakak mengerti. Kakak akan sampai di Kerajaan Hentallius dalam waktu satu minggu lagi!” ucap Pangeran Mahkota Richard dengan keyakinan penuh.
“Sampai bertemu satu minggu lagi Kakak! Jangan terlalu berlebihan bekerja dan jaga kesehatanmu!” ucap Laura dengan senyum yang lembut dan tatapan mata penuh kasih sayang.
Laura yang telah mengatakan semua yang ingin dikatakannya pada Pangeran Mahkota Richard pun memberikan izin kepada Rika dan Master Noel untuk kembali.
“Master Noel, apakah kau benar-benar telah lebih baik? Bukankah kau bilang bahwa kau membutuhkan waktu untuk pemulihan?” tanya Laura dengan ekspresi wajah yang cemas.
Master Noel yang mendapatkan seteguk Air Suci dari Laura ternyata itu sangat membantu untuk memulihkan kondisi Master Noel. Oleh karena itulah, Master Noel mengajukan diri untuk membantu Laura berlatih.
“Yang Mulia, kamar ini bukanlah tempat yang tepat untuk berlatih tapi karena Yang Mulia tidak memiliki pilihan lain selain melatihnya disini maka aku memindahkan semuanya ke tempat lain dan membuat kamar ini menjadi lebih luas!” ucap Master Noel dengan ekspresi wajah yang serius.
“Kau bisa melakukan sesukamu asalkan kau mengembalikannya ke tempatnya semula nanti!” ucap Laura dengan senyum yang lebar.
Laura yang terkadang lupa jika Master Noel adalah Penyihir Tingkat Tiga terlepas dari sikapnya yang dingin akhirnya tersadar saat melihat Master Noel dapat dengan mudah memindahkan semua barang ke tempat lain hanya dalam waktu singkat.
“Ayah dan Kakak sungguh baik padaku! Tidak disangka mereka mengirimkanku Penyihir yang sangat hebat tapi nasibnya di kehidupanku yang lalu sangat tragis karenanya aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Aku akan mengubah takdir semua orang menjadi Happy Ending!” ucap Laura dalam hati dengan tekad yang kuat.
Namun, di saat Laura sedang terhanyut dalam lamunannya, Master Noel yang telah melakukan tugasnya ternyata telah memanggil Laura berkali-kali hingga akhirnya Laura kembali kepada kenyataannya.
“Yang Mulia! Yang Mulia! Yang Mulia! Apakah kita bisa memulai latihannya?” tanya Master Noel dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang datar.
“Agh! Tentu saja! Hmmm, tidak! tunggu!” ucap Laura dengan terburu-buru dengan ekspresi wajah yang bingung.
Laura yang tidak bisa membiarkan ada orang lain masuk ke dalam kamarnya dan melihat semua kekacauan ini pun mengalihkan pandangannya ke arah Rika yang berdiri di depan pintu.
“Rika! Bisakah kau menunggu di luar dan jangan biarkan siapapun masuk kemari lalu jika aku tidak bisa mencegahnya berikanlah kode lalu tahan orang tersebut selama lima menit!” ucap Laura dengan nada suara yang tegas.
Rika yang mengerti tugasnya pun menganggukkan kepalanya lalu berpindah posisi dan berjalan keluar ruangan dan berdiri di depan pintu dengan kepala terangkat.
Master Noel yang melatih Laura menggunakan kekuatan angin untuk melawan musuhnya pun mengeluarkan seekor kelinci yang ditangkapnya di dalam Hutan.
“Yang Mulia, konsentrasikan pikiranmu dan tangkap kelinci ini lalu gunakan Kekuatan Anginmu untuk menghentikan aliran udara masuk ke dalam saluran pernafasannya!” ucap Master Noel dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang tegas.
Laura yang mendengar arahan dari Master Noel pun mencoba menggunakan Kekuatan Angin untuk menangkap kelinci tersebut tapi ternyata kelinci itu sangat lincah hingga tanpa sadar memecahkan vas bunga sedang terpajang di atas meja.
“Aarrgghhh!” teriak Laura dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang terkejut dan Rika yang mengkhawatirkan Laura pun dengan cepat masuk ke dalam lalu mencaritau yang terjadi.
Rika yang telah memastikan bahwa Laura baik-baik saja pun kembali keluar dan menunggu di depan pintu lalu tidak membiarkan siapapun masuk ke dalam.
Master Noel yang tak ingin pecahan vas bunga itu membuat kaki Laura terluka lagi pun dengan cepat membersihkan pecahan kaca tersebut dengan sihirnya dan dalam waktu singkat lantai telah menjadi bersih.
Sementara itu, Surat yang memberitahukan akan kedatangan Pangeran Mahkota Richard ke Kerajaan Hentallius telah sampai pada Raymond Von Hentallius, Raja Kerajaan Hentallius.
#Bersambung#
Apa yang akan terjadi selanjutnya ya? Bagaimana rencana Laura akan berjalan dengan adanya Pangeran Mahkota Richard? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...